Setelah 11 Tahun Pernikahan

Setelah 11 Tahun Pernikahan
Bab 53


__ADS_3

Mia terus memberontak saat Erik membawanya ke luar dari mansion utama, ''Diam jika tidak aku akan melemparkan mu'' ancam Erik. Namun Mia tak perduli dengan ancaman atau peringatan Erik padanya.


*B*ughh...


Aaaa..... Mia berteriak merasakan sakit yang teramat sangat saat bokongnya menyentuh tanah dengan begitu keras. Karena Erik melemparnya begitu saja tanpa perasaan, bersamaan dengan mobil yang di kendarai Ravin berhenti di hadapan Mia.


''Mia!" teriak milw dengan begitu nyaring, membuat Ravin dan Kenzo langsung menutupi telinga mereka, karena suara Mila yang begitu menusuk gendang telinga. Mila membuka seatbelt nya dan turun dengan cepat menghampiri adiknya.


"Nona'' Sapa Erik sedikit membungkuk pada Mila karena dia tahu siapa Mila dan posisinya di mansion utama. Namun Mila tak menghiraukan sapaan Erik padanya, matanya terus tertuju pada adiknya yang sedang kesakitan.


"Dasar pria gila. aduhh pinggangku sakit sekali" Mia meringis memegangi pinggangnya yang terasa panas.


Saat Mila akan menghampiri adiknya Erik datang menghadang untuk menghalangi Mila, "Nona sebaiknya anda kembali ke dalam mobil biarkan saya yang mengurus perusuh satu itu"


"Minggir adikku bukan perusuh'' Ucap Mila tanpa ekspresi membuat Erik sedikit terkejut di buatnya.


"*A*dik, sepertinya aku sudah salah menduga gadis kecil itu!''


"Kakak tolong aku, pinggangku sakit sekali ini semua karena pria aneh itu" Mia mulai mengadu pada kakaknya menunjuk Erik yang sedang berdiri tanpa ekspresi apapun.


''Kita bawa dia ke dokter'' Ucap Ravin yang juga ikut turun dari mobilnya dan di ikuti Kenzo di belakangnya.


Para pengawal yang sedang asyik menikmati tontonan gratis pun langsung berdiri saat melihat kedatangan Ravin disana. "Bos Erik pasti dalam masalah besar!''


" Stttt.. diamlah'' Ucap temannya mengingatkan.


Sedangkan Mila berusaha membantu adiknya berdiri. ''Tidak perlu tuan, biar aku saja yang mengurusnya kemungkinan pinggangnya keseleo jadi kita tidak perlu ke rumah sakit."


"Baiklah kalau begitu kita bawa ke dalam saja" Ucap Ravin yang langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengangkat Mia, namun Mila menolaknya secara halus karena ia tidak terima jika adiknya di sentuh sembarangan pria.


''Ayo dek pegang yang erat''


"Tapi ini sangat sakit kak"


"Aku tahu, Karena aku bisa merasakan apa yang kau rasakan" Ucap Mila yang kini berjalan memapah adiknya masuk ke dalam mansion bersama dengan Kenzo yang tetap berada di samping Mila.


Sedangkan Ravin menatap ke arah pengawal kepercayaan nya dengan tatapan tajam. "Apa begitu caramu memperlakukan seorang wanita?" Bentak Ravin pada Erik yang kini hanya diam dan menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Sudah berapa lama kau berada di sini, apa kau masih tidak tahu peraturan di mansion ini. jawab!''


"Maaf tuan saya kira dia adalah wanita penggoda yang akan membuat kerusuhan di mansion utama jadi.."


"Jadi kau bisa berbuat seenaknya di mansion ku'' Ucap ravin menyela perkataan Erik.


"Kalian cambuk dia sesuai kesalahan yang sudah ia buat'' Perintah Ravin pada pengawal nya yang lain, dan pergi begitu saja meninggalkan Erik yang masih diam di tempatnya.


*


*


"Aduh kak sakit sekali, apa aku akan mati sekarang! " Ucap Mia asal bicara dan langsung mendapat tonyoran dari kakaknya.


"Dasar gadis konyol, kau hanya perlu di pijat sedikit maka setelah itu kau anak baik-baik saja, jangan pernah bicara yang aneh-aneh aku tidak ingin kehilangan adik konyol seperti mu. Karena itu sangat langka!'' Mila sedikit bercanda pada adiknya agar Mia merasa rilex saat Mila akan menekan pinggang Mia.


Kreeekkk


''Aaahhhh... kak apa kau ingin membunuh adikmu sendiri''


"Tidak perlu banyak drama sekarang minum dulu dan rasakan bagaimana sekarang''


"Baiklah kau beritrahat saja aku akan melihat Kenzo terlebih dahulu''


"Aku disini mom. Mommy kau luar biasa, bisa meyembuhkan aunty hanya dengan pijatan kecil saja" Ucap Kenzo dengan wajah polosnya.


"Tidak begitu sayang, aku tidak bisa menyembuhkan aunty tapi aku hanya meluruskan tulangnya saja itu sering di ajarkan saat aku sekolah dulu" Jawab Mila menjelaskan


"Tapi kenapa di sekolahku tidak ada pelajaran seperti itu mom, aku juga ingin belajar seperti mu bagaimana caranya menolong orang saat sakit agar aku bisa menyembuhkan mu saat kau sakit nanti"


"Owhh... anak kecil ini manis sekali'' Mia sangat terpukau dengan kata-kata yang di lontarkan Kenzo untuk kakaknya, sedangkan Mila hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.


SATU JAM KEMUDIAN.


Mia merasa sangat bosan dan jenuh terus berada di kamar kakaknya bersama dengan Kenzo yang sibuk dengan mainnan puzle nya, sedangkan ia tak tahu dimana keberadaan kakaknya saat ini.


"Zo apa kau tidak merasa bosan?''

__ADS_1


"Tidak'' Jawab Kenzo singkat.


"Ahh aku baru ingat sekarang, Zo ayo ikut denganku, aku akan memberikan hadiah keren untukmu" Ajak Mia dengan penuh semangat. Namun langkah nya terhenti saat melihat Ravin datang dengan seorang pria yang memakai seragam dokter.


"Cepat periksa dia'' Perintah Ravin pada dokter Ian.


"Tidak perlu tuan saya sudah baik-baik saja''


"Bagaimana mungkin!"


"Karena mommy yang meyembuhkan nya'' Timpal Kenzo dengan wajah polosnya menunjuk pada Mila yang baru datang membawa makanan untuk Kenzo dan adiknya.


Sedangkan Mila yang tak tahu apa-apa menatap bingung pada dua pria yang menatapnya dengan tatapan aneh. ''Ada apa?" Tanya Mila dengan sedikit gugup.


"Tidak ada apa-apa, Ayo Zo'' Mia menuntun Kenzo keluar dari kamar Mila.


"Dek kamu mau kemana?''


"Aku mau mengambil sesuatu di jok motor kak, hanya lima menit saja'' Ucap Mia tanpa menghentikan langkahnya.


"Dasar gadis konyol terkadang aku heran dengan sikap nya yang bisa berubah secepat itu'' Umpat Mila yang melupakan dua pria yang masih berada di sana.


"Jadi tuan untuk apa aku datang kemari jauh-jauh dari kota Y''


"Melihat drama'' Jawab Ravin singkat dan keluar dari ruangan itu tak memperdulikan bagaimana ekspresi dokter Ian saat ini.


*


*


Ravin mengetuk ngetukan jari nya di atas meja, otaknya tak berhenti memikirkan Mila semakin ia mengenal Mila semakin ia tahu apa saja kelebihan yang Mila miliki. Dalam hatinya ia mulai mengagumi sosok janda muda itu tapi raganya seakan menolak apa yang di katakan hatinya.


Kini perang batin antara diri sendiri pun di mulai. Ravin merasa sangat frustasi dengan memikirkan nya sendiri, Ravin menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan.


"Apa yang sedang kau pikir Ravin, kau terlalu tua untuk jatuh cinta" Ucap Ravin pada dirinya sendiri.


Dari mana datangnya cinta? dari mata turun ke hati. Cinta akan datang karena kita terbiasa dengan kehadirannya, cinta ibarat angin yang tak dapat di genggam namun dapat dirasakan kehadiran nya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2