
...🍒Reading Books 🍒...
"Biar aku yang bawa" Ucap Dimas yang langsung merebut kunci mobil nya.
"Bawa kesini, aku nggak butuh kamu yang bawa mobil" Ketus Stevani.
Stevani berusaha merebut kunci itu dari tangan Dimas,namun kunci itu malah direbut kembali oleh Dian yang memiliki tinggi panjang yang lebih dari mereka berdua.
"Aku yang bawa" Ucap Dian.
"Kalian semua nggak ada kerjaan apa,gangguin aku aja kalian semua" Ucap Stevani dengan kesal.
Namun tetap saja Dian acuh tak mempedulikan ucapan Stevani.
"Sini deh bang,kita berdua kagak ngajak kamu jadi jangan ikut campur deh" Kesal Dimas yang ingin merebut kunci itu dari Dian.
"Terus,kamu gangguin Stevani saat disekolah"Jawab Dian
"Urusan sama kamu apa" Ujar Dimas.
"Ketua osis" Jawabnya dengan santay lalu masuk kedalam mobil Stevani dengan memencet tombol yang berada dikunci.
Namun Dimas dan Stevani tak beranjak,Stevani yang melihat suci ia langsung menghampiri suci.
"Aku tumpang pulang ya" Ucap Stevani pada suci yang akan masuk kedalam mobilnya.
"Hmmm.....yaudah" Ucap Suci dan Stevani langsung masuk tanpa menghiraukan mobilnya yang berada ditangan kedua cowok itu.
Sedangkan diparkiran,Dian langsung keluar menatap kepergian Stevani bersama dengan mobil Suci.
"Ini karna kamu mah bang" Tuduh Dimas.
"Bawa mobilnya" Ucap Dian yang langsung melempar kunci mobil Stevani kepada Dimas.
Dian langsung melajukan motornya mengikuti mobil suci begitu pula dengan Dimas yang membawa mobil Stevani.
Sesampainya Stevani dirumahnya,ia langsung berlari masuk kedalam rumahnya agar tidak diganggu lagi oleh kedua cowok itu.
Namun saat ia akan menutup pintu,pintunya sudah ditahan oleh Dian menggunakan tangannya sehingga Stevani sulit menutup pintu.
"Minggir"Ketus Stevani.
"Buka lah dulu" Ucapnya.
Lalu datanglah Dimas dan langsung berlari kearah mereka.
__ADS_1
"Stevani,buka lah" Ucap Dimas yang langsung berusaha membuka nya juga.
Perlahan kedua cowok itu membuka pintu sedangkan Stevani berusaha menutup dengan sekuat tenaganya.
"Isss....Kurang kerjaan,lebih baik kalian pulang lagi ngapain ganggu aku dirumah sih" Kesal Stevani yang sudah pasrah.
"Ngapain ini hmmm.....Kok ada ribut-ribut didepan" Ucap Maya yang keluar dari arah dapur.
Maya pun menghampiri ketiga anak muda yang langsung diam saat dirinya datang.
"Ngapain kalian. berdiri didepan seperti ini,masuk gih" Ucap Maya dan mereka bertiga langsung duduk disofa.
Terlihat ketiganya hanya diam dengan saling bertatapan dimana Stevani menatap dengan tajam,Dimas yang hanya tersenyum dan Dian hanya diam dengan muka datarnya.
"Kalian mau minum apa? Tante buatin ya" Tanya Maya.
"Nggak usah deh ma,mereka nggak perlu kayaknya deh" Tolak Stevani langsung.
Sebenarnya ia ingin sekali kedua cowok itu pergi dan jangan mengganggu nya tapi mengapa saat ini keduanya tak mau mengerti ya padahal ia sudah menolak berkali-kali tapi tetap saja mereka tetap ngotot.
"Air putih aja tan" Ucap Dimas dengan senyumnya.
"Baiklah,tante juga tadi udah buat kue! jadi, kalian harus coba ya" Ucap Maya yang langsung kebelakang.
Sedangkan didalam mobil, Suci bingung karna ternyata tas dan handphone nya Stevani ada didalam mobilnya dan ia baru sadar setelah ia sudah pergi dari kediaman Stevani.
"Pak putar balik bisa nggak?" Tanya Suci.
"Bisa kok non" Jawab sopirnya itu.
"Makasih pak" Ucapnya
Sopir itu pun langsung memutar arah mobilnya untuk kembali. Ia tak tau kemana tujuan mereka balik kembali tapi yang ia amati dari tadi bahwa nona mudanya ini pasti ingin mengantarkan tas temannya jadi ia hanya menurut saja.
Sesampainya mereka dikediaman Stevani, Suci langsung turun dengan membawa tas dan handphone Stevani. Ia sedikit mengetuk pintu karna pintu sedikit terbuka takut nanti tak ada orang.
Stevani langsung berdiri,ia menghampiri Suci karna ia sudah tau bahwa Suci datang kerumahnya saat melihat sebagian tubuh Suci.
"Eh....ini tasnya" Ucap suci setelah melihat Stevani membuka luas pintu rumahnya.
"Makasih,masuklah dulu" Ucap Stevani dengan mengajak Suci.
"Hmmmm...nggak perlu deh kayaknya,aku masih ada urusan jadi daaa....aku pergi dulu" Ucap Suci yang langsung melambaikan tangannya.
Suci bergegas pergi masuk ke mobilnya dan meninggalkan per-karangan rumah Stevani.
__ADS_1
Stevani pun langsung masuk dengan membawa tas ditangannya,ia langsung melempar tasnya disofa dan langsung duduk dengan mengambil sepotong kue.
"kita kembali dulu" Ucap Dian.
"Kalian nggak pulang" Tanya Stevani.
Dian langsung berdiri dari duduknya begitu pula dengan Dimas yang juga berdiri.
"Tante Maya mana" Tanya Dimas.
"Dia didapur,sudah lah aku aja yang kasih salam pada mama aku,kalian pergi lah dulu" Ucap Stevani yang seperti mengusir kedua cowok itu.
sebenarnya sih memang niatnya mengusir.
"Yaudah deh,see you " Ucap Dimas yang langsung berjalan keluar namun Stevani ogah untuk menjawabnya.
Kedua cowok itu pun keluar,ia pergi menggunakan motor Dian meski Dian tak mengucapkan apa-apa tetap saja Dimas langsung naik.
dari kejauhan Stevani langsung merasa lega karena kedua cowok itu sudah pergi dan dirinya tak perlu melihat wajah keduanya.
Stevani langsung berjalan menuju kamarnya,ia membawa tasnya dengan berjalan lunglai.
Buk
Ia langsung melemparkan tubuhnya diatas rajang dan melempar tasnya diatas sofa.
"Melelahkan" Ngeluhnya.
"Hmmm....besok akan aku buat kamu hidup segan mati tak mau" Ucap Stevani dengan kepalan tangan yang digenggam erat.
Ia membayangkan wajah Syifa dan teman-temannya saja sudah membuatnya cukup terbakar emosi apalagi secara langsung maka ia lebih sangat emosi.
Stevani langsung berdiri menuju kamar mandi untuk menukar baju. dan setelah itu ia langsung pergi menuju dapur ingin membantu Maya yang sedang membuat kue.
"Ma ada yang Stevani bantu nggak" Ucap Stevani sambil melihat semua kue yang sudah masak.
"Kasih krim ini nak,jan lupa dikasih bentuk yang indah ya" Ucap Maya memberikan satu kue dan beberapa krim pada Stevani.
Stevani hanya mengangguk,ia pun langsung menghias kue itu dengan beberapa krim ditangan nya, Maya sempat terkejut karna Stevani lihai dalam menghias kue padahal selama ini Stevani tak pernah belajar mengenai menghias.
"Kamu belajar dari mana sayang belajar seperti ini " tanya Maya.
"Ah itu... Aku cuman inget doang kok ma" Ucapnya yang berusaha mencari alasan.
"Yaudah lanjutin aja ya,sepertinya kue mama udah masak lagi deh" Ucap Maya dan langsung pergi menuju open.
__ADS_1