Setiap Langkahku

Setiap Langkahku
Bab 31: Pergi kerumah teman Maya


__ADS_3

...🍒Reading Books 🍒...


Stevani memasuki rumahnya,ia berjalan dengan gontai mencari mamanya. Terlihat saat ini rumah sangat sepi dan bahkan satu pembantu saja tak ada.


"Ma! Ma! Mama dimana ma!" Stevani terus berteriak mencari sang mama,namun ia tetap saja belum menemukan mamanya


"Apa mama pergi arisan ya!" Batinnya terus berkata sambil mencari mamanya yang tak terlihat dari tadi.


"Non! Nyonya tadi pergi ke rumah temannya katanya dan non disuruh kesana!" Ucap bik asih yang tiba-tiba datang dari belakang Stevani.


Stevani membalikkan tubuhnya, ia menatap bingung dengan ucapan pembantunya itu.


"Ngapain mama suruh Stevani kesana bik,kan mama sudah ada disana" Tanya bingung Stevani.


"gak tau,ini alamat yang diberikan nyonya non" Ucap bik asih memberikan secarik kertas.


Stevani menerimanya dengan wajah yang bingung,ia membaca tempat yang harus dikunjungi ternyata cukup jauh dari rumah.Segera Stevani berlari menuju kamarnya untuk bersiap-siap membersihkan tubuhnya dan akan pergi.


Cukup lama Stevani berkutik didalam kamar mandi,Setelah itu ia memakai baju yang cukup sopan yaitu baju dan celana lebor ala kekinian berwarna putih.


Stevani keluar kamarnya,ia berencana memakai mobil saja dari pada motor yang mengundang suara yang cukup berisik.


"Bik Vani pergi dulu ya" Ucap Stevani dengan langsung bersalaman pada bik asih.


"Ya Tuhan,non! Apa bibi pernah buat salah non!" Ucap ketakutan bik asih yang langsung menunduk karena tak pernah terjadi yang namanya Stevani bersalaman padanya.


"Kenapa bik?, Aku hanya bersalaman doang kok" Bingung Stevani.


"Tapikan! tapi itu!" Gugup bik asih.


"Sudah, bibi jangan takut! Ini hanya sekedar bersalaman untuk pamit dan semoga bik asih dan bik cya bisa menerimanya" Ucap Stevani yang tersenyum lebar.


Stevani langsung pergi meninggalkan bik asih yang saat itu hatinya sudah sangat luluh pada anak majikannya itu. Saat ini ia belum percaya sepenuhnya bahwa itu adalah anak dari majikannya,apa itu jelmaan dari seseorang. Hal itu semakin dipikirkan semakin bingung,bik asih pun memutuskan untuk pergi meneruskan kerjaan nya yang tertinggal tadi.




Stevani melajukan mobilnya dengan cukup kencang,meski ada sedikit kendala, Seperti lampu merah dan lain-lainnya. Stevani menggunakan google map agar ia lebih mudah karena ia belum sepenuhnya tau tempat yang dituju.



Cukup lama ia mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata-rata dan akhirnya ia pun sampai disebuah rumah yang cukup mewah dan elegan dengan warna putih abu-abu nya.



"Apa disini!" Bingung Stevani,ia pun kembali melihat nama alamat yang diberikan pembantunya tadi dengan seksama dan akhirnya ia pun sudah yakin bahwa tempat ini yang dituju.



Stevani turun dari mobilnya,ia berjalan kearah kantor pos satpam rumah dibalik pagar.



"Permisi pak! Saya disuruh mama saya yang bernama nyonya Maya kesini" Ucap stevani yang berada di depan pagar rumah.



"Bentar non saya buka" Ucap satpam itu yang langsung berlari membuka pintu.


__ADS_1


Satpam itu sebenarnya sudah mendapatkan pesan dari teman majikannya sehingga ia tau bahwa yang datang adalah anak dari teman majikannya.



Satpam itu segera membuka pagar dengan cepat dan Stevani berlari kearah mobil lalu memasukkan nya kedalam per-karangan rumah teman mamanya.



"Makasih pak" Ucap Stevani pada satpam yang masih berdiri di dekat pagar.



"Iya non" Ucap satpam itu dengan tersenyum.



Stevani pun langsung memarkirkan mobilnya, lalu turun pergi menuju rumah tersebut.



*Tinong*



Bel sudah dibunyikan dan beberapa saat pun keluarlah seorang wanita yang sedikit tua namun masih terlihat cantik.



"Apa kamu anaknya Maya" Tanya nya



"Iya Tante,salam kenal nama ku Stevani!" Ucap Stevani yang langsung bersalaman sopan.




"Baiklah tan eh bun, kalo boleh tau siapa namanya bunda" Tanya Stevani dengan tersenyum dan memberikan buah tangan yang ia bawa tadi.



"Oh makasih nak,boleh kok! Nama bunda adalah bunda Eva Celia Latjuba dan panggil saja bunda Eva,oke!" Ucap bunda Eva dengan membentuk tangan oke.



"Ship bun" Ucap Stevani dengan mengikuti gaya bunda Eva.



"Sepertinya asik bener nih,sampek-sampek gak mau pindah masuk" Ucap Maya yang menghampiri mereka berdua.



"Eh iya,bunda sampek lupa! Yok masuk sayang!" Ucap bunda Eva dengan merangkul Stevani.



Stevani hanya tersenyum tipis dan mengikuti langkah dua wanita 30\+ keatas tersebut. Ia berjalan menuju ruang tamu dan langsung duduk disofa tersebut.


__ADS_1


"Kamu kelas berapa sayang" Tanya bunda Eva dengan memberikan segelas teh yang sepertinya sudah disediakan.



"Aku kelas 11 tan, sebentar lagi naik kelas 12" Jawab nya dengan senang.



"Oh benarkan, sepertinya anak bunda ini sebentar lagi mau tamat, mau nyambung kuliah gak?" Tanya bunda Eva dengan tersenyum.



"oh soal itu,Stevani akan sambung kuliah dan bismillah sukses" Ucap Stevani dengan membalas senyum bunda Eva.



"Sepertinya aku tak dianggap,disini masih ada orang loh masak mama tak diajak bicara" Rengut Maya.



"Eh mama,sorry ma! Stevani kan lupa" Ucap Stevani dengan cengiran tak bersalahnya itu.



"Oh baiklah, Kamu kesini setelah pulang sekolah kan?" Tanya Maya yang sedikit khawatir.



"Itu Stevani tadi sempat pergi kerumah teman kok ma, emangnya kenapa?" Bingung Stevani.



"gak papa,mama cuman khawatir kamu belum makan aja?" Ujarnya dengan tersenyum.



"Gimana kalo kita makan dulu, sepertinya bibi dirumah udah siapin makan deh" Ucap bunda Eva dengan bersemangat.



"Iya ya,yok kita kesana" Ucap Maya yang juga bersemangat.



Kedua wanita itu pun langsung menarik Stevani begitu saja dan mendudukkan Stevani juga dikursi lalu mengambil makanan dengan porsi yang besar,hal itu membuat Stevani meneguk air liurnya dengan keras melihat porsi yang diberikan kedua wanita tersebut.



"Kamu terlihat sangat kurus sayang" Ucap Maya yang mengambilkan ayam untuk piring Stevani.



"Seharusnya kamu itu banyak makan, apalagi kamu baru bangun dari koma" Ucap bunda Eva yang juga memasukkan sayur kedalam piring Stevani.



kedua wanita ini berlomba memasukkan semua makanan ke piring Stevani sampai Stevani melihatnya saja sudah kenyang lebih dulu.



"Mama dan bunda berhenti dulu,ini porsinya terlalu besar ma bun! Stevani takut tak bisa dihabiskan" Ucap Stevani yang cukup berhati-hati dalam berbicara agar tak menyakiti hati kedua wanita yang saat ini sudah ia sayang.

__ADS_1



"Baiklah sayang, tapi yang ini kamu harus habis ya!" Ucap bunda Eva dan Stevani hanya mengiyakan saja,jika tidak maka kedua akan bersedih.


__ADS_2