
...🍒Reading Books 🍒...
Setelah pulang sekolah,Stevani mengendarai motornya menelusuri jalan raya,ia membawa motor nya dengan kecepatan rata-rata.
Saat di lampu merah,Stevani berhenti melihat kanan kiri setiap jalan sambil menikmati waktu. Stevani memutuskan untuk pergi ke kelas musik dimana ia sebagai guru pengajar disana.
"Kamu datang Stevani,syukurlah" Ucap Sandy sambil mengelap alat musik.
"Aku bosan,yaudah deh kesini" Ucap Stevani yang langsung duduk dan mengambil satu botol minuman kaleng didalam kulkas kaca.
"Itu dibayar ya Vani" Ucap Sandy seakan Stevani tak mampu untuk membayarnya.
"Iya-iya Jan cerewet deh,sekarang gimana apa tu para murid sudah dateng" Tanya Stevani.
"Sebagian sudah dan saat ini berada ruang musik" Jawab Sandy.
"Oh"
"Terus kamu nggak masuk" Tanya Sandy.
"Nggak deh,kayaknya Diana kawan kamu tu dateng deh " Ucap Stevani yang langsung duduk disamping Sandy.
"Nggak cuman dia doang yang dateng, Alia juga dateng tu sama pacarnya" Jelas Sandy.
"Lah hubungan sama aku apa" Acuh Stevani.
"Anjir ,bodo amat! aku males ngomong sama kamu" Ucap Sandy yang kesal.
Stevani hanya tersenyum tipis,menurutnya membuat Sandy kesal cukup menyenangkan. Ia pun beranjak untuk masuk kedalam ruang musik,ia cukup penasaran seperti apa Alia itu.
"Mau kemana kamu" Ucap Sandy.
"Bukan urusan mu" Ketus Stevani.Terlihat Sandy yang tampak kesal dengan perilaku Stevani yang lebih menyebalkan dari sebelumnya.
Click
Pintu dibuka oleh Stevani,semua orang langsung menatap kearah pintu terbuka. Terlihat semua orang yang sedang mempersiapkan tempat alat musik menatap dirinya.
"Guru Vani" Sapa beberapa murid.
"Hay! apa aku mengganggu " Ucap Stevani dengan tersenyum manis.
"Oh tidak! Masuk lah guru Vani biar kita memiliki banyak guru" Ucap Alia yang tersenyum senang.
Alia mendekat kearah Stevani,ia langsung memeluk Stevani dengan cukup erat.
"Aku kangen sama kamu Van,kamu ngapain pakek pindah sekolah segala lagi" Ucap Alia disela-sela pelukan hangatnya itu.
__ADS_1
"Kamu Alia?" Tanya nya.
"Iyalah,masak lupa sama sahabat sendiri" Kesal Alia " kamu lihat,ini pacar aku yang baru" Ucap penuh semangat Alia.
Sedangkan Diana hanya menatap acuh kearah keduanya,ia lebih memilih melanjutkan kegiatan nya.
"Eh kamu selama ini kemana aja sih,aku sering kesini akhir-akhir ini tapi kamu nggak ada" Tanya Alia.
"Hmm...Itu aku ada urusan" Jawabnya.
"Sudahlah lupakan,sekarang kita kesana yok bantu Diana mengajar" Ucapnya yang langsung saja menarik Stevani.
Stevani hanya menurut saja,ia berdiri tepat didepan bersama kedua orang yang menurutnya baru ia kenal.
"Baiklah semua,disini kita sudah lihat kita memiliki 3 guru jadi kalian berhak memilih mau belajar dengan siapa,disini memiliki bidang masing-masing kakak Diana akan mengajarkan kalian bermain drum ,Stevani akan mengajarkan kalian bermain piano dan kakak Alia untuk mengajarkan kalian tentang Gita, bagaimana menurut kalian " Ucap Diana menjelaskan.
"Sangat bagus guru Diana "Jawab mereka.
dan beberapa diantara mereka pergi keruang gitar bersama dengan Alia dan keruang piano bersama dengan Stevani dan tetap diruangan bersama Diana.
Cukup menyenangkan,hingga tampa sadar Stevani menghabiskan waktu hingga malam menjelang.
"Baiklah kakak sudahi pelajaran hari ini,ingat harus dihapal semua not yang dipelajari jika tidak..." Ucap Stevani
"Mendapatkan hukuman" Jawab mereka secara bersamaan.
"Ini undangan untuk mu,harus datang ya jika tidak aku akan nurut kamu sampek ke SMA kamu itu" Ucap Alia
"Apaan! " Ucap Stevani yang langsung membuka isi undangan itu.
Ternyata Minggu besok temannya ulang tahun dan itu dirayakan. Terlihat Stevani tampak sedu,ia begitu ingin ulang tahunnya dirayakan tapi sama sekali tak ada satu pun yang berniat untuk merayakan tapi saat ditubuh nya Stevani apakah dia akan merasakan ulang tahun dirayakan,Stevani pun tersenyum kecut .
"Ada apa Stevani,maafin aku deh kalo ada salah ngomong" Ucap cemas Alia.
"nggak kok,yaudah makasih aku mau pulang dulu" Ucap Stevani yang pergi membawa surat undangan itu.
Stevani membawa motornya dengan kecepatan diatas rata-rata,ia harus segera sampai dirumahnya karena takut sang mama khawatir dengan dirinya.
Setelah sampai dirumahnya,Stevani langsung dihadirkan oleh wajah suram papanya bersama dengan mama nya terduduk disamping papanya.
"Sudah pulang,kau pulang sekolah jam berapa" Ucap datar Elang.
"Hmmm....itu aku berkumpul dengan teman-teman ku" Ucap gugup Stevani.
"Siapa teman mu" Tanya Elang.
"Dia Alia" Jawab Stevani.
__ADS_1
"Bukankah kamu lupa ingatan " Ucap Elang yang penuh intemidasi.
"Ya aku lupa ingatan tapi dia menghampiri ku dan berkata sahabat ku" Jawab Stevani.
"Baiklah,bisa kau jelaskan ini" Ucap Elang memberikan satu map berkas.
"Kenapa pa" Tanya nya bingung.
Stevani pun langsung mengecek isi dari map itu,ia perlahan mengeluarkan dan sedikit terkejut karena saat ini papa nya menemukan sebuah berkas penyelidikan.
"Apa kamu yang membuat keluarga besar itu terjatuh miskin" Tanya Elang dengan tatapan yang begitu tajam.
"Hmmm...itu!" Bingungnya mau menjelaskan seperti apa.
"Papa tau kamu membuat kedua anak keluarga besar itu mengalami cedera tulang" Ujar Elang.
"Hmmm...Itu maafkan Stevani pa" Ucapnya yang cukup merasa bersalah.
"Bukan itu yang ingin papa dengan sekarang papa tanya,kau siapa Stevani sehingga membuat langsung kedua keluarga bangkrut dalam seminggu" ucap Elang.
2 Pasang mata itu menatap kedua bola mata Stevani,terlihat dari wajah kedua nya bahwa keduanya membutuhkan jawaban itu dengan pasti.
"Aku bukan siapa-siapa pa,aku anak mu" Jawab nya.
"Kau jangan berbohong STEVANI CAROLINA ZIEGLER " Bentak Elang.
"Aku tak tau apa-apa pa,apa kau tak percaya dengan ku ...Hiks" ucap Stevani dengan menangis.
"Sudah mas,jangan seperti itu lagi! Stevani berhak memiliki privasi sendiri" Ucap Maya yang langsung menghampiri Stevani.
"Hmmm...maafkan papa nak, sebenarnya papa takut kamu akan terjadi hal yang tak diinginkan dan papa berharap kamu mengerti" Ucap Elang yang langsung memeluk Stevani
Stevani pun menerima kehangatan dari kedua orang tua itu,ia masih belum bisa mengatakan sebenarnya sehingga ia berharap untuk keluarganya memahami nya lebih dulu.
"Maafkan Stevani pa karna tak berbicara secara langsung" Batin nya.
Stevani masih berharap agar identitas nya tak pernah terungkap,karena ia tau bahwa pasti diantara mereka akan mengalami yang namanya sakit hati.
prinsip Stevani (Clara)
Selagi masih bisa dipertahankan maka dipertahankan lah,jangan pernah menganggap remeh musuh . Teman adalah musuh yang sebenarnya yang memiliki beribu cara sehingga membuat dirinya terjatuh. Orang yang harus dipercaya adalah keluarga nya.
Jadilah yang terbaik sampai semua orang tak mampu lagi untuk menatap keatas, perlihatkanlah kemampuan dan bantai yang merasa hebat.
Memperkuat iman dalam diri sebenarnya disekelilingnya kita begitu banyak setan yang mengincar hari.
Selalu berpikir panjang adalah hal yang harus diterapkan setiap dalam dirinya.
__ADS_1
Waspadalah terhadap teman karena musuh sudah diketahui bahwa itu adalah musuhnya sedangkan teman begitu banyak ilusi yang diberikan padanya.