
...🍒Reading Books 🍒...
"Awas kau" Kesal Stevani.
"Udah-udah sekarang coba rasakan setiap potongan kue yang disediakan dan katakan kue yang enak antara yang lain, biar bisa dijadikan menu utama!" Jelas Maya menyuruh keduanya dengan memberikan satu persatu sendok.
Mereka berdua pun mulai merasakannya, satu persatu mereka rasakan.
"Sepertinya kue pelangi ini enak deh ma!" Jelas Stevani. " Meski kue yang lain enak, namun diantara mereka bisa membuat enek seseorang" Lanjut Stevani yang berusaha selembut mungkin agar tidak menyakiti hati keduanya.
"Kue krim ini bisa juga dijadikan menu utama.Selain rasanya yang bercampur manis dan asam, namun ia memiliki tekstur yang sangat lembut diantara yang lain!" Jelas Gabriel.
"Oke, sekarang kita sudah memutuskan bukan! Yang akan menjadi menu kue yang utama adalah kue pelangi dan krim." Ucap antusias Eva.
"Oke ship... Sekarang kita hanya tinggal mencari tokoh nya!" Ucap Maya yang tak kalah antusiasnya.
"Tokoh biar aku saja yang mencari ma bun..." Tawar Stevani.
"Yaudah kalian saja yang berdua pergi mencari tokoh, oke!" Ucap Maya yang langsung membuat kedua remaja tersebut saling pandangan dan akhirnya berlagak ingin muntah.
"Hueekk...Sama dia, ogah!" Tolak mereka secara bersamaan.
"Emang ya, jodoh selalu sama!" Ucap serentak Maya dan eva
"Enggak!" Bantah mereka berdua secara bersamaan.
"Kamu kok ngikutin aku sih" Kesal mereka berdua lagi secara bersamaan.
Hhhhhhh....
Kedua wanita itu tertawa kencang saat melihat wajah kesal dan marah diantara keduanya.
"Oke udah Stevani putuskan bahwa Stevani yang cari tokoh dan dia cari karyawan dan mencetak browser, deal!" Ucap Stevani minta persetujuan.
"Gak ada, kalian harus melakukan bersama-sama! Atau tidak sama sekali." Bantah Maya. "Lihatlah tubuhku yang lemah ini harus melakukan semua hal karena anak ku yang keras kepala!" Ucapnya dengan cukup lirih.
Stevani tampak menghela napas berat dan akhirnya ia pun hanya mengangguk saja untuk menyetujuinya.
"Kamu mau kan nak Gabriel?" Tanya Maya meminta persetujuan.
__ADS_1
"Hmm... baiklah tan!" Pasrah Gabriel.
Maya dan Eva tetap memperlihatkan wajahnya yan sedih, namun dari belakang mereka bertos ria karena berhasil membuat kedua anaknya yang melakukannya.
"Yaudah yok kita pulang, sepertinya sudah hampir malam!" Ucap Maya yang melihat jam tangannya.
Terlihat disana sudah menunjukkan 20:02 WIB. Maya sedikit terkejut, padahal ia merasa bahwa ia masih baru datang kenapa jam begitu cepat menunjukkan pukul malam begitu.
"Iya ma, yok ntar papa mana tauan pulang!" Ucap Stevani melihat jam ditangannya.
"Eh kita makan malam bersama dulu, kan sudah malam!" Halang Eva.
"Iya tan, ngapain terlalu cepet-cepet!" Ucap Gabriel.
"Maaf ya, tapi ini mungkin mas elang pulang, soalnya kan dia sudah chet aku!" Ucap Maya menolak sambil melihat isi pesan chet yang dikirim suaminya itu.
Kalian tau kenapa elang jarang pulang!, Bisnisnya yang baik membuatnya sedikit sibuk, namun karena terjadi masalah pada perusahaannya yang di Inggris membuat ia harus sibuk dengan perusahaannya itu.
Maya sempat terkejut saat melihat pesan chet yang dikirim suaminya, begitu banyak notice tapi tidak ia balas. Sepertinya suaminya sudah dari tadi siang datangnya, karena Elang sering kali melakukan kejutan untuk Maya.
"Kita pamit ya Va" Izin Maya.
"Stevani pulang ya bun!" Pamit Stevani.
"Yaudah hati-hati ya sayang, ingat jangan terlalu cepat mengendarainya!" Ujar Eva sambil tersenyum.
Stevani dan Maya pun langsung masuk ke mobil, Stevani langsung melajukan mobilnya keluar halaman dan tak lupa ia menghidupkan beberapa kali untuk izin pergi.
Stevani melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia melihat gurat cemas sang mama dengan menatap kedepan.
"Tenanglah dulu ma! Cobalah telpon papa!" Tawar Stevani.
"Mama gak tau kalo papa pulang hari ini, kan katanya masih dua hari lagi! Tapi kok sekarang berada dirumah!" Ucap Maya dengan gurat sedih.
"Mama jangan sedih, coba lah telepon papa lebih dulu, biar mama tenang!" Ucap Stevani yang berusaha untuk menenangkan sang mama
"Baiklah sayang, bentar!" Ucap Maya.
Maya pun melakukan apa yang sesuai dengan arahan sang anak, ia menelpon elang dengan hati penuh harap. Namun tetap saja panggilan yang dilakukan berulang kali tidak terangkat satu pun.
__ADS_1
"Gimana ma! Apa tersambung?" Tanya Stevani.
"Enggak!" Murung Maya.
"Yaudah mama sabar ya! Bentar lagi sampek kok!" Ucap Stevani.
Stevani pun mengendarai mobilnya dengan tetap kecepatan sedang. Sesampainya mereka dirumah, Maya langsung berlari membuka pintu.
Ia melihat sekitar, namun ia tak menemuka sosok suaminya itu. Maya langsung memeriksa sekitar namun tetap tak ada dan disini lah ia merasakan kekecewaan.
Maya yang sudah putus asa, dibuat dibuat terkejut karena lampu tiba-tiba nyala dan dengan alunan musik ulang tahun.
"Happy birthday to you, happy birthday happy birthday istriku..." Ucap Gilang dengan membawa kue coklat yang cantik dengan hiasan lilin yang indah.
"Ka-kamu..." Terkejut dan terharu Maya.
Maya berusaha bangun dari lantai, ia berjalan perlahan kearah Gilang dengan air mata haru yang tak terbendung.
"happy birthday dear, i've been waiting for you all this time" Ucap Gilang dengan mengusap lembut kepala sang istri.
"Ku pikir kamu melupakannya! Thank you and I'm very happy today" Ujar Maya yang masih terharu.
"Happy birthday mom, me and dad prepared this for you" Ucap Stevani dengan membawa sebuah kado.
"Dasar anak nakal, awas kamu mama hukum!" Kesal Maya.
"Baiklah! Untuk hari ini aku mau deh dihukum" Ucap manja Stevani dengan mendekati sang mama.
"Tiuplah lilin ini dulu sayang dan jangan lupa ucapkan doa!" Ucap Gilang dengan sedikit mengangkat kue.
"Baiklah! bismillahirrahmanirrahim...." Maya pun memanjatkan doa syukur akan hal ini pada sang mah kuasa.
Ku harap keluarga ku selalu utuh dan selalu dalam suasana harmonis yang seperti ini. Dan ku harap anak ku mendapatkan jodoh yang terbaik kelak. engkaulah yang maha mendengar dan memiliki kekuasaan, Allah yang maha besar ,' puji syukur Maya dalam hatinya.
Maya pun mengumpulkan sebanyak-banyaknya napas lalu dihembuskan ke lilin.
"Aku mencintaimu!" Ucap Maya dengan memeluk Elang.
"Aku juga mencintai dan menyayangi mu sayang" Ucap elang membalas pelukan Maya meski tangannya yang satunya digunakan untuk memegang kue.
__ADS_1
"Ehemmm..." Deheman keras Stevani membuat suasana yang harmonis tersebut langsung buyar.