Setiap Langkahku

Setiap Langkahku
Bab 65: Kisah Elang


__ADS_3

...🍒 Reading books 🍒...


Sesampainya Stevani di rumah, ia langsung segera masuk kerumah dan langsung menuju dapur untuk menemui sang mama.


"Assalamualaikum ma!!" Panggil Stevani.


Ia merasa sang mama sudah sampai rumah, karena terdengar suara yang cukup berisik dari arah dapur.


"Wa'alaikumsalam nak, udah pulang sayang!" Ucap Maya yang menyudahi masaknya dan membawa masakan nya dimeja makan.


"Udah ma, tumben pulang cepet!" Tanya Stevani dengan menuangkan sedikit air kedalam gelasnya.


"Mama pengen masak untuk anak mama yang tercinta ini" Ucap Maya dengan tersenyum manis.


"Apaan sih ma, Stevani naik keatas dulu ya...gerah soalnya!" Stevani cukup bahagia mendengar ucapan Maya, ia pun langsung mengecup pipi mama dan pergi meninggalkan Maya.


Maya hanya tersenyum melihat kepergian sang anak, ia pun melanjutkan kembali menyusun makanan untuk malam ini.



Stevani melangkah dengan lemas, ia langsung menghempaskan tubuhnya di kasur dan tangannya menatap ke ponselnya.



"Oh iya sampai lupa, berapa ya nomor rekening tu orang!" Gumam Stevani yang menyadari bahwa ia lupa untuk meminta nomor rekening pria itu.



Stevani pun langsung melempar handphonenya, ia dengan malas mengangkat tubuhnya untuk bangkit menuju kamar mandi.



Berjalan dengan langkah lemas dan segera menutup pintu kamar mandi dan melakukan ritual mandinya.



Di meja makan, kini sudah ada Elang yang baru saja pulang. Stevani sudah siap dengan piring dihadapannya, menunggu piringnya yang akan diisi oleh sang mama.


"Papa!" Stevani memanggil sang ayah yang sibuk dengan ponselnya.


"Ah iya sayang!" Elang langsung menoleh mendengar panggilan dari sang anak.


Ia dengan segera meletakkan kembali ponselnya dan menatap Stevani dengan senyum manisnya.


"Aku mau tanya boleh!" Ucap manja Stevani yang seakan ia masih diusia 5 tahun yang harus bertanya dengan nada seperti itu.


"Boleh sayang, kamu ini kayak anak kecil aja!" Ujar Elang yang merasa gemas dengan sikap Stevani.


Elang menatap mata anaknya menunggu ucapan selanjutnya dari Stevani, terlihat mata Stevani yang bergulir mencari sesuatu yang tidak dimengerti oleh Elang.


"Hmm...a-apa papa bisa mengajarkan Stevani lebih dalam tentang perusahaan" Ucap Stevani yang cukup ragu.


"Kamu ini ya, kalo mau belajar yaudah pergi keruang kerja pribadi papa aja, nanti papa kasih tahu deh!" Ucap Elang yang mengambil piring yang diisi sang istri.


"Makasih sayang!" Ucap Elang pada Maya dan Maya hanya tersenyum manis pada suaminya.


"Baiklah pa, nanti sudah makan Stevani kesana!" Stevani pun perlahan menyuap nasi yang sudah diambil sang mama dalam piringnya.


Elang hanya mengangguk dan mereka semua melanjutkan makan malam hari ini dan hanya dentingan sendok saja yang membuat suasana tidak terlalu sunyi.



__ADS_1


Setelah selesai makan, Stevani mengikuti Elang tanpa menunggu sang ayah mengajak dirinya.



Mereka berjalan menuju ruang kerja pribadi Elang, memasuki ruangan yang lumayan besar dan terdapat banyak buku dan map yang tak diketahui Stevani.



"Apa kamu membutuhkan penjelasan dari papa atau membaca buku?" Tanya Elang dengan melihat sekelilingnya.



"Aku mau dengarkan penjelasan papa dan juga membaca buku yang papa berikan!" Ujar Stevani yang semangat 45.



Elang tersenyum bangga melihat semangat anaknya itu, ia perlahan mencari-cari buku yang mungkin sesuai untuk dipelajari oleh Stevani.



"Apa kamu mau mendengar cerita papa sayang?" Elang menatap penuh arti kearah Stevani.



"Sepertinya aku cukup tertarik!" Ujar Stevani yang sudah siap untuk mendengarkan.



"Dulu..."



Elang yang sibuk dengan berkas di meja membuatnya sangat frustasi, terlebih sang ayah yang begitu keras agar ia menjadi seorang pengusaha diusia 16 tahun.




"Ma-maaf kan Elang dad, aku sudah berusaha semaksimal mungkin!" Elang menunduk takut melihat sang ayah yang begitu marah.



"Dasar sampah, kau pikir aku membesarkan mu hanya untuk beban, cepat selesai aku tak ingin anak ku menjadi pengusaha diusia tua!" Geram sang ayah yang langsung melempar berkas tambahan kearah Elang.



Ziegler purwadargo, pria yang berusia 38 tahun yang sudah memiliki sebuah perusahaan dibidang pertambangan dan juga tekstil.



Elang Ziegler adalah anak semata wayangnya yang masih berusia 16 tahun, diusianya yang masih puber harus dihadapkan oleh sebuah berkas yang begitu rumit.



Kehendak sang ayah yang ingin anaknya menjadi pengusaha muda dan akan dikenal oleh seluruh orang bahwa dirinya hebat mengajar anaknya diusia muda.



Sikap kasar Dargo diberikan pada Elang dari usianya yang masih balita, ntah mengapa sang ayah tidak pernah memberikan kasih sayang atau bahkan satu kali saja menggendong dirinya diwaktu kecil saja tidak ada satu pun.



Mama Elang meninggal karena serangan jantung, jantungnya yang memang sudah bawaan lahir harus berhenti berdetak hanya karena satu ucapan dari sang ayah, bahwa dirinya tak mencintai istrinya.

__ADS_1



Selalu sikap kasar yang diberikan, setiap malam ia akan tersiksa dengan berkas dan sebuah penanganan klien, disiang harinya ia akan menjadi seorang siswa SMA biasa.



Untuk mencari kesenangan nya, Elang akan menggonta-ganti wanita untuk ia pacari. Hanya itu yang mampu ia lakukan dan semuanya berada di dalam aturan sang ayah.



Namun kalian percaya bahwa Elang bukanlah orang bajingan yang akan meniduri seorang wanita, itu adalah fakta sesungguhnya bahwa Elang tidak pernah melakukan hal keji itu karena semuanya Dargo terus mengawasi nya.



Di umurnya yang sudah menginjak 20 tahun dan setiap kegiatannya yang sibuk dengan perusahaan, ia bertemu dengan seorang gadis yang cukup membuatnya tertarik.



Felisia Maya pandu, gadis yang berusia 16 tahun, gadis itu dikenal sebagai gadis nakal disekolah nya atau bisa dibilang preman sekolah.



Elang yang memang ingin melakukan penggalangan dana sesuai keinginan sang ayah, harus melihat tingkah seorang gadis yang berkelahi dengan seorang anak cowok.



"Siapa gadis itu!" Tanya Elang saat melihat Maya yang berkelahi.



"Maaf tuan itu Maya tuan, gadis itu memang selalu cari masalah!" Ucap kepala sekolah yang langsung menghampiri perkelahian dan melerai Maya.



Sejak itu Elang semakin tertarik dengan elang dan akan bernekad untuk mengejar gadis itu, lalu meninggalkan Maya yang sudah jatuh cinta. Namun dirinya malah terjerat dalam pesona Maya yang luar biasa.



Namun proses percintaan mereka tidak semulus bulu ayam, mereka harus melewati jalan krikil yang dibuat oleh sang ayah Dargo.



Dargo tidak merestui anaknya menikah muda, Keinginannya masih belum terwujudkan, ia ingin anaknya menjadi milyader ternama didunia pengusaha muda.



"Jika kamu memilih gadis itu, maka aku tidak akan mengakui kau sebagai anakku!" Ujar Dargo yang emosinya sudah meluap karena mendengar anaknya yang terus menerus bersikeras untuk memiliki hubungan dengan gadis itu yaitu Maya.



"Baik dan semoga anda bahagia dengan harta anda ini!" Ucap Elang yang sudah tak tahan dengan sikap ayahnya yang begitu memaksa kehendak.



Elang yang sudah memiliki keterampilan dalam membangun perusahaan, mampu membangun perusahaan yang cukup besar dalam waktu 4 tahun dan langsung melamar Maya.



Setelah satu tahun memiliki ikatan hubungan dengan Maya, elang mendengar kabar sang ayah yang mengalami sakit keras dan koma di rumah sakit.



Sejak saat itu antara penyesalan dan kebahagiaan bercampur aduk dalam pikiran Elang.

__ADS_1


__ADS_2