
...🍒Reading Books 🍒...
Hari ini Stevani pergi kesekolah nya, bukan menjadi seorang siswa tetapi menjadi seorang tamu undangan dari teman papa nya.
"Gimana sayang sudah siap?" Tanya Elang sambil memperbaiki jasnya yang menurutnya kurang nyaman.
"Sudah pah! sekarang yok pergi!" Ajak Stevani.
"Eh tunggu, masa mama ditinggal sih!" Kesal Maya yang sedikit berlari.
Stevani dan Elang saling tatapan, mereka berdua seakan memiliki pemikiran bersama dan akhirnya tertawa lepas.
"Kalian kenapa tertawa gitu?" Bingung Maya dengan membekalikan matanya kesal.
"Gak ada, yaudah sayang yok!" Ucap Elang dengan menggandeng tangan Maya.
"Dasar!" Kesal Maya.
Stevani hanya tersenyum tipis, mereka bertiga pun langsung pergi menggunakan mobil menuju sekolah.
Hari ini adalah hari dimana mengadakan sumpah pemuda, disekolah mengadakan acara perayaan sumpah pemuda dan memperkenalkan donatur sekolah saat ini.
Sesampainya mereka disekolah, cukup ramai dengan para siswa-siswi yang sibuk ikut membantu.
Mereka bertiga disambut dengan senang hati oleh pemilik sekolah, mereka dibawa keruangan yang tertutup cukup biar bisa lebih leluasa mengobrol.
"Apa kabar Hermawan, seseorang yang sibuk kini sedang menyambut kita!" Sapa Elang dengan salam pertemuan seperti seorang anak muda.
"Baik elang, kamu palingan lebih sibuk!" Jawab Hermawan dengan ikut membalas salam pertemuan.
Stevani dan Maya hanya menatap kedua orang pria yang sedang menyalurkan rasa kangennya satu sama lain, meski menurut mereka berdua penyaluran rasa kangen itu sangat lah aneh.
"Perkenalkan ini istri aku dan ini juga anak ku!" Ucap Elang memperkenalkan Maya dan Stevani.
"Oh ini, ternyata dapet juga ama nih Maya anak nakal itu!" Ucap Hermawan yang nostalgia ke masa lalu.
"Bisa dong! Kan aku orang paling tampan, jadi siapa yang bisa menolak ku!" Pede nya Elang sambil menyisir rambutnya dengan tangannya.
"Serah deh! tapi dulu aku pikir kamu udah nyerah ngejar Maya, eh ternyata dapet juga!" Ucap Hermawan yang membongkar semua tentang masa lalu.
"Mungkin itu yang disebut jodoh!" Ucap Maya yang ikut bergabung dalam pembicaraan kedua pria itu.
Stevani hanya menatap para orang tua sedang mengenal masa nostalgia waktu masih sekolah.
Stevani pun memutuskan untuk keluar sebentar dari sekolah untuk menghirup udara segar.
Ntahlah saat ini perasaannya kurang enak dan pikirannya melayang-layang, seakan akan terjadi sesuatu hari ini.
"Ini perasaan kenapa yak!" Gumamnya.
Stevani terus berjalan dilorong dan koridor sekolah, banyak pasang mata melihatnya takut seperti biasa atau bisa dibilang tak ingin dapat masalah dari Stevani.
"Kamu kok gak sekolah lagi?" Tanya seseorang yang langsung berdiri disamping Stevani.
"Aku sudah tamat!" Balas Stevani datar.
Dia adalah Dimas dan Aldo, mereka berdua ntah sejak kapan melihat dirinya.
"Bukannya kamu pindahan dari sekolah Alexander?" Bingung Dimas, sedangkan Aldo hanya menyimak saja.
"Aku sekolah, hanya mengikuti sesuai umur tapi sebenarnya aku sudah tamat!" Jawab Stevani menjelaskan.
"Aku juga sudah tamat, aku diam-diam melakukan sekolah secara cepat, tapi aku sekolah lagi agar orang tua aku tenang dan berpikir anaknya seperti anak remaja biasanya!" Jelas Aldo panjang lebar.
"Hmmm!" Dehem Stevani.
Mereka berdua pun terus berjalan mengikuti Stevani kemana pun tanpa pembicaraan sedikit pun.
__ADS_1
Kini acara sekolah telah dimulai, Stevani dan keluarganya telah diberikan tempat duduk di barisan paling depan.
Banyak siswi SMA ini berbisik tentang Stevani, ada yang membisikkan tentang harta Stevani dan bahkan lebih parah nya lagi mereka rela menjadi istri kedua papanya.
Wajah tampan papanya begitu mempesona, banyak yang mengidamkan untuk menjadi istrinya, tapi pemenang hati yang sesungguhnya adalah mamanya.
"Nak kamu kenapa diam saja sayang?" Tanya lembut Maya sambil menepuk bahu Stevani.
"Gak papa ma, oh iya acaranya apa masih begitu lama?" ucap Stevani sambil menyentuh tangan halus mamanya.
"Kayak nya sebentar lagi dimulai, emangnya kamu kenapa sayang?" tanya bingung Maya.
"Gak ada kok ma!" Jawab Stevani.
Tidak ada lagi pembicaraan, Maya hanya mengangguk saja dan kembali fokus melihat-lihat sekeliling arah disekolah ini.
"Sekarang saya sebagai seorang pemilik sekolah ini akan memperkenalkan seorang donatur sekolah ini, ku persilakan pak doktor Elang Ziegler, telah mengambil dua jurusan yaitu management keuangan dan pendidikan di universitas gadjah Mada, Yogyakarta!"
Kata sambutan yang cukup meriah dari Hermawan, dengan senang hati Elang pun naik keatas panggung.
Senyum Elang yang mempesona dan tatapan yang tajam menambah kewibawaan seorang Elang Ziegler.
"Dan satu lagi donatur kita adalah Stevani Carolina Ziegler, putri dari pak Elang Ziegler!" Kata sambutan lagi dari Hermawan.
Maya sempat terkejut, ia menatap Stevani dengan penuh tanya, mengapa anaknya itu bisa jadi seorang donatur sedangkan anaknya belum ada sekolah tinggi.
Elang yang tak kalah terkejut pun menatap anaknya, ia sungguh terkejut karena anaknya menjadi seorang donatur yang kedua setelah nya.
Semua mata tertuju pada Stevani termasuk kedua orang tuanya, mereka semua memperhatikan nya sampai Stevani naik ke atas panggung.
"Silakan pak Elang mengatakan sesuatu untuk motivasi kita!" Ucap MC acara.
__ADS_1
Sedangkan Hermawan, dia hanya berdiri disamping Elang dan kata sambutannya itu khusus untuk sahabatnya dan anak sahabatnya.
"Baiklah, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu!" Ucap salam dari Elang.
Semua orang menjawab termasuk dengan orang beragama lain, tapi dengan ucapan salah yang sesuai agama mereka masing-masing.
"Oh iya, salam toleransi untuk kita semua. Baiklah, saya cukup terkejut bahwa anak saja menjadi donatur sekolah ini, sepertinya masih ada kejutan apa yang ingin dipertunjukkan oleh anak saya ya!" Ucap Elang.
Mereka semua berpikir, kejutan seperti apa lagi yang akan diberikan Stevani pada keluarganya.
"Oke, saya tak akan memperpanjang, sekarang saya ingin membahas poin-poin....Blablablabla"
Semua orang mendengar dan ada beberapa yang memang gak suka mendengar tentang bisnis itu.
Kini tinggal Stevani yang mengucapkan kata sambutan, Stevani mengambil satu mic yang diberikan oleh MC acara.
"Salam toleransi, saya tidak memperpanjang. saya sudah menempuh S2 di universitas terbaik Sumatra barat dan saja mengambil jurusan management keuangan dan perfilman, kini saya memiliki perusahaan perfilman yaitu MNCTV, berada di Kalimantan" Jelas Stevani dengan datar.
Dan sekali lagi semua orang terkejut, namun Maya dan Elang lebih syok karena baru tau bahwa anaknya itu seseorang yang sudah sukses diusia muda.
*Proook....proookk*
Gemuruh tepuk tangan mereka berikan, semuanya sempat terkejut dan tak percaya akan hal yang diucapkan Stevani.
Namun hal itu mereka bisa percaya karena Stevani sudah menjadi donatur sekolah.
Maya pun naik keatas panggung, ia langsung memeluk anaknya itu dengan kehangatan.
Stevani menerimanya dengan senang hati, ia sangat merindukan pelukan seperti ini dari papanya meski kini ia tidak tau keberadaan papanya.
Elang pun ikut memeluk Stevani, satu keluarga itu memperlihatkan keharmonisan keluarga mereka ke depan semua orang.
ππππππ
__ADS_1