
...🍒 Reading books 🍒...
Padahal sudah disediakan 5 rasa selai, yaitu kacang, nanas, coklat, blueberry, dan strawberry. Mengapa harus susu coklat kental sebagai selainya?.
"Mama...Ihh aku lagi pengen itu loh, padahal aku udah lama nggak makan kayak gitu!" Ucap Stevani yang langsung menarik kembali roti dari tangan Maya.
Maya menatap bingung kearah anaknya, sejak kapan anaknya itu menggunakan susu sebagai selai padahal selama ini hanya menggunakan selai sebenarnya bukan ecek-ecek kayak gini.
"Sekali ini aja, ingat! Itu tidak sehat untuk tubuh mu." Peringatan Maya lalu ia kembali duduk dengan menatap Stevani makan roti itu.
Ada rasa aneh gitu, serasa ia tidak mampu untuk hanya membeli selai.
Maya pun menyelaikan satu roti dengan selai coklat, ia ingin memberikan anak roti yang berisi selai agar anaknya sadar dari jin aneh.
"Makan ini, agar kamu bisa lebih gimana gitu!" Maya memberikannya pada Stevani. Namun Stevani menatap bingung, karena dirinya yang sudah kenyang dengan roti dan susu harus memakan roti lagi.
"Makan ah!" Paksa Maya yang langsung meletakkan roti itu ditangan Stevani.
Terpaksa gadis itu memasukkan roti yang diberikan oleh sang mama ia makan dan menghabiskan susu hangat nya yang belum sepenuhnya ia habisi.
Setelah selesai sarapan, Stevani akan izin untuk menuju ke perusahaannya.
"Ma! Stevani pergi dulu ya..." Ucap Stevani dengan bersalaman pada Maya.
Maya menerima uluran tangan Stevani, ia tersenyum manis untuk mengawali keberkahan anaknya dalam kegiatan pagi hari sampai sore harinya.
"Hati-hati, jangan terlalu ngebut mungkin saja sekarang sudah macet!" Ucap Maya mengelus pundak gadisnya itu.
"Iya ma, yaudah Stevani pergi dulu!" Stevani hanya mengangguk dan langsung berlari menuju garasi.
"Tas mu sayang!" Teriak Maya saat berbalik melihat tas kerja Stevani yang tertinggal.
"Ah iya ma!" Stevani kembali lagi mengambil tasnya dan langsung berlari menuju garasi.
Stevani buru-buru, ia seakan terasa terlambat padahal dirinya adalah bos disana.
__ADS_1
Ia menggunakan motornya agar dapat menyelip di sela kendaraan roda empat/tiga.
Menggunakan jaket dan kecepatan motor yang lumayan cepat, bahkan dapat menyelip dengan lihat disela mobil yang menghalangi jalannya.
Saat di lampu merah, Stevani berhenti dan membuka kaca helm nya agar tidak terlalu sesak dalam bernafas. Namun itu malah diperhatikan dari bagian lampu merah didepannya yaitu Vicky.
Ia tersenyum melihat gadis itu terlihat kembali, ingin rasanya Vicky membuat perhitungan pada gadis pembohong itu.
"Apa yang ku suruh sudah kau dapatkan?" Tanya Vicky tanpa mengalihkan pandangannya dari Stevani.
"Sudah tuan dan saya kirimkan pada email anda!" Jawab asistennya yang saat ini mengendarai mobil nya yaitu Juan.
Vicky hanya diam, ia langsung membuka ponselnya untuk melihat identitas seorang gadis itu.
"Pemilik perusahaan MNCTV, cukup menarik..." Gumam nya melihat informasi tentang Stevani.
Namun ia kembali berfokus pada jati diri Stevani yang belum sempurna ada tertulis.
"Apa ada identitas nya yang lain?" Tanya Vicky.
"Ya ada tuan dan itu tidak mampu saya cari karena sepertinya nona Stevani bukanlah gadis biasa!" Jawab Juan dengan wajah datarnya.
Vicky terdiam, gadis yang masih berusia 18 tahun sudah memiliki kemampuan yang begitu luar biasa, apa gadis itu seorang manusia?. Namun ia semakin tertarik dengan gadis yang pembohong itu soal uang, apa mengeluarkan uang segitu begitu sulit baginya?
Mobil pun kembali berjalan, begitu pula dengan Stevani yang kembali melajukan motornya menuju ke perusahaannya. Motor dan mobil mereka berdua sempat berselisih dengan Vicky yang terus memperhatikan Stevani hingga berlalu dan Stevani yang hanya fokus dengan jalan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Stevani sampai di perusahaan nya, ia berjalan dengan santai masuk kedalam perusahaan. Namun satu mulut yang membuatnya langsung berhenti di lobi perusahaan.
"Karyawan apaan yang datang segini, jam berapa ini!" Ucap seorang gadis dengan gaya angkuhnya.
Stevani berbalik, ia menatap dengan tajam orang yang berani menegurnya diperusahaan nya sendiri.
"Apa yang kau lihat, bukankah kau telat 15 menit dan menunda pekerjaan mu!" Sinisnya yang menghampiri Stevani.
__ADS_1
Matanya menatap dari atas ke bawah baju Stevani dengan tatapan meremehkan.
"Hey apa yang kau lakukan Fey!" Tegur Resa yang saat itu baru saja datang karena ada sedikit hambatan.
"Ah itu sekretaris resa dia berani terlambat 15 menit!" Adu Feyra yang menunjuk kearah Stevani.
Stevani hanya diam, ia menyilangkan tangannya menatap dengan remeh kepada wanita dihadapannya.
"Baju ketat dengan setiap bagian yang kurang tertutup, makeup terlalu tebal, apa kau mau menjadi ja**ng disini?" Sindir Stevani pada Feyra yang saat ini merasa kesal kerena ucapan Stevani padanya.
"Kurang ajar!" Feyra melayangkan sebuah tamparan kearah Stevani, namun untungnya telah ditangani oleh Resa.
"Sepertinya kau tidak tahu batasan mu Feyra!" Resa menatap tajam kearah Feyra yang berani melawan bos nya sendiri.
"Biarkan saja, biar ia tahu nanti bagaimana ia bersikap!" Ucap Stevani yang kembali berjalan dan diikuti oleh Resa dibelakangnya dengan tatapan yang tajam kearah Feyra.
Setelah kepergian Stevani dan Resa, beberapa karyawan langsung bubar untuk segera menyelesaikan tugas mereka, namun salah satu karyawan langsung menghampiri Feyra.
"Gila, berani banget kamu bermusuhan dengan nona Stevani dan Resa!" Ucap seorang pria yang memang saat ini sedang dekat dengan nya.
"Dia terlambat, aku harus menegur orang terlambat agar tidak terlambat!" Ucap angkuhnya.
"Tapi kamu juga terlambat tadi, apa kamu tau gadis yang kau lawan itu?" Ucap pria itu mempertanyakan.
"Bukan urusan mu, sudah lah aku pergi dulu ingin membuat gadis itu merasakan bagaimana agar dia tidak berani macam-macam dengan ku!" Senyum sinisnya melekat diwajahnya.
Feyra langsung pergi meninggalkan pria yang cukup khawatir dengan Feyra yang mungkin saja sebentar lagi pasti akan dikeluarkan oleh perusahaan.
Sedangkan Stevani yang berada di lift pribadi bersama Resa hanya diam saja.
"Kenapa anda diamkan saja nona, bukankah dia sangat keterlaluan!" Ucap Resa yang mempertanyakan.
"Aku hanya ingin melihat bagaimana kemampuannya melawanku, kita lihat sampai pulang kerja!" Ucap Stevani yang tersenyum miring.
Senyuman miring itu bertanda bahwa Stevani akan bermain-main dan akan membuat sesuatu yang mungkin akan membuat gadis itu terus mengingat nya.
__ADS_1
Resa yang berada disana saja cukup takut melihat senyuman miring dari Stevani, ia hanya mampu menunduk dan melangkah satu langkah kebelakang.
Beberapa saat pun pintu akhirnya terbuka, mereka sampai di lantai paling atas tempat Stevani dan Resa berada.