Setiap Langkahku

Setiap Langkahku
Bab 70: Gangguan


__ADS_3

...🍒 Reading books 🍒...


Sesampainya di perusahaan, Stevani langsung pergi menuju ruangannya, ia cukup kasihan jika terlalu lama membuat mereka menunggu.


Ceklek


Pintu Stevani buka, terlihat semua orang yang ada didalam menatapnya dengan wajah datar.


"Sekarang sudah jam 1:40 wib dan kamu baru datang!" Ucap Gaby melihat jam ditangannya.


"Meeting lama, sekarang apa yang akan kalian diskusikan!" Ujar Stevani santai yang langsung duduk disamping Zixi.


Mereka semua menatap kearah Resa yang berdiri tidak tau apa-apa, Resa sedikit salting dan akhirnya ia langsung membungkukkan tubuhnya lalu pergi keluar meninggalkan ruangan.


"Kalian seharusnya tak melakukan hal itu!" Ucap Stevani.


"Dia cukup pengertian!" Balas Zixi yang masih fokus dengan laptopnya.


"Apa kalian bisa mulai!" Sungguh Stevani cukup bosan jika terus menunggu mereka semua terus diam.


Cio menunjukkan laptopnya, ia memperlihatkannya pada Stevani, terlihat gadis itu mengangkat satu alisnya bingung karena maksud Cio padanya apa.


"Ini virus terbaru, bagaimana kalo kita membuat usaha servis keamanan!" Ujar Cio yang tau dari tatapan Stevani padanya.


"Terserah, aku akan mendukung kalian!" Acuh Stevani, namun ia cukup merasa senang.


"Bantulah kita menyempurnakan virus ini, kita merasa ada yang kurang!" Ujar Cio menunjuk pada layar laptopnya yang menyala.


"Oke!" Stevani mengambil alih laptop Cio, tangannya cukup lincah dalam mengetik sesuatu.


Setelah 15 menit lamanya mereka semua memperhatikan Stevani, akhirnya Stevani menyelesaikan ketikan layar terakhir.


"Sudah!"


Mereka semua bertepuk tangan, merasa senang karena akhirnya semua usaha mereka tidak sia-sia.


"Cari informasi Vicky Erlangga dan kirim uang 5 juta pada rekening pria itu!" Ucap Stevani yang langsung berdiri dari duduknya menuju kursi kerja nya.


"Oke!" Mereka semua menyetujuinya dan merasa senang.


"Berhentilah berkerja dulu, kita masih belum meeting!" Ujar Cio yang melihat Stevani yang sibuk dengan berkasnya itu.


"Aku tidak ingin meeting, apa kalian sudah selesai? sebaiknya pergilah segera!" Stevani malah mengusir mereka dan hal itu membuat mereka sangat geram, namun pada akhirnya mereka pun membereskan benda-benda yang mereka bawa.


Kepergian mereka tidak membuat Stevani mengalihkan pandangannya, ia masih terus sibuk membaca berkas yang diberikan Resa padanya.

__ADS_1


"Resa kemarilah!" Stevani menelpon Resa dengan telepon kantor.


Beberapa saat pun akhirnya Resa datang dan disaat dirinya akan keruangan nona nya itu, ia melihat teman-teman nonanya yang sudah pergi menggunakan lift.


"Ada apa nona!" Ucap Resa sedikit membungkuk.


"Ambil ini dan apa ada daftar acara ku hari ini!" Ucap Stevani memberikan beberapa map kepada Resa.


"Ada nona, jam 2:45 ada pak Jeri yang akan bertemu di cafe xxx!" Ucap Resa menjelaskan.


"Siapkan kontraknya!" Ujar Stevani dan Resa hanya mengangguk lalu pergi dengan sedikit membungkuk.


...----------------...


Disebuah perusahaan yang cukup besar, seorang pria duduk dengan beberapa berkas ditangannya. Ia meletakkan bolpoin dari tangannya karena merasa bosan dengan alat tulis itu.


Ceklek


Pintu ruangannya terbuka, terlihat seorang wanita dengan pakaian s*k*i mendekati nya.


"Hallo babe, apakah kau merindukanku!" Wanita s*k*i itu mendekati Vicky dengan tubuhnya yang gemulai.


"Maaf tuan, aku sudah menahannya tapi dia tetap memaksa masuk!" Ucap Juan yang menunduk takut.


Vicky menatap dengan tajam, namun akhirnya ia tersenyum.


"Ba-baik tuan!" Terlihat Juan begitu gugup, ia sungguh jijik jika memegang wanita seperti ini, tapi karena ini adalah perintah akhirnya ia terpaksa lakukan.


Juan langsung menarik wanita itu untuk menjauhi Vicky, namun wanita itu langsung menghempas Juan sehingga pria itu mundur beberapa langkah.


"Kenapa kau begitu sadis, bukankah aku datang menghampiri mu!" Ujar wanita itu yang mengalungkan tangannya pada leher Vicky.


"Pergilah sebelum diriku yang turun tangan!" Ujar Vicky yang tetap dengan wajah datarnya.


"Tapi aku merindukanmu, bukankah kau juga merindukan ku!" Ucapnya yang berbisik dengan manja.


"Juan!" Teriak Vicky.


"Siap tuan!" Juan segera berlari menarik kembali wanita itu dari Vicky.


"Aku akan laporkan pada ayahku!" Ancamnya dan hal itu membuat Vicky menatap tajam pada wanita itu.


"Bersikaplah dengan baik, ayahmu mengalami penyakit jantung kau seharusnya sebagai anak menjaganya!" Ujar Vicky yang tak habis pikir dengan ancaman wanita gila itu.


"Baiklah, tapi kau seharusnya memperlakukan ku dengan baik!" Ujar Wanita itu dengan santainya kembali bergelanyut manja.

__ADS_1


Vicky menghela nafas berat, ia memberikan kode pada Juan untuk segera pergi dan Juan pun menuruti perintah bos nya itu.


Vicky membiarkan wanita melakukan apa saja, ia fokus terhadap pekerjaannya. Wanita ia terus men cum bunya dan terus mengecup kening sampai bibirnya.


Wanita semakin agresif, ia malah menarik Vicky sehingga membuat Vicky terputar dengan sendirinya dan kini wanita itu berada di pangkuannya.


"Apa yang kau lakukan!" Bentak Vicky dengan wajah marahnya.


"Ayolah sekali ini!" Ucap Wanita itu yang berkabut gai rah.


Vicky membiarkan, wanita itu me lu mat bibirnya dengan dalam dan membimbing Vicky, Vicky pun membalasnya dan terjadilah ciu man panas diantara mereka.


"Sudahlah, pekerjaan ku belum selesai!" Vicky mendorong wanita itu, sehingga ciu man panas itu pun terlepas.


"Baiklah!" Wanita itu turun dan Vicky merasa lega karena wanita itu pengertian terhadapnya.


Namun bukannya berhenti wanita itu malah masuk kebawah meja dan melakukan hal yang membuat Vicky terkejut.


"Berhenti, kau melakukan hal yang membuat ku benci!" Bentak Vicky yang menahan tangan wanita itu.


"Kalo aku tak mau bagaimana!" Tantang nya dengan mata yang menatap Vicky penuh ga irah.


Vicky langsung bangkit namun wanita itu malah menahannya.


"Jika kau menolakku maka akan aku katakan pada ayahku!" Ancamnya lagi.


Vicky menghela nafas berat, ingin rasanya ia membunuh wanita itu dan membuat keluarga nya hidup segan mati tak mau. Namun utang budi yang membuat dirinya tak bisa melawan.


Perlahan tangan wanita itu membuka ikat pinggangnya dan membuka resleting celana yang ia pakai. Sangat jijik dengan apa yang dilakukan wanita itu tapi ia tidak bisa melawan.


Wanita membuka menurunkan celananya dan melakukan hal yang sangat menjijikkan.


"cukup besar!" Gumam wanita itu dan dapat didengar oleh Vicky


Tubuh Vicky panas dingin, bagaimana tidak ia adalah pria normal dan jika dilakukan hal itu pasti merasakan hal yang tidak biasa dan ini adalah hal pertama yang dilakukan.


Wanita itu bermain dengan lincahnya dan dapat Vicky tafsir bahwa ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh wanita yang dibawahnya.


Ia merasakan merinding teramat, tubuhnya meremang dan panas dingin. Sampai akhirnya pelepasan pun ia lakukan.


"Bagaimana, bukankah kau menikmatinya babe!" Ucapnya dengan suara s*k*i nya.


"Pergilah, jika kau datang kemari lagi maka akan aku buat kau celaka!" Ujar Vicky.


"Come on babe, maybe I'll be here more often!" Ucapnya yang langsung bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Aku pergi dulu sayang, semoga kau bersemangat!" Wanita itu pun pergi meninggalkan ruangan dan akhirnya Vicky pun merasa lega.


__ADS_2