
...🍒 Reading books 🍒...
Kini Stevani duduk dikursi kebesarannya, ia membaca semua kerjasama yang akan dilakukan.
Tokk...tokk..
"Masuk!"
Ceklek
Resa masuk setelah mendapat instruksi dari dalam, ia akan menyampaikan sebuah tugas sesuai yang diminta atasannya itu.
"Nona, janji pertemuan bersama tuan Dewrid Anwar sudah dilakukan!" Ujar resa.
Stevani mengalihkan pandangannya dari berkas ditangannya, ia menatap Resa seakan ingin mendengar kelanjutannya.
"Akan diadakan di perusahaan nya dan dilakukan jam 10 pagi ini!" Lanjut Resa dan Stevani hanya mengangguk.
Stevani pun bangun dari duduknya, ia ingin melihat cara kerja para karyawan nya itu untuk memastikan tidak ada yang makan gaji buta.
"Ikut dengan ku!" Ucap Stevani yang langsung diikuti Resa dari belakang.
Dengan langkah panjang, Stevani menuju lift pribadinya menuju lantai bawah. Seperti tadi, Resa selalu berdiri dibelakang Stevani.
Saat kaki Stevani melangkah berjalan kelantai empat, semua karyawan langsung terlihat fokus, Stevani diam ia hanya menatap mereka semua dengan tatapan datar, beda dengan mereka yang ditatap merasa takut.
"Buat lagi, bagaimana kalian membuat dokumen!" Ucap Stevani dingin saat melihat sebuah dokumen yang ada di meja salah satu karyawan nya.
"Ba-baik nona!" Jawab gugup karyawan itu.
Stevani kembali berjalan, ia melihat bagian manager. Ia ingin melihat para manager berkerja meski memiliki jabatan yang cukup tinggi dari yang lain.
Stevani masuk kedalam satu ruangan kaca yang merupakan tempat manager keuangan.
"Nona!" Sapa manager itu yang langsung menunduk.
"Oh bagaimana, apa aku mengganggu mu!" Ujar Stevani yang tersenyum.
"Ah itu tidak mungkin nona, apa anda ingin saya buatkan teh!" Tawarnya yang langsung bangkit dari duduknya.
"Tak perlu, aku hanya melihat cara kerja kalian saja!" Ujar Stevani yang berencana akan keluar kembali.
__ADS_1
Manager itu hanya menundukkan kepalanya memberikan hormat pada atasannya itu. Ia pun kembali bekerja setelah Stevani pergi.
"Apa ini, kok karyawan rendahan bisa berkeliaran disini!" Ucap Feyra yang tiba-tiba saja ada dibelakang Stevani.
Stevani hanya acuh, ia melanjutkan langkahnya menuju depan tanpa mendengarkan ucapan wanita itu. Sebenarnya ia sudah cukup baik untuk tidak mencari perhitungan dengan wanita itu, namun wanita itu tidak tau diri mengganggu dirinya.
"Eh kamu tuli ya, senior mu ini berbicara tapi kamu berjalan begitu saja!" Geram Feyra yang langsung menjambak rambut Stevani.
Stevani langsung menepisnya dan membuat sedikit keseleo pada tangan wanita itu.
"Awww...anjing, dasar tak pernah diajar!" Umpatnya saat merasakan tangannya yang kesakitan karena hempasan tangan Stevani.
"Apa anda masih anak-anak, bersikaplah seperti orang dewasa atau kau akan saya keluarkan!" Ucap Stevani dengan mata tajamnya.
Saat ini Resa tak bersama dengannya, sehingga ia harus turun tangan untuk melawan wanita pengganggu ini. meski dirinya adalah bos disini, tapi ia harus tetap menghargai orang yang mencari pekerjaan susah payah.
"Emangnya siapa kau, hanya mengandalkan naik ranjang atasan sok jadi paling hebat!" Sindirnya dengan sangat pedas.
Tanpa ia tau bahwa atasan yang sebenarnya disini adalah Stevani sendiri, apa wanita dihadapannya tidak tau bahwa pemilik perusahaan adalah seorang perempuan.
"Bukankah kau mengaca dirimu sendiri, sepertinya kau butuh seorang pria!" Ucap meremehkan Stevani pada Feyra.
"Apa kau tak mendengar peringatan ku nona Feyra, sekarang anda saya pecat!" Ucap datar nan dingin Resa dengan tatapan tajamnya.
Feyra langsung gemetaran mendengar ucapan dan tatapan Resa, padahal ia disini baru masuk dua hari yang lalu.
"Siapa yang menerima karyawan seperti ini diperusahaan saya, apa dia ingin mati!" Stevani menatap dengan tatapan tajam kearah Feyra.
Terlihat semua karyawan yang ada disana mengelilingi dan berbisik menatap mereka.
Feyra mundur tiga langkah dari belakang, ia cukup terkejut dengan ucapan Stevani.
"Ka-kamu!" Tunjuknya takut.
"Ya...apa tidak ada yang memberitahukan mu bahwa diriku adalah bos disini, apa kau pikir aku yang masih kecil ini hanyalah karyawan bawahan...heh!" Suara Stevani mengisi ruangan.
Semua orang ketakutan melihat ekspresi wajah Stevani yang menakutkan itu. Ini pertama kali nona mudanya itu memiliki ekspresi yang begitu menakutkan.
"Saya tidak membutuhkan karyawan yang begitu arogan, sekarang kamu saya pecat!" Ucap Stevani yang langsung berjalan meninggalkan kerumunan orang.
Resa mengikuti langkah Stevani dari belakang, ia ingin menyampaikan pesan dari seseorang.
__ADS_1
"Nona!" Panggil Resa saat berada di dalam lift.
"Hmmm"
"Ada seseorang ingin bertemu dengan anda dan akan melakukan meeting bersama!" Ujar Resa memberikan pesan meski ia bingung karena atasannya itu tidak memiliki jadwal meeting.
"Oke, bawa mereka keruanganku!" Ujar Stevani yang keluar dari lift yang sudah terbuka.
Stevani berjalan menuju ruangannya diikuti dengan resa yang menelpon represionis untuk menyuruh tamu nonanya untuk naik keatas.
Stevani duduk di kursi nya, ia kembali mengecek semua pekerjaan yang belum selesai ia kerjakan.
Ceklek
Pintu terbuka, Resa dan beberapa orang masuk kedalam ruangan Stevani dan diyakinkan bahwa itu adalah Cio dkk.
Stevani hanya tetap diam, ia lebih memilih membaca dokumen yang membutuhkan perhatian dan tanda tangan nya dari pada mereka yang dihadapannya.
"Kita baru dateng loh masa di kacangin!" Ucap Zixi yang langsung duduk dihadapan Stevani.
"Aku harus pergi ke perusahaan pak Dewrid dan kalian bisa menunggu!" Datar Stevani yang langsung berdiri tanpa berniat untuk menanyakan kabar mereka semua.
"Kita akan meeting Stevani, ada sesuatu yang harus dibahas!" Ujar Cio yang menghalangi jalan Stevani.
"Tapi kau tidak mendengarkan jawaban aku kemaren bukan, jadi jangan salahkan aku saat ini!" Ucap Stevani yang langsung berjalan begitu saja meninggalkan mereka semua.
Resa yang bingung harus berbuat apa, hanya dapat menatap keempat orang yang ada dihadapannya dengan kasihan.
"Maafkan nona, saat ini sepertinya tempramen nona tidak stabil!" Resa membungkukkan badannya dan langsung pergi sedikit berlari menghampiri Stevani.
Keempat orang itu saling berpandangan dan mereka pun menghela nafas panjang menghadapi sikap Stevani.
"Baiklah, sambil kita menunggu Stevani datang, kita sempurnakan lah dulu sistem dan virus yang kita buat!" Ucap Cio yang memberikan instruksi.
Zixi, Gaby dan juga Wani langsung segera membuka laptop yang mereka bawa, disini semuanya fokus dengan laptop mereka.
Sedangkan Stevani yang sudah turun dari lantai atas kelantai bawah.
"Perintah seseorang untuk memberikan makanan dan minuman untuk tamu ku!" Ujar Stevani pada Resa.
Resa hanya mengangguk ia pun pergi ke represionis untuk menitipkan pesan dan kembali mengikuti Stevani.
__ADS_1