Setiap Langkahku

Setiap Langkahku
Bab 24: Deal,sesuai perjanjian


__ADS_3

...πŸ’Reading Books πŸ’...


Di jam istirahat, Stevani diam-diam masuk kedalam kelasnya dengan memperhatikan kanan kirinya agar tidak diketahui oleh Dian atau anggota OSIS lainnya.


Dimas juga melakukan hal itu,ia diam-diam mengambil tas dikelasnya, perbedaan kelasnya dan Stevani adalah ia masih kelas sepuluh sedangkan Stevani sudah kelas 11 namun umur lebih tua Dimas 5 bulan dari Stevani,jadi menurut kalian lebih cocok Stevani dengan Dimas atau dengan Dian yang seorang kakak tirinya.


Dimas sudah berhasil mengambil tasnya,ia hanya tinggal pergi menuju ke kelas Stevani untuk bersama-sama kabur.


"Mau kemana Dimas" Sapa seseorang dengan suara lembut memegang bahu nya.


"Ah itu ..." Ucapnya yang gugup.


"Jangan kabur sekarang masuk" Tinta nya dan Dimas pun memutar tubuh nya dan menatap orang yang menahannya ternyata itu adalah salsa sang kakak.


"Anu kak,sekali ini aja deh" Mohon nya.


"Nggak ada,sekarang masuk atau kamu kakak aduin ke papa, biar papa bawa kembali kamu ke rumah" Ancam salsa dengan mata sipit tajam.


"Baiklah" Pasrah Dimas,ia pun langsung pergi masuk kembali ke dalam kelasnya kembali.


Sedangkan Stevani yang dari tadi menunggu pun memutuskan untuk langsung pergi duluan namun dirinya saat melewati gudang langsung saja ditarik oleh seseorang.


Apa orang itu begitu suka menarik dirinya setiap berjalan sendiri. Stevani cukup kesal karena selalu saja digangguin dengan hal bodoh ini.


Stevani menatap orang itu,ia langsung memberontak saat tubuhnya yang masih ditahan oleh Dian.


"Diam!" Bentak Dian.


Stevani pun langsung diam,ia menatap lirih kearah Dian yang menatap marah padanya.


"Jangan pernah berhubungan dengan Dimas" Ucapnya yang marah seakan cemburu.


"Itu bukan hak kamu ngatur aku dian" Ucap Stevani.

__ADS_1


"Heh...sekali lagi kamu berduaan dengan Dimas,aku pastiin Dimas akan hilang tanpa jejak" Ucap Dian dengan senyum smriknya .


"Kenapa kamu ngatur aku hah... kita nggak ada pernah punya hubungan,bahkan orang tua aku saja tak pernah ngurusin masalah pribadi aku" Ucap Stevani yang mempertegas Ucapnya.


"Hmmm...aku cuman memperingati saja" Ucap Dian yang langsung pergi meninggalkan Stevani seorang diri didalam gudang.


Dian langsung mengumpat serapah dirinya,apa ia cemburu atau bagaimana ia bisa berbuat hal diluar kepribadian nya. Dian mengacak rambut nya dengan kasar dan ia memutuskan untuk melanjutkan tugas nya yang sebagai ketua OSIS.


Sedangkan Stevani emosinya sudah hampir meluap,apa yang dia mau sampai selalu mengganggunya.


Stevani berjalan menuju parkiran,ia langsung membawa motornya keluar dari per-karangan sekolah. Sebelumnya ia sempat mengalami kesulitan dalam keluar namun ia terus memohon dan akhirnya ia pun bisa keluar dari sekolah.


Stevani mengambil handphone nya,lalu ia mengetik sesuatu pada nomor yang tak ia kenal itu.


Temui aku sekarang ,' ketiknya.


Dan beberapa saat kemudian pesannya langsung dibalas oleh nomor itu dan Stevani merasa cukup senang dan ia pun langsung ke cafe yang dijanjikan.


Sebelum itu Stevani memakai baju yang ia beli di sebuah kedai pinggir jalan,ia membeli hoedie dan celana jens tak lupa ia juga membeli topi ,masker dan kaca mata.


"Baiklah,katakan sekarang karena saya tidak punya banyak waktu" Ucap tegas Stevani yang langsung duduk.


"Baiklah,kau tau orang ini" Ucapnya memberikan satu foto seorang siswi dan itu adalah Stevani sendiri.


"Tak" Jawab singkat Stevani


"Baiklah,anda bisa mencari informasi tentangnya dan ini uang mukanya" Ucap nya memperlihatkan foto dan menyodorkan amplop tipis.


"Saya tak ingin melakukan hal itu,kau pikir saya akan menerima tugas ini hanya karena uang kecil mu itu" Ucap angkuh Stevani.


Terdapat tiga orang wanita tua yang sudah diketahui oleh Stevani bahwa ketiganya adalah Madani,Yura dan nila yang merupakan ketiga ibu dari ketiga gadis yang selalu mencari masalah dengannya.


"Bukankah ini hanya uang muka dan jika kau berhasil maka kita bertiga akan memberikan gaji mu 7x lipat" Ucap Yura yang sudah merasa kesal.

__ADS_1


"Tapi kau tau,bahwa gadis itu terlihat cukup berbahaya jika dilihat dari mata nya" Ucapnya menunjuk kearah Stevani.


"Kau cukup mencari informasi nya berapa pun itu maka kita akan memberikan sesuai perjanjian" Ucap Nila yang sudah merasa kesal.


"Baiklah sesuai perjanjian,deal!" Ucapnya yang menjulurkan tangan pada ketiga wanita itu secara bergantian.


"Makasih nona,kita akan menunggu kabar seminggu ini" Ucap mereka dan langsung pergi meninggalkan Stevani.


Stevani hanya tersenyum miring melihat kepergian dari wanita itu,ia pun langsung pergi dari cafe namun bukan kerumah tapi ia pergi ketempat yang sudah beberapa kali ia jumpai.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Stevani langsung disambut dengan penuh hormat, ada 10 orang yang menyambutnya Karena ia hanya memiliki 10 anggota saja.


"Selamat datang Stevani" Sambut mereka semua.


"Hay apa kabar semua,kalian ngapain begitu formal saat bertemu aku sih" Ucap Stevani menyapa semua orang.


"Ya kita pikir kamu suka dengan persambutan ini" Ucap Cio yang merupakan seseorang yang cukup dekat dengan Stevani.


"Sudahlah,sekarang aku ada keperluan" Ucap Stevani.


"Kebiasaan! kalo datang selalu ada keperluan saja,sesekali datang kesini lah untuk main-main" ujar zixi.


"Aku nggak ada waktu jadi sorry ya semuanya,sekarang yok masuk" Ucap Stevani.


Mereka pun langsung masuk kerumah yang cukup mewah,didalam rumah ini terdapat berbagai komputer dan sambungan kabel yang memiliki berbagai data penting. Awal Stevani datang karena ia mengetahui hal itu saat menemukan sebuah data di tablet Stevani sehingga ia langsung memeriksa dan mengetahui tempat ini.


"Kalian buat data palsu tentang aku dan sebagian data asli" Ucap Stevani dan semuanya pun sempat bingung.


"Untuk apa sama kamu Vani" Tanya bingung zixi.


"Yoi,tapi ngapain kamu minta kita buat sedangkan kamu bisa buat sendiri" Ucap Gaby.

__ADS_1


"Aku masih ada sesuatu yang harus diurus jadi kali ini aku meminta bantuan dan ingat buat data aku itu hanya nama asli foto,tanggal lahir dan beberapa hal kecuali identitas tersembunyi dan juga buat manipulatif yang membuat mereka percaya" Jelas Stevani pada sepuluh anggota nya.


Mereka pun hanya mengangguk dan memulai membuat semua yang dibutuhkan oleh Stevani,Stevani pergi menuju komputernya saat ini ia akan meretas situs data perusahaan papa nya,ia ingin memberikan sedikit pelajaran pada ayah dan ibu nya itu yang tak pernah menganggap nya.


__ADS_2