
...🍒Reading Books 🍒...
Keesokan harinya, dimana mereka semua sudah siap dengan perlengkapan olahraga mereka, meski memerlukan waktu yang cukup lama untuk membangunkan mereka semua.
Stevani sudah siap dengan pluit dilehernya dan handuk yang menggantung juga. Ia memakai seragam olahraga sama seperti yang lainnya.
Disini tidak hanya 4 orang saja tetapi ada beberapa orang yang memang sengaja disuruh Stevani untuk datang kesini latihan kekuatan tubuh.
"Baiklah sekarang berlari 10 putaran dalam waktu 30 menit, bagi yang terlambat maka dia akan bertambah hukuman nya" Tegas Stevani.
Tidak ada yang berani membantah karena disini Stevani sebagai ketuanya.
"Saya hitung satu, dua, mulai..."
Mereka semua langsung berlari dengan cepat, tak ingin mendapatkan hukuman karena terlambat. Mereka juga pernah merasakannya, dimana mereka hanya terlambat satu menit dan itu mendapatkan hukuman pas up yang tak henti sampai Stevani mengatakan berhenti.
Mereka beberapa kali sudah berlatih, tetapi yang bersama dengan ketua mereka hanya 3 x saja sama ini.
Stevani menyalakan sekor jam dan ia juga ikut berlari di belakang mereka sebagai pengawas. Disini cukup banyak yang hadir dimana hampir 50 orang berlari dilapangan yang cukup luas ini.
"Lakukan lebih cepat lagi!!" Teriak Stevani pada seluruh anggotanya.
Mereka semua pun langsung mempercepat berlarinya meski nafas mereka sudah ngos-ngosan walau satu kali putaran.
Stevani terus berlari, meski ia merasakan sedikit ngos-ngosan tetapi mungkin karena hormon tubuhnya yang kuat sehingga ia dapat menahannya.
Setelah setengah jam lewat dan mereka semua telah menyelesaikan tugas yang diberikan Stevani, mereka semua langsung duduk terhampar di lapangan.
Meski terdengar 10 putaran adalah sedikit namun jangan salah,ukuran lapangan yang luas membuat satu putaran dua kali lebih dari putaran lapangan biasanya.
"Ambil minum kalian masing-masing dan kasih waktu kalian 5 menit" arahan dari Stevani.
Semua orang segera mengambil air yang sudah disediakan, semuanya mengambil satu persatu dan meneguk nya dengan besar.
Disini tak memandang bahwa dia adalah perempuan dan laki-laki, disini memandang dia mampu atau tidak dalam menjalankan semuanya. Jika tidak mampu maka dia bukanlah orang yang memenuhi syarat.
"XVQ apa anda haus" Ucap seorang pria yang Stevani kurang kenal karena Stevani hanya sebarang menelpon anggotanya untuk ikut bergabung dalam pelatihan ini.
"Ya" Jawab singkat Stevani.
Pria tersebut memberikan sebotol air putih pada Stevani dan ia pun menerima air putih itu tanpa sedikit pun ucapan.
"Namaku adalah Sandor ketua" Ucapnya memperkenalkan diri.
"Pergilah!" Usir Stevani datar tanpa ekspresi.
Stevani tau seperti apa orang yang ingin menjilat dan ia tau bahwa ia tidak sebodoh itu menerima kebaikan orang dan juga baik kepadanya.
"Sendiri aja" Ujar Gaby menghampiri Stevani dengan memberikan satu batang coklat.
"Kurangi makan coklat mu itu dan kau setelah latihan itu lari 5 putaran" Datar Stevani dan langsung berjalan kedepan seluruh orang.
Pruuuiiiit....
__ADS_1
Semua orang langsung berbaris dengan tertib, Mereka semua istirahat ditempat menunggu arahan dari ketuanya.
"Atur jarak!!" Tegas Stevani.
Semua orang merentangkan tangan dengan cepat dan mereka mengatur jarak sesuai apa yang disuruh ketua mereka.
"Sekarang pas up dan kita mulai...satu..." Stevani pun menghitung dan mereka juga melakukan gerakan pa up sesuai dengan hitungan Stevani.
Tak terasa waktu sudah hampir tengah hari dan pelatihan pun diakhiri oleh Stevani. Semua orang disuruh untuk membersihkan diri, lalu mereka segera menuju ruang makan.
Mereka semua makan dilantai dengan tikar yang terbentang, disini tak ada pengecualian termasuk Stevani yang merupakan ketua mereka makan dilantai bersama mereka.
Sebenarnya makan dilantai bersama hanya pada saat Clara yang berpindah tubuh, tetapi pada saat Stevani yang dulu. Mereka tak pernah berinteraksi dan bahkan berkomunikasi saja tak pernah karena Stevani yang dulu memilih sifat yang dingin, datar, kejam dan bahkan berdominan sekali atas keputusannya.
"Kalian makanlah dulu! sepertinya aku masih harus segera pergi" Pamit Stevani pada semua orang.
"Ada urusan dan kalian menikmati saja hidangan yang aku beri, ingat! harus jaga pola tubuh jika tidak aku bersedia setiap saat melakukan pelatihan" Ucap Stevani mengedipkan matanya namun dengan nada bicara yang penuh ancaman.
Semua orang sempat tersedak dan bahkan bengong, karena mereka tak sanggup jika melakukannya setiap hari sedangkan ini yang sekali ini dalam 1 bulan setengah saja sudah minta ampun apalagi yang setiap hari.
"Ah itu, siap ketua" Jawab mereka semua secara serentak.
Stevani pun pergi dari segerombolan mereka, ia tersenyum lucu mengingat wajah mereka yang seakan cemas saat ia mengatakan hal itu, tetapi sebenarnya ia hanya sekeda bercanda.
☘️☘️☘️
Stevani mengendarai motornya dengan kecepatan rata-rata, ia sesaat berhenti di tempat penjual martabak pinggir jalan. Ia membeli beberapa rasa yang menurutnya enak.
__ADS_1
"Beli rasa strawberry dan nanas" Ucap Stevani pada penjual martabak.
"Siap nona" Ucap penjual itu.
Stevani pun duduk di bangku merah yang disediakan, ia memainkan ponselnya sambil menunggu. Cukup lama ia menunggu dan akhirnya pesanan nya pun selesai.
"Berapa" Tanya Stevani menerima plastik putih.berisi martabak.
"38.000 Rp nona" Jawabnya.
Stevani pun memberikan uang 50.000 Rp pada penjual tersebut dan ia langsung menaiki motornya.
"Eh ini balikan nya" Ucap penjual itu memberikan uang 12.000 Rp.
"Ambil saja" Ucap Stevani datar.
Ia langsung menghidupkan motornya, namun sebelum itu ia mengeluarkan uang 20.000 yang terselip di bajunya dan langsung memasukkan nya didalam kotak amal yang berada didekatnya.
"Terlihat cuek tetapi peduli sekitar, dasar anak muda" Gumam penjual martabak tersebut.
Stevani melajukan motornya dengan kecepatan yang cepat karena jam istirahat untuk pekerja kantoran pasti akan membuat macet jalan sehingga ia harus sampai dirumah sebelum terjadi kemacetan.
Sesampainya dirumah, ia langsung memarkirkan motornya didepan rumah. Ia masuk kedalam rumah yang cukup sepi tetapi ia yakin bahwa sang mama sekarang berada di dapur.
"Assalamualaikum ma" Ucap Stevani menghampiri Maya yang sedang sibuk dengan gosipnya.
"Wa'alaikumsalam, anak nakal dari mana saja kamu satu hari kemaren hah!" Kesal Maya yang melihat anaknya baru pulang ntah kemana.
__ADS_1