
...🍒 Reading books 🍒...
Setahun sudah telah berlalu, kini perusahaan Stevani sedang masa perkembangan yang sangat maju, banyak perusahaan-perusahaan yang mengajukan kontrak kerja sama dengannya dan bahkan saat ini hubungannya dengan pak Dewrid semakin dekat atau bahkan semakin akrab.
Mafia hacker nya semakin berkembang dan berhasil terus menerus menerima jasa keamanan dan bahkan pembobolan data, dan semua itu mereka semua anggota yang melakukan hal itu.
Namun satu orang yang membuatnya begitu kesal dan selalu mengusiknya, orang itu adalah Vicky Prasetyo, perusahaan pria itu malah menambah cabang perfilman dan juga periklanan sehingga sering kali perusahaan nya harus terus bersaing untuk mendapatkan klien.
Kini disebuah mall yang terbaik di Jakarta, Stevani sedang bersiap memperkenalkan iklan produk yang ia akan adakan saat ini.
"Aku akan membayar ini dua kali lipat jika kau memberikan nya pada ku!" Ucap seseorang yang membuat Stevani berbalik menatapnya tajam.
"Tuan Vicky terhormat, apakah anda begitu tidak ada kerjaan sampai merebut tempat orang!" Sinis Stevani.
Sejak pertemuannya yang tak sengaja menabrak mobilnya itu, sampai sekarang ia begitu tak menyukai lelaki itu meski memiliki wajah yang tampan.
"Aku menyukainya!" Jawabnya tanpa merasa bersalah.
Stevani tampak geram, apa jika pria ini menyukainya maka ia harus mengalah?
"Bukankah ada begitu banyak tempat yang bagus mengapa anda selalu menganggu ku!" Geram Stevani yang ingin sekali meremas otak pria itu saat ini.
Vicky hanya diam, ia menatap sekelilingnya dengan wajah datar tanpa ekspresi sedikit pun.
"Saat ini saya akan mengadakan iklan, saya mohon anda jangan mengusik saya!" Ucap Stevani dengan membungkuk dan kembali lagi tegap.
__ADS_1
"Apa yang aku lakukan?" Tanyanya dengan wajah polosnya itu, hal itu membuat Stevani sangat geram dengan wajah yang tak bersalah Vicky.
"Anda bisa pergi sekarang dan mengurus perusahaan anda kembali tuan!" Stevani sudah memiliki kesabaran yang menipis, ia tidak memiliki begitu banyak kesabaran untuk melihat wajah pria yang dibencinya saat ini.
"Kau mengusirku!"
"Sepertinya begitu!" Stevani langsung melangkah pergi meninggalkan Vicky karena ia cukup memili kegiatan yang masih belum terselesaikan.
"Oke, tapi bagaimana kalo kita kerja sama!" Ajak Vicky dengan gaya angkuhnya.
"Nggak, aku menolak!"Ucap Stevani yang terus terang.
"Nona semua sudah siap!" Ucap seorang lelaki yang merupakan karyawan nya.
"Baiklah, pergilah sekarang dan aku harap jangan mengganggu proses iklan ku!"Ujar Stevani yang langsung meninggalkan Vicky.
"Babe kau disini!" Ucap manja seorang wanita.
"Fani, apa kau tau malu!" Bentak Vicky yang sudah bosan dengan sikap wanita itu.
"Kenapa kau membentak ku, aku adalah tunangan mu!" Ucap Fani yang bergelanyut manja.
"Hubungan kita sudah putus setelah ayahmu juga meninggal, jadi kau jangan terus mengganggu ku!" Vicky langsung mendorong Fani dengan kasar.
Fani langsung terduduk, ia merasakan sakit di pinggulnya. Saat semua orang menatapnya ia langsung memiliki niat untuk membuat Vicky bertekuk lutut padanya.
__ADS_1
"Aw...hiks...hiks...kamu kok kasar banget sih, aku cuman manja sama kamu kok!"Ujarnya dengan air mata buaya.
Banyak orang yang berbisik buruk tentang Vicky, dimana Vicky dicap sebagai lelaki kasar terhadap wanita.
"What!" Terkejut Vicky.
Vicky yang sudah putus asa dengan semuanya, akhirnya pergi begitu saja menerobos ramainya pengunjung menatapnya.
"Vic mau kemana!" Panggil Fani saat melihat Vicky sudah pergi meninggalkan nya.
Terlihat Juan hanya menatap jijik pada Fani dan pergi mengikuti Vicky berada.
...****************...
Kini di perusahaan Stevani, dimana Suci memutuskan untuk magang sambil kerja di perusahaan Stevani. Disini ia yang ingin mencari kehidupan agar lebih susah membuat ia begitu semangat.
"Tapi disini nggak ada pekerjaan yang kosong nona!" Ucap HRD yang merupakan penanganan penerimaan karyawan.
"Mungkin untuk bagian klining servis nggak apa kok!" Ucapnya yang tak putus asa.
"Huh...baiklah, tapi kamu hanya bisa besok kerja!" Ujar HRD itu dengan tersenyum ramah.
"Siap!" Ujar Suci dengan penuh semangat.
Lelaki itu tersenyum, gadis didepannya itu begitu semangat tetapi memiliki paras yang cukup cantik dan mungkin ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
__ADS_1
Suci pun keluar dari ruangan itu, ia terus tersenyum bahagia mendengar bahwa ia diterima dengan semudah itu meski hanya sekedar magang.