
...🍒Reading Books 🍒...
Stevani mengejar Gabriel, ia cukup merasa kesal karena terus-terusan di bercandain. apalagi ini, Gabriel selalu menjulurkan lidah padanya saat berlari.
"Eh berhenti gak kau! Awas ya kau kalo dapet" Ucap Stevani dengan kesal.
Ia terus berlari mengejar Gabriel, bahkan Gabriel yang berlari menaiki tangga saja ia kejar.
"Woi!!" Teriak Stevani.
"Kejarlah, mangkanya punya kaki tu panjang! nih malah sejengkal" Ejek Gabriel dengan terus berlari.
"Apa yang kamu bilang, aku Gibeng mampus lu!" Kesal Stevani.
"Udah! Kalo pendek tu ya pendek aja lah" Ujar Gabriel.
Stevani pun tampak kesal, ia mempercepat langkah kakinya sampai tanpa sadar ia memijak sedikit air yang tak tau bisa ada, untung saja Gabriel dengan sigap menangkap Stevani sehingga mereka berdua sama-sama tertidur dilantai dengan Stevani diatas tubuh Gabriel.
Tatapan mereka berdua sempat terpaku, melihat wajah mereka masing-masing.
"Gila nih cewek mulus bat dah" Batin Gabriel.
"Lihatlah wajah bodohnya itu" Batin Stevani menatap Gabriel.
Stevani yang tak ingin kehilangan kesempatan, langsung melepotkan satu potong kue ke wajah Gabriel dengan kasar.
"Rasain! emang enak!" Kesal Stevani yang langsung bangun dari tubuh Gabriel.
"Ah wajah ku!!!" Teriak panik Gabriel sambil mengerok kue yang ada diwajahnya.
"Hhhhhh....gila, cocok bat jadi badut!!" Tawa Stevani kencang.
"Apa kau bilang! Makan nih kue!!" Kesal Gabriel yang juga melepotkan kue kewajah Stevani.
Awalnya Stevani kesal, namun saat melihat wajah Gabriel yang tertawa ia juga tertawa, terlibih wajah Gabriel yang penuh dengan krim dan kue yang melekat.
"Hhhhh...badut" Tawa Stevani.
"Ondel-ondel...hhhh" Tawa Gabriel.
__ADS_1
Mereka terus-terusan meledeki satu sama lain, sampai Eva dan Maya keluar dari dapur untuk meletakkan kue di meja tengah pun langsung syok karena melihat kedua anak mereka saling ledekan dan tertawa dengan wajah yang celemotan.
"Eh kalian itu wajahnya kenapa??" Teriak Maya.
Mereka berdua menatap kearah Stevani namun mereka kembali tertawa saat melihat wajah mereka masing-masing.
"Cepat bersihkan wajahnya dan coba rasain kue bunda dan Maya hari ini!!!" Ujar Eva.
"Siap deh bun!" Teriak Gabriel yang langsung berjalan meninggalkan Stevani.
Stevani sempat berpikir, ia membersihkan wajah bagaimana. Ia pun berlari menghampiri Gabriel.
"Pinjam kamar mandi and minta sabun cuci muka!!" Ucap Stevani menghampiri, namun langsung berlari mendahului Gabriel menuju kamar mandi yang berada dikamar Gabriel.
"Eh itu kamar mandi ku! seharusnya aku dulu anjirr..."Teriak kesal Gabriel, namun Stevani tetap melanjutkan aktivitas nya tanpa mendengarkan celotehan tak bermutu Gabriel.
Cukup lama Gabriel menunggu dan akhirnya Stevani keluar dengan wajah segarnya.
"Ternyata sabun cuci muka kamu bau strawberry ya!!" Ledek Stevani.
"Apaan sih!!" Kesal Gabriel yang langsung berjalan meninggalkan Stevani yang tertawa keras.
"Hay ma!" Sapa Stevani pada mama nya yang asik menonton berita.
"Iya sayang, sini deh coba lihat!" Ucap Maya pada Stevani tanpa memalingkan wajahnya dari layar TV.
"Emangnya apa yang membuat mama ku ini begitu tertarik!?" Tanya Stevani sambil menatap layar TV yang menyala.
"Itu! Masa Lesti kejora cabut gugatannya, kalo memang akhirnya seperti itu ngapain harus buat gugatan...Huh menyebalkan" Gerutu Maya sambil mengunyah dengan kasar kue yang ia makan.
"Iya tu May! udah ditonjok,bahkan dicekek! eh malah dibiarin! katanya demi anak, terus artis yang seperti Ayu Ting Ting itu gimana?" Kesal Eva juga.
Kedua orang wanita paruh baya itu tampak kesal menatap layar TV, menurut Stevani itu adalah hal yang tidak penting karena mengurus urusan orang lain.
"Jangan melihat hanya dari hal yang tidak pasti, mereka semua orang luar bukan lah orang dekat lesti! ingat yang merasakan bukan mereka, tetapi adalah Lesti sendiri!" Ujar Stevani acuh.
Kedua wanita tersebut menatap kearah Stevani dengan wajah bengong mereka.
"Selagi bisa diperbaiki maka diperbaiki, Islam mengajarkan untuk memperbaiki bukan pasrah dengan keadaan. Lesti tau dampak dari anak yang broken home dan terlebih pernikahan mereka masih setahun dan tidak memungkinkan Lesti menjadi janda diusianya yang muda!!!" Jelas Stevani sambil memakan kue yang ada di meja.
__ADS_1
"Waw...sangat bijak, tapi bener juga ya kata mu nak. tuduhan tuding netizen bukan lah berarti benar, tetapi Lesti yang melaporkan hal itu untuk apa ia lakukan namun akhirnya ia cabut! Bukankah hal itu malah membuat banyak berita yang negatif..." Ucap Maya yang masih kesal dengan Lesti.
"Bukankah sudah ada klarifikasi, itu terserah pendapat masing-masing" Ucap Stevani yang acuh
"Kenapa ini, sepertinya ada yang lebih menarik!" Ucap Gabriel yang baru datang.
"Kepo" Ketus Stevani.
"Apaan sih, punya dendam apa sama aku!" Kesal Gabriel yang langsung duduk disamping Stevani dan merebut piring kue yang dipegangnya.
"Ah sial..." Umpat Stevani.
Stevani pun hanya membiarkannya, ia masih terlihat kesal dengan Gabriel terlebih wajahnya yang terus mencemoohnya.
"Sudah-sudah, kalian kok terus berantem sih!" Tegus Eva.
"Nih bocah yang terus ganggu aku nda!!" Adu Gabriel.
Terlihat Stevani yang kesal melihat nya, ia membelalakkan matanya karena ucapan Gabriel yang membalikkan fakta.
"Kamu juga salah" Bela Eva pada Stevani dan terlihat Stevani yang mengganggu dengan penuh kemenangan.
"Tuh lihat bun! Masa Stevani terus yang dibela" Tunjuknya pada Stevani.
"Kamu ini kayak anak kecil! Ngalah sama cewek" Ucap Eva.
"Udah-udah, masa kamu pojokin anak kamu sih ev! kan kasihan nih Gabrielnya" Bela Maya pada Gabriel dan terlihat Gabriel yang langsung menjulurkan lidahnya mengejek.
"Awas kau" Kesal Stevani.
"Udah-udah sekarang coba rasakan setiap potongan kue yang disediakan dan katakan kue yang enak antara yang lain, biar bisa dijadikan menu utama!" Jelas Maya menyuruh keduanya dengan memberikan satu persatu sendok.
Mereka berdua pun mulai merasakannya, satu persatu mereka rasakan.
"Sepertinya kue pelangi ini enak deh ma!" Jelas Stevani. " Meski kue yang lain enak, namun diantara mereka bisa membuat enek seseorang" Lanjut Stevani yang berusaha selembut mungkin agar tidak menyakiti hati keduanya.
"Kue krim ini bisa juga dijadikan menu utama.Selain rasanya yang bercampur manis dan asam, namun ia memiliki tekstur yang sangat lembut diantara yang lain!" Jelas Gabriel.
"Oke, sekarang kita sudah memutuskan bukan! Yang akan menjadi menu kue yang utama adalah kue pelangi dan krim." Ucap antusias Eva.
__ADS_1