Setiap Langkahku

Setiap Langkahku
Bab 36: XVQ


__ADS_3

...🍒Reading Books 🍒...


Stevani pun menelpon seseorang yang merupakan orang suruhannya. ia menekan nomor tersebut lalu melakukan panggilan, tak berselang lama akhirnya panggilan itu pun terjawab.


"Ada apa XVQ" Ucap seseorang dari balik layar handphone.


"Kembalikan wanita yang bernama Nila ke keluarganya" Ucap Stevani datar.


"Siap XVQ" Ujarnya dan panggilan langsung dimatikan oleh Stevani.


Kalian pernah mendengar dengan istilah hancker mafia namun bukan bekerja di dunia gelap tetapi mereka hanya melakukan beberapa pembobolan data untuk seseorang yang membayar mereka.


Mereka pernah dianggap sebagai hancker misterius yang tak pernah menampakkan jati diri mereka dan bahkan diundang untuk ke acara formal saja tak pernah sekali pun dan mereka hanya akan datang jika mereka memang bekerja disana untuk sebuah informasi.


Begitu rumit dalam setiap kegiatan mereka namun satu hal yang mereka tau, berani menantang maka berani menghadapi. Prinsip mereka hanya satu jangan menyinggung orang yang salah.


Nama anggota hancker mafia mereka adalah XVQ Seven fold. Nama yang sudah dikenal namun cukup misterius. Stevani hanya lah seorang gadis yang diangkat menjadi pemimpin oleh seorang pria yang kini sudah meninggal dunia.


Ia diangkat menjadi pemimpin pemula setahun yang lalu dan dimana ia adalah seorang gadis yang dingin, datar, dan bahkan bisa dibilang kejam.


Ketua dari hancker tersebut tertarik pada Stevani yang memiliki sifat tersebut. Ketua itu berusaha membawa Stevani untuk masuk kedalam kelompoknya dan beberapa kali juga telah ditolak Stevani, sampai suatu hal ketua itu membantu Stevani dan Stevani berhutang budi lalu akhirnya ia pun masuk kedalam mafia tersebut.


☘️☘️☘️


Ditempat yang memiliki pencahayaan yang temaram, dua orang wanita dihukum dengan masing-masing hukuman, dimana Yura dipaksa berendam di dalam air es yang sangat dingin dan nila dipaksa juga memotong jarinya sendiri.


"Akhh...sakit...aku tak tahan dengan dinginnya" Teriak kesakitan Yura yang terus-terusan dipaksa memasukkan kepala kedalam air es tersebut.


"Diam atau lidahmu akan saya potong" Ancam pria tubuh kekar tersebut.


Yura kembali dipaksa memasukkan kepalanya kedalam air es dan es tersebut terus ditambah dan terus diganti oleh mereka.


"Ku mohon lepaskan ak..." Ucapnya dan langsung pingsan di tempat.


"Segera keluarkan dia, kita tidak mendapat perintah untuk membunuhnya" Ucap pemimpin di antara mereka.


Mereka langsung mengeluarkan Yura, lalu memasangkan rantai dari tangan sampai kaki. Sementara nila, ia berusaha menahan sakit karena dipaksa untuk memotong tangannya.

__ADS_1


"Lakukan segera, jangan buat ulah" Sarkas pria bertubuh kekar.


Nila pun segera memotong tangannya menggunakan pisau meski ia terus berteriak dan menangis melihat jari tangan nya terpotong.


"Setelah melakukan hal itu, segera antarkan dia ke keluarganya karena XVQ telah menelpon ku" Ucap pria yang berlari mendatangi tempat penyiksaan tersebut.


Setelah Nila memotong 5 jarinya, mereka langsung mengantarkannya menuju rumahnya. Mereka melakukan sesuai dengan perintah XVQ nya dan setelah mereka melakukan hal itu, mereka kembali ke markas nya.


☘️☘️☘️☘️☘️


Keesokan harinya, Stevani sudah siap dengan seragam sekolah. Ia melakukan rutinitas paginya sebelum berangkat sekolah yaitu sarapan.


"Papa gak pulang ya ma?" Tanya nya sambil melihat kanan kirinya.


"gak, soalnya papa mu masih ada urusan diluar kota" Jelas Maya.


"Oh benarkah, kok Stevani gak tau ya kapan papa pergi" Ucap Stevani yang sesekali memasukkan roti kedalam mulutnya.


"Kemaren pagi, jadi kamu cepat pergi sekolah jangan sampai terlambat" Ucap Maya yang sibuk sendiri.


"Sepertinya ada yang ditutupi" Gumamnya yang berada di atas motor nya.


Stevani melanjukan motornya menuju sekolah. Dengan kecepatan sedang ia mengendarai motor nya. Sampai disekolah pukul 7:15.


Stevani langsung membelokkan motornya menuju parkiran motor sekolah. Ia turun dari motornya secara perlahan dan membuka helm.


"Untung" Gumamnya.


"Sepertinya ada acara deh" Gumamnya sambil melihat sekitar.


Ia melihat sekitarnya, ada beberapa orang asing yang sepertinya dari sekolah lain dan bahkan ada orang yang berpakaian formal.


Stevani pun kembali acuh, ia memutuskan untuk duduk dikantin sambil bersantai. Ia cukup malas untuk pergi ke kelas nya karena ia melihat dari tadi bahwa cukup banyak orang asing dari luar sekolah yang datang dan hal ini ia nyatakan bahwa ada acara.


"Gak ikut dalam kontes dek" Ucap pelayan kantin.


"Enggak! Ada acara apa" Tanyanya sambil mengunyah cemilan yang ia beli.

__ADS_1


"Kamu gak tau ya kalo sekarang sedang diadakan acara peringatan tahunan sekolah, jadi setiap kepala sekolah dan beberapa murid berbakat dari sekolah lain akan diundang dan datang" Jelas pelayang kantin.


"Oh itu" Acuhnya dan malah lebih asik dengan ponsel dan cemilannya.


Pelayan kantin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah acuh Stevani saat ini. Biasanya seseorang akan langsung gembira saat mengetahui hal itu, ini malah sebaliknya.


Stevani memainkan permainan game diponselnya. Kantin tampak kosong sehingga membuat dirinya lebih leluasa bersikap biasa saja.


Setelah sekian lama bermanut dalam game, kini ia memutuskan untuk pergi menuju tempat acara. Ia masih memiliki sikap menghargai jadi ia memutuskan untuk melihat semua persiapan semua orang.


"Cukup ramai dan sibuk" Gumamnya sambil berjalan melihat sekitarnya.


"Sepertinya nona ini tak ikut sibuk bukan" Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dibelakang Stevani.


Stevani reflek menghindar dan mendorong dengan keras wajah seseorang yang tak ia kenal.


"Awwww kasar sekali" Ucap gadis yang tak sengaja Stevani lukai.


"Maaf" Ucap Stevani datar.


Ia menatap gadis itu dengan seksama, seperti familiar namun apa. bahkan wajah gadis itu tak melekat di benaknya.


"Kamu gak lupakan sama aku" Ucapnya sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Siapa?" Tanya Stevani bingung.


"Yaelah vani!! Aku sahabat kamu bambang" Kesal nya yang langsung berdiri menghadap Stevani.


"Oh oke sahabat?" Jawab Acuhnya.


"Iiihh....menyebalkan,baiklah kamu kenal aku kan" Kesalnya saat itu.


"Gak" Singkatnya dan langsung melanjutkan perjalanannya.


"Aku Husna vani" Kesal Husna.


"Baiklah" Jawabnya singkat dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Husna sendirian.

__ADS_1


__ADS_2