Setiap Langkahku

Setiap Langkahku
Bab 30: Pemilik tempat musik


__ADS_3

...🍒Reading Books 🍒...


Stevani bersiap-siap untuk pulang,namun sebelum itu ia membaca surat yang berada di coklat itu. Ia membaca dan terlihat bacaan nya adalah "Makasih untuk makanannya,aku tau kamu orang baik dan ini coklat untuk mu" dan Stevani pun tau bahwa orang itu adalah orang yang telah ia beri makanan tadi.


"Heh...Cukup pandai berterima kasih" Gumam Stevani dan langsung keluar membawa tasnya.


Ia berjalan melewati lorong setiap kelas,Namun didalam perjalanan ia malah dipertemukan oleh dua orang yang benar-benar tak ingin ia temui.


"Neng gimana! Apa enak?" Tanya Dimas dengan senang.


"Makasih" Ucap Stevani dengan memberikan kotak bekas bekal tadi pada Dimas.


"Pulang sama aku" Ucap dominan Dian dengan menarik Stevani.


Dimas ikut juga menarik Stevani, sehingga mereka berdua saling tarik-menarik Stevani. Stevani sudah cukup sangat bosan,ia sungguh sudah kesal dengan tingkah kekanak-kanakan dua cowok yang terus menariknya.


"Apaan sih kalian,bisa nggak usah kayak anak kecil deh" Kesal Stevani.


"Kamu pulang sama aku" Ucap mereka secara bersamaan.


"Aku bawa motor dan pandai makeknya jadi kalian jangan ganggu aku" Ketus Stevani yang langsung menghempas tangan kedua cowok dan pergi meninggalkan mereka.


"Tapikan...mungkin kamu capek! jadi,perlu bantuan dari aku" Bantah Dimas yang tetap kekeh ingin mengantarkan Stevani.


"Sini aku bawain motor kamu" Tawar Dian.


"Nggak, dan aku peringatin! Jika kalian terus ganggu aku,aku pastiin aku nggak akan pernah ingin bertemu kalian" Ancam Stevani.


Keduanya tampak manuk,mereka berdiri tegak saling menatap dan langsung menatap Stevani. Terlihat keduanya tampak memiliki hati yang sudah terbakar oleh emosi.


Stevani langsung pergi meninggalkan keduanya,ia memutuskan untuk segera pergi dari sekolah dan tak ada gangguan lagi.

__ADS_1


Tit...tit...


Kunci mobil terbuka,ia langsung masuk dan menjalankan mobilnya tanpa memikirkan kedua orang cowok yang berlari menghampiri nya.


Keduanya meninju udara dengan emosi,mereka tak berhasil mengejar stevani. Sedangkan Stevani yang berada di motornya,menikmati waktu di motornya.


Stevani mengarahkan motornya kearah tempat mengajar musik,disaat ini ia berniat untuk berhenti dalam mengajar lagi karena ia jarang datang apalagi kegiatannya akhir-akhir ini sangat padat.


"Kamu datang Stevani" Ucap Satya menyambut kedatangan Stevani.


"Ya aku datang! Bisa ngomong sebentar" Ucap Stevani dengan tersenyum lembut ke Satya.


"Baiklah" Ujar Satya.


Mereka pun pergi berdua menuju ruangan pribadi,dimana disana biasanya tempat istirahat Satya dan teman-temannya.


Saat ini mereka sudah berada di ruangan pribadi,terlihat Stevani diam menatap kearah Satya begitu juga sebaliknya. Satya tampak bingung dengan raut wajah Stevani, sepertinya hal ini cukup sangat serius sehingga Stevani meminta untuk berbicara diruang pribadi.


"Hmm...maaf kalo aku ada salah! Tapi aku mau berhenti mengajar di tempat musik ini! Maaf jika ada salah" Ucap Stevani dengan wajah yang sedih.


"Hmm... sebenarnya ini adalah tempat musik kamu Stevani,kamu tak harus mengajar terus menerus,tapi disini aku sebagai pengurus dan kamu berhak kapan saja datang" Ucap Satya dengan bertumpu dagu di meja sofa.


"Apa! Tempat musik ini punya aku" Terkejut Stevani.


Bagaimana tidak terkejut,didalam catatan sehari-hari Stevani tak ada yang mengatakan bahwa tempat musik ini adalah punya nya,apa masih ada yang disembunyikan oleh Stevani sehingga ia terus mendapatkan kejutan setiap ia ketahui.


"Kamu nggak lupakan sama ini tempat,sudah lah kamu istirahat dulu aku keluar,semoga kamu nyaman deh sama tempat aku" Ucap Satya dengan menepuk bahu Stevani.


Stevani sempat berpikir,mengapa di catatan buku harian Stevani tak ada menjelaskan tentang tempat ini adalah punyanya bahkan ia baru tau bahwa ikut mengajar saja terlihat catatan di bagian buku terakhir yang bukunya dilipat sedikit.


"Apa aku harus mencari sesuatu untuk memastikan tempat ini benar milik aku atau ini akal-akalan Satya agar aku nggak keluar" Gumam Stevani.

__ADS_1


Cklek


Pintu kembali terbuka,terlihat Satya datang membawa satu gelas minuman hangat dan cemilan yang berada di piring.


"Aku tau kamu belom makan,ini makanlah" Ucap Satya memberikan makanan yang ia bawa.


"Hmm... Letakkan disana,ntar aku makan" Ucap Stevani dengan datar.


Satya hanya mengangguk dan meletakkan makanan yang ia bawa lalu ia pun pergi keluar ruangan kembali. Setelah kepergian Satya Stevani langsung mengunci pintu dan bergerak cepat mencari beberapa informasi tempat ini.


Stevani terus mengobrak abrik dokumen yang berada disana, sampai suatu dokumen yang memperlihatkan surat pemilik asli musik.


Dia membaca semua yang berada disana tanpa sedikitpun ia kurangi,Cukup terkejut ternyata pemiliknya adalah seorang besar yang memberikan tempat musik ini sebagai balasan budi darinya karena telah menyelamatkan nyawanya.


"Ternyata Stevani begitu hebat saat itu,jadi aku hanya lah orang yang sesat datang ke tubuh seseorang yang seharusnya tidak saya ganggu" Gumamnya dengan lesu.


Stevani kembali menyusun semuanya,ia memperbaiki semua tempat sebelum Satya datang kemari dan curiga padanya.


Stevani pun langsung membuka kunci ruangan dan keluar dari sana,ia sudah cukup puas mengetahui hal baru yang tak ia ketahui.


"Mau kemana,apa kamu nggak istirahat" Tanya Satya.


"Aku..."


"Alah, seharusnya kamu kan nggak perlu istirahat karena kamu orang hebat yang tak terkalahkan" Sindir Diana dengan mata melongos.


"Apaan sih Diana, seharusnya kamu nggak boleh kayak gitu sama teman kamu" Ucap Satya yang cukup tak nyaman dengan gaya bahasa yang digunakan Diana.


"Apa! dia bukan teman aku,jadi kamu nggak usah deh bilang dia teman aku! Masak temen nikung temen dari belakang" Sindirnya dan langsung pergi meninggalkan Stevani dan Satya.


"Lain kali jangan ikut campur" Ucap datar Stevani dan langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Satya hanya bingung harus berbuat apa,seakan kegiatan yang akan ia lakukan tadi lupa begitu saja.


__ADS_2