
...🍒Reading Books 🍒...
Setelah pulang mengantarkan Husna, Stevani segera pergi menuju rumah. Ia mengendarai motor dengan kecepatan tinggi agar cepat segera sampai dirumah.
Sesampainya dirumah, Stevani segera memarkirkan motor dan masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum ma!" Ucap Stevani.
Namun tidak ada sautan sedikit pun, Stevani pun segera mencari sang mama. Sudah berusaha mencari dapur hingga halaman belakang tetap saja mamanya tak ditemukan.
"Nona Stevani cari nyonya?" Tanya pekerja kebun.
"Iya! Mama kemana ya mbak?" Ucap Stevani sambil celingukan mencari sang mama.
"Coba tanya sama bik asih non, mungkin saja bik asih tau!" Ucap pekerja kebun itu.
"Makasih mbak, yaudah Stevani pergi dulu ya!" Ucap Stevani yang langsung berlari masuk kerumah kembali.
Tukang kebun itu hanya tersenyum, ia kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda itu.
Stevani langsung berlari mencari bik asih, sampai dimana ia bertemu bik asih di lantai dua tempat ruangan kamarnya.
"Bik, bibi lihat mama gak?" Tanya Stevani dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Yaampun non, kenapa lari-lari gitu ntar jatuh loh!" Ucap bik asih yang cemas melihat kondisi Stevani.
"Aku bukan anak kecil lagi bik, sekarang mama mana sih bik!" Ucap kesal Stevani karena dianggap masih kecil oleh bik asih.
"Itu...nyonya ikut tuan pergi ke acara klien dan mungkin malam ini nyonya gak pulang!" Jelas bik asih.
"Mama kok gak ngomong sih bik, kan bisa nelpon aku!" Kesal Stevani.
"Tadi nyonya mendapat telpon dari tuan, mungkin gak sempat ngabarin, jadi lupa untuk nelpon non!" Ucap bik asih yang meminta pengertian Stevani.
"Iya mungkin, yaudah Stevani pergi kekamar dulu deh mau bersih-bersih!" Ucap Stevani yang langsung berjalan masuk kamarnya.
Bik asih hanya menatap kepergian anak majikannya itu dan ia pun langsung pergi kembali melakukan pekerjaannya.
Sedangkan Stevani yang berada didalam kamar, hanya menatap langit-langit kamarnya, pikirannya melayang-layang.
"Sebaiknya aku pergi ke markas deh!" Gumamnya yang memiliki rasa bosan yang besar.
Dengan segera Stevani membersihkan diri, ia bergegas menukar baju dan lalu pergi meninggalkan rumah.
Sesampainya dimarkas, ia langsung menghempaskan tubuhnya kesofa. Terlihat semua orang menatap Stevani dengan tatapan aneh.
"Itu muka Napa, kusut bat dah!" Tanya Cio.
Mereka semua menatap Stevani, menurut mereka sudah tak biasa Stevani datang dengan muka yang kusut.
"Palingan ini ada masalah di sekolahnya tuh, udah berhenti aja deh kamu sekolah! Kan kamu udah S1" Ucap Zixi yang masih fokus dengan ponselnya.
"Iya juga ya, apalagi misi aku udah selesai deh!" Ucap Stevani.
"Emangnya misi kamu apa sih Stev?" Tanya Gaby yang kepo dengan misi yang selalu disebut Stevani.
"Balas dendam!" Ucap Stevani datar namun penuh penekanan.
Mereka semua sempat terdiam, siapa yang mencari masalah dengan seorang Stevani?, sejak kapan Stevani memiliki musuh sampai dirinya melakukannya sendiri?
__ADS_1
Begitu banyak pertanyaan yang menjalar dipikiran mereka, namun akhirnya mereka tak ingin ngambil pusing dengan masalah Stevani.
"Terus kita mau gimana biar kamu gak stress kayak gini?" Tanya Cio.
"Bar!" Ucapnya dengan satu kata.
"APA!! BAR!!!" Teriak terkejut mereka secara bersamaan.
"Hmmm ....!
Mereka semua pun bersorak senang, kali ini mereka dapat pergi ke bar setelah sekian lamanya.
"Cepat atau kalian aku tinggal!" Ucap Stevani datar.
Mereka semua pun langsung berlari menuju kamar mereka masing-masing, mereka akan menukar baju yang sesuai untuk pergi ke bar.
Selang beberapa waktu, Mereka semua sudah siap dengan baju \*\*\*\*.
"Siap!" Teriak Stevani.
"Siap!!" Jawab mereka dengan penuh semangat.
"Yok masuk!" Ajak Stevani.
"Yok, udah gak sabar lihat bar yang dah lama gak dilihat!!!" Ucap Zixi dengan mata yang berbinar-binar.
"Lebay lu!" Ledek Gaby.
"Biarin wlee...." Timpal Zixi.
Mereka semua pun masuk kedalam bar. Awal masuk saja, suara musik yang menggema memekakkan telinga mereka.
Mereka semua duduk disofa, saat ini mereka belum berminat untuk ikut gabung, mungkin saja untuk nanti.
"Eh Stev, musiknya enak juga yak!" Ucap Gaby dengan berteriak agar terdengar oleh Stevani.
"Iya!!" Jawab Stevani.
Mereka pun melanjutkan mengobrol dan meminum minuman yang telah disediakan. Meski disini Stevani baru pertama meminum alkohol tapi ia tidak merasakan mabuk dan malah ia suka dengan rasa itu, apa Stevani dulu pencandu alkohol?
__ADS_1
"Joged yok, aku bosan nih!" Ajak Gaby.
"Yok! kamu ikut kan Stev?" Tanya Cio.
Stevani hanya menggelengkan kepalanya dan melambaikan tangan agar temannya melakukannya tanpa dirinya.
Mereka pun langsung pergi meninggalkan Stevani yang hanya duduk disofa.
Stevani menatap kearah mereka, ia cukup senang melihat ketiga temannya senang. Disini ia hanya ingin menenangkan pikiran dengan meminum alkohol dan mumpung sang mama pergi untuk semalam.
Stevani terus meneguk minuman dan terus menambah kedalam gelasnya. Sudah dipastikan saat ini stevani sudah mengalami yang namanya mabuk.
"Kehidupan itu kejam...Hiks...hiks...mereka semua jahat!" Gumamnya yang terpengaruh oleh alkohol.
"Aku gak akan maafin kalian...hiks...hiks..." Gumamnya.
Seseorang yang memperhatikan Stevani dari tadi pun perlahan mendekat. Ia menatap Stevani dengan tatapan yang lekat.
"Apa kabar Stevani?" Tanya seorang pria.
"Hah...siapa kamu?" Tanya nya.
"Sepertinya kamu mabuk, apa kamu tau di bar ini sangat berbahaya!" Ucapnya yang masih terus menatap Stevani.
"Aku tau, kamu jangan ngatur aku!!" Ucap Stevani yang kesal namun tetap berada didalam pengaruh alkohol.
"Ikutlah dengan aku, bar ini berbahaya!" Ucapnya yang menarik tangan Stevani.
"Pergi! Aku gak butuh kamu yang ngatur aku, pergi!!!" Teriak Stevani yang langsung mendorong tubuh pria itu.
Stevani langsung bangkit dari sofa, dengan tubuh yang lunglai berjalan melewati pria yang menghampirinya.
"Jangan seperti itu, ayo ikut aku!" Ucap pria itu yang langsung menggendong Stevani.
Stevani terus memberontak, namun pada akhirnya ia berhenti melakukan hal itu dan memutuskan untuk tidur didalam gendongan pria itu.
Pria itu langsung membawa Stevani menuju mobilnya, ia berencana memesan hotel hanya untuk malam ini, agar Stevani dapat dengannya untuk tidur.
Pria itu adalah Dian, ia tak sengaja melihat Stevani saat teman-temannya yang pergi bersenang-senang. Awalnya ia membiarkannya saja, namun lama kelamaan ia melihat terus Stevani sampai gadis itu mabuk dan terus bergumam hal aneh.
__ADS_1
Dian menghampiri untuk membawa Stevani jauh dari tempat yang berbahaya itu, karena tak jauh dari tempatnya ada seorang pria juga yang ingin mengincar Stevani.