
...🍒Reading Books 🍒...
Cukup lama ia berhadapan dengan komputer, tangannya terus mengetik dan bahkan gerakannya semakin cepat karena orang perusahaan papanya sudah mengetahui bahwa sistem mereka teretas.
"Apa kamu butuh bantuan Vani " Tanya Gaby.
"Nggak perlu,sekarang aku mau keluar dari sistem" Jawab Stevani yang cukup tenang sambil mengetik beberapa kode.
Ternyata sistem keamanan di perusahaan keluarga nya begitu lemah,bahkan ia yang tak butuh waktu sampai dua jam saja sudah langsung meretasnya saat semua orang sedang memeriksa sistem keamanan.
Stevani cukup merasa puas,karena semua datang yang ia inginkan berada ditangannya dan ia hanya tinggal melakukan sesuatu.
Ia menghapus jejak hasil retasan nya dan langsung memutar kursinya itu kebelakang.
"Ini! sesuai dengan yang kamu minta" Ucap Cio memberikan satu map coklat.
Stevani pun membukanya,ia membaca satu persatu isi yang dibuat oleh Cio sahabatnya itu. Semua yang ia inginkan sesuai dengan kemauannya,ia pun langsung berdiri dan mengipas-ngipas map yang berada di tangannya.
"Baiklah makasih,aku pergi dulu" Ucap Stevani yang langsung berdiri.
"Kebiasaan,kalo sudah selesai urusan langsung pergi,nggak bisa apa duduk disini dulu main-main sama kita" Ucap Cio dengan muka memelas.
"Sorry dulu deh,lain kali aja" Ucap Stevani yang langsung berjalan meninggalkan mereka.
sedangkan mereka hanya tampak sedikit kesal pada Stevani yang selalu saja sibuk.
Stevani melajukan motornya menuju kediaman nya,ia tak ingin keluarganya merasa cemas jika ia tidak pulang tepat waktu.
Jam sudah menunjukkan pukul 15:15,dimana ia sudah telat 15 menit lamanya. Ia mempercepat laju motornya dan sampai akhirnya ia pun sampai.
Stevani sempat bingung,dimana dirumahnya sudah Adah mobil perari hitam parkir didepan rumahnya dan suara orang yang cukup asing bagi dirinya sedang tertawa.
Stevani pun perlahan masuk dan melihat siapa yang membuat sang mama tertawa cukup bahagia.
" Nak kamu sudah pulang? Cepat tukar baju sana!" Ucap Maya saat melihat Stevani yang baru datang.
"Eh iya ma! Ini baru pulang sekolah" Bohongnya.
"Baiklah tukar bajumu sekarang,habis itu turun kebawah lagi ya!" Seru Maya dan Stevani hanya mengangguk saja.
Stevani langsung berjalan pergi ke kamarnya. Ia langsung menukar bajunya tanpa berniat membersihkan muka terlebih dahulu.
__ADS_1
Cukup lama ia berada didalam,ia pun akhirnya keluar dengan memakai suiter boneka dan celana pendek jens.
"Apa kamu sudah makan sayang" Tanya Maya
"Belum ma! Kenapa emangnya ?" Bingung Stevani.
"Yaudah kamu pergi bersama Ikhwanul untuk makan ya" Ujar Maya yang langsung meninggalkan Stevani dan Ikhwanul.
Stevani tampak kikuk setelah kepergian Maya,ia pun berusaha tersenyum namun terpaksa.
"Itu kak! Sekarang perginya " Ucap kikuk Stevani.
"Iya,dan kalo bisa panggil aku dengan kak ikhwa biar akrab" Ucap Ikhwanul.
"Hmmm...baiklah" Jawab Stevani " Sebentar aku ambil tas dulu" Ucap Stevani.
"Baiklah" Jawabnya dan Stevani pun langsung berlari pergi menuju kamarnya.
Setelah Stevani mengambil tasnya,ia pun langsung berjalan seiringan dengan Ikhwanul.
Ikhwanul pun melajukan mobilnya keluar dari per-karangan rumah Stevani. Terlihat Stevani tak tau arah tujuan Ikhwanul tapi ia tetap tenang dan bersikap normal.
"Apa pendapatmu,tentang cafe Oscar" Tanya Ikhwanul.
"Baiklah,kita akan kesana" Ucap Ikhwanul.
"Tapi aku tak berniat kesana" Ujar Stevani.
"Terus tempat mana yang cocok untuk makan" Tanya bingung.
"Baiklah, hmmm... Jika aku ingin makan di tepi jalan apa kau mau" Ucap Stevani dengan mata yang menelisik wajah tampan Ikhwanul.
"Hmmm... Aku akan mengikuti perkataan mu" Jawabnya.
"Baiklah tuan muda cuo" Ucap Stevani.
Ikhwanul pun melajukan mobilnya sedikit lebih cepat dan akhirnya dimana tempat yang diinginkan Stevani ia kunjungi yaitu rumah makan nasi Padang pinggir jalan.
"Apa ini yang kau bilang?" Ucap Ikhwanul.
"Ya, makanannya tidak seburuk yang kau kira" Ucap Stevani menjawab.
__ADS_1
Mereka berdua pun memesan makanan,yaitu rendang,gule ikan,dan kari ayam. Mereka cukup menunggu di meja yang dekat dengan sudut sebelah kanan atas sehingga mereka lebih mudah untuk menjangkau akses parkiran.
Tak jauh dari sana,seorang pria dengan muka musam menatap dengan sangat tajam kearah Stevani dan teman prianya. Dia pun langsung menghampiri Stevani dengan perubahan wajah secepat membalikkan telapak tangan
"Hay! Kenapa ada disini" Sapa nya.
"Ini tempat umum tuan, seharusnya anda tau" Ucap Ikhwanul dengan wajah yang sedikit suram.
Terlihat kedua nya saling bertatapan dengan tajam seakan menegakkan bendera peperangan.
"Kamu juga disini Dim,yaudah duduk sini bareng kita berdua" Ajak Stevani.
Seketika itu Dimas dengan wajah penuh kemenangan tersenyum tipis pada Ikhwanul,ntah sejak kapan mereka bermusuhan tapi saat ini mereka menyimpan sedikit benci.
"Cobalah makan ini, makanannya Persis seperti buatan ibuku" Ucap Ikhwanul memberikan satu potong rendang.
"Oh makasih tuan!" Ucapnya menerima dengan cukup senang.
Sebenarnya Stevani memang sengaja membawa Ikhwanul kesini agar Dimas yang selalu langganan disini melihatnya dan bisa membantunya agar tidak canggung jika makan berduaan.
"Permisi tuan! Apa ini pesanan anda benarkah" Ucap seorang pelayan rumah makan.
"Ya makasih, letakkan saja disini" Ucap Dimas memberi arahan dan pelayan itu pun hanya mengangguk saja.
Dimas pun menerima satu persatu makanan yang diberikan oleh pelayan itu menggunakan nampan.
"Apa kamu mau ini,ini sayur lodeh padang! enak loh! " Ucap Dimas menunjukkan makanan nya.
"Benarkah!" Ucap Stevani
Dimas pun memasukkan nya sedikit kedalam piring Stevani,Dia tersenyum lembut namun dibalik senyum nya itu terdapat wajah yang cemburu mengembara dihatinya karena saat ini Ikhwanul beberapa kali memegang tangan Stevani dan berpura-pura bertanya sesuatu.
"Apakah kamu masih pelajar" Tanya Ikhwanul dengan menuangkan segelas air kepala Stevani.
"Iya! Dan aku juga seumuran dengan Stevani" Ucap Dimas yang ingin memanasi Ikhwanul.
"Oh iya kah! Tapi bukankah untuk mencari sebuah pasangan itu harus memiliki umur yang lebih muda dari mu" Ucap Ikhwanul dengan menyerang secara langsung.
"Sepertinya anda salah tafsir! Saya hanya berteman dengan Stevani dan jika anda berpikir saya mencari pasangan anda salah besar tuan" Ucap Dimas yang tak ingin terlihat menyukai Stevani.
" Heh! Bukan itu yang saya pikirkan! Saya hanya berkata sebaiknya mencari pasangan lebih muda saja" Ucap Ikhwanul dengan senyum tipisnya.
__ADS_1
"Oh baiklah, sepertinya aku terlalu berpikir panjang" Ucap Dimas yang tak ingin memperpanjang percakapan.