Setiap Langkahku

Setiap Langkahku
Bab 55: Mengurus perusahaan


__ADS_3

...🍒Reading books🍒...


Di pagi hari yang cerah, Stevani sudah siap dengan baju rapi kantoran. Perusahaan yang baru ia bangun, saat ini cukup membutuhkannya.


Ia berjalan dengan santai menuju ruang makan, disana sudah menunggu Elang dan Maya.


"Good morning dad and mom, how are you all?" Tanya Stevani dengan bahasa Inggrisnya.


"Morning too girl, papa is very healthy and happy now!" Jawab Elang.


"Morning juga sayang, apa kamu mau ke kantor?" Tanya Maya saat melihat baju rapi sang anak.


"Iya ma! Mama mau ikut gak?" Jawab Stevani dengan menawarkan Maya agar ikut dengannya.


Maya sempat diam memikirkan sesuatu," Mama pengen! Tapi... nanti mama dan bunda Eva janjian untuk ngurus toko kue hari ini!" Ucap Maya dengan muka memelas.


"Oh gak papa kok ma, lain kali mama bisa pergi kok!" Ucap Stevani dengan tersenyum lembut.


Maya hanya mengangguk dan mulai menyiapkan makanan di piring suami dan anaknya. Mereka bertiga pun menikmati nasi goreng dan susu hangat dipagi hari sebagai pengganjal perut.




Setelah selesai sarapan, Stevani dan Elang pamit dengan Maya.



"Apa kamu baik-baik saja dirumah, sepertinya aku akan malam untuk pulang!" Elang mengkhawatirkan istrinya itu.



Elang cukup posesif dengan keselamatan istrinya itu, ia sangat mencintai Istrinya meski ia orang yang pernah di nobatkan sebagai playboy sejuta pesona, namun hatinya sudah jatuh ke wanita dihadapannya itu.



"Kamu tenang saja, disini aku hanya ada para pekerja apalagi lagi akan mengurus toko bersama eva!" Ucap Maya meyakinkan hati suaminya itu.



"Aku akan mengirimkan bodyguard untuk mama, oke!" Ucap Stevani yang juga ikut tak tenang.



"Oh tidak sayang, itu terlalu berlebihan! Mama tidak akan mengalami hal sesuatu kok!" Ucap Maya menolak.



Anak dan suaminya itu sangatlah posesif, sungguh sulit berinteraksi jika dalam pengawasan keduanya.



"Baiklah, biar mama Stevani saja yang nganterin!" Tawar Stevani.



"Kamu pergi lah ke kantor sayang, mama akan pergi dengan pak supir kerumah bunda Eva!" Tolak Maya.



"Baiklah, Stevani izin untuk pergi!" Ucap Stevani dengan menyalami tangan Maya.



Maya pun segera menyalami tangan suaminya itu dan melambaikan tangannya saat mobil anak dan suaminya itu akan pergi meninggalkan pelantaran rumah.


__ADS_1


Setelah kedua mobil keluar, Maya pun kembali masuk untuk membereskan semua sisa makan tadi.



¶¶¶¶¶¶¶



Kini Stevani berada di mobilnya, hari yang masih pagi membuatnya mengendarai mobil dengan santai. Ia ingin menikmati suasana pagi hari yang cukup cerah.



Namun pandangan beralih pada seseorang yang kini sedang bermesraan dengan seorang pria tua dan itu mampu membuat dirinya geli.



"Apa aku salah lihat, bukankah itu Syifa! Sungguh kacau kehidupannya!" Gumam Stevani yang terus menatap kearah Syifa yang bermesraan dengan seorang pria tua.



*Tinnn....tinnn*



Stevani pun tersadar bahwa saat ini ia masih berada di tepi jalan dan menghalangi beberapa mobil yang lewat.



Mobil kembali melaju dijalan raya, Stevani mempercepat kecepatan mobilnya agar sampai di perusahaan nya itu.



Tak berselang lama.



Kini mobil Stevani sudah memasuki parkiran mobil perusahaan, dengan langkah gontai ia berjalan menuju pintu perusahaan.




"Selamat datang buk Stevani!" Sapa mereka semua saat Stevani melangkah kan kaki memasuki perusahaan.



Stevani hanya tersenyum ramah, ia sedikit tak nyaman dengan penyambutan ini tapi ia harus membiasakan hal ini mulai sekarang.



Salah seorang wanita dengan jalan elegan menghampiri nya dengan senyum yang terus melekat diwajahnya.



"Selamat datang buk, disini saya sebagai asisten pribadi anda!" Ucap wanita itu.



"Tunjukkan tempat ruangan ku Resa!" Ucap Stevani dengan wajah datarnya.



wanita yang lebih tua dari nya itu pun membawanya menggunakan lift untuk naik ke lantai atas. Disepanjang perjalanan tak ada pembicaraan, diantara keduanya masih tetap menggunakan wajah yang datar.



Kini mereka sampai disebuah ruangan yang berada dilantai tertinggi, Stevani langsung duduk di kursi kekuasaannya dengan senyum senangnya.

__ADS_1



"Perusahaan baru di bangun, apakah kita akan mengirimkan beberapa kerja sama ke perusahaan lain?" Tanya Resa sambil mencatat-catat gak jelas.



"Lakukanlah segera, kita mulai dari perusahaan kecil yang baru bangun!" Ucap Stevani menjelaskan.



"Baiklah, apa anda mau dibuatkan sebuah air?" Tanya Resa.



"Tak perlu, beri aku berkas yang bisa aku pahami!" Ucap Stevani.



Resa pun segera berjalan ke rak-rak sebuah berkas, tangannya lihai mencari-cari sesuatu, hingga beberapa saat akhirnya resa menarik satu berkas dan berjalan kembali ke arah Stevani.



"Ini buk, silakan anda baca dan pahami!" Ucap resa memberikan satu map.



Stevani mengambil map itu, perlahan ia buka dan membacanya.



"Baiklah sekarang saya keluar dulu, jika ada keperluan hubungan saya!" Ucap Resa dan Stevani hanya mengangguk.



Meski perbedaan jarak antara resa dan Stevani cukup jauh, namun Resa harus tetap profesional dalam pekerjaan ini.



Stevani yang ada di dalam ruangannya itu terus membaca dan memahami berkas yang ada ditangannya.



"Sepertinya nih berkas bermasalah, selain tulisannya yang di kamuflase tapi ini tidak ada benar, terlalu terlihat..." Ucap Stevani dengan menatap kearah berkas itu.



Berkas itu pun Stevani letakkan ditepi mejanya, ia duduk termenung memikirkan agar perusahaan kecilnya ini bisa dikenal oleh semua orang.



"Sepertinya memang harus bekerjasama dengan perusahaan sederajat deh!" Gumamnya lagi.



Stevani pun langsung menelpon resa dengan telpon kantor. "Siapkan beberapa berkas untuk kita berkerja sama dengan perusahaan kecil!" Ucap Stevani dari telepon nya.



"Perusahaan seperti apa yang anda inginkan bu?" Tanya Resa.



"Cari lima perusahaan yang mudah untuk kita berkerja, lalu perlihatkan lah dengan ku!" Ucap Stevani menjelaskan.



"Siap, akan segera saya urus!" Ucap Resa.

__ADS_1



Stevani pun langsung mematikan sambungan telepon nya itu, ia pun men-scroll halaman berita di ponselnya, ia juga harus ikut membantu di sini agar perusahaannya menjadi besar.


__ADS_2