
...🍒 Reading books 🍒...
Dew dengan senyum miringnya menatap pada Stevani, ntah apa yang ia pikirkan namun dapat dilihat Dew cukup tertarik dengan pesona Stevani.
"Ternyata anda masih muda, berapa umur anda nona?" Tanya Dew dengan langsung duduk berhadapan dengan Stevani.
"Saya berumur 18 Tahun dan baru lulus!" Ujar Stevani tanpa mengatakan bahwa ia sudah melakukan S2 nya.
"Wah!! Bukankah Anda hebat, apa aku harus memujimu?" Goda Dew dengan tertawa kecil namun kembali serius.
"Terserah anda, namun saya masih berharap anda dapat melihat kontrak ini lebih dulu!" Ujar Stevani yang masih melakukan tujuan utamanya kali ini.
"Hhhh...saya sampai lupa, baiklah biar saya lihat!" Dew mengambil kontrak itu dari tangan Stevani, ia membaca kontrak itu dengan teliti sambil mendengar Stevani yang menjelaskan setiap point penting disetiap kontrak.
Dew menatap Stevani yang masih sibuk menjelaskan point isi dasar kontrak sambil dengan senyum manis yang tak pernah diperlihatkan oleh Dew.
"Baiklah, bagaimana menurut anda? Bukankah anda sudah mempelajari ini dengan baik!" Ujar Stevani menunjuk kearah map kontrak.
"Nona yang begitu semangat bagaimana aku tidak menyetujuinya, namun hal itu tidak semudah itu! Saya bawa ini dulu dan nona pergilah ke perusahaan besok pagi!" Ujar Dew yang langsung bangkit dari duduknya.
"Baiklah, semoga kita dapat kerja sama tuan!" Ucap Stevani menjulurkan tangannya dan Dew juga menerimanya.
Sekretaris Dew hanya dapat melihat dengan mata yang begitu panik, dimana biasanya tuanya itu akan marah atau melakukan hal berbahaya karena bersentuhan dengan seorang wanita, apa tuanya itu sudah sembuh?
"Saya pergi dulu, masih ada urusan yang harus ditangani dan semoga anda mengerti nona!" Ujar Dew yang sekali lagi dengan nada menggodanya.
Stevani sempat terpesona, namun ia langsung sadar "Ah iya itu, silakan tuan Dew!" Gugup nya dan langsung mengambil kontrak dan memberikannya pada Dew.
"Makasih!"
__ADS_1
Dew pun pergi bersama sekretaris nya pergi meninggalkan Stevani dan juga Resa. Disini kedua gadis itu termenung, namun tak lama mereka pun sadar.
"Apa nona mau langsung kembali ke kantor?" Tanya Resa yang sudah sadar lebih dahulu.
"Ya, segera hubungi mereka untuk mempersiapkan meeting, karena meeting di percepat!" Ujar Stevani yang langsung beranjak berjalan lebih dahulu dari Resa.
"Baiklah, akan saya hubungi!" Ucap Resa yang mengikuti langkah Stevani yang cepat keluar restoran.
Mereka berdua pun langsung masuk kedalam mobil yang sudah menunggu di depan pintu restoran, setelah itu mobil pun berjalan meninggalkan lokasi.
Stevani perlahan memejamkan matanya, menenangkan otaknya yang dari tadi berkerja keras untuk sebuah kontrak.
"Apa anda perlu musik penenang nona?" Tanya Resa yang terus memperhatikan Stevani.
"Tak perlu!" Jawab Stevani dan Resa pun langsung kembali menatap kedepan.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, jarak antara perusahaan dan restoran cukup jauh sehingga Stevani dapat memejamkan dan menidurkan pikirannya.
Di sekolah dua samudera tepatnya pukul 10:30 Wib, kini Husna duduk dengan wajah yang masam. Gadis itu memakan bakso seakan bermusuhan dengan bakso itu.
"Hay kak!" Sapa seorang gadis dan itu bernama Suci.
"Hmmm..." Husna hanya berdehem, ia males untuk meladeni orang lain saat ini.
"Kakak temannya kak Stevani bukan?" Tanya Suci dengan wajah polosnya.
"Kenapa?" Bukannya menjawab, Husna malah melontarkan satu pertanyaan pada Suci.
"Nggak ada, aku cuman nanya saja!" Ucapnya yang lesu.
__ADS_1
"katakanlah yang sebenarnya kalau tidak pergilah dari sini!" Ketus Husna yang memang memiliki mood yang kacau.
"Eh nggak, sebenarnya aku menemukan ini saat kak Stevani siap tukar baju, namun aku belum sempat memberikannya sampai ia pergi dari sekolah ini!" Ujar suci dengan muka sedihnya.
"Padahal bukankah kau bisa langsung memberikannya, padahal kau sering berjumpa dengannya!" Ucap Husna dengan tatapan tajamnya.
Itu adalah sebuah kalung liontin, dimana kalung itu terdapat sebuah foto yang cukup akrab oleh suci, namun hal itu tidak mungkin berada pada Stevani, sehingga ia ingin sekali bertemu dengan Stevani.
"Itu....apa kakak tau dimana keberadaan kak Stevani?" Tanyanya yang bingung harus berkata apa.
"Hmmm...kamu tau berita sebulan yang lalu!" Ujar Husna.
"Kak Stevani sudah tamat? Tapikan ia masih seumuran kakak, bagaimana dia menyelesaikan tugas nya!" Ujar Suci yang bingung memikirkan cerita teman-teman.
"Betul sekali, sekarang dia berada di perusahaan MNCTV!" Jelas Husna pada Suci.
"Baiklah, makasih kak!" Suci langsung bangkit dari duduknya meninggalkan Husna yang menatap bingung kearah suci.
Ditempat yang tak jauh, Aldo dan Dimas saling pandangan dengan tatapan yang sulit diartikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dew yang habis ketemu dengan Stevani selalu terus tersenyum dengan laptop di pangkuannya.
"Anda kenapa tuan?" Bingung sekretaris nya.
"Cari identitas asli dari nona Stevani Vigo dari terkecil sampai terbesar!" Ucap Dew dengan senyum yang sangat manis namun tatapan tajam berarah pada Vigo.
"Apa anda tertarik dengan nona cantik itu!" Goda Vigo.
__ADS_1
"Apa kau juga harus mengurus urusan pribadiku Vigo!" Sarkas Dew dengan mata yang tajam
"Baik tuan!" Ucap Vigo dan kembali fokus dengan jalanan.