Setiap Langkahku

Setiap Langkahku
Bab 32: Dirumah bunda Eva


__ADS_3

...🍒Reading Books 🍒...


Kedua wanita tersebut duduk kanan kiri Stevani,mereka tampak senang saat ini meski Stevani tak melakukan apa-apa.


"Coba rasakan ini sayang" Ucap bunda Eva memberikan sesuap lauk kearah Stevani.


"Kamu juga coba rasakan ini,enak loh" Ucap Maya yang juga menyuapkan makanan ke mulut Stevani.


Kalian tau apa disini yang dibingungkan, apa gunanya porsi nasi yang banyak di depan Stevani namun akhirnya Stevani akan disuapkan makanan.


"Ternyata begini ya jadi anak cewek, disuapin meski ada tu piring berisi banyak makanan didepannya" Ucap seorang laki-laki dengan gaya yang cukup amburadul menatap ketiganya.


"Eh kamu udah pulang nak,sini makan sama bunda" Ucap bunda Eva dengan tersenyum menghampiri sang anak.


"Gabriel udah makan tadi ma,nih teman-teman aku dateng" Ucap Gabriel dengan tingkah manjanya.


Meski penampilannya seperti preman,namun tidak memungkinkan bahwa seorang Gabriel untuk manja dengan bundanya.


"Yaudah,kamu ambil sana sendiri ya! Soalnya para bibi pergi belanja" Ucap bunda Eva mengusap rambut sang anak.


"Iya bunda, Gabriel tukar baju dulu" Ucap Gabriel dan langsung pergi meninggalkan sang bunda menuju kamarnya.


Bunda Eva hanya mengangguk dan langsung pergi kembali ke meja makan melanjutkan acara makan tadi.


"Ayo makan lagi" Ajak bunda Eva.


"Stevani boleh izin ke kamar mandi gak bun" Tanya Stevani.


"Boleh kok sayang,lurus aja terus belok kiri" Ucap bunda Eva menjelaskan.


"Makasih bun" Ucap Stevani.


Stevani langsung pergi meninggalkan mereka berdua,ia pergi menuju kamar mandi ya g telah dijelaskan oleh bunda.


"Ayo kita lanjut kembali" Ajak Maya pada Eva.


Stevani perlahan berjalan,ia sebenarnya tidak ingin kekamar mandi,namun ia hanya menghindari yang namanya pingsang karena kekenyangan.


"Huh...Semoga itu makanan udah dipindah kan" Lega Stevani.


Stevani langsung duduk di closed sambil bermain hp,ia tidak berniat sedikit pun untuk kembali lagi.

__ADS_1


Tok...tok ...


"Hai apa ada orang didalam,bisa keluar sebentar" Teriak dari luar seorang cowok sambil mengetuk pintu kamar mandi dengan cukup keras.


Stevani sedikit terkejut,ia pun langsung segera keluar dari kamar mandi dan melihat siapa yang datang terburu-buru ke toilet.


"Bukankah kamar mandi banyak" Ketus Stevani.


"Tapi kan ini kamar mandi yang masih baik" Kesal cowok itu.


"Ada apa bro" Ucap seseorang dengan suara yang cukup familiar oleh Stevani,Stevani pun berbalik melihat siapa yang datang.


Ternyata itu adalah Bian yang sudah ia ketahui bahwa itu adalah kakak tirinya, berarti jika ada Bian berarti tidak kecil kemungkinan bahwa Dian juga berada disini.


"Geser ah,aku udah kebelet" Ucap cowok itu yang langsung menggeser Stevani dan menutup pintu kamar mandi.


"Ngapain kamu ada disini" Selidik Bian dengan mata yang tajam.


"Bukan urusan kamu" Acuhnya dan berjalan melewati Bian.


"Terlalu naif,merasa dirinya hebat...heh" Ledek Bian dengan senyum remeh nya.


Stevani pun berhenti,ia berbalik menatap kembali Bian yang menganggap dirinya lemah.


Stevani menghampiri kedua wanita dewasa itu yang sedang tertawa ceria dimeja makan.


"Apa sudah siap? Kenapa begitu lama nak? Apa kamu mengalami sakit?" Begitu banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh Maya.


"Vani gak papa,jadi mama enggak usah cemas" Ucap Stevani menenangkan.


"Apa kamu mau lanjut makan sayang" Tanya Eva.


"Maaf Bun,boleh gak kalo Stevani enggak lanjutin" Tanya Stevani yang berusaha agar tak menyakiti hati Eva.


"Enggak apa kok sayang, yaudah kamu kedepan aja bergabung sama yang lain,bunda mama mu mau masak kue loh" Ujar Eva dengan bersemangat.


"Hmmm...Tapi Stevani disini aja deh lihatin bunda dan mama masak" Tolak segan Stevani.


Namun disaat itu Gabriel lewat diruang makan menuju dapur,ia sepertinya akan mengambil makanan untuk teman-teman nya.


"Nak, Kamu ajak ya Stevani kedepan! Masa ia lihatin bunda sama Tante Maya buat kue kan bunda jadi malu kalo dilihatin yang cantik begini" Ucap Eva menggoda Stevani.

__ADS_1


"Apaan sih tan, enggak loh" Malu Stevani.


"Baiklah ma! Yok" Ajak Gabriel pada Stevani.


Dengan terpaksa Stevani mengikuti kemana Gabriel pergi,padahal ia disini berencana tidak ingin terlihat oleh Dian,namun ia diharuskan untuk bertemu kembali.


"Tolong bawain makanan ya" Ucap Gabriel memberikan dua piring cemilan.


Stevani hanya menerimanya saja,ia terus diam tanpa suara. Ia terus mengikuti langkah Gabriel kemana pun berada sampai keruang tengah.


"Eh ini minumannya,gaes" Ucap Gabriel dengan memberikan minuman yang sudah ia buat di ceret kaca.


"Eh makanannya mana" Tanya mereka.


"Tenang,ini ada dibelakang aku" Ucap Gabriel yang langsung memindahkan tubuhnya.


Semua orang menatap Stevani dan disana salah satunya adalah Dian,Bian yang ia kenal selebihnya teman-teman Gabriel yang tak ia kenal.


"Cewek kamu bro" Ucap mereka.


"Kagak,anak temen bunda" Jawab Gabriel.


"Oh yaudah,berarti kita bebas deketin dong" Ucap mereka dengan saling bertos ria.


"Maaf,aku permisi kedepan" Ucap Stevani yang meletakkan piring cemilan dan langsung berjalan meninggalkan mereka.


Saat ini ia berada dalam keadaan canggung,ia merasakan bahwa saat ini seharusnya ia tak masuk kedalam kumpulan mereka.


"Eh mau kemana,ntar bunda dan Tante Maya cariin gimana" Ucap Gabriel menghalangi Stevani.


"Aku cuman diluar doang" Ucap Stevani menunjuk luar.


"Oh oke baiklah" Ucap Gabriel yang membiarkan Stevani pergi.


Stevani pun pergi berjalan keluar,ia memutuskan untuk ke mobilnya dan mengistirahatkan mata dan tubuhnya sebentar sampai sang mama memanggilnya.


Stevani masuk ke mobil nya,ia mengunci dan menghidupkan AC didalamnya. Menghidupkan lampu mobil lalu menutup matanya.


Sedangkan didalam,Dian langsung meminta izin mengangkat panggilan telepon. Ia berjalan keluar melihat kanan kirinya, tak ada satu orang pun disana.


Dian pun berjalan kearah mobil Stevani melihat apakah ada pergerakan didalamnya, beberapa kali Dian mengetok namun tak ada jawaban, Dian semakin memperkuat ketokan kaca dan akhirnya kaca itu sedikit terbuka dan memperlihatkan wanita cantik yang dalam keadaan ngantuk.

__ADS_1


"ada apa,aku ngantuk lain kali aja cari masalah sama aku" Ucap Stevani saat melihat wajah Dian dihadapannya.


Stevani pun kembali membuka kaca itu lebih luas dan menatap dengan lebar Dian dengan mata bulatnya itu.


__ADS_2