Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Rizki Aditia


__ADS_3


Naufal masuk ke kamar Fanni, Ia terkesan dengan kerapihan kamarnya, berbeda dengan kamar Naufal yang sudah tua dan berantakan. Fanni menarik Naufal untuk duduk di kasur nya.


Fanni membuka lemari dan mencari sesuatu, Ia mencari sebuah kotak P3K untuk mengobati luka Naufal. Setelah ketemu, Fanni duduk di samping Naufal, Kemudian Ia melepas satu persatu kancing seragam Naufal.


Naufal menepis tangan Fanni seraya berkata, "Kamu apa-apaan Fan? Ini area pribadi!" Tegasnya dengan pipi yang memerah.


"Ihh kamu, udah buka aja. Mau di obati juga." Kekeh Fanni. "Ini kan kamu terluka, jadi kamu harus di obati. Jangan nolak." Ucapnya.


Akhirnya Naufal sendiri yang melepaskan seragamnya. Fanni terkejut melihat tubuh Naufal yang terlihat sangat atletis. Fanni berbalik dan memegang-megang pipi nya yang terus memerah.


"Fan?" Panggil Naufal.


Akhirnya tanpa basa basi, Fanni langsung mengobati semua luka Naufal termasuk luka di kepalanya. Selesai itu, Naufal dan Fanni terdiam sejenak.


Lalu Naufal memulai pembicaraan, "Fan, kamu emang selalu sendiri? Apa gimana?" Tanya Naufal.


Mulut Fanni melengkung membuat sebuah senyuman seraya menjawab, "Ada kok, 1 orang." Ungkapnya.


"Siapa itu?" Lanjut Naufal


"Rizki Aditia, dia temenku dari kecil. katanya hari ini dia mau mampir ke sini." Sahut Fanni.


"Apa? Rizki?! Aditia?! Ternyata aku punya saingan." Batin Naufal dengan mata melotot dan mengigit bibirnya.


"Ada apa? Mukamu jadi aneh tuh." Canda Fanni.


Naufal berdiri dan memakai seragamnya kembali, "Ya sudah, aku boleh pulang tidak? Temen kamu mau kesini kan?" Ujar Naufal.


Tiba-tiba tangannya dipegang oleh Fanni, "Kamu ngapain pulang? Kamu kan pengawal ku." Timpal Fanni.


Naufal pun kembali duduk di ranjang Fanni, "Fan, aku mau cuci muka. Toilet nya ada dimana?" Tanya Naufal.


Fanni beranjak menuntun Naufal keluar dari kamar nya, Ia memberikan Naufal sebuah handuk dan stelan jas hitam. "Ini, seragam pengawal mu. Kamu berjaga di rumah ku hari ini." Ucapnya sembari tersenyum manis


...~...


Naufal pun pergi ke kamar mandi pengawal yang ada di rumah itu, setelah itu, Ia mengganti seragamnya dengan Stelan pengawal. Saat Ia turun ke lantai dasar, Ia melihat Fanni sedang berbicara dengan seseorang.


Naufal pun mendekati Fanni, ternyata Fanni sedang berbicara dengan anak laki-laki seumuran Naufal. Fanni terlihat senang saat sedang berbicara dengan anak itu terlihat sangat nyaman. Berbeda saat dengannya, Fanni hanya sering menangis melihat Naufal terluka.


Fanni menoleh ke arah Naufal, "Fal, ayo sini." Ajak nya.


Naufal pun mendekati sesuai ajakan Fanni, "Ada apa?" Tanya nya.


Fanni tersenyum dan berkata, "Fal kenalin, ini yang nama Rizki Aditia." Ungkap Fanni. "Dia yang aku bicarakan tadi." Lanjutnya.


"Hai, Aku Rizki Aditia.Teman satu-satunya Fanni." Sapa Rizki dengan senyum yang bersinar-sinar.

__ADS_1


Fanni tertawa dan menepuk-nepuk punggung Rizki, Naufal yang melihat itu hanya terpaku pada sisi Fanni yang belum pernah Ia lihat. Naufal pun tersenyum melihat itu.


"Kalau begitu, saya izin pamit ke ruangan pelatihan, kepala pengawal memanggil saya." Pamit Naufal


Fanni terkejut karena bahasa Naufal menjadi formal, lalu Ia mengiyakan keinginan Naufal. Lalu, Fanni lanjut mengobrol dengan Rizki.


...~...


Di ruang pelatihan, Naufal terduduk sendirian. Sebenarnya, Naufal ingin pulang ke rumahnya. Namun karena Ia harus menjaga Fanni di Rumahnya, Ia jadi tak enak tiba-tiba pergi dari sana.


Tiba-tiba, 6 pengawal menghampiri Naufal. Mereka adalah pengawal yang dikalahkan Naufal saat di Market tempat Fanni bekerja. Salah satu dari mereka menarik kerah baju Naufal.


Pengawal itu menatap Naufal dengan penuh kebencian, Ia masih tak terima perlakuan Naufal saat di Market. Lalu Naufal di lempar ke tengah ruangan itu.


Keenam pengawal itu ingin mengulang pertarungan mereka, mereka menyuruh Naufal untuk berdiri dan melawan mereka.


"Apa gunanya?" Ucap Naufal sembari berdiri, "Kalian tak terima aku kalahkan saat itu? Maaf saja ya, aku kira kalian ini orang jahat." Ungkapnya


Tiba-tiba salah satu pengawal menyerang Naufal, untung saja Naufal ****** mengelak. Lalu Naufal menendang kepala pengawal itu sampai jatuh tersungkur.


"Kalian ini ya, aku kan sudah bilang kalau aku minta maaf." Naufal tersenyum lebar dan berlari, Ia menyerang semua pengawal itu sendirian.


...~...


Sudah lama berbincang-bincang dengan Rizki, Fanni bosan dan mengajak Rizki untuk menemui Naufal. Rizki mengiyakan ajakan Fanni tersebut. Mereka menuju ke ruangan pelatihan.


Saat masuk keruangan itu, mereka berdua terkejut melihat Naufal yang sudah menghabisi 6 pengawal sendirian. Rizki yang melihat itu sedikitnya merasa tertarik untuk melawan Naufal.


Fanni pun mendekat dan berusaha menghentikan perselisihan itu, "Hei! Gak boleh bertarung disini!" Teriak nya, "Kamu lagi Naufal, suka banget berkelahi. Tadi disekolah, sekarang disini. Tau tempat dong." Tegur nya kepada Naufal.


Naufal hanya terdiam, kemudian Ia berkata, "Maaf nona, tapi ini tempat latihan. Lagipula, bukan saya yang memulai masalah ini." Timpal Naufal.


Tiba-tiba, Rizki menyerang Naufal sehingga Ia terpental sampai ke ujung Ruangan. "Jangan bantah tuan mu. Sadarilah posisi mu, Sampah." sindir nya.


...----------------...


...Kalahkan Rizki Aditia...


...Waktu: 10 menit...


...Reward: 70 poin stats...


...----------------...


"Misi lagi? Kalau begitu, tunjukan Status nya." Batin Naufal


...----------------...


...Nama: Rizki Aditia...

__ADS_1


...Tinggi: 176 Cm...


...Kekuatan: A+...


...Ketahanan: B...


...Kecepatan: A...


...Kepintaran: B...


...Potensial: B...


...Bela diri: Jet kune do...


...----------------...


"Statusnya biasa saja ternyata." Batin Naufal. "Baiklah tuan muda, ayo bertarung dengan ku." Tantang Naufal.


Tanpa basa-basi, Rizki langsung menyerang dengan Dragon kick. Beruntungnya, Naufal berhasil menangkap kaki Rizki lalu membantingnya ke sebuah samsak.


Rizki mengayunkan kakinya untuk melepaskan genggaman Naufal. Ia berdiri dan menyerang Naufal dengan membabi-buta. Tetapi, Naufal dapat menghindari semua serangan itu.


Lalu, dengan cepat Naufal menendang-nendang wajah Rizki dengan cepat. Namun, tiba-tiba Rizki menaruh tangannya tepat 1 Cm dari ulu hati Naufal, lalu memukulnya dengan keras keras sehingga terpental menabrak sebuah alat olahraga. Serangan itu disebut One Inch Punch.


Naufal kembali berdiri dan melesat kearah Rizki, Ia memukul Rizki dengan kuat sampai-sampai kepala Rizki terbentuk ke tembok. Tembok itu retak.


Namun, Rizki masih tidak apa-apa. Ia hanya tersenyum dan berkata, "Kita anggap ini seri, Naufal." sembari berjalan keluar dari ruangan itu.


"Apa? Seri? Kalau tidak salah ketahanan nya B, tapi kok masih tidak kenapa-kenapa?" Batin Naufal yang kebingungan


...----------------...


...Misi berhasil...


...Reward: 70 Poin stats...


...----------------...


"Eh? Berhasil?"


Lalu, gadis cantik datang menghampiri nya dengan ekpresi kesal, Gadis itu adalah Fanni. "Kamu kenapa sih? Sekarang teman ku yang kamu hajar." Tegur Fanni


Naufal menatap dingin Fanni seraya berkata, "Bukan aku yang mulai, aku kan sudah bilang kalau mereka yang mulai duluan, termasuk temen kamu itu." Timpal Naufal.


"Tapi kan tetap aja, kam-" Belum selesai Fanni berbicara, Naufal pergi dan menyela perkataan nya.


Naufal pergi seraya berkata, "Ya sudah, Saya pamit pulang, NONA."


Fanni terkejut dan sedikit sakit di hatinya, "Naufal?" Panggilnya dengan nada sedih.

__ADS_1


##Sistem Raja Pecundang##


__ADS_2