Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
7.Kepala Sekolah


__ADS_3


"Yo, Naufal. Lagi sama cewek?"


Rainala muncul dan menyapa mereka berdua.


Fanni terkejut akan kehadiran Rain, dia langsung bersembunyi di belakang Naufal. Fanni terlihat sangat ketakutan, dan tangannya terlihat sangat gemetaran. Rain yang melihat itu sangat heran, Lalu Naufal berbalik dan menenangkan Fanni.


"Fanni, kamu gak apa-apa?" Tanya Naufal dengan cemas


"N-Naufal, Ak-Aku Takut." Lirih Fanni, Ia menatap Naufal dengan mata syok.


"Naufal, aku ganggu ya? Dia terlihat ketakutan." Sela Rain dengan ekspresi khawatir.


"Ah, Rain aku jelaskan nanti aja. Aku mau menenangkan dia dulu." Ucap Naufal yang meminta Rain untuk pergi terlebih dahulu


"Baiklah. Aku pergi dulu ya." Ucap Rain yang langsung pergi ke ruang jurusannya.(Anak Jurusan Akutansi.)


Setelah itu, Naufal segera membawa Fanni ke UKS. Disana, ada seorang guru penjaga UKS yang langsung memberikan pertolongan kepada mereka. Fanni diberi air hangat oleh guru itu, namun, Fanni malah menepis tangan guru itu sehingga gelasnya terjatuh dan pecah


Naufal kebingungan akan hal tersebut, dia berusaha menenangkan Fanni dengan segala cara. Namun, Fanni masih saja syok dan terus menutup telinganya.


"Nak, kayaknya dia menderita Panic Attack." Ucap guru itu sembari membersihkan pecahan gelas tadi.


"Panic Attack? Apa itu?" Tanya Naufal sembari memegang pundak Fanni.


"Panic Attack adalah suatu gejala dimana mendadak muncul ketakutan yang intens atau kecemasan dan gejala fisik, berdasarkan pada ancaman bahaya." Guru itu menjelaskan apa itu Panic Attack.


"Bagaimana cara meredakan nya Bu?" Tanya Naufal dengan cemas.


"Kamu genggam saja tangannya, dan tenangkan dia. Saya akan keluar dulu agar tidak menimbulkan rasa takut." Ucap guru itu yang langsung keluar dari Ruang UKS.


"Genggam tangan nya? Aku? Anjir, malu banget." Batin Naufal, "Tapi, ini demi menenangkan nya." Gumam Naufal, Ia langsung menggenggam tangan Fanni.


"Fanni, kamu dengar aku gak?" Tanya Naufal yang berusaha membuat Fanni sadar


"Tidak, tidak, tidak! Jangan sakiti mataku!" Teriak Fanni dengan ketakutan.


"Apa? Mata?" Batin Naufal, Ia tercengang dengan ucapan Fanni. "FANNI! TENANG, DISINI HANYA ADA AKU!" Bentak Naufal yang langsung membuat Fanni tersadar.


Fanni langsung memeluk Naufal, dan berkata "Naufal, aku takut... Ini alasan ku gak mau ke sekolah" Ucapnya sambil merengek bak anak kecil.

__ADS_1


"Tenang Fanni, disini hanya ada aku. Kamu. jangan takut." Ucap Naufal sembari mengelus-elus kepala Fanni. "Kamu kenapa? Kok sampe kayak gini?" Tanyanya.


"Aku kaget Naufal, orang yang tadi sapa kamu aura nya menakutkan." Ucap Fanni sembari mengeratkan pelukannya.


"Eee, tenang saja. Dia temanku kok, baik orang nya" Ucap Naufal, "Ya walaupun baru ketemu kemarin sih." Batinnya.


"Benarkah? Aku jahat banget, harusnya tadi ga usah takut." Ucap Fanni sembari melepaskan pelukannya, lalu berdiri


"Udah tenang? Kalau gitu ayo masuk kelas." Ajak Naufal


"Heem, ayo." Ucap Fanni sembari memberi Naufal senyuman yang manis.


"Oh malaikat, apakah engkau menjelma menjadi manusia secantik ini." Batin Naufal yang suka akan senyuman Fanni, "Ayo. Tapi Fanni, kalau ada sesuatu, cerita sama aku, dan kalau ada yang gangguin di kelas bilang juga ke aku." Tegas Naufal.


"Heem, iya." Ucap Fanni.


Mereka berdua pun keluar dari UKS, dan langsung menuju Ruangannya.


...~...


Sesampainya di depan Ruangan, Fanni sedikit ragu untuk masuk, Ia mau kembali ke ruangan UKS. Tetapi, Naufal memegang tangan Fanni, dan berkata "Jangan khawatir, ayo kita masuk. Tidak akan ada yang berani mengganggumu." Kata Naufal sembari tersenyum kepada Fanni.


Mereka berdua pun masuk, berbeda dengan pandangan nya, Fanni merasa lega karena tidak ada ember penuh batu yang menanti mereka. Yang Fanni lihat hanya para murid kebingungan.


"Eh? Bawa pacar?" Batin Naufal dengan kebingungan. Ternyata, Naufal dan Fanni dari tadi belum melepaskan genggaman tangannya. Naufal tersipu malu dan segera pergi menunjukkan tempat duduk Fanni yang 2 hari tidak di tempati.


Seorang guru pun masuk, dan langsung mengajar.


...~...


Istirahat pun tiba, Naufal menghampiri Fanni yang sedang dikerumuni murid perempuan. Mereka berkenalan dengan Fanni, mereka juga bertanya-tanya kenapa Fanni tidak masuk sekolah 2 hari yang lalu.


"Fanni?" Sapa Naufal.


"Eh iya, Nauf-" Belum sempat menyapa balik, sapaan Fanni terpotong oleh 1 murid perempuan.


"Eh Fanni, main sama kita aja. Jangan sama Naufal dulu, masa kita deket sama lelaki. Nanti dikira pacaran loh." Ucap murid itu.


"Tapi..." Sela Fanni.


"Gak apa-apa kok Fanni, kamu juga perlu kenalan sama yang lain. Aku pergi keluar dulu ya." Ucap Naufal

__ADS_1


Fanni mengiyakan ucapan Naufal, Naufal pun pergi untuk bertemu dengan Rainala. Setelah bertemu, Naufal langsung menjelaskan apa yang terjadi kemarin dan pagi tadi.


Rainala terkesan, Ia terkesan karena Naufal dapat kenalan perempuan, dan mendapatkan pekerjaan yang lumayan upahnya. Tiba-tiba, saat sedang mengobrol, Kepala Sekolah lewat di depan mereka. Kepala Sekolah pun menyapa mereka.


"Eh? Naufal? Kamu sekolah disini?" Tanya Kepala Sekolah yang bernama Parfait Raditya.


Naufal hanya terpaku dan melihat Parfait dengan tatapan tajam. Tangan nya mengepal keras dan bersiap untuk memukul.


"Eh Naufal, itu kepala sekolah loh, kok kamu menatapnya kayak gitu?" Bisik Rain.


"Ah? Naufal? Kamu kenapa? Oh iya, Vinka gimana kabar nya?" Tanya Parfait.


Tanpa menjawab pertanyaan itu, Naufal langsung pergi dari sana tanpa sepatah katapun. Rain yang melihat itu kebingungan dan langsung meminta maaf kepada Parfait.


"Kamu namanya Rainala kan? Bilang ke Naufal, Pulang sekolah kita mampir ke restoran di belakang sekolah." Ajak Parfait.


Rainala mengiyakan ajakan tersebut, lalu menyusul Naufal. Rain menuju ke belakang sekolah, Ia langsung terkejut karena melihat Naufal memukul-mukul tembok sampai retak dan membuat tangannya berdarah.


"Aku benci dia!" Teriak Naufal.


TRIIINNGG!! TRINNG!!


Bel pelajaran pun berbunyi, Mereka berdua pun masuk ke ruang jurusan masing-masing. Naufal ke kelas dengan tangan yang sudah dibalut perban.


...~...


Akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi, semua murid langsung pulang. Kecuali Rain yang mengajak Naufal dan Fanni ke restoran di belakang sekolah. (Fanni sudah meminta maaf atas ke salah pahaman yang terjadi pagi tadi.)


"Ayo, kau harus ikut. Soalnya dia mengajak mu."


"Arrrghh! Baiklah!"


Mereka bertiga langsung pergi ke restoran tersebut. Di perjalanan, Fanni bertanya kepada Naufal, apa yang terjadi dengan tangannya. Naufal beralasan kalau dirinya terjatuh saat istirahat tadi. Fanni mengiyakan alasan Naufal dan tidak curiga sama sekali.


Sesampainya di restoran, sudah ada Parfait yang menunggu. Mereka semua langsung duduk di kursi yang di sediakan. Akhirnya, mereka semua berbincang-bincang disana, terkecuali Naufal yang hanya diam.


"Fanni, tunggu disini. Aku mau keluar sebentar." Ucap Naufal kepada Fanni


"Iya!" Jawab Fanni dengan riang karena Ia sangat senang dengan kepribadian Parfait yang sangat hangat dan ramah.


Setelah Naufal keluar, Ekspresi Parfait langsung menjadi serius. Lalu, Ia berkata

__ADS_1


"Sebenarnya, Saya adalah mantan suami kakaknya Naufal."


__ADS_2