
Namun, Dani mengelak dan langsung menendangnya sampai terpental jauh kebelakang. Dani menatap tajam berandalan itu, ia menghampiri preman itu seraya berkata, "Aku gak lemah seperti dulu, kau lah sekarang yang lemah bagiku." Katanya.
Karena tak mau membuat masalah, Dani langsung pergi ke kelasnya. Di perjalanan, Dani mengingat-ingat masa lalunya bersama Alisa, "Huh, kupikir hidupku akan terjamin jika bersamanya, ternyata tidak." Ucap Dani dengan wajah kesal.
...~...
Kembali ke masa lalu, saat itu Dani dan Alisa sedang bermain berdua. Tidak ada yang menganggu mereka berdua, terlihat Dani sangat bahagia saat itu.
"Gak nyangka nya. Kita di jodohkan oleh orang tua kita," Ucap Dani dengan ekpresi bahagia.
Dani berdiri "aku yakin, aku bakal jadi lelaki terbaik buat kamu. Sekarang aku gak mau jadi lemah lagi." Lanjut Dani.
"Hahaha... Bisa aja kamu Dan." Sahut Alisa.
Saat sedang asik mengobrol, mereka berdua di jemput oleh ayahnya masing-masing. Alisa memberi kecupan selamat 0pppppppppppppp kepada Dani, "Dani, besok kita ketemu disekolah ya!" Ajak Alisa dengan semangat. Alisa dan ayahnya pun pulang begitupun Dani dengan ayahnya.
Besoknya disekolah, Saat Dani dan Alisa sedang bermain bersama disana. Tiba-tiba ada seorang siswa SMP bersama tiga perundung kemarin mendatangi mereka.
Dani yang melihat itu, langsung ingin kabur dari sana, ia berlari meninggalkan Alisa sendiri, namun ia dikejar dan dibawa kembali kesana.
Alisa dan Dani langsung dikelilingi oleh mereka, sisw SMP itu menanyakan beberapa pertanyaan kepada mereka.
"Woi, siapa dari kalian yang memukul tiga anak buah ku?" Tanya siswa SMP dengan wajah garang.
Dani yang melihat wajah siswa itu langsung ketakutan, ia tak berani menatap siswa itu. Namun, berbeda dengan Dani, Alisa menatap balik anak siswa itu dengan wajah kesal, "Aku orang nya. Emang kenapa?" Ucap Alisa
Tiba-tiba Alisa di jambak dan dihempaskan oleh anak itu, ia langsung menghampiri Dani, "apaan nih bocah? Kok malah ketakutan gini, gak kayak bocah cewek itu." Ucap anak SMP itu.
Namun, dari belakang ia di pukul oleh Alisa menggunakan sebuah balok kayu kebelakang kepalanya. Anak itu kesakitan, namun ia berbalik dan menjambak Alisa.
__ADS_1
Alisa berusaha melawan tapi itu sia-sia, ia terus di tampar berkali-kali sampai wajahnya memerah, hidungnya mengeluarkan darah. Namun, itu tak membuat Alisa takut sedikitpun, ia malah menendang kaki anak itu lalu mencoba membantingnya.
Namun hal yang tak terduga terjadi, Alisa tak bisa mengangkat anak itu karena perbedaan berat badan yang sangat jauh. "Judo ya? Cewek gak udah belajar bela diri, nanti takut nangis. Haha." Ucap anak itu yang langsung membanting Alisa ke tanah dengan keras.
Alisa langsung kesakitan, Dani yang melihat itu hanya bisa ketakutan tanpa ada rasa ingin membalas. Sebenarnya ia ingin membantu Alisa, tapi ia takut akan di pukuli. Tapi tiba-tiba, seorang anak datang dan menendang ketiga perundung yang dari tadi hanya diam saja.
Anak itu berbalik dan langsung menatap Dani, penampilan anak itu sedikit aneh, ia terlihat mempunyai kornea mata yang berwarna putih dan sklera nya berwarna ungu cerah.
Anak itu memiringkan mulut pertanda ia menganggap remeh Dani. Setelah itu, anak SMP tadi mencoba memukul anak dengan mata ungu tadi, saat pukulan sudah hampir dekat sekitar 4 Cm, anak itu menghindar dan menyerang balik.
Anak SMP yang terkena serangan itu langsung tersungkur jatuh tak sadarkan diri, Dani yang melihat itu langsung terkesan dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak itu. Saat Dani ingin berbicara dengannya, anak itu langsung pergi.
Melihat itu, Dani sedikit kecewa karena ia tak bisa mendapatkan pelindung yang lebih kuat daripada Alisa. Tiba-tiba, Dani terkaget dengan kemunculan Alisa di sampingnya. Alisa terlihat sangat lemas karena di pukuli tadi.
"Al, kamu gak apa-apa?" Tanya Dani dengan ekpresi khawatir.
"Aku gak apa-apa." Jawab Alisa dengan nada kecil, "Dani, kayaknya aku gak bisa menjga kamu terus-menerus." Lanjutnya.
"Bukan begitu, tapi kamu harus belajar buat jagain diri sendiri. Jangan ngandelin orang lain." Tegas Alisa dengan wajah yang memar. Alisa langsung pergi meninggalkan Dani sendirian disana.
Dani menangis, ia berdiri, "Alisa!! Kembali, aku masuk butuh kamu!!" Teriak Dani memanggil Alisa yang sudah pergi menjauh, "dia sudah ninggalin aku, sekarang aku dijagain sama siapa?" Rengek Dani.
Singkat cerita, Dani sudah pulang ke rumahnya. Dani pulang ke rumahnya sembari menangis terisak-isak, pembantu di rumahnya langsung menghampiri Dani dan menenangkan nya.
"Tuan muda?! Kenapa anda menangis?" Tanya pembantu itu sembari memeluk Dani.
"Alisa buk, dia menjauh dariku! Huaaa." Rengek Dani dengan ingus melambai di lubang hidungnya.
"Hush, udah jangan nangis tuan muda, emang tadi ada apa disekolah?" Tanya pembantu itu sembari mengelap ingus Dani.
"Tadi disekolah ada anak SMP sama orang yang suka bully aku mengganggu kami, dia mau balas dendam karena temennya dipukulin sama Alisa. Alisa melawan anak itu, tapi dia dipukuli sampai berdarah-darah," jelas Dani.
__ADS_1
"Ya ampun, sampai berdarah-darah? Neng Alisa nya gak kenapa-kenapa kan?" Tanya pembantu itu dengan wajah cemas.
"Dengerin dulu buk. Saat aku akan di pukul, tiba-tiba ada anak lain yang membantu kami. Anak itu mengalahkan mereka semua dengan sekejap, tapi saat aku mau berterimakasih dia langsung pergi." Lanjut Dani.
"Oh syukurlah, untung ada yang bantuin kalian. Tapi apa yang membuat Neng Alisa menjauh dari tuan?" Tanya Pembantu itu.
"Alisa bilang, kalo aku harus belajar menjaga diriku sendiri. Katanya, dia gak akan melindungi aku lagi. Aku harus gimana dong? Aku kan gak bisa bela diri." Sahut Dani dengan wajah sedih.
Pembantu itu sedikit tertawa dengan apa yang di ceritakan oleh Dani, ia pun menyuruh Dani untuk segera mandi karena baju nya kotor.
Besoknya, Dani berangkat sekolah, ia biasanya berangkat dengan Alisa berdua, namun saat ini ia tak berangkat dengannya. Saat di sekolah, Dani mencari-cari untuk berbicara dengannya. Namun, Alisa selalu menjauhi nya.
Dani yang melihat itu, langsung merasa sakit hati. Dani tak menyangka bahwa kejadian kemarin akan menjauhkan mereka berdua, tapi dalam lubuk hatinya, Dani cemas karena ia tidak akan dilindungi oleh siapapun. Mulai dari saat itu, Dani tidak pernah di jaga oleh siapapun.
Seiring waktu berjalan, Dani tumbuh sendirian tanpa teman. Pernah sekali saat ia masih SMP, ia hampir di pukuli oleh berandalan di sekolahnya. Namun, Alisa datang dan menyuruh berandalan itu untuk pergi meninggalkan Dani.
"Hai Al, lihat siapa ini. Aku menemukan sasaran yang cocok untuk di bully." Ucap seorang berandalan disana sembari menunjuk-nunjuk Dani.
"Hmm? Dia? Biarkan saja," ucap Alisa sembari menghampiri Dani, "kau ngapain disini? Orang lemah seperti mu gak cocok di jadiin babu oleh kami." Tegas Alisa yang langsung menyuruh Dani untuk pergi.
Dani yang mendengar itu langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata apapun, ia pergi dengan mata yang dibanjiri oleh air mata. Ternyata, Alisa tumbuh menjadi gadis nakal yang sering bersama dengan preman di sekolahnya. Setidaknya, ia seperti itu di pandangan Dani.
...~...
Kembali ke masa sekarang, Dani masih berjalan ke kelasnya, "sudah berapa lama aku berjalan?" Lirih Dani.
Akhirnya, Dani sudah sampai di kelasnya. Dani adalah siswa jurusan multimedia. Di kelasnya, ia melihat Alisa yang sedang mengobrol dengan teman-temannya. Disisi lain, ia juga melihat gadis selama ini ia kagumi. Namanya adalah Putri Cahyani.
*PLAAKKK
Dani di pukul oleh seseorang dari belakang, "hei anak culun, sekarang udah lumayan tinggi ya?" Ucap anak itu. Anak itu adalah Alisa.
__ADS_1
...##Sistem Raja Pecundang##...