
"Ini, gaji pertama ku." Ucap Naufal.
Semua orang terkejut dengan uang itu, apalagi Ayah Naufal yang syok mengira anaknya mencuri.
"Nak! Ini kamu dapat uang dari mana?!" Tanya Ibu Naufal dengan ekspresi was-was.
"Dek, kamu walaupun gak punya uang, kamu gak boleh mencuri!" Tegur Vinka (Kakak Naufal).
"Nak, ayah gak pengen kamu jadi orang yang salah nak. Ngomong-ngomong isinya ada berapa?" Ucap Ayah Naufal dengan nada kecil karena syok
"Kak, beliin adek Hp yak? Soalnya itu uang keknya banyak banget." Ucap Dania (Adik Naufal.)
"Ih apaan sih kalian! Aku kan bilang ini gaji pertama ku!" Tegas Naufal. "Nominal uang nya ada 20 juta rupiah. Aku mau ngasih loh, malah di tuduh yang nggak-nggak." Lanjut Naufal dengan ekspresi cemberut.
"Gaji pertama? Emang kamu kerja apa dek?" Tanya Vinka.
"Aku disuruh jadi pengawal seorang putri konglomerat. Kebetulan, dia sekelas denganku." Naufal menjelaskan pekerjaaan nya.
"Oh gitu ya, maaf nak Ayah nuduh kamu yang nggak-nggak." Ucap Ayah Naufal.
"Ini uangnya buat Ibu, Ibu simpen buat bayar hutang. Bosen aku liat penagih." Ucap Naufal sembari mengepalkan tangan Ibunya dengan uang. "Aku mau tidur dulu, capek habis olahraga" Lanjutnya
"Ini gak apa-apa nak? Ini kan uang kamu." Tanya Ibu Naufal.
"Gak apa-apa Bu, lagian itu cuman DP-nya aja. Aku mau tidur dulu ya?" Jawab Naufal yang menuju ke kamar nya.
"Nak, kalo habis olahraga mandi dulu." Tegas Ibu Naufal.
Naufal pun bergegas pergi ke kamar mandi. Selesai mandi, ia memperhatikan tubuhnya di cermin. Tubuh nya terasa berbeda dengan yang kemarin-kemarin, tubuh Naufal terasa lebih atletis, dan tinggi.
Naufal pun pergi ke kamar nya, Ia langsung tertidur di ranjang. Tiba-tiba, Ia terbangun di sebuah ruangan yang penuh dengan kode binary. Naufal kebingungan, Ia berjalan kesana kemari, dan menyentuh kode-kode itu.
"SELAMAT DATANG PLAYER 1!!" Terdengar suara teriakan keras yang membuat Naufal kesakitan.
"Suara apa ini?! Telinga ku sakit!" Batin Naufal.
Tiba-tiba, muncul sebuah cahaya berbentuk seperti manusia. Dia adalah The Creator, dia menghampiri Naufal di mimpi nya untuk memberi apresiasi bagaimana cara Naufal menggunakan Sistem.
"Sistem mengubah kehidupan mu. Apa kau senang?" Ucap Creator. "Aku memberikan Sistem kepadamu, agar kehidupan mu di masa depan tidak terwujud." Lanjut nya.
"Apa?! Apa maks-" Belum selesai berbicara, Perkataan Naufal di potong oleh Creator.
"Kuharap kedepannya kau semakin kuat. Selamat tinggal." Ucap Creator yang menghilang. bersamaan dengan itu, Naufal terbangun dari Mimpinya.
"AAAAAAA!!" Teriak Naufal yang baru bangun tidur. Naufal terbangun dan melihat jam dinding, waktu menunjukkan jam 03:30. Itu artinya, Naufal harus pergi berlari.
Naufal segera mencuci mukanya, Ia bersiap-siap untuk lari pagi. Naufal pun berangkat. Ia berlari sekencang-kencangnya. ditengah perjalanan, Ia melihat seorang wanita sedang di ganggu oleh 2 preman.
Naufal pun bersimpati, Ia menghampiri wanita itu. Layar papan muncul di hadapan Naufal, Layar itu memberikan sebuah misi kepadanya.
...----------------...
...Side mission...
...Kalahkan 2 preman itu, dan selamatkan wanita itu....
...Waktu: 20 menit...
__ADS_1
...Reward: 20 Poin stats...
...----------------...
"Yang benar saja, kemarin aku harus jadi pengawal gara-gara misi dari Sistem." Batin Naufal, "Hei yang disana, kalian sedang apa?" Teriak Naufal sembari menghampiri mereka
"Tolong! Aku mau di lece-" Belum selesai berbicara, mulut wanita itu di bungkam oleh salah satu preman.
"Pergi kau! Ini bukan urusanmu, mau kami hajar?" Ucap salah satu preman dengan potongan rambut Mullet, perawakannya lumayan berotot dan tinggi.
"Mau nya sih seperti itu. Tapi," Naufal berlari dan melompat, Ia melayangkan serangan Flying Knee ke preman itu. "Tapi aku tak suka menolak poin, brengs*k!" Ucapnya sembari tersenyum.
Lama mengapung di udara, ternyata salah satu preman menahan serangan nya. Preman itu melempar Naufal sejauh 4 meter.
"Bicara apa sih? Dasar bocah!" Ucap preman yang melemparnya. Preman dengan potongan rambut Wolf cut, dan mempunyai perawakan tinggi dan gemuk. Preman itu berlari dan memukul tepat di wajah Naufal.
Naufal yang tak sempat menahan serangan itu, hanya bisa merasakan sakit yang luar biasa. Naufal tersungkur di tanah, Ia tidak sadarkan diri sebentar
Naufal kembali berdiri, "Sistem, Scan status mereka berdua.Sekaligus dengan bela diri nya" Batin Naufal.
...----------------...
...Nama: Mursid...
...Tinggi: 180 cm...
...Kekuatan: A...
...Ketahanan: A...
...Kecepatan: D...
...Potensi: C...
...Bela diri: Boxing...
...----------------...
...----------------...
...Nama: Asep...
...Tinggu: 179 cm...
...Kekuatan: B...
...Ketahanan: C...
...Kecepatan: E...
...Kepintaran: F...
...Potensi: F...
...Tidak mempunyai dasar bela diri. Pengguna steroid...
...----------------...
"Apaan? Si Asep ini kukira kuat, ternyata tidak. Sistem, 50 poin stats kemarin, tolong gunakan sesuai rekomendasi mu." Batin Naufal
__ADS_1
(Baik tuan.)
...----------------...
...Nama: Naufal Setyadi...
...Tinggi: 175 cm...
...Kekuatan: 60/B...
...Ketahanan: 52/B-...
...Kecepatan: 44/B-...
...Kepintaran: 25/D+...
...Potensi: A+...
...----------------...
"Hei... Kau akan mampus!" Teriak Naufal. Naufal berlari, Ia melakukan combo Muay Thai berkali-kali kepada Mursid. Namun, daya tahan Mursid tak bisa di remehkan. Dia selalu menahan serangan Naufal, dan menyerang balik.
Naufal sangat terdesak oleh Mursid, Akhirnya Naufal menemukan celah untuk membalikkan keadaan. Naufal menyerang Mursid dengan Strike, begitu Mursid menahan serangannya, Naufal langsung menyerang pelipis Mursid dengan Back Spin Elbow.
Mursid langsung kesakitan dengan serangan itu, sekali lagi, Naufal menyerang Mursid di bagian pelipis. Akhirnya, Mursid tumbang. Naufal langsung menatap Asep dengan tajam.
Asep yang melihat itu berusaha mengintimidasi Naufal dengan ototnya, tapi percuma saja, Naufal langsung berlari dan melayang Superman Punch yang tepat mengenai wajah Asep.
"Selesai juga." Ucap Naufal sembari menyentuh pipinya ke tangannya yang terkena cipratan darah. Naufal segera menghampiri wanita tadi, Ia segera menenangkan wanita itu.
"Tenang mbak, preman nya sudah saya kalahkan." Ucap Naufal.
"T-Terima kasih, aku hampir di lecehkan oleh mereka." Wanita itu memegang tangan Naufal dengan erat sembari ketakutan.
"Mau saya bawa ke rumah mbak?" Tanya Naufal.
"Tidak perlu, terimakasih. Aku akan pergi ke stasiun terdekat." Jawab wanita itu yang langsung pergi meninggalkan Naufal.
"Aneh, tapi wajar saja dia takut. Preman-preman memang brengs*k" Ucap Naufal, Ia langsung pergi kembali pulang ke rumahnya.
...~...
Sesampainya di rumah, Naufal langsung membersihkan diri, dan bersiap-siap untuk sekolah. Naufal pun sarapan terlebih dahulu, setelah itu dia berangkat ke sekolah.
Naufal telah sampai di sekolah. Saat berjalan di gerbang masuk, bajunya di tarik-tarik oleh orang yang ada di belakangnya. Naufal menoleh ke belakang, dan ternyata itu adalah Fanni.
"Ah, Fanni? Ada apa?" Sapa Naufal.
"Tidak ada apa-apa, ayo masuk ke kelas bareng." Bisik Fanni dengan lembut. "Aku dikasih tau Ayah, kalau kamu bakal jadi pengawal ku disekolah." Lanjutnya
"Benar haha, kalau gitu ayo." Ucap Naufal dengan riang.
Mereka berdua berjalan ke jurusan TKJ 1 bersama-sama, Naufal sedikit memperhatikan tangan Fanni yang gemetaran dari tadi.
"Aku rasa Fanni benar-benar mengalami pengalaman sekolah yang buruk. Aku harus menjaganya dengan benar." Batin Naufal.
"Yo, Naufal. Lagi sama cewek?"
Rainala muncul dan menyapa mereka berdua.
__ADS_1
...##Sistem Raja Pecundang##...