Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Berlatih bersama Master Bela Diri (part 5)


__ADS_3


Naufal pun menghampiri Rainala yang sedang diguyur oleh air yang berjatuhan dari atas nya. Rainala berlatih tepat dibawah air terjun. Tak lama kemudian, Rain yang sedari tadi menutup matanya, mulai membuka matanya karena menyadari keberadaan Naufal.


Dengan tubuh yang basah kuyup, Rain perlahan menghampiri Naufal.


"Hoi! Sudah berapa lama kau melihatku berdiam diri disini?" sapa Rain kepada Naufal.


"Ahh ahahaha..., aku baru saja sampai," balas Naufal sembari tertawa kecil, "ngomong-ngomong, inikah latihan yang diberikan oleh pak tua itu?" tanya Naufal kepada Rain.


"Benar. Katanya latihan ini akan membuatku lebih tenang. Kemarin perasaanku tak karuan, aku sedikit kesal karena kalah dari Unlimited Money,"


Rain duduk disebuah pohon tumbang, begitu juga Naufal yang mengikutinya.


"Latihan mu apa? kau terlihat payah. Badan mu penuh bekas pukulan gitu," tanya Rain sembari melihat-lihat tubuh Naufal yang babak belur.


"Latihan? maksudmu dipukuli oleh kak Parfait? itu bukan latihan!" jawab Naufal dengan lantang.


"Chill Fal, aku tidak tau. Memang sih, tak salah jika dia melatih mu dengan cara seperti itu," ucap Rain kepada Naufal.


"Maksudnya?"


Rain bangkit dari duduknya.


"Kau itu berbakat dalam bertarung Naufal," ungkap Rain kepada Naufal, "kau bisa menguasai 2 seni bela diri sekaligus,"


Naufal juga bangkit dari duduknya.


"Aku masih tak mengerti, apa maksud mu?" tanya Naufal dengan wajah kebingungan.


"Dengar ya! kau itu menguasai Muay Thai dan Taekwondo. Aku tak pernah melihat mu latihan Muay Thai ataupun Taekwondo, tapi anehnya kau bisa menguasai semua tekniknya,"


Rain menjelaskan semua yang ia tau, begitupun Naufal yang fokus mendengarkannya. Lalu Rain berjalan mendekati Naufal.


"Contohnya, 1080° kick dan Flying knee. Kapan kau mempelajari itu?" tanya Rain didepan wajah Naufal.


"A-aa, gimana ya...."


Rain menjulurkan tangannya ke arah Naufal, ia terlihat seperti ingin memukul Naufal. Namun dengan sigap Naufal meraih dan menarik pergelangan tangan Rain, lalu melemparkannya kebelakang.


Rain terlempar cukup jauh, namun ia masih bisa mendarat dengan selamat. Mata Rain terfokus dengan kuda-kuda Naufal, itu adalah kuda-kuda yang sering Rain gunakan.


"Jurus memancing ular, ya?" gumam Rain. Lalu ia berdiri dan memasang kuda-kuda siap bertarung, "kapan kau mempelajarinya? dasar orang berbakat."


"Hah?"


Rain berlari dan menyerang Naufal. Ia memukul ulu hati Naufal dengan keras. Pukulan itu membuat Naufal sangat kesakitan, sampai-sampai air liur keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Naufal tersungkur jatuh. Sembari memegangi perutnya, ia merintih kesakitan. Bagaimana tidak, Naufal belum sempat beristirahat dari latihannya.


Namun, Naufal meremas tanah dengan kencang. Lalu, ia bangkit dan menatap Rain dengan tatapan yang sangat tajam. Dengan cepat, Naufal tiba dihadapan Rain, lalu ia melakukan teknik pukulan 1inch ke dada Rain.


*BUUGGHH!!


Pukulan Naufal berhasil membuat Rain terpental. Tangannya nampak berasap setelah memukulnya.


"Brengs*k, ada apa sih dengamu?" tanya Naufal dengan wajah yang kesal, "dari kemarin kau bersikap aneh kepadaku, kau ingin bertarung denganku?" lanjut Naufal.


Ding!!


Sistem tiba-tiba muncul di depan wajah Naufal.


...[Notification!!...


...Teknik baru!!...


...CQC (Close Quarter Combat)]...


"Apa ini? CQC? Close Quarter Combat? tolong jelaskan Luxxy!" batin Naufal


(CQC atau Close Quarter Combat adalah sebuah teknik bertarung yang biasa digunakan oleh para petugas militer atau kepolisian.)


"Yang benar saja? kalau begitu akan aku gunakan!"


"Kau memang berbakat ya? jurus yang aku latih selama berbulan-bulan, dan kau bisa menggunakannya hanya dengan melihat jurus itu," sindir Rain.


"Hah?" kata Naufal yang kebingungan.


Lalu Rain membuka bajunya dan mengeluarkan sebuah senjata seperti pisau di belakang punggungnya. Senjata itu adalah sebuah keris.


"Ini adalah latihanku dari kemarin. Kita lihat, apa kau bisa meniru nya?"


Rain membuka serangka keris itu, dan melakukan berbagai gerakan aneh. Mungkin itu adalah salah satu jurus yang diberikan oleh Doni.


Lalu Rain menghentikan gerakannya, lalu ia berlari dan melompat, berniat untuk menyerang Naufal. Namun dengan teknik bertarung CQC, Naufal berhasil menghindar dan menyerang balik Rain secara bertubi-tubi.


Rain terjatuh, namum ia kembali berdiri dan berniat menusuk Naufal dari belakang.


JLEB!!!!


...***...


Di tempat lain, tepatnya di sebuah tempat lonceng besar. Terlihat Zulfi yang berbaring kecapekan, badannya dibanjiri oleh keringat yang tiada henti terus mengalir.


Terlihat tangan Zulfi penuh dengan darah, sepertinya ia berlatih memukuli lonceng besar yang tergantung di sampingnya. Lonceng itu memiliki bekas pukulan, benda itu juga terlihat sudah retak-retak karena pukulan.

__ADS_1


Disisi lain lonceng itu juga terlihat bekas pukulan yang diwarnai oleh darah, nampaknya itu bekas pukulan dari Zulfi.


"Sialan! apa-apaan latihan ini?" keluh Zulfi


..........


Beralih ke kemarin sore, terlihat Zulfi dan Doni sedang berdiri dihadapan lonceng yang menjadi target latihan Zulfi.


"Baiklah bocah, menurut pandanganku, kemampuan Boxing mu sudah sempurna. Namun kau memiliki beban di tanganmu itu," ucap Doni.


"Apa maksudnya kek? kemampuan Boxing ku sudah sempurna? aku kemarin kalah loh," sahut Zulfi.


"Iya tau, makanya aku bilang pukulan mu itu memiliki beban," ujar Doni, ia mendekati Zulfi, "sekarang, teknik Boxing apa yang ingin kau sempurnakan?" tanyanya dengan wajah serius.


"Dempsey Roll. Aku sangat ingin menguasainya!" jawab Zulfi.


"Baiklah kalau begitu...., latihanmu adalah....."


..........


"Memukuli lonceng, dan menghindari rintangan pohon dengan mata yang tertutup?!"


Zulfi mengeluh dengan keadaannya.


"Lalu, jika aku kesakitan karena memukul lonceng, aku harus berlari turun naik tangga sebanyak 5 putaran,"


Zulfi bangkit dan berdiri, ia pergi ke sumur yang berada didekatnya. Ia menimba air lalu membersihkan semua darah yang ada di tangannya.


"Lagian, bekas pukulan yang membuat lonceng retak itu bekas siapa? mengerikan sekali." Gumam Zulfi.


Ia berjalan mendekati lonceng, dengan menggunakan Boxing stance, ia bersiap-siap untuk memukuli lonceng yang berada didepannya.


"Satu!"


Sebuah pukulan jab mendarat di tepat di lonceng itu. Zulfi terus melakukannya berulang kali sampai ia berteriak kesakitan.


...***...


Di tempat lain, terlihat Rizki yang sedang berdiri dengan kuda-kuda siap bertarung miliknya. Didepannya terlihat babi hutan yang ukurannya lumayan besar.


"Sialan, kenapa dari kemarin babi ini tidak terlihat lelah sama sekali? aku sudah bosan diseruduk terus," gumam Rizki sembari menatap tajam binatang yang ada didepannya.


"Pak tua itu bilang, jika aku ingin bisa menggunakan jet kune do, maka aku harus bisa melebihi Br*ce Lee,"


Tiba-tiba babi hutan yang ada didepannya, menyeruduk Rizki sampai ia terseret oleh babi itu. Rizki tak berhasil menahan serudukan babi itu karena ia belum siap.


"SIAAAAALLLLLLLLLLLLL!!!!!!!!!"

__ADS_1


...##Sistem Raja Pecundang##...


__ADS_2