Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Masa lalu yang dihapus (part 3)


__ADS_3


"Kalian lupa aku siapa? Juara boxing kelas 2 SDN Permatasari." Tegas Naufal dengan tatapan membunuh.


Aldo pun marah dengan Naufal, ia berjalan ke arah Naufal dengan lagak sombong, "gak usah belagu Naufal," ia pun mendorong Naufal dengan kuat, "serang!" Teriaknya.


Seketika semua anak-anak yang ada dibelakang Aldo, langsung mengerumuni dan melingkari Naufal. Salah satu anak memukul Naufal tepat di pipinya, namun itu tak membuatnya terjatuh.


Serangan pukulan lain mulai menyerang Naufal secara bertubi-tubi. Pukulan demi pukulan Naufal terima tanpa perlawanan. Namun, Naufal yang bosan dipukuli, menarik salah satu tangan dan menghantam wajah pemiliknya.


"Satu-satu dong dek!"


Naufal berhasil mengembalikan keadaan dengan cepat. Mengalahkan kelompok Aldo bukanlah hal yang sulit baginya. Akhirnya, Naufal berhasil mengalahkan semua anak-anak yang mengeroyoknya.


Disisi lain, terlihat Fanni yang sedang digoda oleh Aldo.


"Hei cantik, jadi pacar aku yuk!" Rayu Aldo sembari mencoba menyentuh Fanni.


Fanni menepis tangan Aldo. Ia berhenti sejenak. Tangannya mengayun kebelakang, lalu ia ayunkan ke arah pipi Aldo dengan keras. Fanni menampar Aldo.


"Nggak! Pergi kamu!"


Aldo memegang pipinya. Ia mencengkram tangan Fanni dengan erat sehingga membuatnya merasa kesakitan. Aldo menatap Fanni dengan tatapan ingin membunuh.


"Susah banget. Padahal tinggal nurut aja,"


Tiba-tiba, sebuah pukulan mendarat di pipi Aldo, menyebabkan ia terhempas sejauh 1 meter. Lalu terlihat Naufal yang berdiri membelakangi Fanni.


"Hoi Aldo, aku kan sudah bilang jangan ganggu Fanni,"


Naufal menatap Aldo dengan tajam, begitupun sebaliknya. Aldo mengepalkan tangannya. Lalu, Aldo mengeluarkan sebuah Brass Knuckle dari sakunya.


"Naufal, sebenarnya aku gak mau pake alat ini. Ini dikasih abang ku. hehe," Aldo terkekeh sembari menatap Naufal.


Dengan cepat Aldo melesat ke arah Naufal dan memukulnya dengan keras. Pukulan itu menyebabkan mulut Naufal berdarah. Namun, itu tak membuat Naufal jatuh, malahan ia memasang boxing stance.


Saat pukulan lain hampir mengenai nya, Naufal menghindari pukulan itu. Lalu, sebuah pukulan cepat yang di arahkan Naufal mengenai dagu Aldo. Pukulan itu membuat Aldo bertekuk lutut karena kehilangan keseimbangan.


Namun Aldo yang pantang menyerah, ia langsung berdiri dan memeluk Naufal. Dengan kuat Aldo mendorong Naufal sehingga menabrak tembok. Naufal lumayan kesakitan dengan serang itu.

__ADS_1


"Dasar Aldo!"


Lalu, Naufal menendang wajah Aldo dengan lututnya. Tendangan itu menyebabkan hidung Aldo mengucurkan darah. Melihat itu, Naufal langsung melakukan pukulan straight ke hidung Aldo. Itu membuat Aldo terduduk di tanah.


"Huaaa!!! Naufal membuatku berdarah. Huaaaa!" Rengek Aldo dengan hidung yang terus mengeluarkan darah.


Dari arah kejauhan. Munculah dua orang dewasa yang melihat pertarungan Naufal. Mereka adalah Surya dan Bambang yang baru selesai berbicara di restoran.


"Anak anda mengerikan,"


"Tentu saja. Naufal dilatih oleh pengawalnya yang berprofesi sebagai pelatih tinju."


Lalu, mereka berdua langsung menghampiri Naufal dan Fanni dengan tergesa-gesa.


...~...


Singkat cerita, Surya dan Bambang melerai perkelahian itu. Mereka berdua memberikan uang kepada Aldo dan teman-temannya, ini bertujuan agar Aldo tidak mengadu ke orang tuanya.


Aldo dan teman-temannya pun menerima uang itu. Namun, Aldo menatap sinis Naufal, mengisyaratkan ia akan membalas Naufal suatu hari nanti.


Setelah itu, Surya menatap Naufal dengan tajam. Ia terlihat marah kepada Naufal. Surya menundukkan badannya, tangannya mengarah ke Naufal.


Naufal mengira ia akan dipukul oleh ayahnya. Namun,


Surya mengelus-elus rambut Naufal dan menepuk-nepuk pakaian Naufal yang kotor.


"A-ayah gak marah?"


"Marah kenapa? Kamu hebat banget loh tadi,"


Surya tersenyum lebar, ia terlihat bangga dengan Naufal. Lalu ia menggendong tubuh Naufal.


"Pulang yuk! Bambang, Fanni. Ayo ikut ke tempat kami. Itung-itung makan malam, ini udah mulai gelap." Ucap Surya berharap Bambang dan Fanni ikut.


Bambang mengangguk, menandakan ia akan ikut dengan Surya dan Naufal. Mereka pun masuk ke dalam mobil. Setelah itu, mereka pun berangkat pulang menuju kediaman keluarga Setyadi.


(Itulah saat yang paling berbahagia menurut kami. Aku sangat berharap itu akan terus berlanjut. Tapi,)


...~...

__ADS_1


Berminggu-minggu telah berlalu, kini Naufal tak pernah hidup sendirian lagi. Sekarang ia selalu ditemani oleh Fanni, Alisa, dan Dani.


Suatu hari, Naufal sedang bermain bersama Fanni di rumahnya. Kebetulan, saat itu Bambang mempunyai urusan dengan Surya, sehingga harus bertemu di rumah Surya.


Di ruangan pribadi milik Surya. Terlihat Surya dan Bambang sedang membahas sesuatu dengan suasana yang serius.


"Bambang, kurasa Underground Arena sudah mengetahui gerak gerik kita,"


"Hah? Apa maksudnya?" Tanya Bambang dengan panik, dan mengharapkan sebuah jawaban.


Surya mengambil sepucuk surat dari mejanya. Ia membuka surat itu dan menunjukkan kepada Bambang.


"Lihat ini, disini tertulis,"


...[Hallo, Ceo Surya Setyadu dan Ceo Bambang Wijaya Kusuma....


...Sudah lama saya merasa janggal dengan keadaan Underground Arena belakangan ini. Sepertinya, kalian berdua mencoba untuk meruntuhkan tempat kami? Saya rasa kalian akan menyesal dengan perbuatan kalian. Hari ini, kami akan memburu kalian berdua. Bersiap-siaplah....


...Direktur Underground Arena...


...-Edward Whitewind.]...


"Seperti itulah. Kau dan Fanni harus segera pulang. Kalau tidak mereka akan memburu mu,"


Surya pun meremas surat itu dan membuangnya. Dengan cepat ia mengarahkan Bambang keluar dari ruangan itu. Namun, mereka melihat Naufal dan Fanni yang masih bermain bersama.


"Bambang. Masuklah kedalam mobil ku," ucap Surya secara tiba-tiba.


"Apa maksud anda? Kenapa saya harus masuk kedalam mobil anda?" Tanya Bambang berharap jawaban yang pasti.


"Mobil mu akan dikendarai oleh pengawal ku, ini untuk mengecoh pihak Underground Arena. Lalu aku yang akan mengantarmu," jawab Bambang dengan nada tegas.


Lalu, mereka membawa Naufal dan Fanni dengan paksa.


"Ayah, kita mau kemana?! Aku masih pengen main sama Fanni!


Meskipun terdengar Naufal yang mengeluh, Surya tidak mendengarkannya.


Mereka berempat pun masuk ke dalam mobil. Setelah itu, Surya menyuruh pengawalnya untuk berjalan keluar dari rumah. Benar saja, setelah mobil yang dikendarai oleh pengawal itu keluar, dibelakangnya muncul mobil Van hitam membuntutinya.

__ADS_1


"Sialan. Kurasa Whitewind tidak main-main." Geram Surya yang langsung tancap gas keluar dari rumah miliknya.


...##Sistem Raja Pecundang##...


__ADS_2