
"Penawaran? maksudnya?" ucap Rehan sembari kebingungan.
Franz perlahan mendekati Rehan, lalu ia memegang pundak Rehan dengan lembut. Franz pun mendekatkan kepalanya ke samping telinga Rehan.
"Bagaimana jika kau bergabung dengan ku? kemampuanmu itu bisa digunakan untuk menguasai kota ini," bisik Franz.
Mendengar itu Rehan segera menarik tangan Franz yang ada dipundaknya, lalu berniat membanting Franz ke tanah.
Percobaan Rehan itu sia-sia karena Franz tiba-tiba malah meremas pundak Rehan dengan kencang sampai membuatnya sedikit merintih kesakitan. Dengan sigap Rainala langsung menendang Franz dengan sekuat tenaga.
Franz sedikit terpental karena tendangan Rainala, namun ternyata ia sudah menahan tendangan itu dengan tangannya.
Rain segera menolong Rehan dan membopongnya, namun Rehan tak peduli dengan pertolongan Rain, ia malah mendorong Rain.
"Kau tak perlu menolong ku. Kau sudah tau kalau aku tak suka dibantu, kan?"
Mendengar itu Rainala langsung memasang posisi siap bertarung, ia dengan beraninya ingin melawan Franz.
"Baiklah Rehan, aku mengerti. Om-om itu adalah lawan yang kuat bukan?" ucap Rainala, ia tersenyum sembari melirik Rehan.
Setelah mendengar ucapan dari Rain, Rehan langsung melompat-lompat pendek sembari menghadap Franz.
"Yosh.... Waktunya melaksanakan tugas osis! Taekwondo-ku tak pernah gagal." Kata Rehan.
Mendengar percakapan itu, Franz merasa geli. Franz tiba-tiba memasang kuda-kuda yang aneh. Tangan kanannya di atas, tangan kiri nya di bawah, membentuk seperti rahang serigala.
"Apa kalian tau tentang Fenrir?" Franz bertanya kepada Rehan dan Rain.
"Hah? mana gw tau, mau berantem doang banyak nanya!" kata Rehan dengan kesal.
"Akan kuberi tahu kepada kalian tentang cerita seekor serigala yang diramalkan akan menaklukkan para dewa," ucap Franz.
Franz langsung menyerang Rehan dan Rainala dengan cepat, saking cepatnya serangan Franz sampai-sampai membuat kedua remaja itu tak sempat melihat serangannya.
"Bela diri Silat, aliran Fenrir!" ujar Franz setelah menyerang Rehan dan Rainala.
Rainala dan Rehan langsung merasakan rasa sakit yang luar biasa oleh serangan Franz. Rasa sakit yang mereka rasakan sama seperti ditabrak oleh mobil.
Namun Rehan kembali berdiri walaupun dengan kesusahan. Mimik wajahnya terlihat sangat kesal.
Franz memandanginya sembari kebingungan dengan sikap Rehan. Lalu ia tersenyum kecil karena menyadari sesuatu.
"Sial! dia nyerang gue cepet banget, gue gak bisa meniru gerakan dia!" batin Rehan yang kesal dengan Franz.
Lalu Franz juga melompat-lompat pendek seperti yang dilakukan Rehan, ternyata Franz juga bisa melakukan bela diri Taekwondo. Namun posisi kuda-kuda miliknya berbeda.
__ADS_1
"Ini adalah Taekwondo milikku. Taekwondo Fenrir," ucap Franz dengan nada santai.
Lalu tanpa aba-aba sedikit pun, Franz langsung menyerang Rehan dengan teknik Flying Roundhose kick. Tendangan itu tepat mengenai wajah Rehan, sampai-sampai membuat Rehat terpental sangat jauh.
Tubuh Rehan membentur tembok sampai hancur, membuat kepala Rehan terjepit di tembok itu.
"Kau pasti sangat kesal ya? kau tak bisa meniru teknik-teknik ku tadi, kan?" kata Franz. Lalu ia mendekati Rehan.
"Bagaimana ya? Soalnya Fenrir itu hanya bisa digunakan olehku, karena aku lah yang menciptakannya!"
...----------------...
Franz adalah bagian dari keluarga Saputra. Lebih tepatnya, Franz Saputra adalah adik dari Parfait Saputra. Walaupun kekuatan dan keahlian tempurnya tidak semahir kakaknya, tetapi ia tetap tidak sama dengan manusia pada umumnya.
Di usianya yang masih 16 tahun, ia menyelesaikan misi dari kakeknya, yaitu membantai satu klan Yakuza di Jepang yang bernama "Masayuki". Sedari kecil Franz sangat menyukai serigala, bahkan ia memelihara 1 serigala di rumahnya.
Namun pada suatu hari, ia mendapat latihan yang keras dari ayahnya sampai membuatnya terluka parah. Tetapi ayahnya tak peduli, malahan ia sengaja karena ingin menggantikan posisi Franz sebagai ahli waris keluarga Saputra.
Saat itu hanya kakaknya lah yang peduli dengannya, dan membuatnya langsung bertarung dengan ayah mereka. Pertarungan itu berakhir dengan Parfait yang membunuh ayahnya.
Kabar itu langsung sampai ke telinga kakek dari Parfait dan Franz. Dengan itu Kakek mereka menyatakan bahwa ahli waris keluarga Saputra dipindahkan sepenuhnya ke Parfait.
Keputusan itu membuat Franz kesal dan marah, di dalam hatinya tersimpan sebuah dendam yang begitu mendalam kepada Kakaknya, Parfait Saputra.
Akhirnya Franz mendapatkan julukan "Fenrir" dari kakeknya, karena kakeknya memprediksi bahwa Franz akan menghancurkan keluarga Saputra suatu hari nanti.
Prediksi dari kakeknya itu membuat Franz selalu dikucilkan oleh keluarganya, termasuk ibunya. Sampai akhirnya Franz memilih pergi dari kediaman keluarga Saputra dan memulai hidup baru di Jakarta.
...----------------...
"Hei bocah, bagaimana? kau mau menyetujui penawaran ku tadi?" tanya Franz sembari menghindari serangan Rehan.
Namun Rehan tak mendengar pertanyaan Franz, ia malah terus menyerang dengan membabi buta.
Franz tersenyum kecil. Lalu ia memukul ulu hati Rehan dengan keras, sampai membuat Rehan terjatuh pingsan.
"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk membuatmu menjadi bawahan-ku." ucap Franz, lalu melirik Siti yang sedari tadi hanya diam gemetar ketakutan.
"Selamat tinggal, bocah naif."
Lalu Franz pergi meninggalkan Mereka bertiga.
...***...
Beberapa jam kemudian
Rehan terbangun disebuah ruangan. Ia melirik-lirik, matanya berkeliling mengamati keseluruhan ruangan itu. Disampingnya terlihat Rainala yang terbaring lemas.
__ADS_1
Lalu masuklah seorang gadis ke ruangan itu, tak lain ia adalah Siti. Siti datang sembari membawa dua gelas teh hangat.
"Oh kamu udah bangun?" ucap Siti setelah melihat Rehan yang terbangun.
"Kamu sama Rainala udah gak sadarkan diri selama 4 jam. Sekarang udah pukul 17:00, dan kita ada di UKS sekolah kita." jelas Siti.
...----------------...
Kembali ke masa sekarang.
"Hah?! yang bener aja, lu ketemu om-om sekuat itu?"
Tanya seorang remaja laki-laki sembari mengunyah daging ikan, ia adalah Naufal.
"Iya benerlah! lu kira gue selemah lu pas Smp? nggak!" jawab Rainala dengan tegas.
"Ya gak usah ngejek dong!" balas Naufal.
Naufal, Rainala dan yang lainnya sedang makan-makan didepan api unggun sembari mendengarkan cerita masa lalu Rainala.
"Gak butuh waktu lama, cepet banget mereka akur lagi, ya?" bisik Zulfi kepada Dani dan Rizki.
"Yups, bener banget!" jawab Dani dan Rizki bersamaan.
Namun berbeda dengan para remaja itu, reaksi Parfait serta Doni sangatlah berbeda. Mimik wajah Parfait dan Doni terlihat sangat tercengang.
Parfait menoleh ke arah Doni.
"Dia ada di Jakarta..." ucap Parfait dengan suara yang pelan.
Respon Doni hanya mengangguk, namun ekpresi di wajahnya terlihat sangat amat tercengang dengan cerita yang disampaikan oleh Rainala.
"Oh tuhan, kurasa bencana bagi keluarga Saputra akan semakin dekat." batin Doni.
"BAIKLAH, PERHATIAN!" teriak Rainala lalu berdiri.
"Aku akan melanjutkan ceritanya....," lanjutnya.
...----------------...
Beberapa minggu telah berlalu semenjak kejadian dengan Franz.
(Sudah beberapa minggu berlalu semenjak hari itu, kini para preman yang kami tangkap telah di hukum oleh pihak sekolah. Namun Setelah itu, keadaan kami bertiga menjadi sedikit asing. Siti mulai sering absen sekolah, bahkan aku dan Rehan tak dapat menemukannya dirumahnya.)
...##Sistem Raja Pecundang##...
...----------------...
__ADS_1
...Author Sedang Berusaha Konsisten Update...