
Zulfi langsung memasang boxing stance, ia tersenyum meremehkan Rizal, "hehe, siapa takut." Ejek Zulfi.
Keduanya langsung bertarung, Zulfi terus menyerang Rizal secara membabi-buta. Namun, satu pukulan pun tak ada yang mengenainya, Rizal hanya menghindari serangan Zulfi sembari menguap meremehkan Zulfi.
Lalu, di saat Zulfi terpaku dengan satu arah, Rizal langsung menyerang Zulfi tanpa henti. Zulfi perlahan mundur kebelakang, ia tak sanggup menahan kecepatan serangan Rizal. Lalu, Zulfi menggunakan Weaving untuk menghindar dari Rizal.
Tapi Rizal tak bisa di remehkan. Tiba-tiba, entah dari mana Rizal mendapatkan sebuah linggis, ia memukulkannya berkali-kali ke kepala Zulfi. Zulfi mengucurkan darah dari kepalanya, lalu ia kembali di pukul oleh Rizal sehingga terhempas jauh.
Saat itu, Zulfi tak bisa berdiri karena pusing, ia kehilangan banyak darah dari kepalanya. Lalu Rizal menghampiri Zulfi, ia menginjak kepala Zulfi, ia tersenyum sinis dan berkata, "Kau, siapa yang mengirim mu? Jangan-jangan daerah timur." Katanya
Zulfi tak menjawab pertanyaan itu, ia sedang memikirkan cara mengalahkan Rizal. Lalu, Rizal menjauh, namun ia kembali sembari berlari, ia melompat dan menendang wajah Zulfi. Tendangan itu sampai membuat Zulfi terbentur dan meretakkan tembok.
Zulfi yang masih sadar, ia langsung berdiri. Zulfi kembali menyerang Rizal, namun kali ini serangan Zulfi terasa lebih cepat, dengan serangan itu Zulfi dapat mengimbangi kecepatan Rizal. Saat Rizal hampir terkena serangan Zulfi, secara mengejutkan ia dapat menghindari nya.
Rizal langsung menyerang Zulfi, serangan itu langsung membuat Zulfi terpental jauh. Lalu Rizal berjalan mendekati Zulfi, ia tertawa kecil melihat kemampuan Zulfi, "Kau tau? Aku tidak menguasai bela diri apa pun, namun aku mempelajari sesuatu." Ucap Rizal.
...~...
Di tempat lain, Parfait sedang meminum sebuah kopi. Ia pun berkata, "suatu teknik yang cocok untuk seseorang yang tak menguasai bela diri apapun? Maaf saja, itu tidak ada." Katanya.
"Tapi, ada sebuah cara yang bisa digunakan oleh orang yang tak bisa menguasai bela diri, apa itu? Nama nya adalah Kelenturan tubuh." Lanjut nya.
"Singkat saja, kau hanya perlu melatih kekuatan mu, kecepatan mu, dan kelenturan badan mu," Parfait membuka ponselnya, "tapi ada satu kelemahan dari cara itu. Yaitu, jika kau tersangkut, musuh bisa membunuhmu." Jelas Parfait.
...~...
Di tempat Rizal dan Zulfi, terlihat Zulfi yang berdiri bersimbah darah. Disana, Rizal menjelaskan keahliannya, "Aku, sangat suka dengan akrobatik. Makanya badanku tidak bisa tersentuh oleh pukulan mu itu, sekarang bagaimana cara mu mengalahkan aku?" Tanya Rizal.
"Aku," Zulfi tersenyum menyeringai, sorot matanya menjadi tajam, "tak suka dengan kekalahan brengs*k!" Teriaknya, Zulfi langsung berlari menyerang Rizal berkali-kali.
Serangan itu memundurkan Rizal, namun Rizal melompat dan akan menendang wajah Zulfi. Tapi, Zulfi menangkap tubuh Rizal, ia memasukkan tubuhnya ke sebuah tong sampah kecil yang terbuat dari semen. Rizal dibuat tersangkut oleh tong sampah itu.
"Hei, bukankah curang jika kau menjebak aku di lubang kecil ini?" Rizal memasang wajah panik, ia sudah tak bisa bergerak lagi, "lupakan saja yang tadi, aku hanya bercanda." Rengek Rizal.
Zulfi tak mendengarkan itu, ia langsung memukuli wajah Rizal sampai-sampai tembok disana retak.
...~...
Di lantai kedua, Naufal dan Rain dihadapkan dengan banyak berandalan di depan mereka. Diantara berandalan itu ada seseorang seumuran mereka, ia memakai seragam sekolah, di tangannya terlukis sebuah tatto tribal, dan ia juga membawa sebuah pisau cutter di tangannya.
Naufal disuruh oleh Rain untuk naik ke lantai ketiga, ia pun menuruti perintah Rain. Di sana, Rain melawan semua berandalan itu sendirian, menyisakan orang dengan tatto tribal di tangannya.
Rain mendekati orang itu, namun tiba-tiba, sebuah luka sayatan muncul di pipinya, itu adalah perbuatan dari Indra, dia adalah orang dengan tato tribal tersebut. "Apa? Kau mau luka yang lebih banyak?" Ancam Indra.
Indra melompat menjauh dari Rain, ia bersiap-siap untuk kembali menyerangnya. Lalu ia langsung melesat melewati Rain, namun dia melakukan itu bukan karena ingin membuat Rain bingung. Terlihat beberapa luka sayatan pada tubuh Rain.
__ADS_1
Rain meringis kesakitan, bagaimanapun, serangan itu lumayan cepat sehingga Rain tak bisa menangkisnya. Namun, Rain bersiap-siap untuk menyerang, ia mulai menyerang Indra. Serangan Rain hampir setara dengan kecepatan serangan Indra.
Indra mencoba menyayat tubuh Rain, namun Rain selalu bisa menangkis serangan itu. Dalam beberapa kesempatan, Rain menyerang wajah Indra berkali-kali.
Serangan itu membuat Indra kesal, ia menendang kepala Rain, dan menyayat mata kiri nya. Beruntungnya, Rain menutup mata kiri nya sehingga serangan itu tidak berakibat fatal baginya, namun serangan itu membatasi penglihatan Rain. Pandangannya tertutup darah.
Sementara itu, Indra tertawa dan mengeluarkan cutter lain dari sakunya, kini dia mempunyai dua senjata. Indra langsung menyerang Rain yang sedang kesakitan, ia menyerangnya secara membabi-buta. Terlihat tubuh Rain penuh dengan darah dan luka sayatan.
Rain kebingungan memikirkan cara untuk mengalahkan Indra, ia mulai berpikir keras sembari memukul-mukul ke sembarang arah. Lalu, ia teringat cara mengalahkannya lawan bersenjata.
Rain menenangkan pikirannya, lalu ia melakukan sebuah gerakan, gerakan itu adalah gerakan menantang lawan. Indra yang merasa tertantang langsung menyerang Rain, namun satu tangannya yang memegang pisau di tarik, lalu pisau itu di hempas kan sehingga Senjatanya tinggal satu.
Indra yang kehabisan akal, ia berniat menusukan pisau nya, namun pisau itu di hancurkan oleh Rain dengan pukulannya. Rain yang terlanjur kesal langsung memukuli Indra dengan tangannya yang bersimbah darah.
...~...
Di lantai ketiga, Naufal membantai para berandalan yang ada di sana. Naufal terus maju menghadapi para berandalan itu sampai ia tiba di sebuah ruangan. Ruangan itu dihuni oleh satu orang, rambutnya pirang, bajunya ketat karena badannya besar.
Orang itu menoleh ke arah Naufal, "Yo, kau sudah aku tunggu dari tadi." Sapa nya.
Naufal tersenyum menyeringai, ia bersiap-siap untuk menyerang, "Aku senang jika di tunggu. Sekarang ayo bertarung." Tantang Naufal.
"Luxxy, scan dia." Batin Naufal.
...------------------------------...
...Nama: Mahendra Wijayanto...
...Kekuatan: S-...
...Ketahanan: A...
...Kecepatan: C...
...Kepintaran: C...
...Potensial: A...
...Bela diri: Iron Fist...
...------------------------------...
"Kekuatan nya S-? Ini keterlaluan." Batin Naufal.
Tiba-tiba, sebuah pukulan mendarat tepat di wajahnya sampai Naufal terpental jauh keluar dari ruangan itu. Serangan itu di layangkan oleh Mahendra, ia langsung menghampiri Naufal dan mencekiknya.
Naufal di pukuli terus-terusan, sehingga ia lemas, Mahendra yang ingin pergi meninggalkan Naufal, seketika terhenti karena menyadari Naufal bangkit kembali.
__ADS_1
Sebuah Flying Knee mendarat di wajah Mahendra, itu menyebabkan Mahendra jatuh tersungkur. Disana terlihat Naufal yang berdiri seolah tak terkena serangan dari Mahendra.
Mahendra langsung berdiri, ia memelototi Naufal, namun Naufal tak takut dengan itu. Naufal langsung menyerang Mahendra, namun serangan itu berhasil ditahan oleh Mahendra. Mahendra membalikkan serangan itu dengan memukul Naufal ke arah bawah sehingga menyentuh lantai, lantai itu rusak karena daya serangan Mahendra yang kuat.
Naufal yang terkena serangan itu langsung bangkit, ia menyerang Mahendra dengan Dwichagi, serangan itu menyebabkan Mahendra terpental menabrak tembok. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Naufal, ia langsung menyerang Mahendra menggunakan kaki berkali-kali.
Namun, Mahendra masih bisa bertahan dengan serangan itu. Dia melangkah ke depan Naufal dan memukulnya dengan keras, serangan itu kembali membuat Naufal terpental.
Sekarang Naufal kebingungan akan cara mengalahkan Mahendra, ia pun meminta saran kepada Luxxy, "Luxxy, beritahu aku cara mengalahkan nya." Batin Naufal.
(Saya menyarankan anda untuk menyerang titik vital nya.)
Naufal langsung kembali bersemangat, ia mendekati Mahendra dan menginjak punggung kaki Mahendra, Mahendra merasakan sakit yang luar biasa. Namun, ia lengah dan membiarkan Naufal memukul pelipisnya dengan keras, lalu di lanjutkan dengan memukul ulu hati Mahendra.
Mahendra yang kesakitan, mencoba menahannya agar tetap biasa siaga. Namun, ia kembali membiarkan paha nya di serang oleh Naufal, serangan itu benar-benar membuat Mahendra sangat kesakitan.
Lalu saat Mahendra lengah, Naufal langsung melakukan Naeryeo chagi, yang membuat wajah Mahendra menyentuh lantai dan membuat lantai itu rusak.
...------------------------------...
...Menaklukkan Dungeon pertama berhasil...
...Waktu tersisa: 1 hari...
...Reward: Fitur Shop, Kartu penampilan (Gaya rambut belah tengah), Knuckle level 1...
...------------------------------...
(Selamat atas keberhasilan anda tuan, sekarang anda bisa menggunakan fitur shop.)
Naufal pun bahagia akan hal itu, ia pun segera turun. Di lantai kedua, ia melihat Rain yang sedang duduk di atas tubuh Indra. Naufal terkejut dengan keadaan Rain yang terluka sangat parah, ia pun membopong tubuh Rain.
"Kau tak apa?" Tanya Naufal.
"Masih bisa berjalan kok, tapi penglihatan ku terganggu." Jawab Rain.
Mereka berdua pun turun ke lantai pertama, disana sudah ada Zulfi yang kepalanya dibanjiri darah. Zulfi terlihat baik-baik saja dan mengajak mereka berdua untuk pulang.
"Ahh, pasti aku di marahi ibuku kalau begini." Keluh Naufal.
"Aku juga." Kata Rain
"Bagaimana kalau ke rumah ku dulu? Kita obati luka kita disana." Ajak Zulfi.
"Benarkah? Wih bagus lah." Ucap Naufal.
Mereka bertiga pun pulang ke rumah Zulfi dengan perasaan bahagia. Namun, perjalanan mereka belum berhenti disini, karena dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan mereka bertiga.
__ADS_1
"Menarik nih, daerah tengah mulai ingin menguasai daerah lain ya? Kkekeke, menarik!" Pekik nya.
...##Sistem Raja Pecundang##...