Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Berlatih bersama master bela diri (part 1)


__ADS_3


Besoknya. Pagi cerah seperti biasanya, mentari pagi menyinari bumi. Terlihat seorang pemuda yang sedang berjalan menuju sekolah. Dia adalah Naufal Setyadi.


Di tengah perjalanan, Naufal sudah ditunggu oleh Rain, Zulfi, Fanni dan Rizki. Mereka berniat pergi sekolah bersama-sama.


"Selamat pagi Naufal," sapa Fanni sembari melambaikan tangannya.


"Pagi juga. Kalian udah lama nunggunya?" Sahut Naufal sembari tersenyum kecut.


"Tidak kok, aku baru saja sampai," balas Rain yang mengenakan kacamata.


Namun, pandangan Naufal teralihkan kepada Rizki. Ia menatap Rizki dengan rasa penasaran, begitupun sebaliknya.


Naufal dan Rizki saling bertatapan.


"Tumben kau ikut,"


"Tentu saja. Aku sekarang juga anggota gengmu atau apalah itu,"


"Bukan geng! Sial, aku ini mendirikan kru!"


Naufal menatap Rizki dengan wajah kesal. Lalu, pandangannya teralihkan ke gerbang masuk sekolah. Dari kejauhan ia melihat Dani yang berdiri sembari memainkan ponselnya, seperti sedang menunggu seseorang.


Naufal menyenggol-nyenggol Zulfi dengan siku nya.


"Itu si Dani kok udah sekolah? Bukannya luka di kakinya itu sangat parah?"


"Ah iya. Dia kemarin telfon aku malem-malem. Katanya kaki dia sembuh dengan sangat cepat, aneh kan?"


Naufal menundukkan kepalanya. Ia mengambil nafas dalam-dalam, dan menghembuskannya.


"Aku bodoh karena bertanya. Kan aku yang mengobati Dani semalam," batin Naufal.


...~...


Beberapa jam sebelumnya, tepatnya saat pukul 6 sore. Terlihat Naufal yang sendirian di kamar, ia terlihat sedang memikirkan sesuatu. Naufal membuka sistem.


"Luxxy, apakah sistem bisa menyembuhkan luka seseorang?"


Naufal menggeser-geser bar di sistem, seperti sedang mencari sesuatu.


(Jika itu anggota kru tuan, saya rasa bisa. Memangnya siapa yang akan anda sembuhkan?)

__ADS_1


"Dani. Aku merasa bersalah akan luka yang diterimanya, pikirku aku bisa mengobati nya dengan sistem," ucap Naufal yang menutup sistem.


(Ada bar [sekutu] di sistem. Disitu anda bisa mengetahui status sekutu anda, sekaligus bisa menyembuhkan luka juga.)


Wajah Naufal pun berubah menjadi bersemangat, "baiklah! Ayo kita sembuhkan Dani!"


Naufal kembali membuka sistem, lalu ia memencet ikon bar sekutu.


...[Sekutu...


...Rainala Devan (terluka)...


...Zulfi Hermawan (terluka)...


...Dani Singjaya (cidera)...


...Rizki Aditia (terluka) ]...


"Fitur nya bagus, aku suka," lalu, Naufal memencet tombol "sembuhkan".


...[Menyembuhkan seluruh sekutu. Biaya 200 poin stats.]...


...[Yes/No]...


Tanpa basa-basi, Naufal langsung memencet tombol Yes.


...[Successfully recovery all comrades]...


"Baiklah, kalau sudah begini pasti baik-baik saja."


...~~~~...


Kembali ke masa sekarang. Naufal dan teman-temannya menghampiri Dani yang sedari tadi menunggu mereka. Naufal melambaikan tangannya, senyum terbentuk di bibirnya, "selamat pagi Dani, bagaimana dengan kakimu?" Sapa Naufal.


Dani menoleh, ia mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam tasnya, "Sudah sembuh total. Aneh sekali ya, padahal kata dokter itu cidera yang berat," sahut Dani sembari menghampiri Naufal dan teman-temannya.


"Sudah tak perlu dipikirkan. Ayo kita masuk saja." Ajak Naufal kepada teman-temannya.


Mereka semua pun masuk ke sekolah, melewati gerbang bersamaan. Namun saat di koridor sekolah, langkah Naufal dan teman-temannya terhenti. Dihadapan mereka sudah ada Parfait yang berdiri dengan kedua tangannya yang dimasukan ke saku celananya.


"Semuanya kecuali Fanni, masuk ke ruangan saya," ucap Parfait dengan nada tegas.


"Tapi pak," sahut Fanni.

__ADS_1


"Tidak menerima bantahan. Cepat masuk kelas dek Fanni." Tegas Parfait.


Dengan terpaksa, Fanni berjalan sendirian ke kelas nya. Naufal dan yang lainnya langsung menuju ke ruangan kepala sekolah bersama Parfait.


...~...


Di ruangan kepala sekolah, terlihat Naufal dan yang lainnya sedang duduk di kursi. Pandangan Naufal terasa tak tenang, matanya berkeliling mengamati ruangan itu. Keringat mulai mengucur dari dahinya.


Rizki yang melihat Naufal seperti itu, merasa heran dengan tingkah Naufal. Ia pun menepuk pundak Naufal, "hei, kau kenapa?" Tanya nya.


Naufal sontak terkejut dengan Rizki. Ia terlihat seperti ketakutan akan sesuatu, "ahh kau! Bikin kaget saja," sahut Naufal yang masih terlihat ketakutan.


"Kau kenapa sih? Dari tadi kayaknya panik gitu,"


"Aku tak apa. Aku hanya takut dengan dia,"


"Dia siapa? Disini kan yang kuat hanya kau."


Naufal mengalihkan pandangannya ke Parfait yang sedang menelfon seseorang, begitupun Rizki yang juga mengalihkan pandangannya ke Parfait.


"Kenapa dengan kepala sekolah?"


"Kau banyak tanya banget ya, kau tidak tau seberapa kuatnya dia,"


Rizki yang mendengar itu langsung tertawa kecil, ia menertawakan Naufal yang begitu penakut. Rizki tersenyum lebar dan berkata, "kau penakut banget sih, dia kan cuman orang biasa. Liat nih,"


Rizki pun berdiri dari kursi. Ia berjalan kehadapan Parfait, "pak kepala sekolah," panggil Rizki, ia menghentakkan tangannya ke meja dengan keras. Rizki tersenyum menyeringai, "si Naufal dari tadi ketakutan liat bapak, memangnya ada apa, huh?" Tanya Rizki.


Parfait menatap Rizki. Matanya melebar, dan tersenyum kecut, "iya, biasanya dia memang takut dengan saya," jawab Parfait, ia pun berdiri, "kamu lumayan gak sopan ya?"


"Gak sopan? Itu memang kebiasaan saya biasanya begini,"


Rizki dan Parfait saling bertatapan.


"Bapak tau jet kune do gak? Saya suka sekali dengan jet kune do,"


"Oh. Aku tau, bela diri yang di gunakan oleh Bruce lee kan?"


Rizki menjentikkan jarinya, ia tersenyum seraya menatap wajah Parfait, "benar!" kata Rizki, lalu ia memasang posisi siap bertarung, "ayo bertarung!"


Rizki menendang wajah Parfait. Namun, tak disangka Parfait menahan serangan itu dengan mudah. Parfait meremas kaki Rizki sehingga membuatnya kesakitan. Lalu dengan keras Parfait memukul wajah Rizki, hingga membuatnya terkapar tak sadarkan diri di lantai.


Lalu Parfait memandang Naufal dan yang lainnya dengan tajam.

__ADS_1


"Dengar, hari ini kalian akan kubawa ke Bandung untuk berlatih dengan master bela diri."


...##Sistem Raja Pecundang##...


__ADS_2