Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Rainala Devan saat SMP (part 2)


__ADS_3


Mendengar itu Rehan merasa geli dan tertawa kecil.


"Pffftt..."


Kemudian Rehan menarik dan memegangi kaki Ridwan. Sontak Ridwan langsung terjatuh karena kakinya ditarik, Ridwan yang terbaring langsung ditindih oleh Rehan.


"Woi blok! lu kira karena lu udah SMK, gw gak bisa ngalahin lu? yang kayak gini mah mudah!" kata Rehan sembari menyeringai mengejek Ridwan.


Setelah itu, Rehan langsung memukul wajah Ridwan secara membabi-buta. Serangan itu sangatlah kuat, bahkan Ridwan merasa bahwa tulang tengkoraknya seperti retak.


Rehan terus-menerus memukul wajah Ridwan, ia melakukan itu hampir 5 menit. Namun tiba-tiba sebuah tongkat baseball melayang dengan sangat kencang dan mengenai kepala Rehan.


Seketika itu Rehan terlempar karena pukulan tongkat yang sangat keras. Rehan terbaring lemas, namun ia tak ingin menyerah dan mencoba bangkit lagi.


Rehan bangkit, saat setengah berdiri ia melihat 20 orang preman sekolah tepat berada didepannya, mereka berniat membantu Ridwan untuk mengalahkan Rehan.


"Hahaha. Masuk juga lo ke perangkap kami," ucap salah seorang dari 20 orang tersebut.


Lalu 2 orang berlari dan menyerang Rehan. Pukulan demi pukulan terus dilayangkan kepada Rehan, namun dengan mudah Rehan menghindarinya.


"Ck," decak Rehan.


Rehan sangat ingin sekali membalas semua pukulan itu, namun pandangannya kabur karena habis dipukul oleh tongkat baseball. Tetapi pada akhirnya dengan keterampilannya, Rehan berhasil melayangkan pukulan straight keras ke 1 dari 2 orang yang menyerangnya.


Orang itu langsung terjatuh pingsan, namun itu membuat Rehan lengah. Satu lagi orang yang tadi langsung mencoba melukai kepala Rehan, Tapi.


BUUGGGH


Sebuah tendangan membuat orang itu terpental cukup jauh dan langsung tak sadarkan diri. Tendangan itu dilancarkan oleh Rainala Devan.


Lalu dibelakangnya juga muncul Siti dengan berlari tergesa-gesa. Siti terlihat sangat panik, keringatnya tak berhenti menetes dari dagunya.


"Rehan! kita dijebak sama mereka!" ucap Siti sembari terengah-engah.


"Maksudnya apa? aku tadi lengah, kepalaku jadi luka," sahut Rehan dengan dingin.


"Si Arif itu kayaknya udah ngadu sama preman-preman sini, dia sengaja bikin kita ngikutin sampe kesini," jelas Siti.


"Sialan juga ya," keluh Rehan. Tiba-tiba Ia mengencangkan tali sepatunya, "ya udahlah kalo gitu, sekarang ayo kita lawan mereka!" ajak Rehan.


Rehan bersiap-siap menyerang, begitupun Siti dan Rehan. Namun pandangan Rehan melirik ke Rainala yang memasang kuda-kuda silat.

__ADS_1


"Tumben, biasanya selalu ngalah kalau soal bertarung," sindir Rehan sembari tersenyum kecil.


"Bagus-bagus udah aku tolong, jangan banyak tanya lah." balas Rainala.


Di sisi lain Ridwan sudah kembali bangkit dan bersiap memimpin 20 orang yang ada dibelakangnya. Ia terlebih dahulu meluruskan badannya dan sedikit pemanasan.


Ridwan bersiap bertarung.


"HAJAR!!!"


Ridwan berteriak sembari berlari, diikuti oleh preman-preman yang ada dibelakanhnya.


Namun itu tak membuat Rehan, Siti, dan Rainala gentar. Rainala juga berlari dan menyerang musuhnya dengan lututnya. Tindakannya membuat preman-preman itu terpencar.


Tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, Rehan langsung berlari dan menyerang Ridwan dengan kuat. Rehan berniat untuk kembali bertarung dengan Ridwan.


Namun serangan Rehan sangatlah sia-sia, serangan yang ia layangkan di tahan oleh Ridwan dengan dahinya. Sebuah senyuman jahat terukir di wajah Ridwan.


"Kkekekeke. Pukulan lu gak mempan." ucap Ridwan sembari tersenyum jahat.


Ridwan menarik rambut Rehan dan mengarahkan kepalanya ke lututnya. Ridwan menendang-nendang wajah Rehan dengan lututnya.


Lalu Siti di kelilingi oleh preman lainnya, preman-preman itu tersenyum jahat sembari memandangi lekuk tubuh Siti. Namun Siti tak peduli, dengan kemampuannya ia menendang wajah salah preman disana, dan menyerang yang lainnya.


Kembali ke Rehan yang sedari tadi tak berdaya melawan Ridwan, wajahnya penuh dengan luka, hidungnya juga terus mengeluarkan darah. Level bertarung Ridwan sudah berbeda dari sebelumnya.


Terus-terusan di ditendang dengan lutut membuat Rehan sedikit demi sedikit kehilangan kesadarannya. Namun anehnya ia malah tersenyum lebar seperti sangat senang akan sesuatu.


Tiba-tiba Rehan berhasil lepas dari pegangan Ridwan, dengan cepat ia langsung menendang perut Ridwan dengan teknik tendangan Dwi Chagi tepat di perutnya. Tendangan itu membuat Ridwan langsung terpental dan muntah-muntah.


"Anjir… lu kuat juga, gue ampe berdarah-darah kayak gini," ujar Rehan dengan nafas yang terengah-engah.


Rehan perlahan berjalan mendekati Ridwan. Ia berdiri tepat di depan Ridwan yang sedang merintih kesakitan. Ridwan menatap keatas seperti sedang melihat sesuatu yang besar, namun yang sebenarnya ia melihat aura Rehan yang begitu kuat.


Tiba-tiba tempat Ridwan berdiri digenangi air yang berbau pesing. Ternyata Ridwan mengompol di celananya karena saking takutnya dengan Rehan. Preman-preman lain yang melihat itu sangatlah terkejut karena melihat pemimpin mereka mengompol karena ketakutan.


"M-mo… monster!!! huwaaaaa!" teriak Ridwan dengan ketakutan sembari berlari keluar meninggalkan tempat itu.


"Hah?"


Rehan kebingungan dengan Ridwan yang malah kabur meninggalkan bawahannya.


"Memalukan, memangnya seperti itu yang namanya ketua?" ucap seseorang yang datang dari kegelapan ruangan itu.

__ADS_1


Seorang pria yang berjalan perlahan mendekati kerumunan Rehan. Ia memakai kacamata hitam, tinggi sekitar 180 cm, rambutnya terlihat rapih dengan Pomade. Badannya terlihat sangat atletis bagaikan seorang petarung UFC.


Melihat itu, Rehan, Rainala, dan Siti langsung terlihat waspada. Mereka bertiga merasakan tekanan yang kuat saat melihat pria itu, ia bagaikan hantu yang memberikan rasa takut.


Tiba-tiba semua preman yang menyerang Rehan langsung bergegas menghampiri pria itu, salah satu dari mereka sampai terjatuh dan terinjak-injak oleh yang lainnya karena saking takutnya dengan pria itu.


"Selamat siang Bos!!!" salam preman-preman itu dengan serentak.


Rehan, Siti, dan Rainala merasa takjub sekaligus merasa ngeri melihat semua preman-preman itu hormat dan menunduk kepada satu orang.


"Apa kabar and-"


Salah satu preman yang berniat bertanya kabar, malah dipukul dengan sangat amat keras oleh sang ketua. Preman yang dipukul itu terpental menabrak tembok sampai hancur.


Lalu dengan mudahnya orang itu langsung melumpuhkan semua preman-preman dalam hitungan detik. Setelah itu, dengan tangan yang dipenuhi oleh darah, ia menghampiri Rehan.


"Hei bocah dengan rambut coklat, kemari!" ucap pria itu sembari menunjuk Rehan.


Mengira niat pria itu baik, Rehan menghampirinya tanpa ada rasa curiga sedikitpun.


"Iya om, mau apa?" tanya Rehan.


"Apa? kau sebut diriku ini "Om"? aku masih muda, sialan," kata pria itu dengan tegas.


"Apapun itu. Memangnya ada apa?" tanya Rehan kembali.


"Namamu siapa? kau mempunyai kemampuan yang hebat. Dengan kemampuanmu itu, aku akan mendapatkan kekuatan lebih," tanya-nya kepada Rehan.


"Namaku Rehan Ahmad. Om sendiri namanya siapa?" jawab Rehan sembari bertanya balik.


"Franz Saputra itulah namaku. Aku adalah seorang mantan ahli waris keluargaku," jawab pria itu yang bernama Franz Saputra.


"Aku mempunyai penawaran yang bagus untukmu, Rehan," kata Franz.


...##Sistem Raja Pecundang##...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf karena tidak update selama beberapa minggu. Diwaktu kemarin saya cukup sibuk dengan kegiatan disekolah saya. Saya berharap masih bisa update karya saya yang satu ini



...Saya mohon bantuan koreksi apabila ada kalimat dalam bab ini yang tidak dimengerti....

__ADS_1


__ADS_2