
"Hmmm? apakah Naufal bisa bertahan dengan monster itu?"
Seseorang beranjak dari sebuah singgasana yang di dudukinya. Lalu ia menghampiri sebuah jendela. Orang itu menatap keluar jendela, terlihat ribuan, bahkan ratusan juta alam semesta didepannya.
"Setelah aku pergi dari tempat asal ku, aku langsung membuat tempat tinggal ku disini. Rumah yang nyaman tanpa ada satupun pengganggu," ucapnya, lalu ia menjentikkan jarinya. Tiba-tiba secangkir kopi panas muncul di hadapannya.
Orang itu pun menyeruput kopi yang ada dihadapannya. "Yah, kurasa Naufal akan baik-baik saja. Selama dia masih menggunakan sistem."
...***...
Kembali ke pelatihan Naufal dan Parfait. Saat itu, hari sudah menunjukkan malam hari, namun Naufal masih harus berhadapan dengan Parfait. Tentu saja, ini akan terus berlanjut sampai besok pagi.
Terlihat Naufal dengan nafas yang terengah-engah, memasang persiapan bertarung Muay Thai. Berdiri dengan tubuh yang gemetaran, itu lah situasi yang sedang dihadapi oleh Naufal.
"Sudah capek? ini masih belum lagi lho," Parfait mengolok-olok keadaan Naufal yang terlihat sangat berantakan.
Naufal hanya terdiam, sedari tadi ia hanya menerima serangan. Tapi ia juga telah meniru semua serangan itu, hanya saja ia tak pernah punya kesempatan untuk menyerang balik.
"Bersiaplah," lirih Parfait.
"Tu-tunggu!"
Sebuah pukulan straight melayang, dan melesat ke arah Naufal. Pukulan itu tepat mengenai dada Naufal, namun untungnya Naufal berhasil menahan serangan itu. Walaupun tangannya terasa sangat sakit.
"Tulang mu retak tuh," Parfait menarik kembali tangannya. Sebenarnya, ia tak memukul Naufal dengan serius. Ia hanya sedikit mengerahkan tenaganya untuk memukul Naufal.
"Dengar ya, aku tau dasar dari semua bela diri. Muay thai pun aku tau, cobalah untuk bertarung dengan bela diri yang lain," kata Parfait dengan nada kesal.
"Dari tadi bicara terus," lirih Naufal dengan kedua tangan yang masih ada di dadanya.
"Ha?? apa yang kau bilang tadi?"
"Aku bilang, kau salah karena membiarkan aku bertahan!" teriak Naufal. Lalu, ia menyerang Parfait dengan pukulan straight yang sama persis gerakannya.
Naufal tersenyum lebar, rambutnya terurai menutupi bagian matanya. Naufal terlihat seperti seorang yang menyeramkan. Itu sedikit membuat Parfait terkejut dengan perubahan sikap, serta gaya bicara Naufal.
Pukulan straight tadi lumayan membuat Parfait terdorong. Setelah itu, tendangan low kick mendarat di betis Parfait. Tendangan itu sangat keras, sampai-sampai menimbulkan suara hantaman.
Namun, hal yang tak terduga terjadi. Parfait tak merasa kesakitan dengan tendangan yang Naufal berikan. Ia malah tersenyum seakan senang dengan serangan itu.
"Kau meniru aku ya?" kata Parfait dengan senyum menyeringai.
"Benar! sekarang, hadapilah kekalahan mu!" Naufal mengepalkan tangannya. Ia melesat ke arah Parfait sembari melakukan flying knee.
__ADS_1
Diluar dugaan, Parfait berhasil menahan serangan Naufal dengan mudah. Lalu secepatnya ia memukul wajah Naufal yang ada di atasnya. Pukulan Parfait menghantamkan kepala Naufal ke tanah.
"Kau sedang berada di fase Self hate, ya?" lirih Parfait.
...***...
Self hate adalah fase dimana seseorang yang sudah sangat membenci dirinya sendiri, sehingga sampai di tahap seluruh tubuhnya memanas. Fase ini membuat potensi seseorang meningkat dengan pesat.
Ada 1 kasus juga, dimana seseorang yang dalam fase Self hate, bisa merubah kepribadiannya menjadi lebih sadis dan tak peduli dengan rasa sakit.
Namun, kasus Naufal berbeda. Ia mencapai fase itu karena sudah sangat membenci dirinya dari lama, perasaan itu terus terbendung. Sewaktu-waktu perasaan benci itu meledak, dan menjadi sesuatu yang berbahaya bagi lawannya.
...***...
Kembali ke pertarungan Naufal dan Parfait. Parfait yang sudah menyangka Naufal sudah tak sadarkan diri. Tiba-tiba terkaget dengan pukulan keras yang mendarat di bagian belakang kepalanya. Ia pun menoleh kebelakang.
"Mau kemana bangs*t!" Naufal melakukan 1 Inch punch ke bagian ulu hati Parfait.
BUGGHH
Terdengar suara pukulan yang berasal dari tubuh Parfait. Ternyata, serangan Naufal tak berefek apapun kepadanya. Lalu sebuah tendangan mendarat di pipi Naufal. Itu adalah tendangan dari Parfait.
Naufal terpental dan terjatuh ke semak-semak. Ia sudah tak berdaya dengan pelatihan dari Parfait.
sebuah suara memecahkan keheningan yang ada di telinga Naufal.
...[Mendapatkan kemampuan baru!...
...Mode : Self hate 100%...
...Pasif: aktif setelah tak berdaya untuk melanjutkan pertarungan]...
(Tuan, terimalah gembok ini!)
"Hah?"
Di tangan Naufal muncul sebuah kunci gembok berwarna merah.
(Tekan besinya!)
"Ba-baiklah!" Naufal menekan besi gembok itu hingga masuk ke lubang kuncinya.
...[Hurry up, Hurry up!...
...Who's the one? I am the one!...
__ADS_1
...Self hate!]...
...(Biar kayak kamen r*der wkwkwk)...
Sebuah suara keluar dari layar sistem, dan suara itu hanya bisa didengar oleh Naufal. Kemudian suara itu hilang, bersamaan dengan Naufal yang kembali terlihat menyeramkan dengan senyuman lebar.
Saat itu juga Naufal menyerang Parfait dengan tendangan yang bertubi-tubi. Namun seperti yang sudah di duga, Parfait tidak tersentuh sedikitpun oleh Naufal.
Dengan lihai Parfait menghindari setiap tendangan dari Naufal. Sampai suatu ketika, tangannya diam di arah ulu hati Naufal. Setelah itu Naufal terpental jauh kebelakang, ia diserang menggunakan pukulan satu inci.
Parfait sedikit lega karena berhasil memundurkan Naufal, dalam pikirannya, mungkin Naufal akan lebih berbahaya jika tidak ia ladeni. Namun, wajahnya terkena sebuah tendangan keras, sehingga membuat Parfait terpental lumayan jauh.
Tendangan tadi berasal dari Naufal. Entah bagaimana ia berhasil menyerang Parfait tanpa diketahui olehnya.
"Rasakan itu, bajing*n!" ejek Naufal yang sedikit senang dengan pencapaiannya.
Namun rasa senangnya harus terhenti. Parfait berdiri kembali dan menghampiri Naufal, seolah tak terjadi apa-apa dengan wajahnya.
"Lumayan Naufal, kalau lawan orang biasa pasti sudah mati." Ucap Parfait yang memuji pencapaian Naufal.
Terkejut dengan kondisi Parfait yang baik-baik saja, Naufal kembali menyerangnya dengan pukulan jab dan dikombinasikan dengan straight secara bertubi-tubi.
Parfait menghindari semua serangan itu dengan santai. Saat ada celah, ia menarik tangan Naufal sampai badannya terbawa, dan menendang wajahnya sampai Naufal terjatuh tak sadarkan diri.
...~...
Naufal terbangun di hutan sendirian. Matahari terbit dan menyinari wajah Naufal yang dipenuhi oleh luka lebam karena dilatih keras oleh Parfait.
Seekor serangga masuk kedalam bajunya, dan mengigit Naufal.
"Aww.."
Naufal merintih kesakitan. Lalu ia pun bangkit dari tidurnya, dan beranjak dari tempat itu.
Naufal berjalan melewati dedaunan dan ranting pohon yang berserakan di sepanjang jalan yang ia tempuh. Tiba-tiba, Naufal mendengar suara air bergemuruh di sampingnya.
Penasaran dengan suara itu, Naufal berjalan mencari sumber suara tersebut. Ia melewati pepohonan, dan semak-semak untuk mencari sumber suara itu.
Setelahnya, Naufal keluar dari semak-semak.
Alangkah terkejutnya Naufal, ia melihat Rainala yang sedang berlatih dibawah air terjun. Tubuh Rainala terlihat basah sekali, sepertinya ia sudah 14 jam berada di bawah pancuran air terjun itu.
"Rain, latihan macam apa itu?!"
...##Sistem Raja Pecundang##...
__ADS_1