
"M****ampus Kalian!" Batin Putri sembari menatap sinis Fanni dan teman-temannya.
...~...
Sesampainya di tempat karaoke yang dimaksud oleh Putri, mereka segera masuk dan memesan ruangan. Mereka semua masuk terkecuali Rizki yang menunggu di luar.
Di dalam ruangan yang sudah dipesan, Fanni dan yang lainnya bersenang-senang bersama. Terlihat Fanni yang menari-nari bak seorang artis, semua orang yang melihat itu langsung terkesan dengan kemampuan Fanni.
"Kamu hebat banget Fanni! Kamu bisa menari ya," ucap Nazwa dengan mata yang bersinar-sinar.
"Haha iya, aku diajari oleh Rizki," sahut Fanni dengan keringat yang membasahi tubuhnya.
"Rizki? Emang dia bisa?" Tanya Lia sembari meminum sebuah minuman.
"Iya juga ya, dia kan cowok, kok bisa menari?" Sahut Alisa.
"Rizki itu dulunya seorang idol yang cukup terkenal, hanya saja karena suatu kejadian, ia jadi malas menari lagi," balas Fanni dengan senyuman.
Lia yang mendengar itu sontak terkejut, ia tak menyangka bahwa Rizki adalah seorang idol. Ia mendekat kepada Fanni dan berbisik, "Fan, kamu gak bohong kan?" Bisik Lia.
"Nggak kok, aku gak bohong. Dulu dia memang seorang idol, sekarang harusnya masih sih," balas Fanni.
Putri yang sedari tadi hanya diam dan memainkan ponselnya, namun sebenarnya ia sedang saling mengirim pesan dengan Mahendra. Lalu, Mahendra mengirimkan sebuah pesan suara, "berpura-pura takut saat aku datang."
Mendengar itu, Putri langsung memegang mic yang ada di depannya, lalu ia menyanyikan sebuah lagu. Lalu, semua orang langsung terpikat dengan suara Putri yang begitu merdu, sehingga membuat Fanni kembali menari.
Namun tiba-tiba, pintu ruangan itu ditendang oleh seseorang sehingga membuat pintu itu rusak, membuat para gadis itu terkejut. Lalu, tiga orang di belakangnya masuk dan menangkap mereka semua. Tak lain, mereka adalah Mahendra bersama teman-temannya.
Para gadis itu dibuat pingsan, lalu mereka dibawa ke sebuah mobil Van berwarna hitam, mereka semua didudukkan ke kursi mobil. Namun, secara mengejutkan Putri terbangun, karena sejak awal dia tidak pingsan.
"Kalian berhasil ya?" Tanya Putri, dengan santai ia membuka jendela mobil itu.
"Ya kurang lebih, kau punya keluhan?" Balas Indra.
"Tidak ada. hanya saja, bolehkah aku meminta sesuatu?" Lanjut Putri sembari menatap dingin ke arah Alisa.
__ADS_1
"Apa itu? Selama tidak mustahil akan aku kabulkan," ucap Mahendra sembari menyetir mobil.
"Tolong buat Alisa menderita, aku muak melihat nya." Ucap Putri.
Mahendra hanya mengangguk menandakan ia menyetujui permintaan Putri.
...~...
Di tempat karaoke, terlihat Rizki yang baru saja keluar dari toilet. Ia berjalan kembali menuju ke ruangan yang ditempati oleh Fanni dan Lia, namun ia terkejut melihat pemilik tempat itu sedang menangis sembari menatap ruangan yang di tempati Fanni.
Tanpa pikir panjang Rizki langsung berlari menghampiri pemilik karaoke, namun ia terkejut melihat ruangan yang di tempati oleh Fanni sudah berantakan. Melihat itu, Rizki langsung masuk dan memeriksa keadaan ruangan itu.
Namun, ia tak menemukan barang milik Fanni dan teman-temannya. Setelah itu, ia menghampiri pemilik tempat itu dan menarik kerah baju orang itu.
"Hei," pemuda itu merapatkan giginya dan mengerutkan alisnya, "dimana siswi-siswi yang tadi memesan tempat ini?!" Tanyanya.
"S-sa-saya tidak tau!" Jawab pemilik tempat itu, "saya hanya melihat sekelompok orang membawa mereka ke dalam mobil Van berwarna hitam!"
Mendengar itu, Rizki langsung berlari keluar dari tempat itu. Ia membuka ponselnya dan membuka sebuah aplikasi peta, disana terlihat sebuah ikon merah yang sedang bergerak, ikon itu adalah Fanni. Ternyata selama ini Rizki memasang alat pelacak yang ditaruh di tas miliknya.
...~...
Di tempat lain tepat nya di rumah Fanni, terlihat Naufal yang sedang berjaga di depan gerbang masuk rumah itu, ia terlihat sangat bersungguh-sungguh dalam bekerja.
Namun dari tadi, Naufal kebingungan karena tak kunjung melihat Fanni dan Rizki. Saat ini Naufal ingin sekali berbaikan dengan Fanni, Naufal sadar kalau ia sudah keterlaluan menjauhi Fanni.
"Kemarin dia bilang apa ya?" Ucap Naufal, "oh iya, aku akan berusaha membuat kamu bicara lagi sama aku. Itu sih yang dia bilang,"
Naufal selalu tersenyum jikalau membayangkan Fanni yang ingin meminta maaf kepadanya, ini pertama kalinya ia merasakan sesuatu perasaan yang di namakan Salting(salah tingkah).
"Kurasa udah waktu nya, aku juga gak enak terus-terusan cuekin dia." Lirih Naufal sembari berkeliling melakukan patroli.
...~...
Kembali ke Rizki, ia telah sampai di tempat dimana Fanni di culik. Tempat itu adalah sebuah pabrik tua yang terletak di pinggir sungai, Rizki terus mengawasi pergerakan Mahendra dan teman-temannya, ia merasa kalau penculikan ini telah direncanakan oleh seseorang.
__ADS_1
Rizki pun berjalan menyelinap masuk, ia menaiki sebuah tangga dan mengawasi pergerakan Mahendra dari atas. Disana, ia melihat Fanni dan yang lainnya termasuk Putri, di dudukkan ke kursi dan mengikatnya.
Tak lama kemudian para gadis itu siuman, Mereka terkejut melihat diri mereka telah di ikat pada sebuah kursi. Fanni langsung terlihat ketakutan, seluruh tubuhnya gemetaran, gejala Panic Attack milik Fanni mulai kambuh kembali.
Fanni langsung berteriak dan memanggil nama Naufal berkali-kali. Rizki yang melihat itu langsung marah, namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena harus memantau keadaan terlebih dahulu.
Tapi tiba-tiba, sebuah tendangan mendarat di pipinya sehingga membuat ia terjatuh sejauh 9 meter ke permukaan. Seseorang yang menendang Rizki ikut turun kebawah dengan melompat.
Rizki yang terjatuh langsung kembali berdiri, ketika ia melihat seseorang memakai stelan jas rapih berdiri didepannya. Orang itu terlihat seumuran dengannya, tubuhnya juga sama seperti Rizki.
"Kau siapa brengs*k!" Teriak Rizki dengan wajah yang terlihat marah.
"Siapa aku? Oh iya, aku adalah UM no.3," balas orang itu, "namaku adalah Aldi Sanjaya,"
"UM? Apaan itu? Jelaskan padaku apa arti semua ini!" Ucap Rizki sembari memasang kuda-kuda Jet Kune do.
"Norak, UM itu Unlimited Money. Dan aku adalah Aldi, paham?" Ejek anak itu.
"Hebat-hebat Aldi, dengan begini kita lebih mudah bisa memancing Naufal,"
Seseorang dengan rambut hijau dan tubuh kekar muncul, saking kekar tubuhnya, jas yang ia pakai terlihat sangat ketat. Orang itu adalah UM no.2, "perkenalkan, aku Santoso Supriyadi. UM no.2,"
Tanpa merespon ucapan Santoso, Rizki langsung menyerangnya dengan teknik Dragon kick yang mengarah ke kepala Santo. Namun, dengan mudah Santoso menangkap kaki Rizki dan melemparkannya ke tembok hingga hancur.
Santoso mengeluarkan dua buah Brass Knuckle dari sakunya, lalu memakaikannya di lengannya. Santo langsung menantang Rizki untuk bertarung, "hei Bruce L*e, ayo bertarung," tantang Santo.
Rizki langsung berdiri, ia memasang kuda-kudanya kembali. Namun sebelum itu, ia bertanya sesuatu kepada Santo.
"Jelaskan padaku, alasanmu menculik gadis-gadis ini," tanya Rizki.
"Asal kau tau saja, teman mu menyerang salah satu bisnis legal milik kami, apa kau pikir kami akan terima? Tidak. Bos kami saja sudah marah besar dengan temanmu," jawab Santo dengan nada tinggi.
"Begitu ya, Naufal menyerang kalian? Kalau begitu, kali ini aku yang akan meruntuhkan kalian!" Teriak Rizki sembari berlari untuk menyerang Santoso.
"Bocah ini, bagus jika dibuat menjadi adonan darah!" Lirih Santoso.
__ADS_1
...##Sistem Raja Pecundang##...