Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Masa lalu yang dihapus (part end)


__ADS_3


"Aku adalah The Creator. Aku memiliki penawaran untuk kalian berdua," ucap The Creator sembari tersenyum lebar.


The Creator memunculkan sebuah layar berwarna ungu dari tangannya. Lalu, membuat tubuh Naufal dan Fanni melayang hanya dengan menggerakkan tangannya.


"Bagaimana jika, aku akan menyelamatkan hidup kalian beserta anak-anak ini?"


Melihat keanehan itu, Surya dan Bambang terkejut sekaligus takjub melihat Naufal dan Fanni melayang. Bambang menghampiri Fanni, ia mencoba meraihnya untuk memastikan keadaannya. Namun, ia tak bisa melakukannya karena tangannya menembus tubuh Fanni.


"Tidak sopan sekali manusia ini," ucap Creator sembari menatap sinis Bambang dengan aura yang mengintimidasi.


Melihat itu, Bambang langsung terlihat tertekan. Suatu tekanan menekannya hingga berlutut di tanah. Itu adalah perbuatan The Creator.


Surya yang sedari tadi hanya melihat, mencoba berdiri melawan tekanan dari The Creator. Surya terus berusaha untuk berdiri meskipun tubuhnya tak kuat untuk menahan tekanan itu.


"AAAARRRGHHH!!!!"


Surya berteriak dengan keras, ia masih mencoba berdiri. Kemudian, ia batuk darah karena tekanan yang kuat itu, hidungnya juga mimisan.


Bambang dan The Creator yang melihat itu merasa takjub dengan tekad Surya. Tak disangka, Surya berhasil berdiri tegak meskipun sekujur tubuhnya dipenuhi luka.


"Hoshh.... hossshh. Apa penawaran yang kau bicarakan?" Tanya Surya sembari merintih kesakitan.


Tiba-tiba, The Creator sudah tepat berada didepan wajah Surya. Creator tersenyum lebar sembari menatap Surya, ia pun mengelilingi tubuh Surya.


"Menarik sekali manusia yang satu ini," sahut Creator. Lalu dengan tangannya, ia memunculkan sebuah layar ungu tadi dari tangannya, "ini namanya adalah sistem,"


"Lalu? Apa yang spesial dari itu?" Ucap Surya.


"Aku akan menyelamatkan anak-anak kalian, namun salah satu dari mereka harus menjadi seorang player," jelas Creator, "namun, anak yang dipilih akan kehilangan segala hal dalam hidupnya," lanjutnya.


"Hanya itu?"


"Tidak hanya itu. Anak yang dipilih akan ku tanam sebuah sistem yang akan mendampinginya menjadi player," ucap Creator. Ia pun berjalan ke arah Surya.

__ADS_1


"Apa maksudmu dengan kehilangan segala hal?" Tanya Surya sembari perlahan menjauh dari The Creator.


"Kau tak tahu?" Sahut Creator, "anak itu akan kehilangan kekayaan dan teman. Kkekeke!" Pekik Creator.


"Apa maksudmu? Kehilangan kekayaan dan teman?" Tanya Surya kembali. Ia pun berlari dan mencoba memukul Creator, namun pukulannya malah menembus tubuh Creator.


"Percuma lho, aku tidak akan pernah bisa dilukai oleh siapapun. Bahkan kematian tidak ada dalam hidupku," ucap Creator. Ia pun terbang ke atas dan duduk bersila sembari melayang, "kau ingin tahu maksud dari kehilangan kekayaan dam teman?" Lanjut Creator.


"Tentu saja," sahut Surya.


"Anak yang menjadi Player akan ku hilangkan eksistensinya dari dunia ini. Artinya, ia akan kehilangan semua hal yang dimilikinya. Teman, kekayaan, bahkan kemampuannya,"


Mendengar itu, Surya dan Bambang sontak terkejut. Mereka saling menoleh satu sama lain. Bambang masih marah terhadap Surya, ia menatap Surya dengan tatapan dingin.


"Bagaimana? Kalian akan menerimanya?"


Creator terbang melesat ke arah mereka untuk menengahi mereka berdua.


"Tunggu dulu," sela Surya. Matanya berkaca-kaca seakan menahan kesedihan, "apa tidak ada cara lain?" Tanyanya.


"Cara lain? Banyak. Hanya saja aku tidak ingin memberikan itu kepada kalian secara cuma-cuma," jawab Creator.


"Maafkan aku." Lirih Surya.


Bambang pun mendekati Creator, dan berhadap-hadapan dengannya.


"Aku tidak peduli dengan kekayaanku, kumohon hidupkan Fanni. Tidak apa jika eksistensinya dihilangkan, yang penting dia ada disisiku," ucap Bambang dengan nada serius.


"Kau yakin? Player akan mendapatkan kesulitan yang ekstrim lho," sahut Creator dengan wajah meremehkan.


"Tidak ap-"


Belum sempat menjawab. Jawaban Bambang disela oleh sebuah teriakan dari Surya.


"Hidupkan anakku!" Teriak Surya dengan keras.

__ADS_1


Creator langsung berpindah dengan cepat ke depan Surya. Ia lalu menatap Surya dengan tatapan meremehkan, "kau yakin ha?" Tanyanya dengan nada meremehkan.


"Ya, aku yakin. Jadikanlah Naufal seorang Player, dan biarkan Fanni hidup seperti biasanya," jawab Surya sembari tersenyum kecut ke Creator.


(Aku sangat terkejut saat itu, tak kusangka Surya mengorbankan kehidupannya demi aku dan anakku.)


Bambang yang mendengar itu sontak terkejut, ia berlari menuju Surya. Bambang memegang kerah Surya sembari memasang wajah tak percaya.


"Apa maksudmu Surya?!" Tanya Bambang yang tak percaya dengan ucapan Surya.


"Bambang. Setelah ini, kumohon teruslah selidiki Underground Arena. Mereka perlu dikalahkan, untuk dendam kita juga." Balas Surya sembari tersenyum lebar.


...~...


Tiba-tiba, tubuh Surya dan Naufal diselimuti cahaya terang. Tubuh mereka berdua melayang ke atas, cahaya semakin menyelimuti tubuh mereka. Akhirnya cahaya itu menutupi wajah mereka, dan cahaya itu meledak dan memudar.


Setelah itu, mereka semua kembali berpindah ke tempat kontruksi. Samar-samar, Bambang mendengar perkataan seseorang dari langit.


"Dunia telah melupakan siapa kalian, dan tidak akan ada yang mengingat siapa itu kalian."


Lalu, Bambang melihat Fanni yang terkapar di lantai. Melihat itu, ia langsung memeluk Fanni, dan menggendongnya. Ia kebingungan karena tak melihat Surya dimana-mana.


Samar-samar, ia melihat Surya yang pergi menjauh dari tempat itu. Bambang merasakan sedih dihatinya, ia tak menyangka kalau Surya akan mengorbankan hidupnya demi dirinya.


...~...


(Seminggu kemudian, kami pindah dari tempat tinggal kami yang lama. Fanni juga aku pindahkan ke sekolah lain. Kukira Fanni akan hidup bahagia, namun saat SMP, ia malah mendapat perundungan yang parah sehingga membuatnya trauma."


Kembali ke masa sekarang. Terlihat Hartono dan Bambang sedang duduk berhadap-hadapan di sebuah kursi.


"Begitulah ceritanya," ucap Bambang.


Hartono langsung menghentakkan tangannya ke meja dengan keras. Di wajahnya terukir sebuah ekspresi tidak percaya.


"Masa lalu anda sangat tidak masuk akal pak!" Tegas Hartono, "The Creator? Menghapus masa lalu? Itu sangat tidak masuk akal," lanjutnya.

__ADS_1


"Yah mungkin kau benar. Tapi yang aku ceritakan itu adalah kenyataan," balas Bambang, "lagipula, kau akan melupakan ceritaku itu dengan cepat. Ini bukan pertama kalinya aku menceritakan masa lalu ku." Lanjut Bambang.


##Sistem Raja Pecundang##


__ADS_2