Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Penculikan (Part.2)


__ADS_3


"Aku udah gak kuat! Aku gak kuat terus kayak gini, hiks... hikss," Rengek Alisa, "Dani, kalau kayak gini terus, aku gak bisa jagain kamu lagi." Lanjut Alisa.


...~...


Beralih ke ruangan Naufal, disana terlihat semua orang sedang berkumpul. Zulfi dan Dani terlihat sedang di interogasi perihal keributan yang terjadi tadi, "Jadi, apa yang membuat kalian berselisih?" Tanya Naufal.


Zulfi langsung berdiri, dengan wajah marah ia berkata, "Naufal, bocah ini telah menghina perempuan disini!" Ucap Zulfi dengan nada keras sembari menunjuk Dani.


Dani yang tak terima, langsung berdiri dan memegang kerah baju Zulfi, "Apa masalahmu?! Aku berbicara benar!" Balas Dani.


"Apa masalahku? Nazwa itu pacar ku brengs*k," ungkap Zulfi sembari mendorong Dani, "kau seharusnya tidak berbicara seperti itu tentang Nazwa! Memangnya kau tau apa?"


Dani sontak terkejut dengan ucapan Zulfi, ia tak menyangka kalau Nazwa adalah pacar dari Zulfi. Dengan lantang ia berkata, "maaf saja! Aku tak tau dia adalah pacar mu! Aku berbicara seperti itu, karena pandangan ku memang begitu!" Ucap Dani.


"Hah?! Bukan hanya Nazwa yang kau ucapkan, tapi Alisa juga," balas Zulfi.


"Apa maksudmu? Sudah jelas kalau Alisa itu wanita gampangan. Aku melihatnya sendiri!" Balas Dani.


Fanni yang sedari tadi hanya melihat, setelah mendengar ucapan Dani tentang Alisa, ia langsung menghampiri Dani. Dalam sekejap, sebuah tamparan mendarat di pipi Dani, "kau jahat Dani! Padahal Alisa teman mu!" Tegas Fanni.


Dani seketika terdiam setelah di tampar oleh Fanni, ia memandang ke arah Nazwa yang berdiri di samping Zulfi. Akhirnya, masalah itu selesai berkat Naufal yang membubarkan semua orang disana, dan mempersilahkan Dani dan Zulfi untuk berbicara secara empat mata.


...~...


Di tempat lain, terlihat putri berjalan sendirian di sebuah gang yang sepi, disana ia digoda oleh dua orang preman, yaitu Mursid dan Asep, "neng~ jalan bareng abang yuk!" Goda Asep.


Dengan genit, Asep mencoba menyentuh Putri. Namun tiba-tiba, seorang pemuda melayangkan sebuah pukulan keras yang mendarat di wajahnya sampai membentur tembok, serangan itu langsung membuat Asep tak sadarkan diri.


Mursid yang melihat itu, langsung mencoba menyerang pemuda itu. Namun sayang, Mursid juga diserang balik sampai membuatnya kehilangan beberapa gigi.


Putri menoleh ke arah pemuda itu, dengan tatapan dingin, "Hendra, ada apa?" Tanya Putri. Ternyata, pemuda yang memukul Mursid dan Asep adalah Mahendra.

__ADS_1


"Hanya meminta informasi, dan rencana dari bos," Jawab Mahendra, "bagaimana dengan tiga target kita? Apa kau punya informasi?"


"Tentu, mereka bertiga adalah kru Twenty Seven. Ketuanya adalah Naufal Setyadi, wakilnya Rainala Devan, lalu Zulfi Hermawan ia adalah ketua divisi satu," Ungkap Putri.


"Hanya itu?" Ucap Mahendra.


"Tidak, Dani Singjaya ketua divisi dua. Sekarang, jelaskan rencana dari bos," ucap Putri dengan wajah serius.


"Kau yakin hanya itu? Misalkan, seorang perempuan yang ada di kru mereka," Lanjut Mahendra.


"Tentu saja ada, Fanni, dia adalah perempuan yang menyimpan perasaan kepada Naufal, lalu Alisa, mungkin dia tidak penting tapi dia termasuk Twenty Seven, terakhir Nazwa, ia adalah pacar dari Zulfi," Jelas Putri sembari memberikan beberapa foto.


Mahendra mengambil semua foto itu, dengan seksama ia memperhatikan foto Naufal,Rain dan Zulfi, "jika diperhatikan, kurasa ketiga orang inilah yang menyerang kami," Ucapnya.


"Benarkah? Lalu rencananya apa? Aku menunggu dari tadi," keluh Putri.


Mahendra pun tersenyum sinis, "rencananya adalah, kita akan menculik semua perempuan disana, dan membiarkan ketiga anak bodoh itu untuk datang sendiri menemui kita, lalu UM 2 dan UM 3 akan datang dan mengalahkan mereka," jelas Mahendra.


"Wah itu sih rencana yang lumayan menyeramkan, lalu peran ku apa?" tanya Putri.


"Rencana yang hebat, nantikan saja Alisa, kau akan ku buat menderita." Lirih Putri sembari berjalan pulang ke rumahnya.


...~...


Besoknya di sekolah, Fanni sedang berkumpul dengan Alisa,Nazwa, dan Lia. Mereka sedang berbincang-bincang soal rencana bermain setelah pulang sekolah, Fanni terlihat sangat antusias, ia baru pertama kali di ajak bermain oleh temannya.


"Jadi pulang sekolah rencananya kita kau kemana nih?" Tanya Fanni.


"Kamu kayaknya pengen banget ya, tapi sabar, aku juga masih mikir," balas Nazwa, "aku sih maunya kita ke cafe,"


"Cafe kayaknya Kurang seru ih, gimana kalau kita ke bioskop? Ada film yang mau aku tonton," ucap Alisa sembari menunjukkan poster film yang ingin ia tonton.


Lia yang melihat itu hanya bisa terdiam, ia adalah seorang yang pemalu, dengan wajah memerah, "Gimana kalau ke karaoke?" Lirih Lia.

__ADS_1


Fanni sedikit mendengar lirih Lia, lalu ia berkata, "apa Lia? Kamu tadi bilang apa? Gak kedengaran," katanya.


"Eh, nggak kok! Aku gak bilang apa-apa," balas Lia.


Dari kejauhan terlihat Putri, ia sedang menguping pembicaraan mereka berempat, "mereka akan pergi bermain setelah pulang sekolah? Ini waktu yang tepat!" Batin Putri.


Putri langsung menghampiri mereka, "hai, kalian lagi apa?" Sapa putri dengan riang.


Mereka berempat pun sontak terkejut dengan kedatangan Putri secara tiba-tiba, namun terlihat juga pandangan dingin dari Alisa kepada Putri. Putri yang melihat itu langsung membalas dengan memberikan senyuman hangat kepada Alisa.


"Kami ada rencana main setelah pulang sekolah, kenapa memangnya?" Ucap Nazwa.


"Main?! Aku boleh ikut gak? Aku punya banyak waktu, tapi gak tau harus digunakan untuk apa," ucap Putri dengan wajah memelas, "boleh ya aku ikut,"


"Siswa paling pintar di jurusan multimedia punya banyak waktu? Kukira setiap hari cuman belajar," sela Alisa sembari menatap dingin Putri.


Ekpresi Putri langsung berubah, dari hangat menjadi kesal. Putri langsung menatap Alisa dengan ekpresi tidak karuan, "jangan gitu ah Alisa, aku gak setiap hari belajar kok," balas Putri.


Fanni yang melihat itu langsung menengahi mereka berdua, dengan santai ia berkata, "stop-stop! Baiklah, Putri kamu boleh ikut, tapi kamu punya rekomendasi tempat yang bagus gak?" Kata Fanni.


"Tempat ya, ada sih satu. Tapi ini tempat karaoke, mau?" Ucap Putri, ia langsung mengeluarkan ponselnya dan memberikan foto tempat itu.


Semuanya langsung melihat foto yang diberikan oleh Putri, tempat karaoke itu terlihat sangat bagus, Fanni dan yang lainnya langsung jatuh cinta dengan tempat itu, kecuali Alisa yang menatap Putri dengan penuh kecurigaan.


Akhirnya, mereka semua setuju untuk pergi ke tempat yang di rekomendasikan oleh Putri setelah pulang sekolah. Mereka semua pun akhirnya berpisah untuk pergi ke kelasnya masing-masing.


...~...


Akhirnya waktu pulang sekolah pun tiba, Fanni dan yang lainnya langsung berkumpul di depan sekolah untuk pergi ke tempat karaoke itu. Namun, Fanni terpaksa membawa Rizki bersamanya, karena Rizki memaksa untuk ikut.


Mereka pun kemudian berangkat bersama ke tempat karaoke itu, Putri berjalan paling belakang sembari memberikan pesan kepada Mahendra untuk segera melaksanakan rencananya.


"Mampus Kalian!" Batin Putri sembari menatap sinis Fanni dan teman-temannya.

__ADS_1


...##Sistem Raja Pecundang##...


__ADS_2