
"Bang, aku sudah melakukan apa yang abang perintahkan. Terimakasih! Sekarang saya merasa lebih kuat." Sapa orang itu yang ternyata adalah Dani, orang yang sempat di tolong oleh Naufal.
Naufal tersenyum, ia menghampiri Dani. Naufal sedikit terkejut dengan perubahan penampilan Dani, tubuhnya terlihat atletis. Naufal mulai mengamati postur Dani secara seksama, ia ingin mengetahui status Dani tanpa menggunakan Sistem. Namun itu percuma.
"Susah kayaknya. Luxxy, scan dia." Batin Naufal.
...-------------------------------------...
...Nama: Dani Singjaya...
...Tinggi: 177 Cm...
...Kekuatan: A...
...Ketahanan: A+...
...Kecepatan: B...
...Kepintaran: A+...
...Potensial: B...
...Bela diri: Taekwondo...
...-------------------------------------...
"Dalam seminggu dia sudah setara dengan ku? Sungguh tak masuk akal." Batin Naufal, untuk basa basi, Naufal berbincang-bincang dengan Dani.
"Dani, kau benar latihan seminggu ini? Apa bela diri mu?" Tanya Naufal.
"Aku mempelajari Taekwondo bang." Jawab Dani.
__ADS_1
Naufal menggaruk-garuk kepalanya, ia tersenyum kepada Dani, "kau jangan panggil aku abang, aku masih seangkatan dengan mu. Panggil saja Naufal. Satu lagi,pulang sekolah ayo bertemu di belakang sekolah." Tegur Naufal.
"Oh baiklah, kalau begitu aku pamit mau ke kelas, tadinya kesini cuman mau berkunjung. Dah Naufal." Pamit Dani yang pergi berlari sembari melambaikan tangannya.
Namun, Naufal lupa jika ia sedang bersama Fanni. Fanni yang merasa dirinya tidak dianggap, langsung masuk ke kelas dengan marah. Naufal yang melihat itu sedikit meneteskan air keringat karena kebingungan. Lalu, Naufal pun ikut masuk.
...~...
Beralih ke masa lalu, ada seorang anak yang sedang bermain sendirian. Ia adalah Dani yang masih kecil, Dani selalu sendiri karena dikucilkan oleh anak-anak seusianya. Alasan kenapa ia dikucilkan adalah karena ia mempunyai fisik yang lemah.
Suatu hari, Dani yang sedang bermain sendirian di taman, ia dihampiri oleh tiga orang anak yang biasa merundung nya. Saat Dani sedang membuat istana dari pasir, tiba-tiba wajahnya di tendang, lalu mulutnya di masukan pasir. Saat itu, Dani hanya bisa menangis tak berdaya saat itu perlakukan seperti itu.
Namun, seorang anak perempuan datang dan memukul ketiga perundung itu, anak itu mengusir mereka. Setelah itu, gadis kecil itu menghampiri Dani yang sedang menangis terisak-isak, ia membantu Dani untuk berdiri.
Gadis itu menyatukan alisnya dan menggigit mulutnya, menandakan ia sangat khawatir dengan Dani, "kamu gak apa-apa? Jahat banget mereka!" Ucapnya.
Dani hanya menatap gadis itu dengan ketakutan, ia terus menangis tanpa henti. Melihat itu, gadis itu memeluk dan menenangkannya. Tapi tiba-tiba dari kejauhan ada seseorang memanggil dengan keras, "Alisa, Nak kamu lagi ngapain?!" Panggil orang itu, yang ternyata ia adalah ayah dari gadis itu.
"Disini ayah!" Sahut gadis itu, ia bernama Alisa. Alisa terus-terusan menenangkan Dani, sebenarnya ia ingin meninggalkannya, tapi karena Dani terlihat sangat ketakutan, ia tak berani meninggalkan nya.
"Nggak ayah, dia tadi diganggu sama anak-anak lain." Timpal Alisa, ia menunjukkan wajah Dani.
Ayah Alisa mengamati wajah Dani, ia seperti mengenal Dani. Ayah Alisa mengingat wajah Dani, akhirnya ia menyadari siapa itu Dani, "wah kamu, anak nya Wisnu ya?" Tanyanya.
"Iya, paman Broto." Jawab Dani, ia langsung memeluk kaki Broto dan menangis terisak-isak, "huaa paman, aku takut." Rengek Dani.
Broto yang menyadarinya, langsung membawa pulang Dani, tak lupa ia juga membawa Alisa bersamanya. Sesampainya di tempat tinggal Dani, Alisa melihat rumah Dani yang sangat megah.
Di dalam, sudah ada ayah Dani yang menunggu, ia terlihat sangat khawatir dengan anaknya. Setelah itu, Wisnu dan Broto berbincang-bincang membiarkan anak-anaknya bermain bersama.
Dani dan Alisa bermain bersama di halaman rumahnya, namun ketiga perundung tadi datang dan melempari mereka dengan plastik berisi air. Alisa terkena plastik itu, ia pun marah dan menantang ketiga perundung itu untuk bertarung dengannya.
Ketiga perundung itu meremehkan Alisa karena ia seorang anak perempuan. Namun Alisa kekeh ingin melawan mereka, ia menghampiri ketiga anak itu dan mengejeknya, "kalian ini berani nya cuman sama yang lemah, sini lawan aku pecundang." Ejek Alisa.
__ADS_1
Ketiga anak itu marah, dan salah satu dari mereka berlari menyerang Alisa, namun Alisa memegang kerah baju anak itu lalu membantingnya dengan keras ke tanah. Anak yang di banting oleh Alisa langsung pingsan.
Melihat itu, satu perundung lain memukul Alisa dengan keras. Namun, Alisa tidak merasa kesakitan, ia malah menatap anak itu dengan tajam. Lalu, ia memegang kerah anak itu dan membantingnya seperti yang ia lakukan tadi.
Satu perundung lain yang melihat itu, langsung pergi berlari meninggalkan kedua temannya sendiri. Di sisi lain, Dani melihat Alisa dengan sorot mata bersinar, ia merasa kalau Alisa itu keren.
Alisa menghampiri Dani, ia terlihat sangat khawatir dengan keadaan Dani, "Dani, kamu gak apa-apa?" Tanya Alisa.
"Aku gak apa-apa." Jawab Dani, ia mengusap-usap pipi Alisa yang terkena pukulan tadi, "Harus nya aku yang tanya, kamu gak apa-apa?" Tanya Dani.
Alisa langsung memalingkan wajahnya, pipinya memerah, ia baru merasakan sentuhan dari lawan jenisnya. Alisa langsung berlari ke dalam rumah dengan pipinya yang masih memerah, namun ia terjatuh karena menabrak kaki seseorang.
Alisa menatap ke atas, ia melihat wajah seseorang. Orang itu adalah ayah dari Dani, Wisnu. Wisnu segera membangunkan Alisa, ia membawa Alisa dan Dani ke dalam rumah untuk berbicara.
Mereka menyuruh Dani dan Alisa untuk duduk bersebelahan, terlihat Wisnu dan Broto mengamati mereka. Setelah itu, mereka berdua kemudian berbisik-bisik untuk mendiskusikan sesuatu. Dani dan Alisa tidak curiga akan hal itu, malah mereka saling mengobrol satu sama lain.
Wisnu adalah orang kepercayaan di perusahaan WK group, lebih tepatnya ia adalah tangan kanan Bambang Wijaya Kusuma. Wisnu telah mengabdikan dirinya untuk Bambang selama 10 tahun.
Lalu, Broto adalah seorang ketua polisi di daerah itu, ia sangat serius dengan pekerjaannya. Broto telah menangkap lebih dari 50 tersangka bisnis illegal dengan bantuan Wisnu. Mereka berdua telah berteman sejak mereka masih duduk di bangku TK.
Lalu, mereka berdua menoleh ke arah Dani dan Alisa, lalu Wisnu bertanya, "Kalian berdua senang kalau bersama?" Tanya Wisnu.
"Iya." Jawab kedua anak itu secara bersaman, mereka terlihat sangat dekat satu sama lain walaupun baru bertemu hari itu.
Wisnu pun tersenyum lebar, "kalau begitu, kalian kami jodohkan, ya." Ucap Wisnu.
Dani dan Alisa pun terkejut sampai mulutnya menganga.
...~...
Beralih ke masa sekarang, Dani sedang berjalan menuju ke kelasnya. Dani berjalan sendirian, di belakang nya terlihat berandalan yang dulu memotret bagian masa depan milik Dani. Berandalan itu berniat memukul Dani dengan sebuah botol minuman keras, ia langsung memukulkan botol itu ke kepala bagian belakang Dani.
Namun, Dani mengelak dan langsung menendangnya sampai terpental jauh kebelakang. Dani menatap tajam berandalan itu, ia menghampiri preman itu seraya berkata, "Aku gak lemah seperti dulu, kau lah sekarang yang lemah bagiku." Katanya.
__ADS_1
...##Sistem Raja Pecundang##...