Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Dani Singjaya (part.end)


__ADS_3


Dani di pukul oleh seseorang dari belakang, "hei anak culun, sekarang udah lumayan tinggi ya?" Ucap anak itu. Anak itu adalah Alisa.


Dani menoleh ke belakang dan menatap Alisa dengan tajam, "tolong jangan ganggu aku lagi." Tegas Dani, ia pun pergi duduk ke tempat duduknya.


Tempat duduk Dani bersebelahan dengan Putri, ia sudah lumayan lama mengagumi Putri. Dulu saat ia masih di bangku SMP, ketika dirinya di bully, Putri selalu membantunya. Putri selalu cantik di matanya.


"Ngapain liatin aku? Ada yang aneh?" Tanya Putri.


Dani yang kaget karena tiba-tiba di tanya oleh Putri langsung gugup, "a-ak aku... Tadi lihat keluar kok!" Tegas Dani dengan keringat dingin yang mengucur deras.


Putri yang mendengar itu langsung memalingkan wajahnya, ia mulai membuka buku yang ada di depannya. Putri adalah murid paling pintar di jurusan multimedia, "kalau ada sesuatu bilang aja." Ucapnya.


Dani yang mendengar itu langsung senang, ia baru pertama kali berbicara lagi dengan Putri setelah sekian lama.


...~...


Singkat cerita, bel pulang sekolah pun berbunyi. Dani bergegas pergi ke belakang sekolah untuk menemui Naufal, dibelakangnya terlihat Putri yang mengikutinya.


Setibanya di belakang sekolah, sudah terlihat Naufal dan teman-temannya yang menunggu, ia langsung menghampirinya. Dengan nafas yang terengah-engah, "Fal, udah nunggu lama?" Ucapnya.


Naufal menoleh, "tidak. Kami juga baru sampai." Ucap Naufal sembari memakan sebuah burger yang ia beli dari Sistem, "Kau kesini sambil lari-larian ya?" Tanya Naufal.


Dani pun duduk karena kelelahan, ia meminum sebuah minuman yang ia beli sebelum kemari, "iya. Capek loh lari-larian kayak gini." Ucap Dani sembari menyeruput minumannya sampai habis.


"Jadi Naufal, sekarang kedatangan anak ini untuk apa?" Sela Zulfi sembari latihan memukul-mukul udara.


"Benar, ada apa dengan anak ini? Apa yang kita akan lakukan kepada nya?" Ucap Rain sembari mengusap-usap mata kirinya.


Dani yang melihat itu sedikit ketakutan, ia tak menyangka Naufal punya teman yang aneh.


"Tenang teman-teman, aku ingin merekrutnya menjadi anggota kita," jelas Naufal, ia pun menyudahi makannya dan berdiri, "dia ini adalah orang yang aku tolong minggu lalu. Saat itu badannya terlihat sangat lemah, tapi saat ini dia sedikit lebih besar." Lanjut Naufal.


Dani yang terkejut mendengar itu langsung bersiaga, ia melakukan 360° kick ke arah Naufal, namun dengan mudah Naufal menahan serangannya, lalu Naufal menghempaskan Dani.


Dani yang terhempas langsung berdiri kembali, "apa maksud mu Naufal? Kenapa tiba-tiba berbicara soal perekrutan, aku tak suka dengan kru." Ucap Dani.

__ADS_1


Naufal menarik nafas panjang, lalu menghembuskan nafas nya, "Dani dengar, aku punya sedikit cerita, kau mau mendengarkan nya?" Tanya Naufal dengan nada lembut.


"Jelaskan sekarang." Tegas Dani.


Naufal pun menceritakan semua kejadian yang ia alami bersama teman-temannya yaitu kejadian saat di tempat karaoke. Dani yang mendengar itu langsung terkejut, ia tak menyangka Naufal mampu menyerang dan meruntuhkan kru kecil milik Unlimited Money.


Dani memegang dagunya, dahi nya mengkerut menandakan ia sedang berpikir. Sekian lama berpikir, Dani berkata, "jadi kalian ingin aku masuk kru kalian? Aku sih tidak apa, tapi apa untungnya bagiku?" Tanya Dani.


Naufal yang mendengar itu langsung mendekati Dani, ia memojokkan nya ke tembok, "memang tidak ada untungnya. Tapi, dengan ini kita bisa melindungi sekolah kita, aku yakin kalau Unlimited Money akan mengincar sekolah ini." Jelas Naufal.


Dani yang mendengar itu langsung mengerti dengan situasi yang terjadi, namun ia terlebih dahulu menjauhkan Naufal darinya, "baiklah aku paham, jadi apa nama kru kalian?" Tanya Dani lagi.


"Nama kru kami? Twenty Seven. Yang memberi namanya adalah Rain." Jawab Naufal dengan wajah serius.


"Twenty Seven? 27 ya, itu nama sekolah kita," Ucap Dani, ia pun duduk di salah satu kursi bekas disana, "tapi sebelum itu, apakah kalian tau situasi 4 kru besar saat ini?" Tanya Dani dengan wajah yang serius.


Rain langsung terkejut dengan pertanyaan Dani, ia bahkan tidak tahu kalau penguasa daerah mempunyai masalah, "hei, jelaskan apa situasi nya." Pintanya dengan wajah yang sangat serius.


"Baiklah, akan aku jelaskan, pertama, Unlimited Money sedang mempunyai masalah dengan Street Guardian. Kedua, ketua kru Time Family 2 tahun lalu menghilang dan terjadi perpecahan di dalam kru nya. Terakhir, ketua kru Beat bersekolah disini, namun tidak ada seorang pun yang tahu dia siapa." Jelas Dani.


Rain dan yang lainnya sontak terkejut mendengar itu, mereka tak menyangka kalau masalah yang mereka hadapi akan serumit ini. Naufal yang kebingungan langsung berpikir panjang dengan keputusan nya.


Rain yang mendengar itu, seketika hatinya tersentuh, ia merasa Naufal telah menjadi orang berbeda. Rain mengangkat tangannya, "aku tidak keberatan." Katanya.


"Aku juga, aku tak ingin kehidupan bersekolah bersama pacarku akan terganggu." Tegas Zulfi.


"Aku tak keberatan, aku punya sedikit dendam dengan yang namanya kru," Ucap Dani, ia pun berdiri, "tapi sebelum itu, kita perlu satu anggota lagi." Lanjutnya.


"Kesampingkan dengan anggota kelima, kita butuh bawahan yang banyak terlebih dahulu." Tegas Rain.


"Tapi tunggu, bagaimana kau bisa tahu soal keadaan penguasa daerah?" Tanya Zulfi kepada Dani.


"Hah?! Tentu saja aku tau bodoh, aku sering mendengar para pembully membicarakan semua itu." Tegas Dani.


*DRRTTTT DRRTTTT


Tiba-tiba, telfon Naufal berdering, ia mendapatkan telefon dari seseorang. Saat Naufal melihat siapa penelpon nya, ternyata yang meneleponnya adalah Parfait.

__ADS_1


Naufal pun menjauh dari teman-temannya untuk mengangkat telfon itu, "Halo, ada apa Pak kepala sekolah?" Sapa Naufal.


"Tidak ada apa-apa, kalian sudah membuat kru ya?" tanya Parfait, "aku punya beberapa hewan liar yang bisa kalian jinakkan," lanjutnya.


"Hewan liar? Tunggu, kenapa anda bisa tahu kalau kami membuat kru?" tanya Naufal.


"Tentu saja aku tahu, ditempat mu sekarang, ada Cctv dan sebuah penyadap dan aku mendengarkan kalian semua." Jelas Parfait.


"Apa?! Lalu, apa itu hewan liar?" Ucap Naufal.


"Kau bodoh sekali ya, mengerti sedikit lah, maksud dari hewan liar adalah para berandalan yang kalian bisa jadikan bawahan, mereka sedang berkumpul disebuah gudang tua yang berada di pinggir sekolah. Jangan bertanya lagi." Ucap Parfait yang langsung menutup telfonnya.


Setelah itu, Naufal pun kembali kepada teman-temannya, ia tersenyum lebar dan berkata, "tadi itu telfon dari pak kepala sekolah, ia memberi tahu kalau ada perkumpulan berandalan yang bisa kita jadikan bawahan." Kata Naufal sembari memakan sebuah permen.


"Kalau begitu ayo kesana." Ajak Rain.


Mereka pun langsung pergi kesana bersama, namun Dani terlihat sedikit gugup, ini pertama kalinya ia di ajak bertarung melawan banyak orang. Akhirnya, mereka semua menemukan gudang yang dimaksud, mereka langsung masuk kedalam.


Di dalam, terlihat seluruh berandalan berkumpul layaknya gerombolan semut yang sedang mengelilingi makanan. Berandalan itu berjumlah sekitar 60 orang, diantara berandalan itu terlihat Rio dan Yanto yang sedang bermain kartu domino.


Melihat kedatangan mereka berlima, salah satu berandalan dengan rambut mohawk berteriak, "woi!! Siapa kalian brengs*k!" Teriaknya.


Mendengar teriakan salah satu temannya, para berandalan itu langsung menoleh ke arah Naufal dan teman-temannya. Rio yang melihat itu langsung melompat, ia berdiri mewakilkan seluruh berandalan itu.


"Lihat siapa yang datang, Zulfi dan teman-temannya. Kkekekeke," pekik Rio yang terdengar ke seluruh ruangan, "mau ngapain kalian anj*ng? Mau nyerang?" Tanyanya.


Naufal maju, ia tersenyum lebar dan berkata, "kalian mau gak jadi bawahan kami?" Ucap Naufal, ia pun berlari dan melompat melakukan 1080° kick kepada Rio, serangan itu langsung membuat Rio tersungkur jatuh tak sadarkan diri.


"Mau gak jadi bawahan kami?" Tanya Naufal, tiba-tiba Yanto berlari berniat ingin memukul Naufal, namun langkahnya langsung terhenti ketika melihat Naufal menatapnya dengan tajam.


"Lu pikir kami mau jadi bawahan kalian? Kagak brengs*k!" Ucap salah satu berandalan disana, semua berandalan yang lainnya langsung turun berniat menyerang mereka berlima.


Melihat itu, Naufal dan teman-temannya langsung bersiap-siap untuk bertarung.


Singkat cerita, semua berandalan yang ada disana telah dibantai habis oleh Naufal dan teman-temannya. Berandalan yang menjadi pemimpin disana, yaitu Ridwan langsung berlutut di hadapan Naufal dengan penuh luka.


Ridwan menangis terisak-isak sembari berkata, "mohon maafkan kami, kami akan mengikuti kalian." Rengek Ridwan.

__ADS_1


Lalu, Naufal dan teman-temannya berbalik dan keluar dari gudang itu, sebelum keluar, Naufal memberikan 5 kotak P3K yang ia beli dari Sistem kepada mereka, "gunakanlah itu, aku harap kita bisa bekerjasama." Ucap Naufal.


...##Sistem Raja Pecudang##...


__ADS_2