
Rizki pun berdiri dan keluar dari ruangan itu, saat itu Fanni menoleh ke arah Rizki yang pergi seraya berkata, "Tenang aja Fan, aku akan menghajar orang yang membuat mu menangis." Ucapnya dengan senyum yang bersinar.
Di kantin, Naufal,Zulfi, dan Rainala sedang menikmati sebuah roti. Naufal memakan rotinya dengan lahap, Ia memakan 10 bungkus roti dengan rakus. Sorot matanya terlihat seperti orang yang sedang marah.
Zulfi dan Rain terheran-heran dengan kelakuan Naufal hari ini. Tidak mau terus-terusan diam, Rain membuka pembicaraan, "Naufal, ada apa denganmu hari ini?" Tanya Rain.
Naufal tidak menjawab pertanyaan itu, Ia hanya fokus menikmati roti-roti yang Ia makan. Sorot matanya terus memperlihatkan sebuah tatapan kemarahan.
"Mungkin karena anak baru dikelas kami." Sela Zulfi. "Entah kenapa, anak cewek yang selalu bersamanya, tiba-tiba menegur tanpa alasan." Lanjut Zulfi sembari meminum sebuah jus jeruk.
"Benarkah? Ada anak baru dikelas kalian?" Sahut Rain, "Naufal, jelaskan apa yang terjadi setelah kalian berdua bertarung." Tegasnya.
"Haruskah aku?" Tangkas Naufal. "Kemarin, aku di ajak pulang ke rumahnya. Karena aku pengawal nya. Di sana, dia mengobati luka-luka ku." Jelas Naufal.
"Tunggu-tunggu? Hanya itu?" Sela Rain.
"Dengarkan dulu bodoh. Dia menceritakan anak baru itu, aku sedikit tak enak, jadi aku memutuskan untuk pulang. Tapi, dia menahan ku karena aku adalah pengawalnya." Jelas Naufal.
"Lalu?" Rain menyela cerita Naufal lagi, dengan ekpresi muka yang konyol.
Naufal memukul kepala Rain sehingga membuat nya diam. Setelah itu, Ia mulai kembali bercerita.
"Wah... Jadi begitu? Fanni terlalu bawel menurut mu?" Tanya Rain.
"Ya. Dia sedikit membuatku terganggu, padahal aku tak pernah membuat perseteruan dengan siapapun." Jawab Naufal, "Tetapi dia malah menuduh ku memukul temannya. Apa coba salah ku?" Lanjut Naufal yang heran dengan sikap Fanni. Ia pun menggaruk-garuk kepalanya.
"Mungkin dia khawatir dengan mu?" Usul Zulfi. "Ya pacarku sering begitu sih." Lanjutnya.
__ADS_1
"Khawatir? Dia malah memarahi orang tidak bersalah, seharusnya dia tidak menuduhku tukang bertarung." Kata Naufal dengan ekpresi murka.
Tiba-tiba, Rizki berdiri disampingnya. Naufal terkejut sekaligus keheranan akan kedatangan Rizki, lalu Rizki tanpa basa-basi memukul Naufal sampai terpental menimpa kursi duduk di kantin itu.
Zulfi yang tak terima, tiba-tiba Ia memukul Rizki. Namun, Zulfi malah pingsan dengan satu kali pukulan dari Rizki. Rainala yang melihat itu, Ia segera menghalangi jalan Rizki. Saat Rain dan Rizki akan beradu pukulan, terdengar teriakan Naufal yang mengehentikan aksi mereka.
"BERHENTI!!" Teriak Naufal, "Aku yang akan melawannya Rain, dia pasti datang mencari ku." Ucapnya.
Naufal berdiri dan bersiap-siap untuk bertarung. Rizki pun berlari lalu melompat, melayangkan sebuah serangan Dragon kick ke arah Naufal. Naufal yang tak tinggal diam, Ia mengadukan pukulannya dengan tendangan Rizki.
Serangan Naufal lebih kuat dari tendangan Rizki, sehingga Rizki membuat pukulan Naufal menjadi sebuah pijakan untuk melompat. Naufal menarik kaki Rizki dan membantingnya ke lantai. Namun, kali ini Rizki tidak terbentur sama sekali. Rizki menahan bantingan Naufal dengan tangannya.
Tak ingin kesempatan nya sia-sia, Rizki segera berdiri dan memukul-mukul wajah Naufal secara membabi-buta. Ia juga beberapa kali menyerang titik lemah Naufal. Lalu Ia melakukan serangan 360° kick tepat ke kepala Naufal.
Namun, satu hal yang tidak diketahui Rizki. Ia tidak tahu kalau Naufal tidak hanya bisa memukul-mukul tanpa dasar, Naufal adalah pengguna Muay Thai. Lalu, Naufal melakukan Low kick dengan keras ke arah betis Rizki sehingga membuatnya terbalik dan terjatuh.
Lalu Naufal mengarahkan tinjunya ke wajah Rizki yang sedang tersungkur di lantai, pukulan itu mengenai wajah Rizki dan menyebabkan tembok disekitarnya sedikit retak.
Naufal sedikitnya merasa takut menghadap sekolah, mengingat dirinya pernah di kalah telak oleh kepala sekolah. Namun mau tak mau, Naufal harus pergi menghadap kepala sekolah dengan teman-temannya.
Sesampainya di ruang kepala sekolah, kepala sekolah langsung menyuruh mereka masuk dan mengunci pintunya. Mereka semua disuruh duduk oleh kepala sekolah yang tak lain dan tak bukan adalah Parfait.
Naufal duduk dengan keringat yang bercucuran, takut Parfait akan menghajarnya disini. Namun, Parfait hanya tersenyum seraya berkata, "Kalian, sepertinya kalian cocok menjadi teman." Ucapnya.
Namun, Rizki merespon marah akan ucapan Parfait. Ia hampir memukul Parfait, namun Naufal melumpuhkan nya dengan mudah.
"Kenapa kalian tidak membuat sebuah kru saja? Kekuatan kalian sangat cocok." Lanjut Parfait.
Rain pun berbicara dan menyela ucapan Parfait, "Apa maksud bapak? Kami semua? Membuat sebuah kru?" Sela Rain.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak setuju. Kenapa aku harus bersatu dengan orang yang sudah membuat Fanni menangis." Sindir Rizki kepada Naufal.
Naufal yang tak terima langsung mengangkat kerah seragam Rizki seraya berkata, "Hei bangs*t! Siapa yang kau maksud?!" Tanya Naufal dengan ekspresi wajah yang menyeramkan.
"Kau bertanya siapa? Tentu saja kau brengs*k!" Teriak Rizki yang melepaskan pegangan Naufal. Lalu Ia menyerang Naufal, Ia kembali bertarung sengit dengan Naufal.
Akan tetapi, Naufal berhasil kembali memojokkan Rizki. Rizki yang tak mau menyerah terus beradu pukulan dengan Naufal, sehingga Parfait bergerak dengan sangat cepat dan menyerang mereka berdua dalam sekejap.
Parfait menatap mereka berdua dengan tatapan seorang pembunuh. Lalu, Parfait tersenyum seraya berkata, "Kalian, bagaimana kalau menerima tawaranku?" Ucapnya dengan senyum menyeringai.
Akan tetapi mereka semua tetap menolak. Akhirnya, semua wali mereka berlima di panggil ke sekolah. Naufal yang malu kalau ibunya yang pergi ke sekolah, Ia menyuruh Vinka untuk datang.
...~...
Semua wali keempat murid itu akhirnya sampai ke sekolah, mereka semua diarahkan ke ruangan kepala sekolah untuk menyelesaikan masalah yang dibuat.
Namun, Vinka hanya terdiam tak mendengarkan ucapan kepala sekolah yaitu Parfait. Vinka tidak mau berbicara karena Ia sangat takut dengan tatapan Parfait.
Di sisi lain, keempat murid tadi yaitu Naufal,Rain,Zulfi, dan Rizki. Masih berdebat sampai sekarang, Naufal dan Rizki berdebat tentang Fanni.
"Apa yang kau maksud bangs*t?" Tanya Naufal.
"Hah? Apa yang kau maksud? Kau tidak melihat Fanni sedih akan kelakuan mu?" Timpal Rizki.
"Dia? Menangis? Apa itu menenangkan nya termasuk tugasku?" Tegas Naufal.
Rizki mendorong Naufal, Ia kembali menyerang Naufal secara membabi-buta. Namun, Naufal dapat menghindari semua serangan itu. Naufal meraih rahang Rizki dan mendorongnya ke tanah sehingga membuat Rizki terjatuh.
"Apa kau betul-betul ingin mengawal Fanni?" Tanya Rizki dengan tatapan sangat tajam.
__ADS_1
"Jika dia menangis, itu tidak termasuk tugasku sebagai pengawal" Jawab Naufal.
...##Sistem Raja Pecundang##...