Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Fight Club (Rainala vs Rehan 2)


__ADS_3

Rehan tak bergerak sama sekali. Hal itu membuat Rain merasa senang, dia menyangka bahwa ia telah mengalahkan Rehan. Rain membalikkan badannya dan menghadap ke arah Naufal yang ada di bangku penonton, ia mengangkat tangan dan mengacungkan jari telunjuk ke atas. Rain mendeklarasikan kemenangannya.


Semua penonton nampak terheran-heran dengan apa yang baru saja terjadi, bagaimana bisa seorang top rank peringkat 2 kalah begitu saja. Bahkan Naufal juga tercengang melihat kemampuan Rain tadi.


Seketika seluruh tempat itu menjadi berisik, para penonton berbicara satu sama lain perihal kemenangan Rain tersebut. Ada yang kagum dengannya, dan ada yang tak menyukainya. Namun keributan itu tiba-tiba menjadi sunyi tatkala penonton melihat Rehan bangkit kembali.


"W-Woi! Lihat dia berdiri lagi!" Teriak salah satu penonton.


Mendengar itu Rain langsung kaget, dan segera berbalik ke belakangnya. Mata Rain terbuka lebar tatkala ia melihat Rehan yang kembali berdiri seolah tak terjadi apa-apa, keringat mulai bercucuran dari kulit wajahnya.


Rehan tertawa pelan sembari memegang lehernya, ia menggerakkan lehernya ke kiri dan kanan sampai menimbulkan suara. Lalu Rehan langsung bersiap, dan memasang kuda-kuda. Dia melompat-lompat pendek dan bersiap melawan balik Rain.


Naufal yang melihatnya dari bangku penonton langsung terkaget-kaget dengan Rehan. Di dalam pandangannya muncul sebuah layar di samping tubuh Rehan.


"Kuda-kuda itu... Taekwondo. Terlebih lagi," Naufal melihat ke layar yang ada di samping Rehan.


...\=\=...


...Rehan Ahmad...


...179 cm...


...76 kg...


...Kekuatan SS+...


...Kecepatan SS...


...Ketahanan SSS...


...Kepintaran B+...


...Potensi SS+...


...Bela diri [Copy]...


...\=\=...


"Ini bukan stats orang biasa!" Teriak Naufal dalam batin.


Naufal langsung berdiri, dan membuat Zulfi dan Rizki yang berada di sampingnya kaget dengannya. Naufal berlari ke arah tangga, dan menuruninya. Ia sampai ke ujung area penonton yang di tutup oleh pagar kawat besi.

__ADS_1


"Woi Rain! Berhenti, menyerah sekarang juga!" Teriak Naufal.


Rehan dan Rain yang berada di dalam arena menoleh ke arahnya, para penonton juga memusatkan pandangan padanya. Rehan tertawa melihat kelakuan Naufal, dia mengacungkan jari tengah ke Naufal.


"Si raja ini berisik sekali, ya. Biarkan dua teman ini bertarung sekuat tenaga." Ucap Rehan.


Kemudian tanpa aba-aba sedikitpun, Rehan langsung melayangkan tendangan lurus ke arah ulu hati Rain. Rain terkena tendangan itu dan langsung terhempas ke belakang sampai ke pojok arena.


Tak sempat Rain bersiap kembali, Rehan langsung muncul di hadapannya dengan cepat. Lalu ia melesatkan tendangan 360° ke leher Rain hingga tersungkur dan menabrak lantai arena. Rambut Rain dijambak oleh Rehan, kemudian melemparnya ke udara.


Rehan berlari, lalu melompat dan berputar-putar di udara selama beberapa putaran. Setelah itu melesatkan tendangan ke bawah sampai membuat Rain kembali menabrak lantai arena. Tendangan itu adalah tendangan 1140°.


Rain langsung terkapar tak berdaya. Di samping itu Rehan berdiri di depannya dengan tegak seolah tak mengeluarkan banyak tenaga. Rehan tersenyum sinis, dan memandang remeh Rain.


"Cuma segini yang kau dapat selama setahun? Ini tak ada perubahannya sama sekali." Ejek Rehan.


"K-Kenapa... KENAPA!" Rain berteriak.


Rehan kebingungan dengannya, lalu menginjak tangan Rain dengan kuat. Rain langsung meringis kesakitan, sampai mengeluarkan air dari mulutnya.


"KENAPA KAU SAMPAI MENJADI SEPERTI INI, REHAN!" Teriak Rain kembali.


Rehan menundukkan kepalanya sampai matanya tertutup rambut. Dia semakin mengeraskan injakkan kakinya.


"Aku sendiri gak suka orang lemah." Ucap Rehan. "Kau dan Siti sangatlah lemah. Selalu membebaniku setiap ada masalah." Tambahnya.


Mendengar itu Rain semakin murka. Ia sampai menggertakkan giginya dengan kuat. Air mata mulai membasahi wajahnya, namun bukan air mata biasa, melainkan darah.


Ding!


Tiba-tiba sebuah suara berdengung kencang di telinga Naufal. Dalam pandangannya mulai muncul sebuah layar di arah Rain.


[Status potensial anggota Rainala Devan mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan!]


"Jadi ku buat kau mati sekarang juga tak apa-apa." Rehan mengangkat tinjunya, dan bersiap memukul Rain.


Pukulan itu dilayangkan oleh Rehan. Namun tiba-tiba sebuah tendangan melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi, ia reflek langsung menahan tendangan itu. Rehan sampai terhempas dan menimbulkan hembusan angin di belakang tubuhnya.


Ternyata Rain kembali bangkit sembari melesatkan tendangan tadi. Matanya yang mengeluarkan darah mulai bercahaya berwarna merah. Terlihat ia sangat murka kepada Rehan.


Rain mengangkat tangan kanannya ke samping, dan membuat seolah menjadi sebilah pisau. Rain bangkit dan memasang kuda-kuda layaknya sedang memegang sebuah Karambit.

__ADS_1


"Jadi seperti itukah kau menganggap aku dan Siti selama ini? aku tak akan memaafkan mu!" Teriak Rain.


Rain melesat ke arah Rehan, dan menyerang menggunakan tangan kanannya. Ia menebaskan tangan kanannya seolah memegang senjata tajam. Namun siapa sangka, tebasan dari tangannya itu bisa merobek dan menyayat kulit Rehan sampai mencipratkan darah kemana-mana.


Rehan menahan sakit dari serangan itu, dan berusaha menghindar dari Rain. Namun Rain yang cepat tanggap, langsung melesat dan kembali menebas Rehan sampai kembali berdarah.


"I-Ini senjata?! Kok bisa cuman tangan tapi bisa menyayat kulitku!" Batin Rehan.


Kemudian Rain menarik rambut Rehan agar tak bisa menghindar, lalu menusuk-nusuk perut Rehan dengan tangannya yang sudah bagaikan pisau Karambit itu.


Rehan terus menahan sakit yang luar biasa itu. Dirinya tak mempunyai kesempatan untuk membalas serangan Rain, bahkan saat ini ia tak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.


"I-Ini harusnya bisa aku tiru." Batin Rehan.


Rain terus menusuk-nusuk Rehan dengan tangannya itu, sampai-sampai membuat para penonton merasa ngeri dengannya. Darah yang bercipratan kemana-mana membuat mereka semua merasa mual, jijik, dan takut.


"Kau... Kau sialan!" Rain berteriak sembari menguatkan serangannya.


Namun kali ini berbeda, Rehan berhasil menangkap tangan kanan Rain. Kemudian ia langsung memukul wajah Rain sampai menabrak lantai lagi. Rehan berhasil lepas dari teknik Rain, namun ia masih merasakan sakit di perutnya akibat ditusuk oleh Rain.


"Sial, sakit sekali. Itu tadi 68 tusukan loh." Gumam Rehan.


Rain mencoba bangkit kembali, namun digagalkan oleh Rehan yang menendang kepalanya dengan kuat. Rain langsung tak sadarkan diri. Lalu Rehan menimpa tubuh Rain, dan langsung memukulinya tanpa henti.


"Rasakan ini sampai 68 kali bangs*t!" Teriak Rehan.


Rehan terus memukul Rain sampai 68 kali. Darah mulai bercipratan kemana-mana dari wajah Rain. Penonton yang melihatnya langsung menutup mata karena takut, apalagi penonton perempuan yang sampai menangis melihatnya.


[Anggota Rainala Devan gagal mengalami kebangkitan]


Naufal yang sedari tadi hanya diam melihat, sekarang mengambil tindakan dengan menaiki pagar kawat besi arena, dan langsung menghampiri Rain yang masih dipukuli oleh Rehan.


Naufal menendang Rehan sampai terjatuh ke samping. Kemudian ia membantu Rain bangkit, namun sudah terlambat karena Rain telah pingsan.


Rehan yang tadi ditendang oleh Naufal langsung bangkit kembali, dan berdiri di depan Naufal. Tatapannya sangat tajam.


"Selanjutnya adalah kau dan aku, Raja." Ujar Rehan.


Naufal dan Rehan saling bertukar pandang, menatap tajam satu sama lain.


"Kalau itu yang kau inginkan." Ucap Naufal dengan mata yang menyala ungu.

__ADS_1


...##Sistem Raja Pecundang##...


__ADS_2