Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Berlatih bersama master bela diri (part 2)


__ADS_3


...***...


"Dengar, hari ini kalian akan kubawa ke Bandung untuk berlatih dengan master bela diri."


Mendengar itu, Naufal dan yang lainnya sontak terkejut dengan pernyataan Parfait. Mau bagaimanapun, itu terjadi secara tiba-tiba. Rain berdiri dari duduknya dan menghampiri Parfait.


"Maksudnya apa ya pak? kami harus berlatih dengan master bela diri?" tanya Rain dengan hidung yang berkerut.


"Tentu saja, kalian terlalu lemah. Aku tahu kemarin kalian kalah oleh satu orang," jawab Parfait dengan senyum menyeringai, "itu saja sudah membuktikan bahwa kalian masih lemah," katanya.


Mendengar itu, Rain yang dikenal penyabar, seketika tersulut emosinya. Sebuah pukulan ia layangkan ke arah wajah Parfait, namun pukulan itu juga ditangkis dengan mudah, "lemah lemah lemah, kau kira aku tidak tau?" Rain menggerutu.


"Kalau kau tau, harusnya kau tak perlu marah," Parfait membenturkan tangan Rain ke tembok sampai tembok itu hancur. Setelah itu, Parfait berjalan mendekati pintu dan membukanya, "silahkan keluar, dan tunggu di tempat mobilku." ucapnya, bersamaan dengan ia pergi keluar dari ruangan itu.


Naufal,Zulfi, dan Dani hanya mengangguk sembari ketakutan. Mereka membopong tubuh Rizki dan Rain keluar dari ruangan itu, dan langsung menuju ke mobil milik Parfait.


Naufal sedikit khawatir dengan kru nya. Jadi ia menelfon Ridwan.


"Halo Ridwan?"


"Iya, ada apa bos?"


"Aku dan yang lainnya akan pergi ke Bandung. Jadi, tolong jaga Twenty Seven sampai aku kembali, dan jangan lupa jaga Fanni dan teman-temannya. Sampai jumpa."


*Tuutt Tutt


Naufal menutup telfonnya. Lama menunggu di dekat mobil Parfait, membuat Rain tersadar kembali dari pingsannya. Saat bangun, ia langsung memasang posisi siap bertarung.


"Ayo bertarung kepala sekolah!" ucapnya dengan rasa takut yang terukir diwajahnya.


Naufal,Zulfi, dan Dani yang melihat itu hanya bisa tertawa kecil dengan kelakuan Rain. Setelah itu, Rain langsung duduk dengan pipi yang memerah karena malu.


"Kau kenapa sih? kayak bocah. hahaha," ejek Naufal menertawakan Rain.


"Diam! aku tadi belum siap." Sahut Rain dengan pipi yang semakin memerah.


Tak lama kemudian Parfait datang menghampiri mereka. Ia memandang Naufal dan teman-temannya dengan tatapan yang mengintimidasi, "kalian sudah siap? kalau sudah ayo berangkat." Kata Parfait sembari masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Naufal dan teman-temannya langsung ikut masuk kedalam mobil itu.


...~...


Di perjalanan semuanya terasa sepi dan hampa, Naufal dan teman-temannya tidak berbicara sama sekali. Dani sibuk bermain game di ponselnya, Rain yang sedang mengerjakan tugas, Rizki yang masih pingsan, dan Zulfi yang menonton tutorial Boxing di ponselnya.


DING!


Sebuah bunyi terdengar bergema ditelinga Naufal. Lalu munculah sistem didepan wajah Naufal.


...----------------...


...Misi Physical!...


...Berlatih dengan Parfait dan Master bela diri selama 2 bulan...


...Reward: Kartu kemampuan legenda! (Boxing: Muhammad Ali)...


...----------------...


"Kartu kemampuan? apa itu Luxxy?" batin Naufal bertanya ke Luxxy.


"Kartu yang sangat bagus. Ini sangat cocok untuk Zulfi." Batin Naufal kembali.


Dari kursi depan, Parfait memandangi Naufal dari kaca spion yang ada di atas. Ia menoleh ke Naufal, "Naufal, boleh kah aku bertanya?" ucapnya kepada Naufal.


Seketika Naufal terkejut, ia terkejut karena Parfait berbicara kepadanya. Naufal berpikir sejenak, lalu, "bertanya soal apa?" sahut Naufal.


"Yah begini, aku sedikit penasaran dengan kabar kakak mu, Vinka. Bagaimana kabarnya?" Tanya Parfait sembari tersenyum kecil.


"Kakak saya lagi? kenapa pak kepala sekolah sangat suka semua hal tentang kakak saya?" Naufal balik bertanya, "kalian kan sudah bercerai, seharusnya anda tidak harus tahu menahu perihal kakak saya," lanjut Naufal.


"Bukan begitu Naufal, apa kau mau mendengar penjelasan ku?" sahut Parfait, "lagipula, cara berbicara mu kepadaku itu sangat formal. Panggil saja aku kak, karena aku juga baru berumur 26 tahun," jelas Parfait.


"Penjelasan tentang apa?" Tanya Naufal.


"Aku tidak pernah menceraikan kakakmu, malahan dia yang ingin bercerai. Aku sendiri tidak tahu alasannya apa, tapi aku rasa dia marah kepadaku," jawab Parfait, "oh iya, kau tau kenapa saat itu aku mengawasi Vinka dari kejauhan?" tanyanya lagi.


"Iya, aku mengingatnya. Kakak mengalahkan dengan mudah," ujar Naufal.

__ADS_1


"Sehari sebelum kejadian itu, ada sekelompok preman yang menganggu kakak mu. Jadi, setiap hari selalu aku memastikan keadaannya di tempat kerjanya," jelas Parfait, "namun belakangan ini jarang mengawasinya, jadi aku bertanya padamu,"


"Ternyata dia berusaha melindungi kakakku, walaupun mereka sudah bercerai. Kira-kira apa alasan kak Vinka menceraikan kak Parfait ya?" batin Naufal, "jangan khawatir, kak Vinka tidak apa-apa. Setiap pulang kerja dia selalu membeli ayam goreng untuk kami." Ucap Naufal sembari tersenyum.


...~...


Akhirnya setelah 2 jam 32 menit perjalanan, mereka semua telah sampai di Bandung. Namun, perjalanan masih berlanjut. Parfait membawa mereka ke sebuah hutan pegunungan di pinggiran kota Bandung.


"Semuanya turun, dan ikuti aku." Ucap Parfait sembari keluar dari mobil, dan diikuti oleh Naufal dan yang lainnya.


Mereka semua berjalan ke bukit bersama-sama. Selama perjalanan, Naufal selalu melihat serangga-serangga di pepohonan, dan ular yang menggelantung di pohon.


Roar!!!


Terdengar suara auman yang sangat keras sehingga membuat Naufal dan teman-temannya terkaget sekaligus takut. Namun berbeda dengan Naufal dan yang lainnya, Parfait malah tenang-tenang saja seperti tak dengan suara auman tadi.


"Kalian takut? tenang saja, Disini sudah biasa jika ada suara auman seperti itu." Ucap Parfait sembari tersenyum kecil.


Setibanya di atas bukit, Naufal dan teman-temannya melihat sebuah tempat seperti padepokan silat. Namun, disana tidak terlihat satu orang pun yang berlatih ataupun mendiami tempat itu.


Tiba-tiba, dari belakang muncul seseorang yang langsung menyerang Parfait. Namun dengan mudah Parfait dapat menghindari serangan itu. Parfait membalasnya dengan memukul orang itu sampai terpental jauh, dan melakukan 1080° kick ke arahnya.


Orang itu langsung terkapar di tanah oleh serangan Parfait. Namun, ia kembali berdiri tegak seperti tidak terjadi apa-apa. Orang itu memakai seragam Karate, wajahnya sudah berkeriput, dan jenggot serta kumis terpampang di wajahnya.


"Sudah lama ya, Parfait," sapa nya, "kau membawa 5 bocah kesini? untuk apa?" tanya nya.


"Mereka mempunyai potensi, namun mereka masih lemah dalam bertarung. Aku harap kau mau mengajari mereka cara bertarung, guru," jawab Parfait sembari menundukkan kepalanya.


"Mengajari bocah-bocah ini bertarung? sebesar apa potensi mereka?" Tanya orang itu kembali.


"Doni Aryanto, seorang guru yang mengabdi ke keluarga Saputra selama hidupnya. Jangan banyak bicara, lakukan saja perintah ku!" tegas Parfait dengan tatapan mengintimidasi, sampai-sampai Naufal dan teman-temannya ikut terintimidasi.


"Seperti biasa, pewaris keluarga Saputra memang pemarah. Baiklah, aku akan melatih anak-anak itu," ujar Doni.


Doni mendekati Naufal dan teman-temannya, lalu menatap mereka dengan tajam, dan tersenyum menyeringai.


"Bersiap-siaplah, kalian semua akan merasakan neraka dunia. kkekekeke.


...##Sistem Raja Pecundang##...

__ADS_1


__ADS_2