
Setelah pertarungan sengit antara Rehan dan Rain, tentu dimenangkan oleh Rehan. Naufal langsung membawa Rain yang terluka ke ruang medis. Sebelum Naufal membawa Rain, ia terlebih dahulu berhadap-hadapan dengan Rehan. Keduanya menantang satu sama lain.
Mereka berdua berjanji akan bertarung di arena. Tentunya Naufal sangat marah dengan apa yang terjadi kepada Rain.
Kini semua anggota berada di ruang medis dekat dengan arena pertarungan, mengunjungi Rain yang tengah di rawat. Naufal, Zulfi, Dani, dan Rizki berada di sana.
"Ini keterlaluan, Naufal!" Zulfi kesal. Terlihat matanya yang begitu merah saking kesalnya.
"Benar, ini sudah keterlaluan. Kita harus membalasnya." Ucap Dani mendukung Zulfi.
Rizki menaikkan tangannya, menghentikan keluhan Zulfi dan Dani. "Tunggu. Jika kita membalasnya itu tak akan ada gunanya, kau tak melihat kemampuannya tadi?" Ujar Rizki.
Naufal mengangguk-angguk setuju, terlebih Naufal sudah melihat status Rehan yang begitu mengerikan. Kekuatan mereka berempat takkan mampu menandingi Rehan.
"Terlebih, mengeroyok orang bukan gaya bertarung kita." Tambah Rizki.
"Kalau begitu, siapa yang akan bertarung selanjutnya?" Naufal angkat bicara.
"Aku."
Rizki berdiri, kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu. Sesaat dia berhenti di depan pintu, dan melirik ke belakang.
"Lawan ku adalah Rengga. Ini adalah pertandingan rematch-ku, kalian jangan ganggu." Katanya. Kemudian lanjut keluar ruangan itu.
"Wah, sepertinya dia kelihatan kesal." Dani bicara.
"Tentu saja, kan? pertarungannya saat itu sangat nanggung, dia kalah oleh Rengga." Naufal membalas.
"Sekarang, kita saksikan pembalasannya."
...
"PENONTON APA KALIAN SUDAH SIAP?!"
Suara pembawa terdengar, nyaring dan kuat. Semua penonton bersorak bersamaan.
"Kali ini tak ada yang menarik, hanya pertarungan biasa antar siswa sekolah. Ayo kita lihat dulu...."
"Aku tarik kata-kata ku tadi, ini adalah pertarungan Top rank vs Seorang Artis muda."
Di Arena pertarungan sudah ada dua lekaki berdiri. Mereka adalah Rizki dan Rengga. Semua penonton kembali bersorak, pertarungan ini akan kembali menjadi pertarungan yang seru.
Lampu padam membuat penglihatan menjadi gelap. Kemudian dua cahaya lampu menyorot Rizki dan Rengga. Pembawa acara bicara kembali.
"Baik. Uh... di sisi kanan sudah ada sang penantang Rizki Aditya, salah satu anggota kru Twenty Seven sekaligus seorang artis muda."
Tidak ada yang bersorak pada Rizki, bahkan pembawa acara pun seperti tak semangat menyambutnya. Bahkan beberapa penonton malah mengejeknya.
"Artis mah main-main sama boneka aja sana! ga cocok lu ada disini." Teriak salah satu penonton.
Rizki tak peduli, dan langsung bersiap dengan kuda-kuda Jet Kune Do.
"LALU! DI SISI KIRI ADA RENGGA! SEORANG DARI KRU LEGENDARIS, KRU ETERNITY, PERINGKAT KE 7 DI TOP RANK FIGHT CLUB! BERSORAK UNTUK RENGGA!"
__ADS_1
Suara pembawa acara yang terdengar semangat membangkitkan semangat para penonton juga. Rengga mengangkat tangannya, bangga dengan para penonton yang mendukungnya.
Kemudian Rengga bersiap dengan kuda-kuda Aikido. Dia sudah siap untuk menerima serangan Rizki.
"BAIK! PERTANDINGAN DIMULAI!"
Pembawa acara memulai pertandingannya, namun Rizki dan Rengga tidak menyerang satu sama lain. Mereka berdua nampak berhati-hati terhadap serangan yang akan mereka terima, ataupun mereka lancarkan.
"Huh. Kau lagi. Apa kau tidak kapok saat melawanku kemarin?" Rengga bertanya meremehkan. Dia tersenyum miring.
Rizki menggelengkan kepalanya, dan masih bersiap dengan kuda-kudanya. Tangan kanannya sudah tertekan oleh tenaga yang Rizki pusatkan.
"Apa menurutmu Aikido itu bagus?" Tanya Rizki. Seketika pertanyaan itu membuat Rengga kebingungan, konsentrasinya lepas begitu saja.
Lalu entah apa yang merasuki Rizki, tiba-tiba dia melesat dengan cepat ke hadapan Rengga, kemudian melancarkan pukulan yang sudah ia persiapkan dari tadi.
Rengga tak sempat membalikkan serangan itu, ia hanya bisa menahannya sampai terhempas di udara.
"Akan ku tunjukkan apa itu pertarungan kepadanya, Rengga!" Teriak Rizki. Dia memandang remeh Rengga yang terhempas di udara, kemudian menarik tangannya dan membantingnya ke lantai.
Tembok hancur akibat Rengga yang menabrak lantai, dia meludahkan air dari mulutnya yang terbuka. Kemudian Rizki langsung memukul kepalanya yang masih ada di lantai itu.
"Hanya karena kau bisa membalikkan setiap seranganku, bukan berarti kau bisa mengalahkanku!" Teriak Rizki.
Namun Rizki lengah. Tiba-tiba dia sudah melayang di udara dengan badan yang terbalik, di depannya sudah terlihat Rengga yang kembali berdiri, namun dengan wajahnya yang terluka.
Kemudian Rengga menendang wajah Rizki, dan membuatnya terpental jauh kebelakang. Lelaki seperti Rengga tak akan membiarkan Rizki lokos begitu saja. Dia menarik tangan Rizki yang saat itu masih di udara, dan langsung membantingnya ke tanah. Rizki menabrak lantai hingga hancur.
"Hanya karena aku menguasai Aikido, bukan berarti aku tak bisa menendang, dan memukul wajahmu. Camkan itu, SAT!" Rengga bicara.
Rizki berdiri dengan tangannya, dia yang tadi menendang Rengga, namun gagal. Tanpa basa basi, Rengga yang melihat Rizki berdiri dengab tangannya, dengan kuat langsung menendang kepala Rizki yang berada di bawah.
Rizki melayang di udara, tubuhnya berputar tidak jelas di udara. Rengga berdiri layaknya sedang melakukan pose keren.
Rizki terjatuh ke tanah, dan tak berdiri lagi. Dia terlihat pingsan dan sudah tak sanggup melanjutkan pertarungan. Semua penonton kembali bersorak mengejeknya.
"Hahaha, sudah kubilang kau main boneka saja sana!"
"Awokawok, sok banget anjir, olahraga aja gak pernah!"
Naufal yang melihat pertarungan itu dari bangku penonton merasa prihatin dengan keadaan Rizki, ia sangat ingin membantunya namun tak bisa. Terakhir kali saat dia masuk arena karena menolong Rain, dia langsung terkena hukuman.
"Aku tak bisa berbuat banyak,"
"Eh tunggu..."
Dari kejauhan tiba-tiba Naufal seperti melihat tubuh Rizki yang dipenuhi oleh aura biru yang membara. Kekuatan melonjak dari tubuh Rizki. Sebuah layar muncul di samping Rizki.
[Status potensial Anggota Rizki Aditya mulai mengalami kebangkitan.]
"Ini! Ini seperti pertarungan Rain tadi!"
"Rizki! Rizki mengalami kebangkitan!"
__ADS_1
Teriak Naufal dalam batin.
Kemudian Rizki kembali bangkit, dan berdiri. Tubuhnya dipenuhi dengan darah, bahkan hidungnya masih mengeluarkan darah. Matanya yang tertutup langsung terbuka dan mengeluarkan cahaya berwarna biru. Wajahnya terlihat sangat frustasi.
"Apa kau tau? dalam beberapa pertarungan terakhir, aku belum pernah menang sekalipun." Rizki bicara. Wajahnya semakin terlihat frustasi.
Kembali ke Naufal yang berada di bangku penonton. Dia terlihat seperti memegang sebuah kartu hologram yang hanya bisa dilihat olehnya. Kemudian Naufal melemparkan kartu itu ke udara, dan membuat benda itu perlahan menghilang di udara.
[Player menggunakan kartu pengalaman bertarung (Jet Kune Do: Bruce Lee) kepada anggota Rizki Aditya.]
"Kalau begitu, gunakan ini dan menang lah, Rizki!" Batin Naufal.
Rengga merasakan intimidasi yang kuat dari Rizki. Tubuhnya mulai gemetar tanpa alasan. "Sial, ada apa dengan tubuhku!" teriaknya dalam batin.
[Status anggota Rizki Aditya naik drastis dalam 1 jam kedepan]
Rizki berlari, lalu melompat dan melesatkan teknik Dragon kick ke Rengga. Namun sayang, kaki kanan yang digunakan Rizki untuk menyerang, malah tertangkap oleh Rengga.
Rengga berniat membantingkan Rizki ke lantai, namun tiba-tiba saja genggaman tangannya terlepas, hanya tangannya yang bergerak tanpa membawa Rizki. Rengga mendongak ke atas, dan melihat Rizki yang sudah siap menendangnya di udara.
Syuutt... Kraakkk!
Kepala Rengga menabrak tanah, tendangan Rizki mengenainya. Tendangan tadi sangatlah kuat, harusnya Rengga tak sanggup bangkit kembali, namun entah kenapa ia malah kembali bangkit. Rizki yang melihatnya terkejut, namun sudah diduga olehnya.
"Aikido ku itu tak ada gunanya, bangs*t!" Teriak Rizki mengejek.
Seluruh penonton di buat bungkam dengan kemampuan Rizki, mereka bahkan tak bisa mengeluarkan satu kata sekalipun.
Rambut putihnya terurai tak beraturan bagaikan baru saja di basuh air. Matanya yang menyala biru menambah kesan intimidasi bagi Rengga. Hal seperti ini pernah terjadi kepada Naufal.
"Badanku panas sekali! Rasanya setiap tinju dan tendanganku bisa mengeluarkan api." Batin Rizki memegang dada bagian kiri.
[Anggota Rizki Aditya berhasil mengalami kebangkitan.]
[Anggota saat ini dalam mode heated!]
Rengga yang berdiri sempoyongan berniat menyerang Rizki kembali. Ia berlari dan sedikit mengecoh Rizki. Rengga melompat dan berniat memberikan serangan.
Namun tiba-tiba pandangan terfokus ke satu arah, sebuah uluran tangan yang terletak di daerah ulu hatinya. Rizki berniat memberikan serangan teknik one inch punch ke Rengga.
Rengga terhempas jauh dan menabrak ujung arena, tembok hancur dibuatnya. Mulut Rengga memuntahkan darah, dan pandangannya memutih. Setelah itu Rengga terjatuh, dan tergeletak tak berdaya di lantai.
Dengan begitu kemenangan menjadi milik Rizki. Dia memberikan jari telunjuk ke semua arah wilayah di sana.
"PEMENANGNYA ADALAH RIZKI ADITYA! SUNGGUH KEMENANGAN YANG TAK DISANGKA-SANGKA!"
...
Rizki keluar dari arena. Tubuhnya nampak sudah tak kuat untuk berjalan, ia akan terjatuh. Namun untungnya tiba-tiba Naufal datang dan membopong tubuhnya. Kemudian membawa Rizki ke ruang istirahat.
Di ruang istirahat, Naufal memberikan sebuah kotak besi pemberian seorang gadis untuk Rizki. Naufal bertanya apa Rizki mengenal gadis itu, namun Rizki tak mengenalnya sama sekali.
Naufal tak peduli, kemudian pergi meninggalkan Rizki sendirian di ruang istirahat. Rizki yang masih penasaran, membuka kotak besi itu. Isinya ada sebuah balsem dan sepucuk surat.
__ADS_1
Rizki kemudian membaca surat itu dan mulai tersenyum sendiri.
...#Sistem Raja Pecundang#...