
Mendengar itu, Naufal dan teman-temannya langsung takut sekaligus panik. Bagaimana tidak, Doni terlihat sangat menyeramkan dengan senyumannya.
Namun, Parfait berdiri menengahi mereka. Ia mengambil permen dari sakunya, dan membukanya, "tunggu," sela Parfait sembari mengulum permennya.
"Untuk Naufal, aku sendiri yang akan melatihnya," lanjut Parfait menatap Naufal dengan dingin.
"Oi tunggu, ini kan tempatku. Bocah-bocah ini semuanya akan ku latih," bantah Doni dengan kesal.
"Tidak guru. Khusus Naufal, aku sendiri lah yang akan melatihnya." Ucap Parfait kembali, namun dengan memberi kode dari matanya.
"Baiklah. Kalau begitu, kalian masuk ke asrama dan ganti pakaian kalian itu. Istirahatlah terlebih dahulu, nanti sore akan kuberi kalian sebuah latihan." Kata Doni sembari beranjak menuju ke hutan.
Melihat itu, Naufal dan yang lainnya merasa aneh dengan sikap Doni. Lalu Zulfi berjalan masuk ke padepokan, diikuti oleh yang lainya. Di dalamnya tidak terlihat alat berlatih bela diri apapun.
"Ck," Zulfi memukul tembok, "apaan sih ini? aku kan petinju, mana bisa dia melatih ku!" kata Zulfi dengan wajah kesal.
Dari belakang, Naufal memegang pundak Zulfi, "tenang Zul, kak Parfait bilang kalo kakek-kakek itu master bela diri kan?" tanyanya sembari tersenyum kecut.
"Iya sih. Tapi kan..." ujar Zulfi sembari memasang ekspresi tak lesu.
"Sudah ayo masuk. Kalian berdua seperti bocah."
Rain berjalan melewati Naufal dan Zulfi. Bibirnya merapat, dahi nya mengernyit, menandakan Rain sedang kesal dengan sesuatu.
Naufal yang melihat itu merasa heran dengan kelakuan Rain yang berbeda dari biasanya. Tiba-tiba ia teringat sesuatu, Naufal membuka ponselnya dan menelfon ibunya.
"Halo, bu?" panggil Naufal di telfonnya.
"Halo... Ada apa Naufal?" sahut Sri (ibu Naufal).
"Bu, kurasa aku gak akan pulang selama 2 bulan. Gak apa-apa ya?" kata Naufal.
"Memangnya ada apa? sampe 2 bulan gak bisa pulang," tanya Sri.
__ADS_1
"Aku di ajak latihan sama kak Parfait, boleh kan?" jawab Naufal dengan nada ragu.
Tuttt tuttt
Telfonnya di tutup oleh ibu Naufal, hal itu membuat Naufal sedikit heran. Lalu, ia masuk ke kamar asrama mengikuti teman-temannya yang sudah pergi duluan.
"Aku sudah bilang ke ibu, jadi dia gak akan khawatir," gumam Naufal, "terlebih lagi, aku mengantuk. Pergi tidur saja kali ya?" lanjutnya.
Naufal pun masuk ke kamarnya, disana sudah ada teman-temannya yang sampai lebih dulu. Namun, pandangan Naufal terfokuskan dengan Rain yang tidur sembari berbaring membelakangi orang-orang.
Tak mau memikirkan hal itu, akhirnya Naufal mengganti pakaiannya dengan pakaian seperti baju silat yang sudah disediakan di ranjangnya. Setelah itu, Naufal langsung berbaring di kasurnya dan tertidur lelap.
...~...
Sore nya, Naufal terbangun dengan mulut yang mengeluarkan air liur. Naufal segera mengelap air liurnya, dan segera turun dari ranjang yang ia tiduri. Namun, Naufal tak melihat teman-temannya di ruangan itu.
Naufal segera berlari tergesa-gesa keluar dari ruangan itu. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat Parfait yang berdiri didepannya. Parfait tidak memakai baju, dan hanya memakai celana padepokan disana.
"Ha- hai?" sapa Naufal.
Parfait pun ikut melompat dari sana, ia mendekati Naufal. Lalu ia menendang Naufal dengan keras, "ini adalah latihan khusus untukmu, sekarang ikuti aku ke hutan," kata Parfait menyuruh Naufal untuk mengikutinya.
Naufal pun berdiri sembari menahan sakit yang ia rasakan. Naufal berjalan sempoyongan, mengikuti Parfait. Tendangan Parfait tadi mengenai dada kiri Naufal sampai otot dadanya terasa berdenyut-denyut.
SetelahSetelah itu, Naufal sampai ke tengah hutan bersama Parfait. Parfait yang sedari tadi membelakangi Naufal, akhirnya berbalik menghadap Naufal.
"Naufal, tendangan tadi, apa kau tahu maksudnya?" kata Parfait sembari mengangkat jari nya.
"Aku tidak tau. Memangnya untuk apa?" sahut Naufal dengan nafas yang terengah-engah.
"Tendangan itu tepat mengenai tata letak jantungmu. Nafas mu terengah-engah kan? itu agar kau berlatih mengatur nafas mu saat bertarung," kata Parfait menjelaskan tujuannya.
"Apa maksudmu kak? kau bisa membunuhku!" bentak Naufal dengan ekspresi marah.
"Saat bertarung, kau tak pernah mengatur nafas mu. Jadi, kau selalu kehabisan stamina dalam jangka waktu yang dekat," ujar Parfait, ia memasukan kedua tangannya ke saku yang ada di celananya, "sekarang, coba lah untuk melawanku." Katanya.
__ADS_1
Naufal langsung terlihat kesal dengan tingkah Parfait. Namun, ia teringat dengan skill copy yang diberikan oleh Creator kepadanya.
"Luxxy, menurut mu, apakah aku bisa meniru dia? " batin Naufal bertanya kepada Luxxy.
(...)
Luxxy tak menjawab pertanyaan Naufal. Tiba-tiba, sebuah tendangan dwichagi menghantam perut Naufal dengan keras, sehingga membuat Naufal terpental sampai menabrak pohon.
"Arrghh, ini sakit!"
Naufal merintih kesakitan, ia melihat ke belakang dan terkaget dengan pohon yang sudah tumbang. Pohon itu tumbang karena tertabrak badan Naufal yang menghantamnya dengan keras.
"Kau lihat? tendangan dwichagi ku sangatlah kuat. Cobalah untuk mempelajarinya, latihan mu hanyalah beradaptasi dengan serangan ku." kata Parfait yang menjelaskan tujuan latihan Naufal.
Naufal pun berdiri, matanya seperti bersinar. Ternyata, Naufal telah meniru gerakan balchagi milik Parfait, dan ia siap untuk kembali menyerang Parfait.
Naufal melesat dengan cepat ke arah Parfait. Kemudian, ia melakukan tendangan dwichagi seperti yang ditunjukkan oleh Parfait tadi. Tendangan itu tepat mengenai perutnya dan membuatnya terdorong sampai menabrak pohon dibelakangnya.
Namun hal tak terduga terjadi, pohon yang ditabrak Parfait tidak tumbang, dan ia juga tidak kesakitan dengan tendangan itu. Sekilas terlihat senyuman kecil yang terbentuk di bibirnya. Lalu, ia kembali menyerang Naufal.
Kali ini ia melompat dan melakukan tendangan 1440° ke arah Naufal. Tendangan itu tepat mengenai wajah Naufal, sehingga membuatnya terpental sangat jauh dari tempatnya berdiri. Naufal terpental sekitar 10 meter jauhnya.
Terlihat Naufal yang tak berdaya, ia menyenderkan tubuhnya ke sebuah pohon beringin yang ukurannya lumayan besar. Naufal juga berhasil meniru tendangan tadi, namun ia sudah tak berdaya untuk menyerang balik, ditambah dengan nafasnya yang terengah-engah karena dada kirinya ditendang oleh Parfait.
Lalu muncul Parfait didepannya, kedua tangannya masih ada di dalam saku celananya. Sebenarnya jika Parfait menggunakan tangannya, tulang Naufal bisa hancur dengan mudah.
"Hei Naufal, udahan nih?. Kita akan begini terus sampai besok pagi."
Parfait tersenyum menyeringai, itu membuat Naufal sedikit ketakutan.
Namun Naufal kembali berdiri tegak, ia langsung melompat ke arah Parfait dan menggunakan teknik flying knee ke arah dada Parfait. Tapi tak semudah itu untuk memberikan serangan kejutan kepada Parfait, ia menahan serangan Naufal dengan sikutnya.
Hal itu membuat lutut Naufal sakit, ia langsung terpincang-pincang karena lututnya seperti mengalami keretakan.
"Kau pernah menggunakan itu dulu, kenapa kau menggunakannya lagi?"
__ADS_1
...##Sistem Raja Pecundang##...