
Tiba-tiba, anak tadi berteriak kepada Naufal, "Bang, kasih tau aku cara jadi kuat seperti mu." Pinta nya.
"Ee? Kau mau meniru aku?" Kata Naufal.
Naufal kembali menghampiri anak itu, ia mengamati penampilan anak itu. Naufal tidak menemukan sesuatu dari anak itu, ia pun menyuruh Sistem untuk melakukan scan ke anak itu.
...------------------------------...
...Nama: Dani Singajaya...
...Tinggi: 169 Cm...
...Kekuatan: E-...
...Ketahanan: D-...
...Kecepatan: F+...
...Kepintaran: B+...
...Potensial: A...
...------------------------------...
"Potensi nya besar, kurasa aku bisa membantu nya." Batin Naufal, "Hei, kamu sekolah dimana?" Tanyanya.
"Aku sekolah di SMK Plus 27." Ungkap Dani. "Memang ada apa bang?" Lanjut Dani.
"Berarti kita satu sekolah, namamu siapa?" tanya Naufal.
"Kita satu sekolah? Ah gak peduli, namaku Dani, sekarang kasih tau aku cara menjadi kuat!" Kata Dani dengan ekpresi riang.
"Hmm gimana ya? Dalam seminggu kau harus bisa 300x push up, 350 sit up, 300x squat, 300x pull up, dan lari 30 Kilometer. Oh iya, makan makanan yang dibuatkan oleh ibumu, lalu pelajari bela diri." Jelas Naufal.
Dani mencatat semua yang diucapkan oleh Naufal, setelah itu ia pamit pulang ke rumahnya, begitu juga Naufal. Sesampainya di rumah, Naufal pun masuk, ia telah di tunggu oleh keluarganya di dalam.
Ayah Naufal menyuruhnya untuk duduk, ia terlihat sangat marah. Naufal pun duduk, bukannya takut, Naufal malah menatap balik ayahnya dengan tatapan dingin dan tajam.
"Dek, kamu ada apa sih tadi? Kakak sampe di panggil." Ucap Vinka.
"Naufal, Ayah tau kalau kamu udah jadi kuat, tapi jangan bikin ulah disekolah." Tegur Ayah.
"Apaan sih? Aku gak pernah bikin masalah disekolah." Tegas Naufal.
"Terus yang kakak kamu yang di panggil itu maksudnya apa?" Ucap Ayah, "disuruh bersihin lantai? nggak kan."
"Ayah! Aku kan udah bilang, aku gak bikin masalah disekolah," Naufal berdiri, "masalah lah yang menghampiri ku." Setelah itu Naufal yang langsung masuk ke kamarnya.
Ayah Naufal terkejut dengan bentakan Naufal, wajahnya langsung pucat, Vinka yang melihat itu langsung menenangkan ayahnya dan membawanya ke kamar.
__ADS_1
Di kamar, Naufal berbaring di ranjangnya. Ia memikirkan kejadian yang hari ini, kejadian ini benar-benar merubah hidupnya. Naufal pun bosan, ia pun bertanya kepada Sistem.
"Hei Sistem,apakah di Dungeon ada boss nya?" Tanya Naufal.
(Tentu saja tuan, di Dungeon juga ada prajurit-prajurit yang harus anda lawan.)
"Boss itu, biasanya kuat kan?"
(Tentu saja tuan, bisa saja kuatnya melebihi anda.)
"Omong-omong, kau belum punya nama, sedikit aneh jika aku terus memanggil mu Sistem. Apa kau mau sebuah nama?"
(Sebuah nama? Saya tidak berpikir untuk membutuhkan nya.)
"Sudahlah, mau sebuah nama atau tidak?"
(Baiklah, setelah berpikir sejenak, mungkin saya membutuhkan nya.)
"Hoho, mau kan? Bagaimana kalau Luxxy?"
(Saya menyukainya.)
"Hahaha, setuju ya? Luxxy."
Naufal dan Luxxy terus berbincang-bincang bersama sampai Naufal tertidur lelap.
...~...
"Jadi Naufal, sekarang gimana? Apa rencana kita?" Tanya Rain, "Aku yakin, kita kesana pasti akan kena masalah."
"Benar, orang-orang dari daerah selatan tidak bisa di remehkan. Bagaimana kalau dia menyerang daerah ini?" Tegas Zulfi.
"Tenang-tenang, aku punya cara kok," Naufal memberikan mereka berdua topi dan masker yang ia bawa, "dengan ini, kita tak bisa kenali." Ucapnya.
Mereka bertiga pun segera berangkat ke daerah selatan. Sesampainya disana, Naufal dan yang lainnya mencari tempat karaoke yang dimaksud. Karena merasa kesusahan, Naufal meminta Luxxy untuk mencari tempat itu.
"Luxxy, tunjukan jalannya." Batin Naufal.
(Siap tuan, jaraknya 3 KM ke arah barat dari tempat anda sekarang.)
Dengan instruksi dari Luxxy, Naufal mengajak Zulfi dan Rain pergi ke arah yang di tunjukan. Akhirnya, mereka menemukan tempat karaoke yang di maksud. Tempat itu berbentuk bangunan dengan tiga tingkat.
Akhirnya, mereka bertiga pun masuk. Di sana, Naufal tak melihat keanehan tempat itu, malah ia di sambut baik oleh pemilik tempat itu. Karena tak mau menyia-nyiakan waktu, Naufal memesan satu ruangan untuk mereka bertiga.
Saat di ruangan yang mereka pesan, Rain menegur Naufal, "Naufal, kok kau malah pesan ruangan sih?" Tegur nya.
"Tenang saja, aku sedang menunggu musuh." Ucap Naufal.
"Hah? Musuh? Anjir kau Fal, kukira kesini mau ngapain, ternyata mau bertarung." Keluh Zulfi.
Tiba-tiba, pintu ruangan mereka di tendang oleh seseorang. Orang itu berbadan besar, berkulit gelap dengan gaya rambut kribo, ia masuk ke ruangan itu dengan wajah garang. "Kalian penyusup ya!" Tuduh nya.
__ADS_1
Zulfi yang tak suka akan kedatangannya, langsung memukul orang itu hingga terpental menabrak tembok dibelakangnya, tembok itu retak-retak. "Naufal, gak usah basa basi, ayo kita runtuhkan saja tempat ini" Katanya dengan ekpresi menyeramkan.
"Wah akhirnya kamu sadar juga, ayo kita kalahkan mereka!" Kata Naufal sembari menghampiri orang yang di hajar, Naufal menaruh kaki nya di pundak orang itu.
"Hei, dimana bos mu?" Tanya Naufal.
"A-aku tidak ta- ARRRGGHH," belum sempat menjawab jari orang itu di injak-injak oleh Naufal, ia meringis kesakitan.
"Sekarang ayo katakan, dimana bos mu." Tegas Naufal.
"Dia ada di lantai paling atas." lirih orang itu yang langsung terbaring tak sadarkan diri
"Hahahaha! Kakak-kakak ini hebat ya!" Beberapa orang turun dari tangga, di depannya ada seseorang dengan stelan anak sekolah. "Kakak-kakak ini, mau menyerang ya?" Katanya.
"Sudah datang ya? Kalian berdua segera bersiap-siap," Naufal maju ke depan, namun dari kubu lawan semuanya membawa senjata tumpul. Mereka semua langsung berlari menyerbu Naufal,Rain, dan Zulfi.
Namun, satu hal yang mereka tak tahu, Naufal adalah Raja Pecundang, Zulfi adalah boxing junior, dan Rain adalah calon pendekar. Seketika, semua orang yang menyerbu mereka telah terbaring berserakan di lantai.
"Hei, kau bos nya disini?" Tanya Naufal ke orang tadi.
"Ya benar, secara teknis aku bos paling lemah yang ada disini." Jawabnya.
...------------------------------...
...Nama:Rizal Alfarizi....
...Tinggi: 170 Cm...
...Kekuatan: A-...
...Ketahanan: C...
...Kecepatan: A+...
...Kepintaran: A+...
...Potensial: C...
...Bela diri: [Tidak diketahui.]...
...------------------------------...
"Statusnya hampir sama dengan kami, tapi ketahanan nya kurang." Batin Naufal.
Tiba-tiba, Zulfi menyela pembicaraan itu. Ia membunyikan tulang-tulang di tangannya seraya berkata, "Naufal, kau dan Rain pergi saja keatas. Sepertinya akan seru jika aku melawannya disini." Ungkapnya.
"Baiklah, Rain ayo." Naufal langsung pergi ke lantai 2 melewati Rizal yang berdiri disana.
"Hei, kau mau melawanku? Bocah bodoh. Kau kira aku lemah hah?" Ancam Rizal.
Zulfi langsung memasang boxing stance, ia tersenyum meremehkan Rizal, "hehe, siapa takut." Ejek Zulfi.
__ADS_1
...##Sistem Raja Pecundang##...