Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Menyerang Dungeon (pt.1)


__ADS_3


"Gimana kabar mu? Mau ke resto bersamaku?" Ajak Parfait sembari memberikan sebuah minuman.


Vinka menatap dingin Parfait, Ia berbalik menghadap Parfait seraya berkata, "Apa maksudmu? Aku mau bekerja. Jangan ganggu aku." Tegasnya.


"Eee, ya sudah maaf. Semoga lancar pekerjaan nya." Ucap Parfait sembari memberikan minuman yang Ia pegang.


...~...


Disisi lain, Naufal kembali ke sekolah, karena permintaan Bambang Ia tidak jadi pulang ke rumahnya. Saat ingin masuk ke ruangannya, Naufal berpapasan dengan Zulfi.


"Loh, katanya tadi mau pulang?" Kata Zulfi dengan ekpresi konyol.


"Sudahlah, aku gak jadi pulang." Sahut Naufal yang langsung duduk ke tempatnya.


Naufal duduk terdiam disana, Ia melamun. Dalam lamunannya, Naufal melihat Fanni yang mulai menjauh darinya. Memikirkannya saja sudah membuat hati Naufal sakit. Tapi tiba-tiba,


DING!


Suara misterius mengagetkannya. Naufal berteriak karena kaget, semua murid menoleh ke arahnya.


(Tuan, saya mempunyai informasi sebuah tempat Dungeon. Anda mau lihat?)


"Arrghh Kau, bikin kaget saja." Gumam Naufal. "Apa yang kau maksud Dungeon?".


(Dungeon adalah tempat dimana anda bisa mendapatkan fitur baru, perlengkapan, dan uang. Tetapi ada rintangan yang harus anda lewati untuk mendapatkannya.)


"Benarkah? Wah bagus dong. Dimana tempatnya?" Batin Naufal.


(Tempat nya ada di sebuah tempat karaoke remaja , lebih tepatnya di wilayah selatan.)


"Coba tunjukan hadiahnya dulu. Baru aku akan kesana." Batin Naufal.


...----------------...


...Taklukan Dungeon pertama....


...Waktu: 2 hari...


...Reward: Fitur Shop, Kartu gaya rambut (Belah tengah), Knuckle level 1....


...----------------...


"Lumayan juga, aku terima deh." Gumam Naufal.


(Tapi ada syarat nya tuan, anda tidak bisa pergi kesana sendirian.)

__ADS_1


"Jadi aku harus pergi dengan orang lain?" Ucap Naufal, "Baiklah, aku akan ajak Rain dan Zulfi." Lanjut nya.


...----------------...


...Penaklukan Dungeon pertama....


...Anggota:...


...Naufal Setyadi....


...Rainala devan....


...Zulfi Hermawan....


...----------------...


"Sudah lengkap ya, baiklah besok aku akan kesana." Ucap Naufal yang tak sadar sedang dilihat oleh murid lain karena berbicara sendiri.


...~...


Pulang sekolah, Naufal mengajak Zulfi dan Rain berkumpul di belakang sekolah. Di belakang sekolah, Naufal langsung mengutarakan niatnya.


"Rain, Zul, kalian tau gak sebuah tempat karaoke remaja di wilayah selatan?" Tanya Naufal.


"Hmm, iya aku tau. Ada apa memang nya?" Sahut Zulfi sembari memainkan ponselnya.


"Kau gila ya? Mau ngapain kesana? Gak tau ceritanya ya?" Protes Rain.


"Hah, emang nya apa cerita nya?" Tanya Naufal.


"Huft, jelaskan Zulfi, pasti kau tau kan." Rain menyuruh Zulfi untuk menjelaskan.


"Jadi gini Naufal, kita kan tinggal di Jakarta, lebih tepatnya di bagian tengah," Jelas Zulfi yang terpotong karena pertanyaan Naufal.


"Memangnya ada apa di daerah lain?" potong Naufal.


"Dengarkan dulu. Di daerah tengah, kita tidak terikat dengan sebuah kru manapun. Tapi, di daerah lain mereka mempunyai sebuah kru yang menguasai daerah nya. Misalkan, di daerah selatan ada Kru bernama Unlimited Money. Mereka adalah Kru yang misterius, tapi selalu mendapatkan uang." Jelas Zulfi.


"Oo, begitu ya? Jadi kita tidak boleh sembarang kesana ya," Kata Naufal "kalau begitu, jelaskan tentang 3 daerah lain." Lanjut nya.


"Baiklah, di daerah timur ada kru bernama Street Guardian, di daerah barat ada kru bernama Time Family, dan di daerah utara adalah sebuah kru bernama Beat," Jelas Zulfi "jangan buat masalah dengan mereka Fal." Kata Zulfi.


"Wah panjang juga ya, tapi aku harus kesana. Kalian ikut dong." Ajak Naufal dengan wajah memelas.


"Arrrghh, baiklah. Tapi untuk apa?" Tanya Rain, sembari memukul-mukul tembok.


"Ada deh, mau ikut kan?" Ucap Naufal.

__ADS_1


Akhirnya, mereka pun setuju untuk berangkat. Mereka pun saling berpamitan pulang, namun Naufal tidak pulang dan malah pergi ke rumah Fanni.


...~...


Fanni sedang berada di mobil jemputan, Ia sedang pulang menuju ke rumah. Di perjalanan, Fanni terus kepikiran tentang Naufal, Ia merasa bersalah kepada Naufal karena telah memaki nya.


Ia tersenyum sembari mengingat momen dimana ia pertama kali bertemu dengan Naufal, menurut Fanni itu adalah momen yang menyenangkan, "Aku ngapain ya tadi, aku malah marahin Naufal." Batin nya.


Sesampainya di rumah, Fanni melihat Naufal sedang berdiri di samping pintu masuk rumahnya. Fanni berjalan cepat, ia ingin menyapa Naufal, namun Fanni melihat tatapan Naufal yang dingin dan tajam.


Fanni yang berniat menyapa Naufal malah tidak jadi, ia langsung masuk ke rumahnya tanpa menyapa Naufal. Fanni malu dengan yang ia katakan kepada Naufal di sekolah. Ia langsung berlari ke kamarnya dan mengunci pintu masuk ke kamarnya.


Lalu, Rizki datang ke rumah itu. Ia berpapasan dengan Naufal yang sedang menjaga pintu, namun keduanya tidak saling bertatapan sama sekali. Mereka hanya saling cuek satu sama lain.


Naufal yang malas dia di tempat, langsung pergi ke tempat latihan, ia berlatih menggunakan serangan kaki. Naufal yang sedang latihan, diam-diam di intip oleh Fanni dari lantai 2.


"Harusnya, aku tidak bertemu denganmu!" Sebuah ucapan terdengar di pikiran Fanni. Ekpresi berubah menjadi sedih, mengingat hanya Naufal yang dekat sekali dengan nya di sekolah.


Akhir-akhir ini, Fanni menyadari kalau ia semakin menjauh dari Naufal, di sekolah Fanni sudah jarang berbicara dengan Naufal. "Membuang yang lama, untuk sesuatu yang baru." Ucapnya.


"Aku," Mulutnya tersenyum matanya menyipit "ingin kembali seperti dulu, Naufal." Ucapnya.


...~...


Malam harinya, Naufal bersiap-siap untuk pulang, tapi tiba-tiba ada Rizki yang menghentikannya. Keduanya langsung berhadapan satu sama lain dengan serius, Rizki menatap tajam Naufal, begitupun dengan Naufal.


Namun, Rizki menyodorkan tangannya untuk meminta maaf. "Aku minta maaf atas kejadian tadi siang, maaf karena aku mengatakan hal yang tak kau tau." Jelas Rizki dengan pipi yang memerah.


Naufal pun menjabat tangan Rizki, "Baiklah, aku maafkan." Ucapnya yang langsung pergi menuju keluar untuk pulang.


"Oh iya 1 lagi, tolong berbicaralah dengan Fanni. Dia terlihat sangat sedih." Kata Rizki sembari meminum kopi yang ia bawa.


Naufal pun menoleh dan berkata, "tidak." Tegasnya. Naufal langsung berjalan keluar dari rumah itu. Ditengah perjalanan, Naufal melihat satu anak yang sedang di bully oleh preman-preman.


Anak itu di pelototi dan di potret di bagian ***********. Lalu, anak itu di pukuli habis-habisan, tiba-tiba seorang preman ingin menusukan sebuah besi ke lubang pantatnya.


Naufal yang melihat itu langsung berlari dan menyerang preman itu, preman itu langsung tersungkur tak sadarkan diri. Lalu, preman yang lainnya langsung menyerang Naufal secara bersamaan.


Lalu, terlihat Naufal yang berdiri di antara tubuh-tubuh preman yang tak sadarkan diri, ia menoleh ke anak yang dibully itu seraya berkata, "Kau tak apa?"


Anak itu langsung memakai celananya, dan segera berterima kasih kepada Naufal. "Terimakasih bang, aku hampir aja digituin, terimakasih." Ucapnya.


"Ah tidak apa, aku kebetulan lewat sini." Balas Naufal. Ia pun langsung kembali berjalan menuju ke rumahnya.


Tiba-tiba, anak tadi berteriak kepada Naufal, "Bang, kasih tau aku cara jadi kuat seperti mu." Pinta nya.


"Ee? Kau mau meniru aku?" Kata Naufal.

__ADS_1


...##Sistem Raja Pecundang##...


__ADS_2