
Mereka bertiga pun pulang ke rumah Zulfi dengan perasaan bahagia. Namun, perjalanan mereka belum berhenti disini, karena dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan mereka bertiga.
"Menarik nih, daerah tengah mulai ingin menguasai daerah lain ya? Kkekeke, menarik!" Pekik nya.
...~...
Singkat cerita, Naufal dan teman-temannya sudah sampai di rumah Zulfi. Zulfi langsung mempersilahkan teman-temannya untuk masuk, di dalam Zulfi langsung menyediakan kotak P3K dan beberapa camilan untuk mereka makan.
Naufal mengambil sebuah keripik dan memakannya, keripik terasa sangat enak, "ini enak banget Zul, beli di mana?" Tanya Naufal sembari mengunyah keripik yang ada di dalam mulutnya.
"Telan dulu keripiknya, baru bertanya." Tegur Zulfi, "Aku tidak tau, orang tuaku selalu menyetok keripik itu." Ungkap Zulfi sembari mengobati luka sayatan di tubuh Rain.
Rain yang sedang diam, tiba-tiba berdiri mengagetkan Zulfi yang sedang mengobatinya, "kurasa, setelah ini kehidupan sekolah kita tidak akan berjalan dengan baik." Katanya.
"Apa maksudmu?" Tanya Naufal.
Rain berjalan ke arah jendela, ia terlihat sangat keren dan berwibawa. Rain menoleh dan berkata, "kita telah menyerang daerah selatan, pasti penyerangan tadi akan terdengar oleh pemimpin nya." Jelas Rain.
"Benar juga, kurasa kita harus bersiap-siap. Daerah selatan di pimpin oleh satu kru yang berbahaya. Unlimited money." Ujar Zulfi.
"Yang kalian bicarakan apaan sih? Sekuat apa mereka?" Tanya Naufal.
"Unlimited money adalah kru dengan bisnis terbanyak. Mereka biasanya mengontrol bisnis illegal di daerah sana, polisi juga kesusahan menangkap mereka, sebab mereka menggunakan sistem putus ekor." Jelas Rain.
Naufal menyudahi makannya. Ia berdiri, "Sistem ekor itu apa?" Tanya Naufal, "Jangan-jangan sistem yang sama seperti Luxxy." Batinnya.
"Sistem putus ekor itu adalah memutus koneksi bisnis yang dikelola sebuah kelompok. Biasanya, sistem ini di pakai untuk menutupi jual beli illegal. Saat salah satu bisnis illegal mereka diketahui, mereka akan memutus semua koneksi itu agar tidak merembet ke bisnis pusat." Jelas Rain.
Naufal menggaruk-garuk kepalanya, ia tak menyangka ada sebuah cara seperti itu, selama ini dia hanya tau itu di film. Naufal pun terdiam, ia berpikir sejenak.
Zulfi kembali mengobati luka milik Rain, mereka semua hanya terdiam tanpa sepatah kata apapun.
...~...
Di tempat lain, terlihat seseorang dengan rambut berwarna hijau, tangannya di penuhi tato, dan badannya yang sangat atletis, ia sedang memukul-mukul seseorang sampai berdarah-darah. Orang ia pukuli adalah Mahendra.
"Kalau bisnismu bukan tempat legal, sudah aku habisi kau dari tadi." Ucapnya.
"Maaf tuan.... Lain kali saya tidak akan membuat kesalahan. Orang-orang yang menyerang saya sangat lah kuat. Mereka berjumlah tiga orang." Rintih Mahendra.
"Tiga orang? Tempat kalian hanya di serang oleh tiga orang? Yah, UM nomor 3 memberitahuku mereka berasal dari daerah tengah." Kata orang berambut hijau itu.
"Maksud anda mereka berasal dari daerah tengah? Bagaimana UM nomor 3 bisa tahu asal mereka? Padahal mereka memakai masker." Ujar Mahendra.
"Yah dia memang misterius, aku bahkan kebingungan. Tapi ini aneh, daerah tengah menyerang kita, untuk apa?" Gumam orang itu, "Apa kau bisa membalas daerah tengah? Aku yakin mereka pasti bersekolah di SMK Plus 27." Gerutunya.
__ADS_1
"Bisa saja tuan, saya punya teman manipulatif yang bersekolah disana. Kkekekekeke." Pekik nya yang terdengar ke seluruh ruangan.
...~...
Sudah lama berdiam diri, Naufal mulai berbicara, "Hei, kalau begitu bagaimana cara kita menghadapi mereka?" Tanya Naufal.
"Kau bertanya kepadaku? Yah aku tidak tau sih." Ujar Zulfi, ia lalu menunjuk Rain, "bagaimana dengan kau?" Tanyanya.
"Aku, kurasa aku akan berusaha melawan mereka." Jawab Rain, "Tapi, aku juga tidak yakin bisa bertahan." Lanjutnya.
"Zul, kau suka merokok ya?" Tanya Naufal yang mencoba mencairkan suasana.
"Tidaklah, saat kau mengalahkan aku, saat itu lah aku tak suka dengan rokok. Aku mulai fokus berlatih tinju." Jawab Zulfi.
"Hahahaha aku bercanda." Ujar Naufal. Tiba-tiba ekpresi Naufal berubah menjadi serius, "Ayo kita buat kru seperti yang dikatakan kepala sekolah." Katanya.
"Kau serius? Baiklah kau ketuanya." Ujar Rain.
"Ya benar. Jika mau buat kru, kau saja ketuanya." Ucap Zulfi.
"Eh? Aku? Kok kalian kayak udah tau aku bakal bilang bikin kru?" Tanya Naufal yang keheranan.
"Sudah aku tebak dari tadi, kamu pasti mau bikin kru." Jawab Rain, "Sekarang, ayo kita tentukan nama kru kita." Ucapnya.
"Bagaimana kalau King of Loser?" Kata Naufal dengan mata yang bersinar-sinar.
"Yang [Loser] itu kau, bukan kami!" Timpal Rain dan Zulfi secara bersamaan.
"Hei, bagaimana kalau Twenty seven? Sesuai dengan nama sekolah kita." Ungkap Zulfi.
"Ya, itu bagus. Naufal pasti setuju juga." Ujar Rain.
Setelah itu, Rain dan Naufal pamit pulang. Mereka berdua berjalan bersama, di jalan, mereka berbincang-bincang tentang kehidupannya di sekolah.
"Hei, bagaimana hubungan mu dengan Fanni? Akhir-akhir ini aku jarang melihat kalian berdua bersama-sama." Tanya Rain dengan ekpresi keheranan.
"Jangan bicarakan dia, Fanni lumayan membuatku stress. Aku bingung, dia selalu saja bersama dengan si anak baru lalu memarahiku." Jelas Naufal. Lalu, ia memegang kepalanya dengan ekpresi takut setengah mati, Naufal baru ingat sesuatu.
"Ada apa Fal?" " Tanya Rain yang keheranan.
Naufal memegang kedua pundak Rain, "Rain, gimana nih? Aku lupa kalau aku harus berjaga di rumah Fanni." Rengek Naufal.
"Hah?! Ya gak tau lah!" Tegas Rain yang langsung pergi meninggalkan Naufal, "Well, that's your problem, I don't care." Ucapnya.
"Sok Inggris banget lu!" Ejek Naufal, "Aduh, gimana nih? Pasti nanti di tanyain sama Pak Bambang." Keluh Naufal. Ia berjalan pulang sembari memikirkan hal tersebut.
Sekian lama Naufal berpikir dan berjalan, akhirnya ia sampai di rumah. Naufal masih kepikiran dengan tugas nya sebagai pengawal, ia langsung masuk ke kamarnya untuk berpikir, "Ah gak peduli, lagian yang butuh Pak Bambang bukan aku. Bolos sehari gak apa-apa kali." Gumamnya.
__ADS_1
"Luxxy, tunjukan hadiah yang tadi." Ucap Naufal.
Panel pun muncul, yang berbeda kali ini, terdapat sebuah opsi baru bernama Shop. Naufal memencetnya, dan munculah pilihan item dengan harganya. Naufal yang melihat itu sedikitnya terkejut, bagaimana tidak, ia melihat pakaian dan aksesoris lainnya disana.
(Inilah fitur yang anda dapatkan tuan.)
Naufal memencet-mencet semua icon barang yang ada disana, ia sangat terkesan dengan fitur itu yang memudahkan nya untuk membeli sesuatu yang dibutuhkannya.
"Luxxy, bagaimana cara membeli nya?" Tanya Naufal.
(Anda harus membelinya dengan coin tuan.)
"Coin? Bagaimana cara mendapatkan itu?" Lanjut Naufal.
(Cek saja sendiri tuan, akan saya tunjukkan.)
Tiba-tiba, sebuah layar ungu muncul di depan Naufal. Layar itu menampilkan status Naufal dan Jumlah coin nya, jumlah coin Naufal ada 2 juta coin. Naufal langsung terkejut dengan jumlah coin nya.
"Luxxy, apa benar itu coin ku?" Tanya Naufal dengan mulut terbuka karena terkejut.
(Iya tuan, itu adalah hasil dari misi yang anda jalankan.)
"Ini mirip sebuah aplikasi belanja online, kurasa aku akan membeli sesuatu." Ucap Naufal.
Setelah itu, Naufal tertidur lelap.
...~...
Sudah seminggu lewat dari kejadian menyerang Dungeon, Naufal terbangun di kamarnya. Lalu, ia melihat sebuah kardus, ia pun membukanya. Naufal terlihat senang dengan isinya, isinya adalah sebuah sweater hitam merek Supremacy dengan gambar emoji kuning.
Naufal pun bergegas mandi dan sarapan, lalu pergi sekolah. di tengah perjalanan, ia melihat Rain dan Zulfi sedang menunggunya.
"Yo! Selamat pagi, mau berangkat bareng nih?" Sapa Naufal.
"Yah kurasa, bosan jika berangkat sendiri dan pacarku menolak berangkat bareng sih. haha." Ujar Zulfi
Mereka bertiga pun berangkat bersama. Saat tiba di depan gerbang sekolah, mereka melihat Rizki dan Fanni diam di depan gerbang masuk, sepertinya mereka sedang menunggu seseorang. Benar saja, ternyata mereka berdua sedang menunggu Naufal.
"Naufal, selamat pagi." Sapa Fanni, ia mendekati Naufal seraya berkata, "Kamu sehat? Soalnya minggu kemarin kamu terlihat terluka." Katanya.
Naufal tak merespon perkataan Fanni, ia memilih langsung masuk ke area sekolah. Fanni yang melihat itu sudut mulut nya terangkat, ia lalu menghampiri Naufal dan berjalan di sampingnya.
"Gak apa-apa Naufal, aku pasti akan berusaha membuat kamu mau bicara lagi sama aku." Bisik Fanni.
Naufal yang mendengar itu sedikit merespon bisikkan Fanni, namun ia tidak membalasnya. Saat di depan pintu masuk ke kelasnya, ada seseorang dengan badan yang cukup atletis menunggunya.
Orang itu menghampiri Naufal, ia menyapa Naufal dengan hangat. Naufal sedikitnya hampir mengenali orang itu.
__ADS_1
"Bang, aku sudah melakukan apa yang abang perintahkan. Terimakasih! Sekarang saya merasa lebih kuat." Sapa orang itu yang ternyata adalah Dani, orang yang sempat di tolong oleh Naufal.
...##Sistem Raja Pecundang##...