
Sudah seminggu berlalu sejak kejadian Naufal dihajar oleh Parfait, sejak saat itu kekuatan dan penampilan Naufal berubah drastis. Badan Naufal menjadi sangat atletis, baru-baru ini Naufal juga menyadari bahwa Ia mempunyai wajah yang tampan.
...----------------...
...Nama: Naufal Setyadi...
...Tinggi: 175 cm...
...Kekuatan: 85/A+...
...Ketahanan: 80/A+...
...Kecepatan: 70/A...
...Kepintaran: 60/B+...
...Potensi: A+...
...----------------...
"Aku sekuat ini sekarang? Tapi ini sangat lemah dibandingkan dengan Parfait." Batin Naufal, "Sekarang, aku punya janji dengan seseorang." Gumamnya.
Naufal pun segera pergi berangkat ke sekolah. Sesampainya di wilayah sekolah, di gerbang masuk ada Fanni yang menunggunya. Naufal menghampiri Fanni.
"Selamat pagi Fan, lama ya nunggunya?" Sapa Naufal.
"Eh Fal, nggak kok. Aku baru sampai juga," Sahut Fanni, "Tadi di rumah, kucing ku ngambek gak mau makan. Jadinya aku manjain dulu sampai dia tidur." Lanjut Fanni.
"Eh begitu ya? Ayo masuk." Ajak Naufal
Dari kejauhan terlihat Rainala berlari sangat kencang.
"Heii! Tunggu aku!" Teriak Rain sembari berlari.
"Eh, tumben Rain datangnya lebih lama dari kita." Ungkap Fanni.
"Baguslah, Aku tidak terlambat." Ucap Rain sembari ngos-ngosan.
"Tumben banget Rain, kok bisa berangkat jam segini?" Tanya Naufal.
"Kemarin, Aku tidur dari jam 17:35 sampai pagi tadi!" Jawab Rain, "Sudahlah, ayo masuk. Nongkrong disini takutnya di hukum satpam." Ajak Rain.
Mereka bertiga pun bergegas pergi ke ruangan masing-masing, di ruang TKJ 1, sudah ada Zulfi yang menanti Naufal. Penampilan Zulfi sekarang sudah berbeda, badannya terlihat lebih atletis di banding seminggu yang lalu.
Naufal dan Fanni masuk ke ruangan itu. Tiba-tiba, Zulfi langsung menyerang Naufal. Beruntungnya Naufal berhasil menahan serangan itu.
"Hei brengs*k, ayo tepati janji kita." Tantang Zulfi.
"Hei Zulfi, lihatlah di samping ku ada siapa." Tegas Naufal.
Lalu, Naufal memegang kepala Zulfi dan berbisik kepadanya.
"Pulang sekolah, di tempat aku menghajar mu dulu." Bisik Naufal
__ADS_1
Naufal melepas pegangannya dan menyuruh Fanni untuk duduk.
"Naufal, tadi ada apa? Kamu mau berantem?" Tanya Fanni dengan ekspresi khawatir.
"Tidak, cuman mau menepati janji." Jawab Naufal.
Akhirnya seorang guru pun masuk dan memulai pembelajaran. Sepanjang pelajaran, yang ada di pikiran Naufal hanya tentang tubuh Zulfi yang berkembang sangat cepat.
"Zulfi, apa dia berlatih keras untuk mengalahkan ku? Badannya terlihat sangat terlatih." Batin Naufal
...~...
TRIING... TRIINNGG
Akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi, Naufal bergegas pergi ke belakang sekolah. Sebelum itu, Naufal menitipkan Fanni kepada Rain. Namun, Rain menolak karena Ia juga ingin menonton pertarungan Naufal.
"Naufal, Aku sangat ingin melihat pertarungan mu. Jadi, izinkan Aku ikut bersama Fanni." Ujar Rain.
"Naufal? Kamu gak bilang mau bertarung, Aku juga ingin lihat." Desak Fanni.
"Ee, baiklah! Kalian boleh lihat." Sahut Naufal.
"Bagus Naufal, Aku tidak percaya Zulfi akan bertarung dengan adil. Jika mereka mengeroyok mu, Aku akan membantu." Batin Rain.
Mereka bertiga pun pergi ke belakang sekolah bersama. Sesampainya disana, sudah berkumpul banyak anak berandalan sekolah itu.
"Yo Pecundang, selamat datang." Sambut Zulfi, "Eh, bawa teman? Cewek juga? Hahahaha. Menarik!"
"Hah?! Sudahlah, ayo mulai." Ujar Naufal.
"Sistem, Scan dia." Gumam Naufal.
...----------------...
...Nama: Zulfi Hermawan...
...Tinggi: 176 Cm...
...Kekuatan: A+...
...Ketahanan: A...
...Kecepatan: A+...
...Kepintaran: B-...
...Potensial: A...
...Boxing...
...----------------...
"Lumayan juga, aku sedikit tak yakin dia akan menang." Batin Naufal.
Tiba-tiba, Zulfi menyerang tanpa aba-aba, sehingga membuat Naufal kaget dan tak sempat menahan serangan itu. Naufal langsung menyerang balik dengan Low Kick kepada Zulfi.
__ADS_1
Lalu mereka berdua menjaga jarak, Zulfi mendekat sembari melakukan Weaving yang lumayan cepat. Naufal kesusahan untuk menyerang Zulfi, Ia kesusahan karena teknik Weaving adalah teknik menghindar dalam boxing.
Sembari melakukan Weaving, Zulfi menyerang Naufal. Serangan Zulfi terus mengenai wajah Naufal, Naufal yang tak ingin terus terkena serangan Zulfi, Naufal melakukan Deep ke arah kanan Zulfi.
Setelah lolos dari serang Zulfi, Naufal menyerang Zulfi dengan Strike yang tepat mengenai wajahnya. Zulfi langsung menjaga jarak dari Naufal, Ia akan membiarkan Naufal mendekati nya, lalu akan menyerang Naufal dengan combo andalannya.
Naufal yang tidak mudah terkena tipuan, langsung berlari dan melayangkan Flying Knee kepada Zulfi. Namun Zulfi sanggup menahannya. Zulfi menyerang dengan strike ke wajah Naufal.
Naufal yang hampir terjatuh segera menahan badannya dengan tangan. Lalu, Ia berdiri dan melakukan Push Kick yang kuat ke arah Ulu hati milik Zulfi. Zulfi mengerang kesakitan, Ia kesakitan karena Ulu hati adalah titik lemah manusia.
"Hei, Sudahlah. Aku yang menang." Ucap Naufal.
Zulfi berdiri dan menyerang Naufal kembali, kali ini Naufal sangat kesusahan karena Zulfi memojokkan Naufal dengan Combo andalannya.
Akhirnya, Naufal terkena serangan Zulfi sehingga terpental sejauh 4 meter. Naufal tersungkur seperti tidak sadarkan diri, Zulfi dan para berandalan sudah bersorak akan kemenangan mereka.
Tiba-tiba, Naufal berdiri kembali. Kali ini aura Naufal berbeda, Ia tersenyum lebar dan wajah nya tertutupi rambut.
"Hei! Badanku jadi panas nih!" Teriak Naufal yang berlari menyerang Zulfi.
Zulfi yang terkena serangan Naufal langsung terpental sejauh 5 meter. Zulfi bangkit dan melihat senyum menyeramkan dari Naufal, Ia juga mengalami hal yang sama seperti Naufal. Yaitu, Badannya terasa panas.
Naufal dan Zulfi saling beradu pukulan, pukulan demi pukulan mereka layangkan. Namun, diantara mereka tidak ada yang tumbang. Para berandalan mulai bosan melihat itu, namun Senior menyuruh mereka untuk tetap melihat jalannya pertarungan.
"Brengs*k! Jatuh lah kau!" Teriak Zulfi sembari memukul-mukul Naufal.
"Harusnya kau yang terjatuh!" Ejek Naufal.
Akhirnya, setelah sekian lama saling pukul, Naufal akhirnya memenangkan pertarungan tersebut. Zulfi terbaring di tanah dan meratapi kekalahannya.
Tiba-tiba, para berandalan mendekati mereka. Para berandalan itu membawa senjata seperti balok kayu dan tongkat baseball.
"Hahahahaha! Lucu sekali melihat 2 orang bodoh bertarung seperti hewan." Ledek Senior sembari perlahan turun dari tumpukan kursi bekas.
"Hah?!" Teriak Naufal.
"A-Apa? Senior! Anda kan berjanji membuat pertarungan ini adalah pertarungan adil." Keluh Zulfik
"Bodoh, kau percaya denganku?" Ejek senior itu
Tiba-tiba, Senior itu diserang oleh Rain. Rain menyerang senior itu dengan serangan seperti seni.
"Sudah lama ya, Ridwan." Sapa Rain kepada senior itu yang bernama Ridwan.
"Haha. Si anak palsu, kukira kau tak akan menghentikanku." Sahut Ridwan.
Rain dan Ridwan bertarung satu sama lain. Sedangkan, Naufal dan Zulfi akan di keroyok habis-habisan oleh para berandalan. Naufal mengulurkan tangannya ke Zulfi dan mengajaknya untuk bekerjasama.
"Hei Boxing Junior, ayo berdiri." Ajak Naufal.
"Apa? Boxing Junior? Tapi kenapa?" Tanya Zulfi.
"Kau tanya kenapa? Sudahlah. Ayo berteman denganku dan kalahkan mereka." Lanjut Naufal.
...##Sistem Raja Pecundang##...
__ADS_1