
Seminggu telah berlalu, sejak Naufal menaklukkan gudang tua, tempat itu mulai berubah menjadi sebuah tempat yang layak dihuni. Naufal menggunakan upah dari Bambang untuk merubah tempat itu.
Ridwan yang telah menjadi bawahan dari Naufal sangat senang akan hal itu, ia berpikir bahwa tidak buruk juga menjadi bawahan Naufal. Kini kru Naufal, Twenty Seven berjumlah 64 orang, 60 member dan 4 pendiri.
Saat ini SMK Plus 27, sudah berkurang kasus pembully-an nya. Itu semua berkat Naufal dan teman-temannya yang sudah mengalahkan semua berandalan dan menjadikan mereka semua sebagai bawahan.
...~...
Suatu hari, saat Naufal dan teman-temannya sedang bersantai di markasnya, terdengar suara bentakan dari luar, "Hah?! Mau ngapain kalian kesini?" Bentak bawahan Naufal.
Naufal pun bergegas menghampirinya, sesampainya disana, ia melihat bawahannya telah terbaring tak sadarkan diri. Di sana terlihat Fanni dan Rizki, terlihat Rizki mengepalkan tangannya pertanda ialah yang mengalahkan bawahan Naufal.
Lalu, bawahan Naufal yang lainnya menghampiri Naufal, "Bos, ada penyerangan. Kita harus bagaimana?" Ucapnya.
Naufal yang mendengar itu langsung tertawa, ia menyingkirkan bawahannya itu, "apa yang kau maksud penyerangan? Mereka tamu kita." Ucap Naufal.
Lalu Naufal mempersilahkan mereka berdua masuk, saat itu Fanni mencoba mengajak Naufal untuk berbicara, "Fal, kamu bikin tempat ini?" Tanya Fanni.
Namun Naufal tidak menoleh sedikitpun kepada Fanni, ia terus berjalan menuju ke ruangannya. Sesampainya ruangannya, terlihat Zulfi yang sedang berlatih tinju dengan memukul-mukul samsak, di sana juga terlihat Rain yang sedang mengerjakan tugas sekolah, dan juga terlihat Dani yang sedang memainkan game di ponselnya.
Rain yang sedang mengerjakan tugasnya langsung berdiri, "eh ada tamu?" Ucapnya sembari merapihkan tugas yang sedang ia kerjakan, "kukira siapa, ternyata Fanni." Lanjut Rain.
"Hehe iya, kudengar kalian membuat sebuah tempat disini, jadi aku ingin mampir," ucap Fanni dengan wajah polos, "tapi aku terkesan, ternyata tempatnya semegah ini." Ungkap Fanni.
"Haha iya, semua ini ide Dani, dan yang membiayai nya adalah Naufal," Jelas Rain sembari melepaskan kacamata yang ia pakai sedari tadi, "aku bingung dia dapet uang dari mana?" Tanya Rain.
"Sepertinya itu uang dari ayahku, dia sangat setia menjadi pengawal ku walaupun sedang marah kepadaku," jawab Fanni, lalu ia duduk di sebuah kursi, "bagaimana ya, cara meminta maaf kepadanya?" Tanya Fanni.
"Gimana ya? Gimana kalau kamu berikan sedikit waktu untuk Naufal terlebih dahulu, perlahan Naufal gak akan marah lagi." Ucap Rain dengan senyum tulus.
"Sepertinya ide bagus, aku akan mencoba nya." Ucap Fanni.
Disisi lain, Naufal dan Rizki sedang berbincang berdua, Naufal terlihat sedang memaksa Rizki melakukan sesuatu.
__ADS_1
"Ck, ayolah. Bagaimana jika kau bergabung kesini?" Ucap Naufal dengan wajah kesal.
"Untuk apa? Nanti citra ku sebagai artis malah ternoda," sahut Rizki sembari meminum sebotol kola.
"Ini sangatlah penting bodoh, kehidupan sekolah orang-orang sedang dalam masalah. Bagaimana jika mereka datang menyerang?" Ucap Naufal.
"Apa urusannya denganku? Lagian mereka itu siapa?" Tanya Rizki dengan senyum sinis.
Naufal memegang kerah baju milih Rizki, dengan wajah kesal ia berkata, "mereka adalah Unlimited Money, kehidupan sekolah kau dan Fanni sedang dalam bahaya. Kemarin aku tak sengaja menyerang mereka," bisik Naufal.
Rizki yang mendengar itu sontak terkejut, dengan marah ia menyundulkan kepalanya dengan kepala Naufal, "hah?! Apa maksudmu? Kau telah membuat kekacauan dan membuat kami semua dalam bahaya? Brengs*k kau!" Ucap Rizki dengan wajah marah.
Naufal mengusap-usap kepalanya, ia menoleh kearah Rizki dengan wajah serius, "kalau begitu, pikiran kembali ajakan ku tadi." Ucap Naufal sembari pergi meninggalkan Rizki sendirian.
Rizki termenung sendirian disana, ia berpikir keras dengan ajakan Naufal. Rizki tidak ingin membantu Naufal, namun disisi lain ia harus melindungi Fanni, terlebih lagi akhir-akhir ini dia dekat dengan seorang gadis disekolah.
"Brengs*k kenapa harus membuat semua orang terlibat?" Batin Rizki yang langsung pergi, ia memilih untuk berkeliling sembari memikirkan ajakan Naufal. Dari kejauhan, ia melihat Fanni dengan seorang gadis sedang berbicara.
"Eh, kamu Alisa ya? Udah lama gak ketemu haha," sapa Fanni.
"Masa kamu lupa? Aku Fanni, temen kamu pas SD!" Ungkap Fanni dengan mata yang bersinar.
"Fanni?! Ini beneran kamu?" Tanya Alisa sembari menggerayangi tubuh Fanni, "udah lama gak ketemu, kamu kemana aja sih?" Ucapnya.
"Hahaha, aku pindah sekolah pas SD, maaf gak ngabarin kamu. Aku paksa pindah sama ayahku," Ucap Fanni dengan senyuman manis, "ngomong-ngomong, dimana Dani? Kalian kan dekat dari dulu," tanya Fanni.
Alisa menundukkan kepalanya, "soal itu," belum sempat menjelaskannya, tiba-tiba seorang gadis datang dan menyela pembicaraan mereka.
"Hai! Kalian sedang apa?!" Sapa seorang gadis berambut panjang, dan berwarna hitam, ia adalah Nazwa Shopa, pacar Zulfi.
Dari kejauhan, terlihat Rizki yang memandangi mereka sembari tersenyum, ia baru pertama kali melihat Fanni berbincang-bincang dengan gadis lain. Tiba-tiba, Dani muncul disampingnya.
Sembari memainkan game, ia berkata, "jaga lah Fanni dari Alisa," ucap Dani.
"Hm? Kenapa? Dia telihat sangat baik dengan Fanni," sahut Rizki sembari memandangi ketiga gadis itu, "gimana ya kalau dia ikutan berkumpul bareng mereka?" Batin Rizki.
__ADS_1
Dani mencabut earphone dari telinganya, lalu mematikan game nya, "Alisa itu seorang berandalan, tak akan aman jika Fanni berada di dekatnya," ungkap Dani.
"Apa maksudmu? Bukankah kau dan Alisa berteman?" Tanya Rizki dengan wajah sedikit kesal.
"Tidak lagi, dia sudah berubah. Sekarang dia adalah berandalan, bahkan dia sudah tak menganggap aku," jelas Dani, ia menunjuk Alisa dan Nazwa, "lihat saja, mereka seperti wanita gampangan Dimata ku," ucapnya.
Zulfi yang kebetulan lewat, ia mendengar ucapan Dani kepada pacarnya langsung menyerang Dani hingga terpental cukup jauh, "Apaan kau bangs*t!! Berani nya kau!!" Teriak Zulfi yang langsung mengunci Dani di tanah.
Zulfi memukul-mukul wajah Dani, ia memukuli Dani secara membabi-buta. Rizki yang melihat itu tersenyum, "dia pantas mendapatkannya." Batin Rizki.
Keributan itu langsung dikerumuni oleh member-member Twenty Seven, mereka langsung melerai pertengkaran itu, terlihat wajah Dani yang terluka akibat pukulan dari Zulfi. Keduanya langsung dibawa keruangan Naufal.
Fanni dan kedua gadis lainnya menghampiri Rizki, Fanni yang panik langsung bertanya kepada Rizki, "Iki, ini ada apa? Kok tiba-tiba rame?" Tanya Fanni.
Rizki menoleh, ia memasang ekspresi serius, "kalian ingin dengar apa yang terjadi? Tapi ini akan sedikit menyakitkan," tegas Rizki.
"Ceritakan saja, lagian bakal sakit apanya hehe," ucap Alisa.
"Aku sedang mengobrol dengan Dani tentang kalian, lalu Dani bilang kepadaku kalau Alisa dan gadis itu (Nazwa) adalah wanita gampangan," ungkap Rizki, "kebetulan si petinju itu sedang lewat, ia langsung memukul Dani secara membabi-buta." Lanjut Rizki.
Nazwa yang mendengar itu langsung marah, ia berlari menuju ke ruangan Naufal untuk memarahi Dani. Fanni yang melihat itu, sontak ingin mengikuti Nazwa.
Namun, saat ia berbalik kebelakang, Fanni melihat Alisa meneteskan air mata dari matanya, melihat itu Fanni menghampirinya, "Alisa! Kamu gak apa-apa?!" Tanyanya dengan wajah khawatir.
Alisa tersenyum tulus, ia mengusap air matanya, "aku gak apa-apa Fan," ucapnya yang langsung berlari keluar dari tempat itu.
Fanni yang melihat itu langsung marah, ia langsung pergi ke ruangan Naufal untuk memarahi Dani. Rizki yang melihatnya, langsung mengikuti Fanni karena khawatir.
...~...
Ditempat lain, tepatnya di belakang sekolah, terlihat Alisa yang menangis terisak-isak. Dia tak menyangka kalau Dani akan mengatakan hal seperti itu.
"Aku udah gak kuat! Aku gak kuat terus kayak gini, hiks... hikss," Rengek Alisa, "Dani, kalau kayak gini terus, aku gak bisa jagain kamu lagi." Lanjut Alisa.
...##Sistem Raja Pecudang##...
__ADS_1