Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Penculikan (part.4)


__ADS_3


"Begitu ya, Naufal menyerang kalian? Kalau begitu, kali ini aku yang akan meruntuhkan kalian!" Teriak Rizki sembari berlari untuk menyerang Santoso.


"Bocah ini, bagus jika dibuat menjadi adonan darah!" Lirih Santoso.


Santoso langsung melesat ke arah Rizki, ia menyerangnya berkali-kali, namun tidak ada satupun pukulan Santo yang dapat mengenai Rizki. Rizki yang terus menghindar sedikit kewalahan karena pukulan Santo yang begitu cepat.


Akhirnya Rizki menemukan sebuah celah untuk menyerang balik, ia menendang dagu Santo. Namun hal mengejutkan terjadi, serangan Rizki tidak terasa bagi Santo.


Seketika itu, pukulan Santo yang di pakaikan Brass Knuckle mendarat di pelipis Rizki. Serangan itu membuat Rizki tak sadarkan diri, ia terjatuh dan pingsan di tempat itu.


Namun, tak lama kemudian Rizki berdiri kembali. Saat itu juga, Santo menyerangnya, namun masih bisa dihindari oleh Rizki. Rizki berlari menuju tas sekolahnya, dan memainkan ponselnya.


Anehnya Rizki hanya memainkan ponselnya dalam sekejap dan menaruhnya di tanah, ia kembali menyerang Santo dengan segenap kekuatan yang ia miliki. Sayangnya, semua pukulan Rizki tidak ada yang berefek kepadanya.


Santo yang bosan di pukuli langsung membalas semua serangan Rizki, dengan pukulan bertubi-tubi, ia membuat Rizki tersiksa. Lalu Santo melihat sebuah pipa besi, ia pun mengambilnya.


Dengan pipa besi itu, Santo memukulkannya ke kepala Rizki berkali-kali.


Di sisi lain, Fanni yang terbangun melihat Alisa yang di pukuli oleh Mahendra dan teman-temannya. Melihat semua itu, Fanni langsung merasa frustasi dan menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian ini.


"HENTIKAN SEMUA INI!!"


Terdengar sebuah teriakan menggema ke seluruh tempat itu, teriakan itu berasal dari Fanni. Fanni terlihat sangat frustasi, air mata membanjiri matanya.


"Kenapa kalian melakukan ini semua?!" Keluh Fanni.


"Kenapa? Kau tak mendengarkan apa yang ku ucapkan tadi?" Balas Santo, dengan santai ia menghampiri Fanni, "temanmu Naufal, ia telah menyerang kami,"


"Aku tau itu! Aku juga tau pasti kalau Naufal melakukan itu karena ketidaksengajaan." sahut Fanni.


Hal yang tak terduga pun terjadi, Santo melepaskan ikatan Fanni, sehingga membuat semua orang terkejut dengan kelakuannya itu. Aldi mendekati Santo, "hoi, apa yang kau lakukan! Kau melepaskan?"


Tanpa membalas ucapan Aldi, Santo melempar Fanni ke arah Rizki. Santo tersenyum lebar, sorot matanya berubah menjadi menyeramkan, "woi cewek, menangislah didepan bocah itu. Aku suka saat bertarung dengan orang yang melindungi seorang perempuan," ucapnya.


Fanni yang mendengar itu seluruh tubuhnya langsung gemetaran, melihat Santo ia langsung teringat masa lalunya. Santo dulu nya adalah orang yang membully Fanni hingga trauma sampai saat ini.


"K-kamu Santo?" Tanya Fanni dengan badan gemetaran.


Mendengar itu, Santo langsung tersenyum lebar seakan ia mengingat sesuatu yang membuatnya senang. Ia menghampiri Fanni dan menjambak rambutnya, "aku ingat kau! Si cupu Fanni. Hahahahaha,"

__ADS_1


Fanni langsung ketakutan setelah mati, bagaimana tidak, ia kembali bertemu dengan seorang yang pernah membuatnya mempunyai trauma yang begitu mendalam. Tiba-tiba, sebuah tamparan mendarat di pipi Fanni.


"Gimana? Matamu aman kan? Gak ada yang terluka," ucap Santo sembari menampar Fanni berkali-kali.


Lalu, Aldi menghampiri Santo. Wajahnya menunjukkan sebuah rasa keheranan, "dia siapa Santo? Kamu kenal kayaknya," tanya Aldi.


"Ya, aku kenal. Dia ini orang yang matanya hampir aku buat menjadi buta, habisnya dia cupu sih," jawab Santo yang terus menampar Fanni sehingga mengeluarkan darah dari hidungnya.


Tiba-tiba, sebuah tendangan melayang ke arah wajah Santo dan Aldi. Tendangan itu dilayangkan oleh Rizki, dengan sempoyongan ia masih sanggup berdiri.


"Jangan sakiti Fanni brengs*k!" Teriak Rizki yang langsung melesat menyerang Santo dan Aldi, namun kekuatannya tak cukup untuk menandingi mereka berdua. Aldi menangkap dan memegangi Rizki, lalu Santo memukul Rizki secara membabi-buta.


Rizki langsung tak sadarkan diri, ia di jambak oleh Santo. Lalu, Santo memukul Rizki sehingga terpental jauh menabrak tembok sampai temboknya hancur.


Fanni yang melihat itu hanya menangis, ia takut jikalau Santo akan melukainya kembali. Santo pun menghampiri Rizki, ia mulai menginjak-injak wajah Rizki dengan tawa yang terdengar menyeramkan.


Tiba-tiba terdengar sebuah pecahan kaca, seorang pemuda melompat dari jendela yang ada di atas atap tempat itu, ia mendarat dengan gagah bak seorang pahlawan. Pemuda itu adalah Naufal.


Naufal langsung berdiri membelakangi Alisa dan Rizki, lalu Rain dan yang lainnya muncul secara bersamaan, mereka langsung berlari menyerang semua orang yang ada disana.


Melihat Naufal di depannya, Fanni langsung memeluk erat Naufal, ia terlihat sangat ketakutan.


"D-dia! Orang yang berambut hijau!" Jawab Fanni dengan lantang.


Naufal hanya menoleh dan menatap Santoso dengan tajam, lalu ia berbalik, alisnya mengkerut dan gigi merapat, "Fan, kenapa gak pulang ke rumah? Aku bosan banget loh nungguin kamu di rumah,"


"Aku.... pengen main sama temen-temen Fal, itu karena kamu gak bisa main sama kamu," sahut Fanni sembari menundukkan kepalanya.


Mendengar itu, Naufal mengelus-elus rambut Fanni. Lalu, Naufal menghampiri Rizki yang sedang duduk kelelahan karena bertarung dengan Santoso, "jadi gimana, aku cuman ingin menyelamatkan Fanni. Jika kau mau, aku bisa menyelamatkan semua perempuan yang yang ada disini. Tapi ada syaratnya," ucap Naufal.


"Ck, disaat-saat begini kau memberikan syarat? Baiklah, aku akan bergabung dengan kru mu." Sahut Rizki sembari tersenyum sinis ke arah Naufal.


"Baguslah kalau begitu," Naufal menghampiri Santo dengan gagah, ia berdiri berhadapan dengan Santo, "jadi itu kau ya, penyebab Panic Attack yang dialami oleh Fanni," ucap Naufal.


"Ada dua orang baru disini, scan mereka Luxxy!" Batin Naufal menyuruh Luxxy.


...----------------------------------------...


...Nama: Santoso Supriyadi...


...Tinggi: 186 cm...

__ADS_1


...Kekuatan: S+...


...Ketahanan: S-...


...Kecepatan: S-...


...Kepintaran: A...


...Potensial: S...


...Street Fighter...


...----------------------------------------...


...----------------------------------------...


...Nama: Aldi Aryanta...


...Tinggi: 170 cm...


...Kekuatan: S...


...Ketahanan: A+...


...Kecepatan: S+...


...Kepintaran: A+...


...Potensial: A...


...Taekwondo...


...----------------------------------------...


"Apa-apaan ini? Status mereka tidak normal, mereka ini betulan manusia?" Batin Naufal.


Naufal pun langsung menyerang Santo dengan 360° kick, namun Santo dengan mudah menahannya. Lalu, Santo melemparkan Naufal ke tembok dan membuat tembok itu hancur.


"Apa-apaan anak ini? Tadi belagu banget!" Ejek Santo dengan senyuman lebar yang menyeramkan.


...##Sistem Raja Pecundang##...

__ADS_1


__ADS_2