Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Bertengkar


__ADS_3


Fanni terkejut dan sedikit sakit di hatinya, "Naufal?" Panggilnya dengan nada sedih.


Disisi lain, Naufal bergegas mengambil barang-barang nya di rumah itu. Setelah mengambil semua barang nya, Naufal segera pergi dari rumah tersebut. Baru saja sampai pintu, ada Pak Bambang menyapanya.


"Eh Nak Naufal, mau kemana?" Sapa Bambang.


"Ah anu, saya mau pulang dulu Pak." Sahut Naufal.


"Loh, baru sebentar disini udah mau pulang." Lanjut Bambang dengan ekpresi curiga. "Ahhh, kamu pasti bertengkar sama Fanni ya?" Tanya Bambang.


"Ah, tidak pak. Pokoknya saya mau pulang terlebih dahulu." Ucap Naufal yang langsung pergi keluar dari rumah itu. Naufal segera memesan taksi online untuk pulang.


...~...


Keadaan Fanni kini tidak karuan, Ia merasakan sakit di hatinya. Walaupun Naufal tidak melakukan apapun padanya, Ia tetap merasakan sakit yang mendalam.


"Naufal, kok dia pulang sih? Dia gak suka aku marahin kayaknya." Batin Fanni, Ia keluar dari ruang latihan dan menuju ruang tamu. Disana, sudah ada ayah Fanni yang sedang bersantai sembari menikmati secangkir kopi hitam.


Ayah Fanni menoleh kearahnya dan berkata, "Eh Fanni, kamu habis olahraga? Kok keluar dari ruang latihan?" Tanya Ayah Fanni.


Fanni menundukkan kepalanya dan menjawab, "Nggak kok yah, aku iseng aja liat pengawal latihan." Jawabnya.


"Benarkah? Terus itu si Naufal kok udah pulang?" Lanjut Ayah Fanni.


Tanpa menjawab pertanyaan itu, Fanni langsung Naik ke lantai atas menuju ke kamar nya. Ayahnya hanya bisa terheran-heran akan hal itu, "Tuh kan, pasti bertengkar." Gumamnya.


Di kamar, Fanni berbaring dan menutup kepalanya menggunakan bantal, "Duh kenapa sih? Kenapa aku marahin Naufal kayak gitu.?!" Keluh nya. "Fix sih ini, aku harus minta maaf besok." Lanjutnya.


Ia pun membuka ponsel nya dan berusaha menghubungi Naufal. Namun Naufal tak pernah mengangkat telfon dari Fanni. "Apaan sih Naufal?! Kok gak di angkat sih!" Teriak Fanni.


Ia pun memilih untuk tertidur sampai keesokan pagi.


...~...


Di tempat Naufal, Ia sedang merasa kesal karena dimarahi oleh Fanni. Ia memukul-mukul bantal sampai bantal itu tidak berbentuk. Namun, seorang gadis masuk ke kamar Naufal untuk menawarinya makan bersama. Gadis itu adalah adik Naufal, Dania Setyadi.


"Kak, kakak mau makan bareng gak?" Tanya Dania.

__ADS_1


"Ah iya, bentar lagi kakak kesana. Kamu duluan aja." Jawab Naufal.


Dania pun pergi, Naufal pun membuka tas nya dan mengambil uang yang diberikan oleh Pak Bambang. Ia segera pergi ke ruang makan, disana sudah ada Ayah,Ibu,Vinka, dan Dania yang sudah menunggu.


Naufal pun duduk, Ia mengambil piring dan menambahkan nasi serta tempe dan tahu. Naufal makan dengan cepat sehingga membuat orang-orang disana sedikit heran.


"Dek makan makanannya pelan-pelan." Tegur Vinka.


"Iya nak, makan nya pelan-pelan." Ucap Ibu Naufal.


"Ah berisik! Aku sedang tidak Mood makan." Timpal Naufal.


Ibu dan Vinka terkejut akan sikap Naufal. Tidak mau mengganggu Naufal, akhirnya mereka makan dalam keadaan sunyi. Selesai makan malam, Naufal menyodorkan uang dari Pak Bambang.


"Ini. Entah kenapa, padahal baru seminggu bekerja udah di kasih upah." Ucapnya. "Ibu bayar buat sisa hutang, Nominalnya 100 juta." Lanjutnya.


Naufal pun bergegas pergi ke kamarnya, Ia pun berbaring di ranjangnya dan tertidur pulas.


...~...


Keesokan harinya, Fanni sudah berdiri di depan gerbang masuk sekolah. Ia menunggu kedatangan Naufal, namun yang muncul adalah Rainala seorang diri.


"Oh Naufal, kayaknya bentar lagi sampai deh." Balas Rain.


Mereka berdua pun menunggu Naufal bersama-sama. Akhirnya, Naufal sampai kesana. Ia langsung mengajak mereka berdua masuk tanpa menyapa sedikit pun.


Sambil berjalan, Fanni beberapa kali mencoba berbicara dengan Naufal. Namun Naufal mengacuhkan Fanni seolah tak mendengar apa perkataan nya .


Fanni merapat bibirnya dan mengerutkan keningnya, "Kayaknya dia ngambek deh. Lucu juga." Batin Fanni. Fanni tidak berbicara lagi setelah itu.


Mereka sampai di ruangannya dan duduk di bangku masing-masing. Fanni langsung bermain dengan teman-teman dekatnya. Lalu, Naufal yang sedang diam sendirian dihampiri oleh Zulfi.


Zulfi menepuk-nepuk pundak Naufal seraya berkata, "Hei, yang kemarin gak apa-apa?" Tanyanya.


"Mereka berteman?!"


Seisi kelas heboh akan perilaku Zulfi kepada Naufal, mereka mengira kemarin Naufal kalah oleh Zulfi.


"Aku tidak apa-apa." Jawab Naufal.

__ADS_1


"Oh baguslah, aku pergi dulu ya." Pamit Zulfi.


TRINGG...... TRINGG.....


Akhirnya, Bel sekolah pun berbunyi. Semua murid terduduk rapih menunggu kedatangan guru. Guru pun masuk dengan ekspresi hangat. Lalu Ia berkata, "Murid-murid, hari ini kita kedatangan teman baru yang spesial. Silahkan masuk, Rizki." Sambutnya.


Seorang anak laki-laki pun masuk, Penampilan nya seperti seorang artis. Tak lain lagi, Ia adalah Rizki Aditia, teman masa kecil Fanni.


"Rizki, perkenalkan dirimu." Kata guru itu.


"Baik. Perkenalkan, nama saya Rizki Aditia. Mohon kerja samanya teman-teman." Ucap Rizki dengan senyum menyeringai menatap tajam Naufal.


"Baiklah, kamu duduk di samping Lia." Usul Guru itu.


Rizki segera duduk dan mengeluarkan semua buku-buku nya. Semua murid tak peduli dengan kedatangan Rizki. Bagaimana tidak, Rizki sudah bersikap sombong di hari pertamanya.


Akhirnya pelajaran pun selesai, Naufal mengajak Zulfi pergi ke kantin meninggalkan Fanni sendiri. Namun, Fanni menarik tangan Naufal seraya berkata, "Naufal, kamu kenapa? Dari pagi gak bicara sama aku!" Ungkap Fanni.


Lalu, Rizki menghampiri dan berkata, "Hei Fan, senang bisa ketemu. Kukira kita gak akan sekelas." Ucapnya.


"Eh Rizki, walaupun kemarin kamu udah bilang mau pindah kesini aku tetep terkejut." Kata Fanni dengan ekspresi riang.


Naufal hanya menatap mereka berdua, lalu Naufal melepaskan pegangan Fanni seraya berkata, "Maaf Nona, saya lapar. Saya izin ke kantin sebentar." Celetuk Naufal.


Fanni terkejut, Ia terkejut karena Naufal lagi-lagi memakai bahasa formal kepadanya. "Kamu kenapa sih? Tiba-tiba kayak begini." Keluh Fanni.


"Tidak ada apa-apa Nona, saya hanya ingin makan. Tolong izinkan saya pergi." Tegas Naufal dengan tatapan dingin..


Fanni mengiyakan permintaan Naufal, setelah itu Naufal dan Zulfi pergi menuju kantin. Mata Fanni berkaca-kaca, Ia merasa tidak enak kepada Naufal. Fanni merasa telah merusak pertemanannya.


Rizki yang melihat itu, Ia mengelus-elus rambut Fanni berusaha untuk menenangkan. "Gak apa-apa Fan, dia mungkin lagi badmood." Ucapnya untuk menenangkan Fanni.


"Dia begini dari kemarin, aku rasa aku bikin kesel dia. Padahal dia teman pertama ku disini." Ungkap Fanni dengan air mata yang mengalir membanjiri wajahnya.


Rizki membawa Fanni duduk dan menenangkan nya, "Sudahlah, aku yakin kamu ga salah. Ini cuman masalah waktu aja." Bujuk Rizki.


Rizki pun berdiri dan keluar dari ruangan itu, saat itu Fanni menoleh ke arah Rizki yang pergi seraya berkata, "Tenang aja Fan, aku akan menghajar orang yang membuat mu menangis." Ucapnya dengan senyum yang bersinar.


...##Sistem Raja Pecundang##...

__ADS_1


__ADS_2