Sistem Raja Pecundang

Sistem Raja Pecundang
Triple fight part 2


__ADS_3

Bugh! Braakk!


Suara benturan antara dua manusia yang saling menyerang satu sama lain. Tendangan Apchagi, Dwichagi, bahkan Dwi hurigi terus mereka gunakan. Mereka adalah Naufal dan Rehan.


Saat ini keduanya tengah beradu teknik bela diri taekwondo. Rehan dengan teknik menirunya, dan Naufal dengan bantuan sistem. Keduanya bertarung dengan sengit, walaupun keadaan Naufal saat ini tak menguntungkan. Tubuh Naufal sudah terluka sebelumnya.


Saat Rehan menendang, tiba-tiba Naufal menghindar dan melesatkan tendangan low kick. Rehan tersenyum, kemudian mengangkat kakinya guna untuk menahan tendangan low kick Naufal. Namun tendangan itu berubah arah, dan malah mengenai tengkuk Rehan. Seketika Rehan langsung terjatuh ke lantai.


"S-Sial! Brazilian kick!" Batin Rehan, mengerang.


Rehan berusaha kembali bangkit dan membalas Naufal. Saat ia akan melancarkan sebuah pukulan pada Naufal, tiba-tiba ia terpental karena di tendang oleh seseorang. Orang itu adalah Purnama yang bangkit kembali.


"K-Kau!" Bentak Rehan, menahan tubuhnya yang terpental.


"Hehe... Aku belum selesai. Dasar kau anak nakal!" Teriak Purnama.


Kemudian Purnama berlari, melompat, dan berputar-putar di udara. Menyiapkan tendangan dashyat untuk mengalahkan Rehan. Kemudian tendangan itu mengenai wajah Rehan, dan seketika membuat tersungkur dan menabrakkan wajahnya ke lantai.


Naufal yang melihatnya sempat kebingungan, namun ia melihat aura berwarna kuning menyelimuti tubuh Purnama, matanya juga menyala berwarna kuning. Hal itu membuat Naufal menyangka bahwa Purnama sedang mengalami sebuah awakening.


"Siaaaaaaaaaalllll!"


Tiba-tiba terdengar teriakkan Rehan, sangat berat dan bergema ke seluruh ruangan. Suara itu membuat semua orang terkejut, termasuk Naufal dan Purnama. Mereka berdua langsung mendekatkan dirinya masing-masing, dan bersiaga dengan Rehan.


"Jadi kita kerja sama nih?" Tanya Naufal, sedikit bergurau.


"Huh? Apa maksudmu? Bukankah kita memang rekan!" Tegas Purnama, membalas gurauan Naufal.


Tiba-tiba saja waktu seolah berhenti. Rehan dengan misterius tiba-tiba muncul didepan Purnama. Keduanya saling bertatapan. Kemudian saling beradu tendangan, namun nampaknya Purnama tak bisa menahan tendangan itu dan kalah. Kakinya terhempas, beserta tubuhnya.


Kemudian Rehan menatap Naufal dengan tajam. Anehnya, tiba-tiba saja tubuh Naufal melayang dan terbalik di udara. Kemudian Rehan melesatkan tendangan dwi chagi tepat mengenai ulu hati Naufal, sekaligus membuatnya terpental sampai menabrak ujung arena.


"Oi-oi! Jangan lembek dan nabrak tembok mulu, aku belom serius sana sekali." Ucap Rehan.


"Hahaha..." Tiba-tiba saja Purnama tertawa pelan. "Lucu sekali, padahal kau yang membuat kami terhempas. Kau mau arena nya jadi rusak?" Ucap Purnama, bercanda.


"Huh?!"


Rehan berlari dengan sangat kencang, berniat menendang Purnama dengan kuat. Tentu Purnama tak bisa menghindarinya, saat ini ia tengah kehabisan tenaga. Tendangan itu dilesatkan, dan siap mengenai wajah Purnama. Namun, tiba-tiba saja wajah Rehan ditendang oleh Naufal yang menyerang dari balik Purnama.


"Terimakasih telah menjadi umpan! Ya walaupun gak niat!" Teriak Naufal.


Kini Naufal berhadapan langsung dengan Rehan. Keduanya saling beradu ilmu bela dirinya, baik Rehan ataupun Naufal sama-sama seimbang dalam segi teknik bertarung. Membuat Purnama yang melihatnya sedikit terpukau sampai membuat matanya terbelalak.

__ADS_1


Taekwondo, Boxing, maupun seni bela diri lainnya sama-sama digunakan oleh Naufal dan Rehan. Di titik ini, Naufal merasa bahwa ia bisa mengalahkan Rehan. Namun, takdir tidak berkata demikian. Entah apa penyebabnya, tapi tiba-tiba saja tubuh Naufal terpental jauh ke belakang.


Purnama yang melihatnya langsung bangkit dan melesat ke arah Rehan untuk menghentikannya. Namun yang dilihat oleh Purnama bukanlah Rehan, melainkan ia seperti melihat sosok lain yang berada di dalam tubuh Rehan.


Mata Rehan sangatlah merah, sedikit mengeluarkan darah. Hidungnya pun mengeluarkan darah. Rehan dengan tajam melirik ke Purnama, dan seketika membuatnya berhenti tepat didepannya.


Tatapan Rehan sangatlah mengintimidasi, bahkan kaki Purnama dibuat seolah gemetaran ketakutan. Naufal yang melihatnya pun kebingungan, kenapa Purnama tak menyerang Rehan.


Yang dilihat Purnama saat ini adalah sebuah monster besar yang bisa membunuhnya kapan saja. Tubuhnya benar-benar gemetaran, tak bisa bergerak sama sekali.


Rehan menjambak rambut Purnama, dan memukul wajahnya dengan keras berulangkali. Darah sampai bercipratan kemana-mana karena saking kuatnya pukulan Rehan. Dalam waktu yang singkat, Purnama langsung terjatuh ke lantai dan tak bangkit kembali.


"P... Purnama telah kalah..." Suara pengisi acara terdengar, sedikit lemas karena melihat apa yang dilakukan oleh Rehan.


Naufal yang melihatnya seketika terkejut, ia tak pernah menyangka bahwa Rehan bisa menyerang secara brutal seperti itu. Naufal memasang posisi siap bertarung, namun juga sedikit menjaga jarak dengan Rehan.


"H-Hei! Ada apa denganmu? Mata dan hidung mu mengeluarkan darah loh..."


Ucap Naufal, namun Rehan sama sekali tak mendengarkannya. Ia malah berjalan dengan perlahan mendekati Naufal. Sama halnya seperti Purnama, Naufal juga merasa ketakutan saat Rehan mendekatinya. Akhirnya, tanpa bisa melakukan perlawanan, Naufal harus menelan kekalahan setelah Rehan menendang kepalanya dengan kuat.


...


Di sebuah tempat yang dipenuhi oleh warna putih. Terlihat seorang pemuda melayang tak sadarkan diri di udara kosong. Pemuda itu adalah Naufal.


Sebuah cahaya berbentuk tubuh manusia datang, ia menggerakkan tubuhnya bak sedang melayang. Dia mendekati tubuh Naufal yang melayang, lalu membangunkannya.


"U-... Uh..." Perlahan Naufal membuka matanya. Ia nampak kebingungan setelah melihat tempatnya saat ini yang dipenuhi oleh warna putih.


"Dimana ini?" Kemudian ia menoleh ke arah cahaya berbentuk manusia itu. "Siapa kau?" Tanyanya.


"Huh! Hanya tidak ketemu beberapa saat saja, kau sudah melupakan aku? The Creator, aku adalah The Creator." Jawab Cahaya itu.


"Bagaimana dengan pertarungan ku?!" Naufal terkejut, lalu berusaha bangkit namun tak bisa.


The Creator tertawa terbahak-bahak, kemudian berkata, "Apa sih yang kau bicarakan? Sudah jelas kan kalau kau ini kalah." Katanya.


"Kalah ya, lalu dimana ini? Kenapa semuanya serba putih?" Tanya Naufal kembali.


"Alam bawah sadar... Ini adalah alam bawah sadar mu." Ucap The Creator.


"Kalau ini alam bawah sadar ku, kenapa kau bisa ada disini?"


"Aku bisa memasuki alam bawah sadar semua orang, bahkan mimpi, fantasi, otak, masa lalu, masa depan, dan imajinasi mereka bisa mu masuki."

__ADS_1


"Cukup menakutkan, ya. Lalu ada apa? Kenapa kau disini?"


"Pake nanya!" The Creator menertawakan Naufal. "Hei bocah, kenapa kau sangat lemah? Sistem itu sudah bagaikan harta karun untukmu, kenapa masih kalah oleh manusia biasa?" Tanyanya.


"Manusia biasa? Si Rehan itu? Woy! Kau lihat matanya bisa mengeluarkan darah begitu, lalu kekuatannya meningkat sangat drastis, bahkan aku tak bisa melihat serangannya!" Keluh Naufal.


"Halah. Alasan! Terus kenapa kau tak memanfaatkan fitur yang ada pada sistem? Bodoh sekali." Ucap The Creator. "Kau itu aneh ya? Kau kan punya banyak quest yang ada di sistem mu. Bahkan kau bisa menyebutnya 'Grinding' di dunia nyata!" Tegasnya.


(*Grinding \= sebuah kegiatan dimana seorang pemain game membuat peningkatan secara bertahap di dalam game, bisa dilakukan dengan melakukan melawan musuh atau menyelesaikan misi yang diberikan game secara nonstop sampai waktu yang ditentukan.)


"Grinding, ya? Bagaimana aku bisa melakukannya jika quest-nya sudah menumpuk."


"Huh... Manja sekali. Itu lah alasan kenapa aku ada disini."


"Eh, maksudnya?"


The Creator menggerakkan tangannya, membuat sebuah cahaya lain terbentuk. Cahaya itu perlahan berubah bentuk menjadi seorang manusia. Penampilannya sangatlah mirip dengan Naufal.


"Apa itu?" Tanya Naufal, sangat kebingungan.


Manusia yang diciptakan oleh cahaya The Creator benar-benar mirip dengan Naufal. Mulai dari ujung rambut sampai kaki dibuat mirip dengan Naufal.


"Ini adalah sistem mu. Atau... Mungkin lebih akrab kau panggil,"


Naufal memperhatikan orang yang mirip dengannya itu dengan mata yang terbelalak.


"Luxxy."


"HAH?! APA MAKSUDMU?! DIA LUXXY? BUKANNYA ITU AKU?!" Pertanyaan demi pertanyaan mulai dilontarkan oleh Naufal.


"Benar. Aku membuatnya mempunyai wujud sama seperti dirimu." Jawab The Creator, singkat. "Mulai sekarang, dia akan membantumu dalam mengatasi urusanmu secara nyata, bukan hanya khayalan saja."


Luxxy mulai membuka matanya. Ia kebingungan setelah melihat tubuhnya sendiri. Kemudian ia memusatkan pandangannya pada Naufal. Tanpa aba-aba sedikitpun Luxxy langsung memeluk Naufal dengan erat.


"Syukurlah! Tuan, anda masih hidup!" Teriak Luxxy. Bahkan suaranya mirip sekali dengan Naufal.


"Aaa...." Naufal nampak kebingungan, namun tak lama ia malah mengelus rambut Luxxy dengan lembut. "Aku masih hidup kok."


"Mulai sekarang kau bisa menganggapnya sebagai keluarga, atau adikmu sendiri. Panggil dia saat kau butuh, maka dia akan muncul di depanmu." Ucap The Creator sebelum akhirnya menghilang dari hadapan Naufal dan Luxxy.


"Kau dengar itu? Aku bisa memanggilmu kakak, kakak!" Teriak Luxxy.


"Kurasa ini akan merepotkan." Keluh Naufal dalam batin.

__ADS_1


##Sistem Raja Pecundang##


__ADS_2